Dosen & Rektor

Dosen & Rektor
Rapat


__ADS_3

Pagi ini Anisa tengah bersiap untuk berangkat ke kampus menghadiri rapat panitia seminar. Ternyata bukan hanya seminar. Melainkan juga ada rencana acara penyambutan mahasiswa dari luar negeri, yang belajar ke Indonesia tepatnya di Universitas Islam Harapan Bangsa.



"Kayak ini udah lah yaa". Gumam Anisa sambil melihat pantulan dirinya di cermin.


"Dek? Udah ditunggu Farhan tuh". Panggil Faisal. Tampaknya Faisal juga telah bersiap untuk berangkat ke kantor.


"Oh, okee. Anisa berangkat dulu ya". Anisa menyalami kakaknya.


"Kamu gak sarapan dulu? Kamu yang masak kok malah gak makan?". Ujar Faisal mengikuti Anisa menuruni tangga.


"Gak usah kak. Anisa tadi udah bawa bekal kok". Jawab Anisa.


"Han, jaga adek gua yaa". Ujar Faisal pada Farhan yang terbengong melihat penampilan Anisa.


"Han!". Panggil Faisal.


"Eh! Iya-iyaa, siap bos. Ya udah Cal kami berangkat dulu. Yuk Nis". Pamit Farhan.


Faisal mengangguk dan berangkat ke kantor setelah Anisa meninggalkan pekarangan rumah.


Sesampainya di kampus, Anisa mengikuti Farhan dibelakangnya untuk menuju gedung rapat.


"Jangan dibelakangku. Kamu mau jadi bodyguard saya?". Sindir Farhan.


Anisa mulai mensejajarkan langkahnya dengan Farhan. Meskipun libur semester, kampus ternyata tak sepi. Masih banyak mahasiswa yang berlalu-lalang di dalam kampus. Tak jarang pula mahasiswa yang melihat Anisa dan Farhan berbisik-bisik. Tapi tak didepan mereka berdua. Wkwkwk.


"Mas Farhan?". Panggil Bu Anggun salah satu dosen ekonomi.


Iya berdiri ditengah-tengah Anisa dan Farhan menjauhkan jarak mereka.


"Iya bu, ada uang bisa dibantu?". Tanya Farhan.


"Bareng ya pak. Bapak mau rapat buat seminar mahasiswa baru kan?". Ujar bu Anggun.


"Iya, monggo". Jawab Farhan. Farhan berjalan dahulu meninggalkan Bu Anggun dan Anisa.


Ketika Anisa hendak menyusul Farhan,


"Jangan deket-deket mas Farhan. Kamu dibelakang kami". Ujar bu Anggun. Iapun berjalan menyusul Farhan dan berusaha menyamakan langkahnya.


"Huufft, masih ada ya orang kayak itu". Gumam Anisa. Ketika hendak berjalan,

__ADS_1


"Bu Anisa?". Panggil salah satu mahasiswi.


"Jangan bu doong, saya masih seumuran lho sama kamu. Wkwkwk". Ujar Anisa dengan tawa renyahnya.


"Hehehe, iya kak. Mau rapat kan? Bareng yaa, kasihan kak Anisa sendiri ditinggalin pak Rektor". Ujar Izza (mahasiswi).


"Kamu ini, saya gak ditinggal kok. Ayoo ke gedung, telat nanti kita". Ajak Anisa.


Izza berjalan beriringan dengan Anisa. Sesampainya diruang rapat, ternyata sudah berkumpul semua.


"Assalamu'alaikum, mohon maaf saya dan Izza telat". Ujar Anisa dengan membungkukkan setengah badannya, diikuti Izza.


"Tidak apa-apa Anisa, monggo silahkan duduk". Ujar Bu Dekan.


Bu Anggun menatap sinis pada Anisa. Sedangkan Farhan memandangi Anisa hingga duduk dihadapannya. Iya. Anisa kebagian tempat duduk tepat dihadapan Farhan.


"Kak Anis punya masalah sama bu Anggun?". Tanya Izza berbisik, yang duduk disebelah Anisa.


"Ha? Nggak tuh". Jawab Anisa.


"Kok natapnya kek gitu?". Ujar Izza.


"Gak tau. Syhuuut, jangan berisik. Udah mau mulai rapatnya". Ujar Anisa dengan menegur Izza.


"Baiklah, karena semuanya sudah diputuskan kita akhiri rapatnya sampai disini. Mohon kerjasamanya. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh" Tutup Farhan.


"Saya masih ada rapat lagi, jadi saya undur diri terlebih dahulu". Sambung Farhan.


