Dosen & Rektor

Dosen & Rektor
Masih liburan


__ADS_3

Anisa dan Farhan kini tengah menikmati kamar yang tersedia di kapal layar mereka. Ya, memang hanya ada dua kamar di sini. Jadi, hanya disediakan untuk bumil dan para orang-orang tua dan anak-anak yang membutuhkannya. Hahaha.


Biarlah mereka anak muda menikmati pemandangan laut. Husna sebenarnya diminta Bunda untuk ikut dengannya. Tapi ia memilih duduk di atap kapal memandangi lautan lepas. Sesekali ia melihat Eza dan Wardah yang ada di depan kapal.


"Haaiiissshh! Mata-mata, jangan melihat ke arah mereka terus!" gerutunya.


"Mbak Husna!" panggil Alif yang kini duduk di samping Husna. Wajar saja jika Alif memanggilnya Mbak, karena memang lebih tua dua tahun dari Alif.


"Kamu setinggi itu masak baru kelas 1 MA sih?" tanya Husna.


"Memang kodratnya Mbak," gerutu Alif.


"Kenapa? Mbak naksir sama Alif ya?" gurau Alif.


"Ngawur," jawab Husna.


"Hahaha, aku tahu kok kalau Mbak Husna sebenarnya suka sama Kak Eza." celetuk Alif.


"Nggak usah ngarang," bantah Husna kemudian berlalu meninggalkan Alif sendiri.


"Dikira aku masih anak kecil apa, nggak bisa bedain mana yang lagi kasmaran, mana yang lagi cemburu," gumam Alif kemudian berbaring. Di atap kapal memang disediakan tempat bersantai. Matahari yang belum terlalu terik, membuat rencana berjemur semakin nyaman.


.


.

__ADS_1


.


Sembari menunggu sampai di persinggahan selanjutnya, tampak Anisa tengah berfoto ria bersama Farhan. Mengabadikan momen hamil besarnya menjelang sembilan bulan menuju lahiran. Oh iya! Mereka memesan fotografer juga agar hasil pemotretan lebih bagus dan estetik. Wkwkwk.


Manfaatkan view di tengah lautan dipadukan dengan lumba-lumba yang sesekali melompat kepermukaan menampakkan wujudnya. Berpose manis dengan Farhan di sampingnya. Terkadang juga di belakangnya. Mengikuti intruksi si potrografer.


Sedangkan Eza dan Wardah tampak mengeksplor sekeliling kapal mengelilingi tiap spot yang cocok untuk berfoto. Eza memang salah satu pengguna aktif instagram, tak heran jika ia hobi berfoto diri atau hanya sekedar potret pemandangan sekitar untuk kebutuhan kontennya.


”Di sini Mas, bagus deh! Sini Dedek fotoin,” celetuk Wardah dengan hebohnya. Didorongnya Eza dan mulai diarahkan untuk berpose. Sudah menandingi fotografer sebelah saja Wardah ini.


“Widiiih, gayanya! Sok cool,” ledek Wardah.


“Jangan salah Dek, gini-gini jadi idola banyak orang lhoo. Followers Mas ajak lebih banyak dari Dedek,” jawab Eza dengan sombongnya.


“Hillih! Bentar lagi juga banyakan Dedek. Kan dedek mau pansos ke Mamas,” jawab Wardah.


“Sabar Mas, akunya merinding, takut kalau Mas gitu,” ujar Wardah.


“Hahaha, nggak-nggak Dek. Bentar lagi kita sampai di pulau, kita duduk di depan sana yak,” ajak Eza.


Wardah mengangguk dan mengikuti Eza menuju depan kapal. Tepat di moncong kapalnya. Duduk bersanding berdua dengan menekuk kakinya. Udara di sini bagus untuk merelakskan pikiran. Beberapa menit lagi mereka mendarat di pulau tujuan. Dari jarak jauh saja pesonanya sudah terpancar dengan indahnya.


.


.

__ADS_1


.


Hampir sampai di tempat tujuan, Anisa dan Farhan juga sudah menyelesaikan sesi foto bersamanya.


Dengan perlahan Anisa dibantu Farhan menuruni tangga kapal. Menapaki pasir pantai, pemandangan menakjubkan menyambut kedatangan mereka. Senang tak kepalang, Wardah berlari di sekitar pantai. Mungkin jika Anisa tak hamil, ia juga akan melakukan hal yang sama. Hahaha.


Farhan langsung mengajak para rombongan untuk beristirahat di salah satu pendopo. Memesan beberapa makanan karena memang hari sudah siang. Pemandangan di kunjungan kali ini lebih indah ternyata dibandingkan dengan tujuan pertama mereka. Tak heran jika tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata terfavorit.



Bersyukurlah karena bumil satu itu tak rewel sama sekali. Waktu liburan mereka tinggal 3 hari lagi. Dan bersiaplah untuk realita kehidupan yang sebenarnya.


Berbeda dengan anak-anaknya yang tengah berlibur. Di mansion, Umi dan Mbah Uti Anisa tengah bersibuk ria membereskan salah satu kamar untuk calon cucu kembarnya. Meski mereka yakin jika si kembar nantinya akan sekamar terlebih dahulu dengan orang tuanya.


Tentu saja dengan persetujuan sang besan. Dengan senang hati Bunda menyetujui. Sering kali mereka video call hanya sekedar memastikan letak, atau jenis barang akan diletakkan dikamar si kecil.


Tenang saja, ini akan menjadi hadiah setelah mereka pulang dari babymoon.



View seperti inilah yang selalu menjadi pilihan Anisa. Pemandangan laut lepas itu sukses membuatnya relax. Di tambah dengan kabar Eza yang akan mengajak Wardah mendaki bukit. Ia semakin senang saja. Semoga keduanya diberikan kelancaran dan tak ada hambatan.


Hanya melihat kabar sosmed yang berseliweran perihal CEO stasiun tv dengan presenter baru saja ia sudah senang. Ia punya teman artis juga ternyata. Hahaha.


Bahkan followersnya juga ikut terangkat karena ia sering berfoto dengan Wardah.

__ADS_1


Sayangnya sahabatnya itu sangat jarang membuka sosmed. Anisa sampai heran sendiri. Bisa-bisanya anak millenial tidak tertarik dengan sosmed. Sepertinya Anisa harus mengajari Wardah kali ini.


...Bersambung... ...


__ADS_2