
Wardah benar-benar perusak mood pagi hari! Anisa masih saja merengek perkara Wardah yang baru saja meneleponnya.Sepetinya memang meminta pelajaran itu anak. Untung saja sudah tak merengek lagi Anisa-nya. Farhan bersiap untuk keberangkatannya ke kampus. Setelah Farhan selesai bersiap, Anisa tiba-tiba merangkul lengan Farhan, mencegahnya berangkat.
“Nggak usah berangkat Mas, aku pengen di rumah sama kamu,” Lirih Anisa.
Inilah yang ditunggu Farhan sejak tadi. Dengan beginikan ia tak perlu susah-susah mencari alasan pada Ayah. Hahaha. Sebenarnya Farhan dengan senang hati tinggal di rumah seharian bersama Anisa, toh di kerjakan di rumah juga bisa. Hanya saja Ayah selalu meminta pada anak laki-lakinya untuk tetap berangkat. Jika yang mencegah menantu kesayangannya pasti dengan senang hati diizinkan.
“Siap Bos! Tapi yang ngomong ke Ayah...” Ujaran Farhan terhenti.
“Iyaa, yang ngomong adek,” Jawab Anisa.
Senyuman Farhan merekah dan segera mengganti pakaian santainya. Ia akan memanfaatkan kesempatan liburnya kali ini untuk bersenag-senang dan santai dengan istrinya. Tentu saja tak berdiam diri di rumah, ia akan mengajak Anisa ke suatu tempat. Anggap saja sebagai refreshing.
Farhan sudah siap dengan pakaian santainya, kini giliran ia yang menunggu Anisa selesai. Karena memang istrinya itu belum mandi dan bersiap sama sekali. hampir sepuluh menit Farhan menunggu istrinya, akhirnya keluar juga dari kamar mandi. Sudah lengkap dengan dress yang dipilihkan Farhan tadi.
“Kenapa dress yang ini sih Mas?” tanya Anisa yang kini tampak menyisir rambutnya.
“Yakin mau di rumah aja? Padahan Mas mau ngajak adek jalan-jalan,” jawab Farhan.
“Ngomong dong dari tadi, tahu gitu aku siap-siap dari tadi,” ujar Anisa.
Farhan mndekati Anisa yang kii duduk di meja rias. Membantu Anisa mengikat rambutnya, memang seperti inilah yang serring dilakukan Farhan. Selalu memanjakan Anisa. Apalagi setelah datangnya baby twin, Farhan semakin memanjakannya. Bukan hanya Farhan, Ayah, Bunda, Abi, Mbah Kakung, semuanya sangat menantikan baby twin itu.
__ADS_1
“Nggak sabar pengen cepet begadang jagain baby twin,” lirih Farhan dengan memeluk Anisa dari belakang. Tak lupa tangannya mengelus lembut perut Anisa.
“Hahaha, tunguin empat bulan lagi Mas,” Jawab Anisa membalas pelukan tangan Farhan.
Tok! Tok! Tok!
Buyar sudah acara mesra-mesraan mereka. Ketukan pintu penyebabnya. Farhan beranjak dan membukakan pintu. Mbah Uti ternyata.
“Ayo sarapan, ditungguin dari juga,” Ujar Mbah Uti kemudian berlalu turun ke lantai bawah. Farhan hanya tersenyum kaku, hehehe. Biasanya memang mereka turunn sendiri tanpa dijemput seperti ini. Saking lamanya ternyata, sampai dijemput Mbah Uti.
Anisa sudah siap dengan dandanan naturalnya, kini ia dan Farhan turun kebawah. Benar saja, semua sudah menunggu. Bahkan ada yang sudh mulai makan. Siapa lagi kalau bukan Kak Ical. Ya! Kak Ical dan Kak Aisy sekarang lebih sering makan di mansion. Bunda selalu saja memaksa pasangan itu untuk berkunjung, pesona Hilya yang mengundang Bunda untuk di ajaknya bermain. Untuk latihan katanya. Apalagi dengan keaktifan bocah itu, menambah kegemasan dan kelucuannya.
“Pagi Ayah,” Jawab Anisa dengan senyuman yang mengembang manis.
“Kamu ngapain pakek baju seperti itu? Jangan bilang mau bolos kamu, ” serka Ayah ketika menyadari Farhan ta menggunakan pakaian dinasnya.
"Anisa mau ngajak Mas Faridz jalan-jalan Yah, boleh yaa?" Izin Anisa dengan senyuman yang mengembang dengan manisnya.
"Selamat kali ini kamu Han," Jawab Ayah dengan terpaksa. Sukses membuat tawa mereka semua pecah.
Jadilah kini Anisa dan Farhan dalam perjalanan menunaikan rencana mereka berdua.
__ADS_1
......Bersambung.... ......
Mohon maaf atas keterlambatan up-nya.....
Untuk menunggu, luangkan waktu kalian mampir ke novelnya Wardah doooong!
Oke! Lhu-Lhu mau minta pendapat kalian nih!
Kira-kira sosok Aditya cocoknya yang mana nih?
1.
Atau 2.
Pilihin dooong!
1 or 2
__ADS_1