"Iya Mas Rektor. Saya juga, Anisa ayo bareng sekalian. Kamu juga ikut rapat ini kan". Ujar bu Dekan.


"Oh, nggeh bu. Monggo". Jawab Anisa. Anisa mengikuti Bu Dekan untuk pindah ruang rapat.


Berbeda dengan Anggun. Ia tampak jengkel melihat Anisa bersama dengan Farhan.


"Kapok. Salahe gatelen". Gerutu Izza yang melihat raut wajah Bu Anggun. (Kasihan. Salah siapa ganjen)


"Sopo seng gatelen?". (Siapa yang ganjen) Tanya salah satu teman Izza yang tak sengaja mendengar.


"Tuh bu Anggun". Jawab Izza terus terang.


*Diruang Rapat Program BIPA (Program Bahasa Indonesia Penutur Asing)


Saat ini para dosen tengah membicarakan perihal penyambutan mahasiswa dari luar negeri. Ini sudah tahun ke tiga Universitas swasta ini membuka Program BIPA.

__ADS_1


Anisa yang terkenal sebagai mahasiswa terbaik di Universitasnya dulu diangkat sebagai pengajar BIPA. Meskipun ia masih tergolong dosen baru.


Bukan dengan percuma. Para dosen pengajar BIPA sudah melewati berbagai tes untuk sampai ditahap ini. Dan Anisa menjadi salah satu dosen yang lolos.


"Baik, mahasiswa asing kali ini ada 9 orang. 2 dari uzbekistan, 4 dari Jepang, 1 dari Thailand, dan 2 dari Cairo". Ujar Pak Hasan ketua Program BIPA.


"Kemungkinan kedatangan mereka pada tanggal 15 Desember. Dan saya sudah punya daftar Dosen yang akan menjemput mereka di Jakarta. Jika ada yang pertimbangkan, bisa dimusyawarahkan". Sambung beliau.


Pak Hasan melanjutkan presentasinya dan ternyata Anisa masuk didalam list Dosen penjemput mahasiswa. Karena Anisa menguasai bahasa Jepang dan Thailand, jika sewaktu-waktu para mahasiswa ada yang kebingungan. Walaupun para mahasiswa sudah menguasai bahasa Inggris. Yaaa, meskipun tergolong bahasa dasar yang dikuasai Anisa, setidaknya bisa membantu.


Untuk bahasa Uzbekistan dan Cairo diserahkan kepada Farhan dan pak Anam. Sebenarnya Farhan tidak harus ikut terjun dalam pembelajaran BIPA, akan tetapi karena ia menginginkannya, iapun ikut tes dosen pengajar BIPA. Selain menjemput para mahasiswa, mereka juga diangkat sebagai tutor selama mahasiswa itu belajar di Indonesia.


Rapat memakan waktu cukup lama. Membahas segala sesuatu yang perlu diluruskan dan memecahkan masalah yang masih ruwet. Kira-kira memakan waktu 4 jam dengan dipotong waktu sembahyang zuhur.


Alhamdulillah selesai juga rapatnya. Anisa jalan-jalan di rooftop perpustakaan. Karena rapat kedua dilaksanakan di ruang BIPA yang bertepatan di gedung perpustakaan.


"Ayo makan. Kamu dari pagi belum makan lho". Ajak Farhan yang tiba-tiba dihadapan Anisa.


"Ayoo, kita duduk di pendopo itu". Sambung Farhan. Anisa mengikuti Farhan duduk di pendopo.


"Kok mas Faridz bisa tahu saya disini?". Tanya Anisa.


"Saya lihat kamu naik lift tadi. Faisal nelvon aku. Disuruh ngajak kamu makan". Ujar Farhan.


"Kak Ical apaan sih. Hobby banget ngrepotin orang". Gerutu Anisa.


"Saya gak repot kok. Kamu bawa bekal kan tadi? Justru saya yang mau ngrepotin kamu. Saya mau numpang makan". Ujar Farhan.


Anisa mengeluarkan bekalnya. Anggap aja didalam kotak bekal ya. Wkwkwk.



"Saya boleh kan ikut makan?". Tanya Farhan.


"Boleh kok. Silahkan". Ujar Anisa. Untung saja Anisa membawa sendok dua.


"Habis ini kamu saya antar pulang. Lusa saya antar beli perlengkapan untuk ke Jakarta, besoknya lagi kamu istirahat. Baru tgl 15 kita berangkat ke Jakarta". Jelas Farhan.


"Siap bos". Ujar Anisa.


Di gedung sebrang mereka. Tampaknya Bu Anggun mulai marah melihat Anisa makan berdua dengan Farhan.


"Beraninya dia mengabaikan ucapanku tadi pagi". Monolog Bu Anggun.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2