Dosen & Rektor

Dosen & Rektor
Dinner


__ADS_3

Tak tahu apa motifasi Ayah mempunyai ide membooking hotel hingga empat hari lamanya. Bahkan kini Anisa sampai bingung akan melakukan hal apa selain jalan-jalan bersama Farhan disekitar Jombang.


Padahal ia ingin bermanja-manja dengan mbah kakung dan mbah putri. Sudah lamaaa sekali sejak Anisa lulus wisuda tak bertemu langsung pada mereka.


"Kita berenang yuk". Ajak Farhan memeluk Anisa dari belakang yang tengah menikmati balkon.


"Nanti kalau ada pengunjung yang lain gimana? Aku harus pakai jilbab dong". Jawab Anisa.


"Kitakan punya kolam renang private. Tenang aja. Kamu boleh gak pakai apapun malah". Goda Farhan.


"Itu sih maunya mas". Jawab Anisa.


Anisa mengikuti Farhan menuju kolam renang. Ternyata hotel ini canggih juga. Di samping kamar mereka ada kolamnya. Kenapa Anisa tidak tahu. Anisa lingak-linguk melihat disekelilingnya berjaga-jaga jika nantinya terlihat orang lain. Ternyata benar kata Farhan, kolam renang ini aman oleh jangkauan orang mengintip dan sejenisnya.


"Masyaallah, cantik bangeeet. Tahu gini dari kemarin aku berenang". Puji Anisa.



Anisa mengganti baju rumahan biasa dengan tetap memakai jilbab simpel. Lama menunggu Farhan, Anisa berenang terlebih dahulu. Beberapa saat kemudian Farhan mengikuti Anisa berenang.


"Hap! Kena kamu istriku". Ujar Farhan mengagetkan Anisa yang sedang menikmati pemandangan kehijauan dari pinggir kolam renang dengan memeluknya dari belakang.


"Iissh, ngagetin aja sih". Jawab Anisa kembali menikmati pemandangan.


"Kamu kenapa pakai jilbab sih. Disini kan cuma ada kita sayaang". Ujar Farhan.


Tanpa meminta persetujuan istrinya, Farhan membuka jilbab Anisa dan mengeratkan pelukannya.


"Eh! Apaan sih maas". Gerutu Anisa. Farhan sudah melemparkan entah dimana.


Rambut Anisa yang mulanya diikat sudah terurai dengan cantiknya. Farhan membenamkan wajahnya di ceruk leher Anisa. Menikmatinya.


"Yang perlu diwaspadai bukan orang lain mas, tapi kamu sendiri". Lirih Anisa.


.


.


.


.


"Dingiiin maaas". Lirih Anisa dibalik selimut.


"Sini mas peluk". Dengan santainya Farhan memeluk Anisa tanpa rasa bersalah.


Anisa dan Farhan menghabiskan waktu 3 jam di kolam renang. Ulah siapa lagi kalau bukan Farhan. Alhasil kini Anisa kedinginan tingkat dewa akibat terlalu lama di air. Setelah sholat zuhur Anisa memutuskan untuk tidur dengan berbalutan selimut tebal.

__ADS_1


"Mau tidur apa?". Tanya Farhan.


"Awalnya sih iyaa, tapi udah gak ngantuk". Jawab Anisa.


"Kita belum makan siang lho". Ujar Farhan.


"Aku pengen masak sendiri maas". Rengek Anisa.


"Iyaa, dua hari lagi kita pulang kok". Jawab Farhan dengan mengeratkan pelukannya.


"Lamaa bangeet, Aku pengen ketemu mbah kakung dan mbah putri". Jawab Anisa.


"Ya udah, kita check out besok aja. Yang kuota 1 harinya biarin aja". Ujar Farhan.


"Beneran? Yes! Makasiiih suamiku". Jawab Anisa. Kemudian mendongak dan mencium pipi Farhan.


