Dosen & Rektor

Dosen & Rektor
-


__ADS_3

Siang ini terlihat Anisa tengah melihat Mas suami yang tengah memanjat sebuah pohon mangga tetangga yang tak jauh dari mansion. Sejak pagi ia sudah merengek setiap saat ingin memakan mangga muda.


Jadilah ketika jalan-jalan pagi mata indah wanita itu tertuju pada sebuah pohon mangga di depan rumah mbok Inah yang kebetulan tengah berbuah. Siangnya barulah Farhan menuruti permintaannya.


Percayalah, sejujurnya Farhan ketar-ketir memanjat pohon itu. Terakhir ia memanjat pihon ketika masih di pesantren. Dan ini kali pertama setelah lulus dari pesantren, hehehe.


"Yaang, gak bisa turun..." Teriak Farhan dari atas pohon.


"Gimana sih! Katanya jagoan manjat dulu. Masak sekarang udah naik gak bisa turun sih," Jawab Anisa ketus. Jelas-jelas ia sudah sangat menginginkan buah itu.


"Lempar ajalah mangganya. Nanti adek pulang dulu. Adek panggilin Ayah biar dibantuin turun," Ujar Anisa.


Lho! Bahaya kalau Ayah yang bantuin. Bisa diejek habis-habisan nanti. Masak jagoan gak bisa turun.


"Eh! Jangan dilempar yang, Mas bisa turun kok! Nanti kalau dilempar terus jatuh, bisa gak mulus lagi mangganya," Alasan Farhan.


Farhan turun perlahan. Memijakkan kakinya pada tumpuan yang tepat. Hingga akhirnya ia merosot. Yakinlah, kakinya lecet sedikit itu. Terasa perih. Tapi tak banyak... Tenang aja... Diakan jagoan.


.


.


.


Kandungan Anisa kini memasuki minggu ke-16. Alhamdulillah tiga hari ini Anisa sudah tak merasakan mual di pagi hari (morning sickness).

__ADS_1


Bangun tidur, Anisa beranjak ke kamar mandi untuk melaksanakan salat sunah. Semenjak mual-mual, Anisa kerap kali tak melaksanakan kebiasaan itu. Setelah mengeluarkan partikel-partikel dalam perut, tubuh Anisa begitu lemas.


Pagi ini ia begitu menikmati kegiatan rutinitas yang biasa ia lakukan. Mandi sebelum salat tahajud. Sesekali ia mengelus perutnya yang semakin membesar itu.


Tok! Tok! Tok!


Tok! Tok! Tok!


Ketukan pintu terus saja menggema di balik pintu kamar mandi itu. Anisa segera memakai handuknya. Oh tidak! Ternyata terlihat begitu minim di tambah dengan perut buncitnya. Anisa mengganti dengan jubah mandi Farhan yang lebih besar.


Tok! Tok! Tok!


Ketukan pintu kembali beradu. Kali ini lebih menuntut.


Farhan sedikit menggeser tubuh Anisa agar menyingkir dari tengah pintu, dan ia segera masuk.


Hoek! Hoek! Hoek!


Anisa segera mengikuti Farhan yang ternyata muntah-muntah di wastafel. Dengan telaten Anisa mengurut leher sang suami agar lebih plong.


"Udah, Yang," Lirih Farhan setelah membasuh bekas muntahannya.


Dilingkarkannya tangan Farhan di pundak Anisa agar dibantu kembali ke tempat tidur.


"Istirahat dulu ya, adek buatin teh anget," Ujar Anisa setelah menyenderkan Farhan di tempat tidur. Farhan mengangguk lemas kemudian berbaring. Kepalanya serasa ditimpa batako.

__ADS_1


Cklek!


Anisa kembali dengan membawa segelas air teh hijau. Anisa meletakkan di atas nakas karena memang terlalu panas untuk diminum. Diambilnya frashcare (salah satu minyak angin) dari dalam laci dan dioleskan pada perut sixpeck Farhan. Rasanya kurang tepat jika perut super duper memikat itu bisa kemasukan angin terlalu banyak.


"Di minum dulu Mas," Ujar Anisa memberikan gelas kepada Farhan.


Akhirnya Anisa berwudhu yang kedua kalinya. Farhan kembali berbaring. Oke! Kali ini Anisa salat sendiri. Bahkan ia juga lalaran sendiri.


Setelah meyelesaikan 2 juz Al-Qur'an, Anisa segera membangunkan Farhan untuk sholat subuh. Anisa duduk di samping Farhan dan dielusnya lengan Farhan, perlahan-lahan Farhan membuka matanya. Mengerjapkan matanya berkali-kali untuk menyesuaikan dengan cahaya kamarnya. Awalnya tadi Anisa tak menyalakan lampu utama, dan kini telah dinyalakan. Maklumlah jika matanya kesilauan.


"Sholat subuh yuk," Ajak Anisa dengan lembut.


Bukannya beranjak, Farhan malah memeluk perut Anisa dari samping dan menenggelamkan wajahnya di sana.


"Maasss," Lirih Anisa.


"Bentar aja yaang, 5 menit aja deh, beneran..." Jawab Farhan.


...Bersambung.... ...


Harap bersabar.... Lhu-Lhu upnya lama....


Maklum, dosa Lhu-Lhu banyak sama tetangga + keluarga... Jadi kelilingnya juga butuh waktu lama, hingga akhirnya bisa up lagi....


Minal Aidzin Wal Faidzin.....

__ADS_1


__ADS_2