
Di hari ketiga, dua keluarga yang tengah menikmati hari libur berencana untuk malam barbeque. Anisa dan Farhan bertugas pergi ke pasar di pedesaan sekitar villa. Sedangkan yang lain mempersiapkan keperluan di villa.
Berbeda Faisal. Ia tengah berkutik dengan laptopnya. Apa lagi kalau bukan urusan kantor?
Kembali ke Anisa dan Farhan. Mereka telah sampai di pasar desa. Anisa tampak lihai memilih bahan-bahan untuk acara nanti malam.
Farhan? Ia bertugas sebagai tukang angkut barang kali ini. Wkwkwk.
Setelah terpenuhi, mereka kembali ke villa.
Di perjalanan, tak ada interaksi sama sekali. Kecuali alunan lagu yang menemani perjalanan mereka.
"Makasih ya mas? Udah nganterin ke pasar". Ujar Anisa.
"Iyaa sama-sama, eh iya. Kamu udah di kasih pemberitahuan rapat belum?". Tanya Farhan.
"Rapat apa?". Tanya balik Anisa.
"Rencana seminar. Diawal penerimaan mahasiswa baru biasanya ada seminar pengenalan kampus. Ituu masih bagian ospek siih". Jelas Farhan.
"Ooh itu, iya sih ada. Kemarin mbak Ayu chat aku. Katanya disuruh bimbing para mc sama beberapa sie yang lain". Jawab Anisa.
"Lusa ada rapat. Gimana kalau kita balik bareng? Kasihan yang lain, siapa tahu masih pengen liburan". Usul Farhan.
"Boleh sih, tapi aku masih pengen liburan maas". Keluh Anisa.
"Mau izin?". Tanya Farhan.
"Gak bisa. Aku kan masih tergolong dosen baru, masak dengan seenak jidat mau izin. Apa lagi aku diberi kepercayaan melatih mahasiswa yang ikut andil". Jelas Anisa.
"Hmm, iyaa sih. Ya udah, kalau acaranya selesai saya ajak kamu jalan-jalan lagi". Ujar Farhan.
"Beneran?". Tanya Anisa.
"He'em, kita studytour ziarah wali sama mahasiswa. Tiap tahun ada acara ziarah di kampus". Jawab Farhan.
"No bad, dengan senang hati". Ujar Anisa. Dibalas dengan senyuman oleh Farhan.
Tak terasa mereka sudah sampai di villa. Mereka membicarakan mengenai rencana pulang lebih awal bersama orang tua.
__ADS_1
"Kamu dirumahnya sama siapa? Umi ikut pulang yaa, biar kamu ada temennya dirumah". Tanya Umi.
"Gak papa mi, kan ada si mbok. Umi liburan dulu aja sama yang lainnya. Anisa aman kok". Jawab Anisa.
"Abi juga khawatir sebenarnya. Kalau Farhan mah cowok. Abi gak begitu khawatir". Sambung Abi.
"Apa perlu Farhan nginep di rumah kalian buat jagain Anisa?". Canda Bunda.
"Ya gak boleh dong! Aneh kamu itu". Jawab Umi.
"Bercandaa. Serius banget Umi kamu Sayang. Bunda juga gak izinin keles. Jhahahahah". Jawab Bunda dengan tawa recehnya. Dan disambut dengan tawa yang lainnya.
"Abi izinin kamu pulang duluan sama Farhan. Tapi kakak kamu ikut. Dia ada miting juga beberapa hari lagi". Ujar Abi. Anisa mengangguk.
"Ya udah, yuk siap-siap buat barbeque an. Kamu mandi dulu Farhan. Anisa juga". Ujar Bunda.
Anisa mengangguk dan bergegas ke kamarnya. Di ikuti oleh Farhan dibelakangnya.
*Kamar Anisa
Keluar dari kamar mandi Anisa dikagetkan oleh keberadaan Faisal tengah berbaring di ranjang Anisa.
"Kamu bawa-bawa kakak sih mau pulang". Ujar Faisal.
"Heee, bukan aku yang bawa-bawa kok. Abi aja yang maunya kakak ikut aku pulang". Jawab Anisa.
"Lagian kakak sama aja disini sama dirumah. Sama-sama sibuk kerjaan. Disini aja masih berkutat terus sama pacar kakak". Sambung Anisa lagi.
"Pacar apaa?". Tanya Faisal.
"Laptop". Jawab Anisa.
"Dasar!". Ujar Faisal dengan menghampiri Anisa dan mengacak rambut Anisa.
"Jangan di acak-acak kaaak". Keluh Anisa.
"Cepetan, bentar lagi maghrib terus kita mulau barbequeannya". Ujar Faisal.
"Iyaa". Jawab Anisa.
__ADS_1
*Rooftop Villa
Dua keluarga tampak sangat ceria malam ini. Dua orang tua tengah asik bercerita flashback kehidupan masa muda.
Faiz tengah menunggu jatah dagingnya matang yang dibantu Anisa. Farhan dan Faisal tengah bermain adu game. Sedangkan Husna membantu Anisa dan terkadang merecoki Faiz.
"Kak Anisa besok beneran mau pulang?". Tanya Husna.
"Iya sayang". Jawab Anisa.
"Husna sama siapa nanti?". Tanyanya.
"Kan ada Ayah, Bunda, Umi, Abi. Faiz juga gak ikut pulang". Jawab Anisa.
"Faiz mah rese". Ujar Husna.
"Kebalik kaliiik, kak Husna yang rese". Jawab Faiz.
"Kalian berdua sama-sama rese. Udaah gak papa, Faiz aslinya asiik tau kalau diajak main". Ujar Anisa.
"Oh ya?". Tanya Husna tak yakin.
"He'em, beneran deh. Ada sih resenya dikiit". Ujar Anisa dengan memperagakan gerakan mencubit pada jarinya.
"Kamu jangan rese - rese jadi orang. Ajak kak Husna jalan-jalan di sekitar pantai". Ujar Anisa pada Faiz.
"Iya-iyaa". Jawab Faiz.
Yang lain mulai berkumpul di dekat pemanggangan. Mereka menyantap makanan dengan diselingi canda tawa.
Anisa membawakan sepiring cemilan dan daging serta sosis kepada Faisal dan Farhan.
"Udah mainnya. Nih makan dulu". Ujar Anisa.
"Yes! Gua menang!". Ujar Farhan.
"Yaah". Keluh Faisal. Faisal mencomot cemilan yang dibawa Anisa. Di ikuti Farhan.
Mereka menghabiskan malam ini dengan acara yang begitu fantastik. Besok para anak gadis dan bujang mereka hendak pulang, makanya mereka berencana menghidupkan malam ini dengan bersuka ria.
__ADS_1
Bersambung....