Dosen & Rektor

Dosen & Rektor
-


__ADS_3

Kegiatan bimbingan masih terus berlanjut. Semakin siang, mereka makin suntuk sepertinya. Tak segan-segan Fauzan (salah satu mahasiswa) berbaring di karpet ruang tamu.


"Istirahat dulu Buk, puyeng saya mikirin susunan kata yang pas," Celetuk Anas yang ikut berbaring di lantai. Di tambah Dani yang mengibarkan bendera putih. Ntah dari mana ia mendapatkannya. Sepertinya telah disiapkan. Keputusasaan mendapatkan tawaan dari kedua mahasiswi yang masih setia berkutat dengan buku.


"Ya sudah, istirahat dulu saja. Saya tinggal sebentar ya," Jawab Anisa sekaligus izin sebentar.


Anisa membuka rak demi rak dan kembali ke kulkas. Mencari cemilan untuk para mahasiswa itu. Kasihan kalau hanya diberi minuman saja. Di ambilnya setoples nastar dan nugget yang sempat ia buat tadi.




Di bawanya menggunakan nampan menuju ruang tamu. Belum sampai ruang tamu, ternyata mereka sudah berpindah ke ruang keluarga. Di sana sudah ada Bunda yang tengah mengobrol dengan antusiasnya. Padahal tadi Bunda sedang keluar.


"Pindah disini saja Sayang, biar bisa refreshing nonton," Ujar Bunda yang melihat Anisa datang.


"Hehehe, iya Bun," Jawab Anisa.

__ADS_1


"Wuiih! Belum lebaran aja udah ada nastar buk, kayaknya enak deh," Celetuk Dani.


"Monggo, silahkan dinikmati," Jawab Anisa mempersilahkan.


Tanpa sungkan mereka menyerbu makanan yang dibawa Anisa tadi. Anisa duduk di samping Bunda yang tersenyum melihat para anak muda yang kegirangan mendapatkan makanan. Anisa menyodorkan pada Bunda agar menyicipi juga. Anisa kemarin membuat kue itu bersama Bunda.


"Pak Rektor kemana buk?" Tanya Arumi (mahasiswi).


"Jangan manggil buk to... Menantu tante belum kayak ibu-ibu tahu," Protes Bunda.


"Hehehe, maaf Tante." Lirih Arumi.


"Gak boleh! Kaian panggilnya Mbak aja ya," Jawab Bunda. dan di jawab anggukan patuh dari masing-masing mereka.


"Pertanyaan say,," Ujaran Arumi terpotong ketika Farhan turun dan menghampiri kelompok belajar + ngrumpi itu. Panjang umur kali orang ini. Baru disinggung pun udah muncul.


"Wuiih! Pulang-pulang, kalian gemuk nanti! Di kasih sajian terus," Celetuk Farhan yang duduk di sisi lain Anisa.

__ADS_1


"Enak banget Pak!" Ujar Anas.


"Gak ada lho dosen pembimbing yang ngasih jamuan kek gini. Sambil dikerjakan itu," Jawab Farhan.


.


"Siapin makan siang Sayangnya Bunda, biar mereka ikut sekalian," Ujar Bunda setelah beberapa saat.


"Biar Mas yang awasin mereka," Sambung Farhan. Anisa mengangguk tak lupa senyumannya.


Setelah pamit, ia segera ke dapur yang ternyata sudah ada Si Mbok. Berkutat di dapur merupakan hal yang sangat menyenangkan. Jika biasanya Bunda ikut andil, kini Anisa hanya di temani Si Mbok untuk menyelesaikan masakan yang luar biasa.


**Terima kasih untuk para pembaca yang sudah mensuport Lhu-Lhu. Terima kasih untuk doa-doa yang sudah dilayangkan untuk Ayahanda Lhu-Lhu. Lhu-Lhu terharu, 😢


Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Semoga kita semua selalu diberi keberkahan. Sehat hati dan sehat tubuh tentunya. Semoga yang sakit lekas sembuh dan yang sehat, semoga selalu disehatkan. Ingat! Selalu berprasangka positif kepada pemilik semesta.


"Alhamdulillah" kata yang sederhana, tapi mengandung sejuta kebaikan. Selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki. Mungkin kita merasa tidak puas dengan apa yang telah kita genggam, tapi sejatinya di luar sana masih ada yang ingin menjadi seperti kita. So! Terus bersyukur.

__ADS_1


Kok pembahasannya melenceng ya? Biarlah**!


Sekali lagi, Lhu-Lhu ucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. Lhu-lhu mohon maaf apabila ada salah tingkah atau salah kata untuk sobat online semuanya..... 🙏🙏🙏


__ADS_2