
Pagi ini Anisa, Farhan, dan Faisal jadi untuk pulang ke rumah. Rencana awal seminggu mereka habiskan untuk refreshing eh malah ada acara lain.
Jika kemarin Farhan yang mengemudikan mobil, kini giliran Faisal yang menggantikannya. Anisa duduk di kursi tengah sendiri.
Sudah dua jam mereka menyusuri jalanan. Anisa mulai bosan dan memilih untuk tidur. Bersender pada kaca mobil yang tertutup dengan kaki dinaikkan di atas kursi. Sungguh posisi yang puuweeenaaak. Wkwkwk.
"Kenapa aku jadi bayangin Anisa senderan di pundak ini dah. Gak jelas. Astaghfirullaaah". Batin Farhan. Farhan mengintip Anisa dari kaca spion.
"Lo kenapa?". Tanya Faisal yang melihat Farhan mengelus dadanya.
"Eh! Gak papa kok". Jawab Farhan.
"Anisa tidur ya?". Tanya Faisal yang memang tidak nampak wajah Anisa dari kaca.
"Iyaa, kasihan. Lelah banget kyaknya". Jawab Farhan.
"Gua mau ngomong sesuatu tentang Cak Ibil". Ujar Faisal.
"Kenapa Cak Ibil?". Tanya Farhan penasaran.
"Sepertinya beliau serius deh sama Anisa. Soalnya kemarin udah berani nelvon Anisa. Tanya-tanya soal pendamping hidup". Ujar Faisal.
"Huufft". Farhan hanya menghela nafas beratnya.
"Makanya garcep jadi orang". Ujar Faisal.
"Tenang aja, Anisa pasti masih nunggu kamu". Jawab Farhan. Sebenarnya terbesit rasa takut dibenak Farhan mendengar kabar itu.
"Aku gak yakin. Gimana nanti kalau Cak Ibil datang ke rumah? Mending kalau cuma sama keluarganya, takutnya kalau sama Bapak. Abi ataupun Umi pasti tak kuasa mau menolak. Apalagi Anisa. Dia pasti sungkan sama Bapak". Ujar Faisal panjang lebar.
"Kalau jodoh gak akan kemana Caaal". Jawab Farhan.
"Terserah dah". Ujar Faisal pasrah.
"Kapan lu nikah? Buruan, biar gua bisa cepet nyusul. Wkwkwk". Ujar Farhan.
"Tenaang. Sedang diperjuangkan ini. Sabaaar". Jawab Faisal.
"Jadi sama yang itu?". Tanya Farhan.
"Do'anya yaa. Gua mau ngenalin sama Anisa dulu. Anisa kan friendly". Jawab Faisal.
"Iyaa, setuju gua". Sambung Farhan.
Setelah 4 jam perjalanan mereka memutuskan untuk mampir di rest area untuk sekedar makan siang.
__ADS_1
"Deek? Banguun". Faisal membangunkan adiknya.
"Udah sampai kak?". Tanya Anisa.
"Belum, ayo makan dulu". Ujar Faisal.
"Anisa gak laper". Ujar Anisa dan mencari posisi PW lagi.
"Beneraaan? Farhan udah mesenin seafood lhoo". Ujar Faisal.
Bukan Anisa jika tak tergoda oleh seafood. Ia langsung membuka pintu dan bergegas menuju restoran. Faisal menggeleng-gelengkan kepala heran melihat adiknya.
"Mas Faridznya mana?". Tanya Anisa.
"Itu". Jawab Faisal menunjuk Farhan.
Mereka menghabiskan makanan dengan lahap.
Setelah menghabiskan hidangan lezat, mereka melanjutkan perjalanan pulang.
"Mampir dulu Han". Ujar Faisal kepada Farhan setelah sampai dirumah.
"Oke deh. Hati-hati". Ujar Faisal. Farhan membalas dengan menautkan jari telunjuk dan ibu jarinya. Hingga akhirnya menghilang dibalik pagar.
"Mas Ical, tadi pagi ada yang datang kemari nyariin bapak sama ibuk. Saya lupa mau ngasih tau". Ujar mang Darma penjaga gerbang sebelum Faisal masuk.
"Siapa mang?". Tanya Faisal.
"Coba deh mas Ical tanya sama si mbok. Tadi yang ngajak ngobrol si mbok". Jawab Mang Darma.
"Oke deh. Makasih ya mang". Ujar Faisal kemudian masuk kerumah untuk mencari Mbok Imah.
"Mbok? Mbok?". Panggil Faisal pada si Mbok.
Mbok Imah pun berbondong-bondong menghampiri Faisal.
"Ada apa den?". Tanya si Mbok.
"Katanya Mang Darma ada yang kesini tadi pagi. Siapa?". Tanya Faisal.
"Oooh itu. Sini duduk dulu. Mbok mau cerita". Ujar si Mbok.
__ADS_1
Faisal mengikuti kemauan si Mbok. Ia duduk di ruang keluarga agar lebih santai berbincang-bincang.
"Itu bukan tadi pagi. Tepatnya kemarin pagi. Mang Darma lupa pasti". Ujar si Mbok membenarkan. Faisal manggut manggut.
"Ada satu anak bujang dengan orang tuanya kemari. Ada perlu sama Abinya Aden. Bapaknya si bujang itu juga nanyain neng Anisa. Banyak banget yang ditanyain. Sampai lupa si Mbok. Yang paling si Mbok inget itu, beliau tanya kepribadian neng Anisa sama keadaan keluarga ini". Jelas si Mbok.
"Kalau menurut si Mbok, orang-orang itu berniat melamar neng Anisa deh. Yaaa walaupun mereka belum membicarakan secara pasti". Sambung si Mbok.
"Orangnya yang ini bukan mbok?". Tanya Faisal dengan menyodorkan gawainya.
"Lhooo, iyaa bener yang iniii". Jawab si Mbok.
"Itu temennya Den Ical?". Tanya si Mbok.
"Iya mbok". Jawab Faisal.
"Lhoo, saya kira neng Anisa deketnya sama den Farhan. Lha kok yang datang malah beda". Ujar si Mbok.
"Jangan di bilangin ke Anisa ya Mbok". Pinta Faisal.
"Kenapa to?". Tanya si Mbok.
"Nanti dia kepikiran. Sedih pulak nanti". Jelas Faisal.
"Ya sudah, Mbok gak akan bilang. Nanti si Darma biar Mbok bilangin. Supaya gak ember mulutnya". Ujar si Mbok.
"Makasih ya Mbok. Faisal ke kamar dulu". Pamit Faisal.
Faisal melangkah ke kamar Anisa. Terlihat Anisa tengah duduk dengan memangku laptopnya.
"Besok kamu dijemput Farhan". Ujar Faisal dan duduk disisi Anisa.
"Kenapa? Anisa kan bisa pakai mobil sendiri". Jawab Anisa.
"Ini pesan dari Abi. Dah nurut ajah". Ujar Faisal.
Anisa mengangguk. Terlihat Faisal tengah melamun.
"Kok ketakutan ku beneran terjadi sih? Ibil udah datang kesini. Untung saja Abi gak dirumah". Batin Faisal.
"Kenapa kak?". Tanya Anisa setelah menyadari kakaknya melamun.
"Gak papa. Kakak besok ada miting dadakan. Pusiiing. Kakak ke kamar dulu". Ujar Faisal meninggalkan Anisa.
"Aneh". Ujar Anisa.
__ADS_1
Bersambung....