
Tuliluut, tukiluut, tuliiluuut.
Anggap aja itu suara telepon gaess. Suara itulah yang membangunkan Anisa. Tangan Farhan masih menetap di perut mulusnya. Dengan mata yang telah terpejam.
"Siapa yang telepon?" Gumamnya.
Diraihnya gawai di atas nakas. Untung saja perutnya tak melilit seperti tadi. New number?
Ragu antara mengangkat atau tidak. Anisa takut, bagaimana jika itu nomor hipnotis seperti gunjingan ibu-ibu arisan komplek sebelah? Tapi ia juga takut jika ternyata itu nomor bude ataupun keluarga lainnya yang memang tak di simpan? Bagaimana jika urgent?
"Assalamu'alaikum," Jawab Anisa lirih. Takut sekaligus mewanti-wanti agar tak membangunkan sang suami.
"Wa'alaikumsalam. Nis, ini gua Cipto. Lo cek WA yaa? Gua mau nunjukin sesuatu. Oh iya! Gua minta nomor lu dari Lhu-lhu. By! Gitu ajah. Assalamu'alaikum," Jawabnya panjang x lebar dan langsung mematikannya.
"Wa'alaikumussalam," Jawab Anisa setelah terputus.
Auto buka what*app. Tertera di sana sebuah video berdurasi 30 menit. Melihat durasinya saja sudah membuat mata merem. Males mau lihat. Diliriknya jam dinding yang menunjukkan pukul 4 pagi.
"Mas? Mas Faridz?" Anisa mengusap tangan Farhan.
"Hemmm,"
"Tahajud?" Tanyanya.
"He'em," Jawab Farhan. Kemudian berangsur menuju kamar mandi. Sembari menunggu Farhan, Anisa menonton video yang dikirim Cipto.
.
.
.
Terlihat di sana suasana ruang kantor Cipto yang sepi sunyi tak ada kehidupan. Hingga akhirnya datang 4 manusia. Cipto, Farhan, Nina, dan satu laki-laki lagi. Mereka tampak serius membahas sesuatu yang terpancar dari layar monitor laptop di hadapan mereka. Hingga seorang laki-laki berpamitan. Cipto yang pergi dari ruangan itu ntah kemana. Yang penting tak terlihat cctv. Kemudian Nina yang berpamitan sembari membawa laptop itu. Tinggallah Pak Rektor yang tampak menguap akhirnya berbaring dan tertidur.
Deg! Hati Anisa Rasanya mulai bergemuruh. Ia telah suudzon pada suaminya sendiri. Lalu? Noda itu dari mana? Atau mungkin mereka bertemu di luar ruangan itu?
"Yaang?" Panggilan Farhan membuyarkan lamunan Anisa.
"Eh! Iyy-iya Mas?" Tanya Anisa.
"Kenapa? Kok ngelamun. Nonton apa?" Tanya Farhan.
"Emmm," Anisa merain kedua tangan Farhan. Terlihatlah posisi saling berhadapan antara keduanya.
__ADS_1
"Maafin Anisa. Anisa sudah su'udzon sama Mas. Anisa udah lancang," Lirihnya dengan menunduk.
"Syuut, ngomong apa sih? Su'udzon apa?" Tanya Farhan.
Anisa memberikan gawainya pada Farhan.
"Masih perlu penjelasan mengenai lipstik?" Tanya Farhan. Anisa mengangguk.
"Huuftt, itu lipstik adek," Jawab Farhan.
Uhuk! Uhuk!
Spontan Anisa tersedak.
"Kok bisa?" Tanya Anisa.
Flashback
Malam itu setelah menyiapkan makanan Anisa bersih-bersih,mandi, dan bersiap salat maghrib.
Dengan iseng ia berdandan secara paripurna. Jika biasanya ia hanya berdandan senatural mungkin, kini ia berdandan dengan dandanan yang sesungguhnya. Kira-kira kayak ini lhooo:
"Mungkin kalau dandan begini, Mas Faridz bakalan seneng," Gumamnya.
Anisa menunggu dengan sesekali mensecroll social media. Setengah jam, satu jam, dua jam. Tak ada tanda-tanda. Hingga datangnya makanan pesanan. Tan tahu itu Dari siapa. Hingga akhirnya Anisa tertidur.
