Dosen & Rektor

Dosen & Rektor
BOM


__ADS_3

Lhu-lhu kangen kaliaaan 😘😘😘


Kalian kangen gak sama Lhu-lhu? 😩


Kalian seneng gak Lhu-lhu up lagi? 😏


Selamat membaca :")


Siang ini Anisa sudah siap untuk berangkat ke kampus. Jika biasanya Anisa bersama Farhan, kini Anisa berangkat sendiri. Farhan sudah berangkat sejak pagi tadi sebab ada rapat mengenai ziarah wali agenda tempo dulu. Awalnya Ayah ingin menemani Anisa, tapi Anisa terus saja menolak. Ia ingin mengendarai mobilnya sendiri katanya. Mau tak mau Ayah menurutinya. Ayah mengutus beberapa bodyguard untuk menjaga Anisa. Ayah masih khawatir atas teroran yang sempat ia dapatkan melalui Anisa.


Anisa pergi kerumah Abi dan Umi dahulu dengan supir Ayah unttuk mengambil mobilnya. Sekaligus ingin berkunjung pada orang tuanya.


“Assalamu’alaikum Mang Darma?” Sapa Anisa ketika gerbang telah dibuka.


“Wa’alaikumussalam Neng? Ya Allah, sudah lama rasanya si Eneng gak main kemari. Hahaha,” Candanya.


“Saya belum ada seminggu loh Mang di rumah mertua. Hhahaha,” Jawab Anisa.


Anisa memasuki rumah setelah berterima kasih kepada supir Ayah. Anisa mencoba memanggil-manggil penghuni rumah, tapi tak ada sahutan sama sekali. Alhasil Anisa membuka pintu sendiri karena memang tidak dikunci.


Sepi!itulah yang dirasakan Anisa. Kemana yang lain? Setelah sampai di ruang keluarga terdengar suara candaan dari taman belakang. Waaah! Ternyata mereka tengah bersenang-senang tanpa Anisa.


“Wah! Wah! Wah! Bagus yaa! Sepertinya kalian sangat bahagia Anisa gak di rumah ini lagi. sampai-sampai Anisa datang gak ada bukain pintu,” Ujar Anisa dengan muka cemberutnya.


Umi mendekati Anisa dan menyambut salam Anisa.


“Gak dengar sayang, ayo sini. Kak Aisy mu ini lho. Cerita kok seru banget. Sampek gak sadar anak kesayangannya Umi datang. Hahaha,” Jawab Umi dan menuntun Anisa agar berkumpul bersama Abi dan Kak Aisy. Seperti biasa, setelah di dekat Abinya, Anisa pasti manja-manjaan sama Abi. Kini ia tengah penyender di pundak Abi.


“Menantu sultan gimana kabarnya?” Canda Kak Aisy.


“Helleh! Padahal tiap hari chatingan. Sok-sokan tanya kabar,” Jawab Anisa.


“Gak boleh kayak gitu sama Kakaknya,” Ujar Umi.


“Siap Bos! Mohon ampun suhuu,” Jawab Anisa dengan membungkukkan badan seperti orang Korea tanda minta maaf. Hahaha.


“Kamu gak ngajar emangnya?” Tanya Abi.


“Ngajar Bi, nanti jam dua, Anisa kesini diantar supirnya Ayah. Mau ambil mobil Anisa,” Jawab Anisa.


“Farhan gak diajak?” Tanya Kak Aisy.


“Lagi rapat di kampus. Dari pagi tadi,” Jawab Anisa.


“Nanti berangkat sama siapa?” Tanya Abi.


“Sendiri Abi, kan Anisa kesini mau ambil mobil,” Jawab Anisa.


“Abi antar ya?” Pinta Abi.


“Nggak usah Bi, Anisa pengen nyetir sendiri,” Jawab Anisa.


Beberapa saat mereka berbincang-bincang ringan dan bercerita ngalor-ngidul. Tak terasa kini jam telah menunjukkan pukul 1 siang. Anisa bersiap untuk berangkat ke kampus.

__ADS_1


“Abi ada perlu sama Ayah kamu. Abi anterin kamu pokoknya. Nanti pulangnya sama Farhan,” Ujar Ayah dan bergegas mengambil kunci mobil Anisa. Ketika Anisa hendak membantah,


“Abi gak terima bantahan sayang,” Sanggah Abi.


Akhirnya Anisa menurut, dari pada gunung krakatau meledak dengan dasyat nantinya! Selama di perjalanan Anisa dan Abi tak luput dari obrolan. Mereka berdua sangat lengket. Memang sejak kecil Anisa begitu dimanja oleh Abinya. Untung saja manja Anisa masih dapat dikontrol. Tak neko-neko. Ia masih bisa mandiri.


“Ngomong-ngomong jam kamu baru? Kok Abi baru nampak?” Tanya Abi.


“Mas Faridz yang belikan. Baru beberapa hari lalu. Masak ya Bi, Anisa gak boleh pakai jam yang lain. Disuruh pakai ini terus,” Keluh Anisa.


“Biarinlah! Abi setuju sama keputusan menantu Abi,” Jawab Abi.


“Hiish! Sekongkolan deh kayaknya!” Gerutu Anisa disambut tawa renyah Abi.


Selang beberapa waktu akhirnya mereka sampai di kampus.


“Abi langsung pulang ya?” Pamit Abi.


“Katanya mau ketemu Ayah?” Tanya Anisa.


