
Setelah sholat zuhur Anisa tak ke kamar Wardah lagi. Sepertinya akan lebih efisien jika dirinya ikut Farhan saja. Lagi pula tak mungkin ia harus berjauhan dengan salah satu baby twinsnya.
Tampak di meja depan Eza gugup. Berkali-kali dirinya berkomat-kamit macam mbah dukun baca mantra. Padahal pada dasarnya ia tengah dzikiran menenangkan hatinya agar tak gugup.
Detik-detik pelafalan ijab qobul membuat dredeg pengunjung. Bukan hanya Eza, tapi Anisa dan Farhan juga.
Abah Fadhoil mulai memimpin akad nikah Eza. Dijabatnya dan.
"قَبِلْتُ نِکَاحَهَا وَ تَزْوِيْجَهَا عَلَي الْمَهْرِ الْمَذْکُوْرِ حالا"
Balas Eza dengan lantangnya. Alhamdulillah, akhirnya sah juga Wardah menjadi istri Eza. Tak terasa, Anisa ikut meneteskan air matanya.
"Alhamdulillah ya Mas... Semoga ini menjadi awal kebahagiaan dan menjadi berkah untuk Wardah," lirih Anisa.
"Aammiiin Ya Allah," jawab Farhan.
__ADS_1
Tak berselang lama, dipanggillah Wardah untuk memasuki aula. Paras ayu gadis itu seolah menyihir seisi aula. Dengan pakaian adat sunda itu membuatnya semakin gemas. Cocok sekali dengannya. Walaupun pada dasarnya, ia menggunakan apapun juga cocok.
Anisa tersenyum sumringah ke arah Wardah yang juga melihatnya. Ia terus tersenyum meski air matanya masih merembes keluar. Ia bahkan tertawa dan melambaikan tangannya untuk si kembar.
Sapaan kocaknya sukses membuat tawa di aula ini, yang tak sengaja masuk ke mic.
"Assalamu'alaikum suamiku," ujarnya saat sudah di samping Eza.
Kehebohan tiga sahabat itu kembali pecah saat sesi foto-foto dimulai. Akhirnya mereka bisa berkumpul lagi. Setidaknya untuk beberapa hari ini, sebelum Anisa dan Farhan kembali ke Jombang.
"Mas, aku nggak papa. Aku bahagia bersama kamu, dan kembar... Aku nggak butuh acara yang muuegah! Aku butuh kamu. Aku juga yakin, sebenarnya Wardah juga hanya menerima saja acara semegah ini. Ia juga sama seperti aku yang tak mempermasalahkan finansial." ujar Anisa pada suaminya.
Dan setelah acara ini selesai, Anisa dan Farhan juga harus kembali ke Jombang. Sudah terlalu lama Farhan menghandle Universitas dari jarak jauh. Bukan tepat hari ini, tapi dua hari lagi.
Tunggu! Anisa melihat ada Cak Ibil di sini. Kemarin waktu akad sepertinya tak ada. Tapi saat resepsi ia ada di sini. Wardah bilang ia tak akan mengundang Cak Ibil, apa mungkin itu Eza yang mengundangnya,
__ADS_1
Anisa menarik tangan baju Farhan, memberitahu keberadaan mantan suami sahabatnya.
"Iya, Eza yang ngundang... Dia mau pamer kalau sekarang Wardah miliknya. Hahaha," jawab Farhan.
"Sa aee tu orang," sambung Anisa.
Anisa terus mengawasi Cak Ibil. Takut jika melakukan hal-hal yang merugikan Wardah. Tapi sejauh ini aman-aman saja. Bahkan saat memberi selamat, ia hanya menyalami Eza sekedarnya kemudian pergi. Aman sudah...
🌾🌾🌾
Seminggu sudah Anisa berada di Jakarta. Sekarang saatnya kembali ke Jombang. Wardah mengantarnya ke bandara sembari berpamitan dengan si Kembar. Sampai jumpa lagi Mimi....
Gaess, novel ini sebenarnya masih ingin Lhu-Lhu lanjutkan. Tapi masih bingung hendak mengangkat topik apa lagi. Lhu-Lhu akan menuliskan taman di novel ini. Tapi sesekali Lhu-Lhu akan up lagi. Jadi tetap pantengin Anisa dan Farhan yaaa...
Untuk mengisi waktu luang kalian, baca juga cerita Wardah. Tak kalah seru dan romantis. "Tentang Sebuah Rasa" judulnya. Jangan sampai kelewatan.
__ADS_1