.
.
Betapa terseponnya Farhan melihat dandanan Sang Istri. Meskipun telah lama tertidur, wajahnya tetap cantik jelita apalagi dengan sentuhan lipstik merah membahananya.
Tapi perasaan itu berubah dengan seketika. Perasaan sakit, sedih, merasa bersalah menempati sebagian besar relung hatinya.
Digendongnya Anisa menuju kamar mereka. Anisa mengeratkan pelukannya pada leher Farhan. Hingga!
"Yaahhh! Adek mah makai lipstik 7 lapis. Sampai tembus deh di baju. Mana bajunya warna putih lagiii," Gumamnya.
Flashback off
"Jadi, itu punya Adek?" Tanya Anisa.
__ADS_1
"Iyaa," Jawab Farhan dengan lembut.
Dihempaskannya tangan Farhan dan membelakangi Farhan. Ditundukkan kepalanya dalam dalam. Malu! Tentu saja! Rasa cemburu itu ternyata berasal dari ulahnya sendiri. Farhan memeluk Anisa erat-erat.
"Kamu gemesin kalau lagi malu gini," Bisik Farhan.
"Adek mandi dulu Mas," Ujar Anisa dan bergegas ke kamar mandi.
Gelak tawa Farhan pecah melihat tingkah istrinya. Hanya menjelaskan kesalah pahaman saja harus memakan waktu yang cukup panjang. Tentu saja Farhan bahagia. Senang sekali jika Anisa bisa cemburu. Rasanya baru kali ini sang istri cemburu. Entahlah jika sebelumnya juga pernah, walaupun ditutupi. Yang pasti, kali ini cukup nyata bagi Farhan. Itu tandanya, Anisa sangat mencintainya. Eeaaakkkk!!!
.
.
.
Gelombang embun pagi ditemani secercah tetesan rintik hujan bak salju yang mulai temurun menghiasi ruang lingkup kawasan kota geser sedikit ke desa di wilayah Jombang. Menambah keasrian perpaduan antara kota megah dengan pedesaan.
Masih banyak di sini Pak tani yang berbondong-bondong menuju kebun ataupun sawah mereka masing-masing. Bahkan di kawasan perumahan Abi dan Ayah tak semuanya rata merupakan pengusaha ataupun pekerja kantoran. Di Sana berbaur satu dengan yang lainnya tanpa membedakan jenis apapun itu. Tepat di belakang rumah Abi juga telah terbentang sawah yang berhektar-hektar luasnya milik para warga sekitar.
Biasanya pagi-pagi yang sejuk seperti ini, Abi tengah menikmati suasana taman belakang dengan obrolan hangat atau sekedar sapaan terhadap bapak-bapak tani di sana.
Tidak untuk saat ini. Abi duduk dengan manisnya menunggui Umi yang tengah memasak. Sesekali terdengar gombalan ala Abi yang terlontar. Di sambut dengan gelak tawa Umi.
Sedangkan di kamar dua sejoli yang sempat berselisih, tampak Anisa tengah menyetrika baju sang suami. Ditemani Pak Suami yang sedang mengecek perusahaannya.
"Sayang, lusa kita berangkat ziarah lho," Ujar Farhan.
"Ha! Beneran? Kok cepet banget ya? Kalau gitu, kita harus beli-beli perlengkapan Mas," Jawab Anisa.
"He'em, besok kita belanja. Mumpung besokblibur juga," Sambung Farhan.
"Mas mandi dulu. Habis itu kita berangkat ke kampus. Mas harus cek persiapan buat lusa," Ujar Farhan.
"Ikuuut,". Rengek kucing unyuk itu.
"Siap tuan Putri!" Jawabnya.
.
.
Oh iya! Ngomong-ngomong, dua kucing Anisa mana ya? Ada yang masih ingat gak dimana mereka? Ha! Ada gak yaaaa? Hehehe
__ADS_1
Bersambung....
Maaf gaesss, sepertinya Lhu-Lhu bisa up 2 hari sekali deh! Tapi gak tahu juga sih! Tergantung waktu luangnya. 🙏🙏🙏🙏