“Iyaa, ke rumah Ayahmu dulu. Nah! Itu Farhan. Dah sana” Jawab Abi sambil menunjuk Farhan yang berjalan kearah parkiran.


“Lho! Abi nyuruh Mas Faridz jemput ke sini? Astaghfirullah! Kasihan dong Bi, kalau disuruh bolak-balik” Keluh Anisa.


“Udah, sana! Abi langsung pamit” Ujar Abi.


“Gak mampir dulu Bi?” Tanya Farhan setelah menyalami Abi.


“Tidak, kapan-kapan saja. Assalamu’alaikum,” Pamit Abi dan berlalu meninggalkan Kkampus.


Anisa tak menghabiskan waktu lama di kantor. Ia langsung berangkat ke kelasnya mengajar. Ternyata Farhan belum menyelesaikan rapatnya. Jika biasanya Anisa berangkat bersama menuju kelas, kini ia sendiri. Tugasnya ditambah dengan memberikan tugas untuk mahasiswa Farhan sebab berhalangan masuk.


Setelah menyampaikan intruksi untuk mahasiswa Farhan, Anisa langsung menuju kelasnya. Seperti biasa, mahasiswanya terkenal nyanyok dengannya. Tak ada rasa takut pada Anisa selaku dosennya. Tapi, keberanian mereka tak melewati batas. Mereka tetap menghargai Anisa sebagai dosennya.


“Kak, kok bosan ya?” Ujar salah satu mahasiswanya.


“Bosan? Emm, gimana kalau kita belajar di taman?” Usul Anisa.


“Boleh kak, tapikan kita presentasi. Gimana mau makai proyektornya?” Tanya mereka.


“Kalian atur saja. Saya nurut. Atau tetap di ruangan?” Jawab Anisa.


“Kita boleh minjam papan tulis yang bisa dipindahin gak sih kak?” Tanya mereka. Sepertinya mereka tak rela jika belajar diluarnya akan dipending.


“Boleh, kalian izin pada Pak Ganjar ya! Saya tunggu kalian di taman. Bagi tugas, ada yang fotocopy makalahnya biar waktunya lebih kondusif” Ujar Anisa.


“Siap kak,” Jawab mereka.


Kini mereka tengah berada di taman universitas. Seolah kembali ke zaman tak ada alat elektronik. Mereka menggunakan papan tulis untuk menunjang proses presentasi dan bahan materi saja. Hahaha. Lucu, sudah benar-benar ada perangkat pembelajaran yang canggih mereka malah memilih menggunakan alat itu.


“Permisi mbak, ini ada titipan dari seseorang,” Ujar seorang petugas kebersihan kampus yang tiba-tiba datang memberikan sebuah box.


“Dari siapa ya mas?” Tanya Anisa.

__ADS_1


“Beliaunya tidak menyebutkan nama mbak, langsung pergi setelah menitipkan pada saya,” Jawabnya.


“Terima kasih mas” Ujar Anisa.


Setelah beberapa wakttu, akhirnya selesai juga waktu belajar mengajar. Anisa kembali ke kantornya. Ternyata Farhan belum ada di kantor.


“Mungkin Mas Faridz di ruangan pribadinya,” Batinnya.


“Dapat paketan apa tuh Nis?” Tanya Mbak Nina salah satu rekan dosen Anisa.


“Gak tahu mbak, belum dibuka. Saya ke ruangan Pak Rektor dulu mbak. Assalamu’alaikum,” Pamit Anisa.


“Wallah! Siap-siap. Waalaikumsalam,” Jawab Mbak Nina.


Anisa berjalan menuju lift.


Ting! Lift terbuka. Ternyata Farhan ada di dalam bersama dosen yang lain.


“Waahh! Kok bisa ngepas? Janjian ya pak Rektor sama istrinya. Atau udah punya insting? Hahahaha,” Goda salah satu dosen.


“Jangan umpamakan dengan insting Pak, kayak kucing saja,” Jawab Farhan, dilihatnya Anisa masuk dan berdiri di sampinya.


“Ampun Pak Jago! Saya takut dilengserkan dari kampus. Hahaha,” Jawab dosen tadi.


.


.


.


.


“Pesan barang online?” Tanya Farhan setelah sampai ruangannya.


“Nggak, tadi ada yang nitipin barang sama petugas kebersihan. Buat Adek katanya,” Jawab Anisa.


“Mana? Sini Mas cek dulu,” Ujar Farhan mengambil paketan Anisa.


“Kenapa sih Mas? Kok segitunya. Kayak isinya bom aja,” Gerutu Anisa.


“Nah! Itu! Kitakan gak tahu ini dari siapa? Harus waspada,” Ujar Farhan.


*Bersambung....


Maaf ya Gaeesss, lhu-lhu ngilangnya lama banget. Tapi beneran deh! Lhu-lhu aslinya kangen sama kalian. Sampai-sampai lhu-lhu ditegur sama pihak noveltoon. Hahaha... kek gini lho tegurannya!



Asli deh, lhu-lhu langsung ttakut. Tapi, lhu-lhu ninggalin kalian gak tanpa alasan lho! Lhulhu sudah pamitan kok tempo lalu. Lhu-lhu UAS nya susah banget reek. Sampai budrek, puyeng, cenut-cenut. Mboh wes!


Maaf yaa upnya dikit duluuuu!


Lhu-lhu masih trauma sama tugas UAS...

__ADS_1


Kalian jangan ninggalin lhu-lhu reeek!!!!


LOVE YOUUUUUU 😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2