Dosen & Rektor

Dosen & Rektor
I'M Coming


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Farhan tengah bersiap untuk berangkat kepesantren adiknya. “Le? Sudah siap belum?”. Tanya Bunda.


“Eh, bunda. Ini sudah kok bun.” Jawab Farhan. Bundapun menuruni tangga dan diekori Farhan. Ayah Farhan juga sudah standby di dalam mobil.


“Farhan yang setir yah?”. Tanya Farhan.


“Iya, ayah ajak mang darma, kalau kamu capek biar digantiin dia”. Tutur Ayah.


“Oh, okee”. Jawab Farhan. Ayah dan Bunda duduk di kursi belakang. Sedangkan Faisal dan mang Darma duduk dikursi depan.


*


Kediaman Abi.


“Deee!!! Ayoo, cepeet”. Panggil kak Ical kepada Anis.


“Iya-iya! Bentar masih jilbaban!”. Teriak Anis dari dalam kamar.


“Hiish anak ini..”. Keluh Faisal.


“Sabar too. Namanya juga cewek. Anak Abi harus perfect.” . tutur Abi.


“Yuuk!! Anis dah selesaii”. Sambut Anis sambil menuruni tangga.


“Kakiku berakar nungguin kamu”. Tutur kak Ical sambil berjalan beriringan dengan Anisa memasuki mobil.


“hahaha, sabar kak”. Jawab Faiz. Anisa hanya meringis mendengarkan keluhan kakaknya. Ayah dan Umi berada dalam satu mobil yang dikemudikan oleh mang Surya. Sedangkan anak-anak beliau berada dimobil yang sama dengan kak Ical yang mengemudikan.


“Kenapa harus beda mobil sih?”. Tanya Faiz.

__ADS_1


“Umi sama Abi setelah selesai ngantar kamu mau ketempat kajian”. Jawab Anis.


“Ooalaah”. Jawab Faiz. Merekapun meninggalkan pekarangan rumah mereka. Selama dijalan tak habis topik yang mereka bicarakan. Sehingga tak ada rasa jenuh menghampiri.


“Tin! Tin!”. Suara klakson mobil dari arah belakang seolah tengah menyapa Faisal, dan dibalas klakson oleh Faisal kembali.


“Eh! Kayaknya itu mobil temennya kakak deh!”. Ucap Faisal sambil melihat kaca sepion.


“Masaak? Salah orang paleeng. Yang punya mobil kyak gitukan banyak”. Jawab Faiz. Dan diangguki Anis.


“Iya! Beneran. Kakak hafal banget ama mobilnya. Semoga dia mau kepondok adiknya deh. Kan kakak ada temen hahaha”. Tutur Faisal.


“Emang pondoknya sama?”. Tanya Anis.


“He’em”. Jawab Faisal.


“Alhamdulillah... sapai juga akhirnya...”. Ucap Anis sambil meregangkan ototnya.


Merekapun turun dari mobil untuk sowan ke ndalem kyai.


“Masyaallah... Anak ibuk udah gedeee...”. Sapa Bu nyai sambil bersalaman dan memeluk Anisa.


“Inggih buk”. Jawab Anisa. Selama 4 tahun lulus sekolah formal, baru kali inilah Anisa sowan. Anisa memang tidak pernah pulang selama studi S1 dan S2.


“Ayo masuk... Ibu udah kangen sama kamu. Pengen dengerin cerita kamu”. Ucap Bu Nyai yang dari dulu memang sangatt dekat dengan Anisa.


“Assalamu’alaikum...”. Ucap mereka memasuki ndalem.


“Wa’alaikumussalam Warahmatullah”. Jawab Pak Kyai dan tamu beliau.

__ADS_1


Anisapun mematung melihat tamu Kyainya.


"Kok ada pak Faridz?”. Batin Anisa. Begitupula dengan Farhan.


Sedangkan Faisal “Eh! Farhan! Apa kabar???”. Sapanya sambil menyalami dan memeluk teman yang sudah lama tak bertemu.


“Ayo nak, salam ke tamu Bapak”. Ucap bu nyai mengambyarkan lamunan Anisa. Keluarga Anisa menyalami seluruh tamu (Anisa hanya menangkupkan tangan ketika berhadapan dengan Farhan) dan duduk ditempat yang telah disediakan.


“Gimana Faiz liburannya?”. Tanya pak kyai kepada Faiz. Faizpun hanya tersenyum.


“Riweh pak. Bertengkar terus dirumah sama kakak-kakaknya. Tapi yang senang ya jadi rame. sebelumnya cuma Faisal


sendiri yang dirumah, lalu Anisa pulang, selang 1 bulan Faiz pulang”. Tutur Abi diselingi tawaan orang disana.


“Kalau semua anak pulang rasanya memang sesuatu pak”. Sambung pak Afif. Merekapun tertawa kembali. Sedangkan Farhan tak henti-hentinya melirik Anisa.


“Ayo Nis, ikut ibuk”. Ajak bu Nyai kepada Anisa. Anisa pun mengikuti bu Nyai keluar ruangan.


Dibawah ini style Anisa, Farhan, Faisal, dan Faiz yaa...






Terimakasih sudah membaca :”)

__ADS_1


__ADS_2