"Iyaa, sekarang kita makan siang dulu". Ujar Farhan.


"Aku tuh kedinginan maas". Rengek Anisa lagi.


Cup! Satu kecupan mendarat dibibir Anisa.


"Mas udah pesan, kita makan disini aja. Kamu mas suapin". Ujar Farhan berlalu ke arah pintu ketika ada yang mengetok.


"Nih makanannya, duduk dulu. Mas suapin". Ujar Farhan menghampiri Anisa. Meletakkan nampan makanan dipangkuannya.



"Kamu makannya seberapa sih yaang. Hahaha". Jawab Farhan sambil mencubit hidung Anisa dengan kekehannya.


"Jangan disentuh maas, ntar tambah pesek". Ujar Anisa mengelus hidungnya.


"Hari gini masih percaya kayak gituan. Aaa, buka mulutnya". Jawab Farhan.


"Aku masih gak nyangka Mas Faridz itu sebucin ini. Hihihi". Ujar Anisa.


"Kalau makan jangan ngomong, harusnya istriku satu ini bersyukur punya suami perhatian plus-plus kayak gini". Jawab Farhan dengan menyendokkan makanan ke mulutnya.


.


"Masih lapar juga?". Tanya Farhan di sendokan terakhir untuk Anisa. Anisa menggeleng.


Setelah menyelesaikan makan siang mereka menghabiskan waktu dengan menonton tv. Anisa memeluk Farhan dengan menyenderkan kepalanya di dada Farhan. Sedangkan Farhan setengah berbaring dengan memeluk istrinya.


"Malam nanti kita dinner ya". Ujar Farhan.


"Siap boss". Jawab Anisa dengan semangatnya.

__ADS_1


Malam Harinya


Farhan dan Anisa telah siap dengan pakaian handalan mereka.




"Kita mau dinner tapi pakaiannya kok biasa aja ya mas. Hahahha". Ujar Anisa merangkul lengan Farhan hendak keluar kamar.


"Biasa aja gimana? Kan mas tetep ganteng". Jawab Farhan.


"Iyaa, suamiku ganteng terus pakai apapun". Jawab Anisa.


Sebenarnya mereka tidak dinner romantis bak pasangan-pasangan pada umumnya. Mereka hanya makan malam di restoran hotel saja. Hahahaha.



"Kok sepi ya mas?". Tanya Anisa heran.


"Mungkin belum ramai aja, ini kan baru habis maghrib". Jawab Farhan dengan menuntun Anisa agar duduk.


"Gak mungkiin. Tadi di lantai satu aja ramai kok. Masak dilantai dua cuma kita?". Tanya Anisa lagi.


"Sudah, ayo kita pesan makanannya". Ujar Farhan.


Masa bodoh, akhirnya Anisa menurut pada Farhan. Ternyata Farhan sengaja menyewa satu lantai restoran agar ia bisa berduaan dengan Anisa. Padahal setiap hari mereka sudah berduaan. Masih kurang puas aja nih Farhan.


"Mas sengaja nyewa satu lantai ya?". Tanya Anisa menelisik pada mata Farhan menunggu jawaban. Kini mereka berdua telah menyelesaikan makannya.


"Haa? Buat apa coba". Jawab Farhan dengan mengalihkan pandangannya dari Anisa.


"Hallah! Ngaku aja!". Ujar Anisa.


"Huuufft. Iyaa sayaang. Iyaa, bener-bener dah. Kenapa sih mas gak bisa nutupin kebohongan sama kamu". Jawab Farhan.


"Astaghfirullaah, jadi niatnya mau bikin romantisan gitu?". Tanya Anisa lagi. Farhan mengangguk pasrah.


"Ututututu.... Coocweet. Aku udah seneng kok maas". Jawab Anisa.


Cup!


"Buat hadiah mas". Ujar Anisa setelah mengecup bibir Farhan.


Bersambung


...

__ADS_1


__ADS_2