Dosen & Rektor

Dosen & Rektor
Jail bersama


__ADS_3

Perlahan Anisa terusik dengan tangan mungil yang menyentuh wajahnya. Sayup-sayup matanya menyesuaikan cahaya di sekitarnya. Wajah tampan Farhan dan wajah imut lucu Hilya kini terpampang nyata di hadapannya.


Senyuman Anisa mengembang di kala Hilya mencium pipinya.


"Aunty udah bangun Mong!" celetuk Farhan. Jangan heran kenapa Farhan memanggil Hilya Mong. Karena panggilan sayangnya cemong.


"Perutnya masih sakit nggak sayang? Mau Bunda panggilkan dokter?" tanya Bunda mengelus dahi Anisa.


"Ndak usah Bunda sayang, Anisa udah oke kok," jawab Anisa dengan suara khas bangun tidurnya.


Pandangan Anisa mengedar ke seluruh ruangan. Sudah tak ada teman suaminya ternyata. Syukurlah. Ia malas jika harus melihat wajah Indah lagi.


"Nyari siapa dek?" tanya Kak Ical.


"Nyari kakaklah. Kirain gak ikut kesini," jawab Anisa.


"Niatnya juga mau ke kantor tadi. Saking aja kakak sayang istri, jadinya ikut ke sini," goda Kak Ical.


"Hallah! Ngomong aja kalau suami takut istri," sambung Abi. Di balas tawaan yang lain.


Kak Ical terus saja mengelak tak mau kalah.


Indah tampak mengajak Dika pulang. Sepertinya ia sudah tak nyaman dengan suasana ini. Melihat Farhan yang memanjakan Anisa membuatnya panas setengah mati. Apalagi setelah mendengar jika Anisa hamil anak kembar, rasanya ingin ngilang dari muka bumi ini.


.

__ADS_1


.


Anisa memang sudah baikan, tapi ia baru boleh pulang esok sore. Harus istirahat total saat ini. Kak Ical, Kak Aisy beserta Umi dan Abi pulang sore tadi. Kasihan Hilya jika terus berada di rumah sakit.


Tinggallah kini Bunda dan Ayah yang sudah tertidur pulas di sofa yang dapat di alih fungsikan menjadi tempat tidur. Farhan masih terjaga dengan Anisa. Menonton layar di depan mereka.


"Kok mas bisa sayang banget ya sama kamu yank," celetuk.


"Hallah, gombal," jawab Anisa dengan semu merah di wajahnya.


"Beneran yaank. Mas tuh seneeeng banget lihatin wajah cantik ini setiap hari," sambung Farhan.


"Hallah! Kayak pengantin baru aja dah," jawab Anisa semakin malu.


"Jangan lihatin terus to Massss," rengek Anisa yang melihat Farhan memandanginya terus.


"Udah Mas, ayo bobok sini," Anisa meminta Farhan agar berbaring di sanpingnya.


Jadilah mereka tidur bersama. Mengikuti pose Ayah dan Bunda yang saling berpelukan. Coocweet sekalilah mereka ini.


.


.


.

__ADS_1


Dering gawai mengusik suasana romantis pagi Anisa dan Farhan. Berhubung Bunda dan Ayah sedang ke kantin. Ingin mencicipi menu makanan kantin rumah sakit katanya.


"Nis! Kamu nggak papakan? Kamu baik-baik aja kan? Debay-nya gimana?" tanya Wardah setelah sambungan telepon di angkat.


"Salam dulu napa sih!" jawab Anisa tak menggubris pertanyaan sahabatnya itu.


"Iya bumil. Assalamu'alaikum cantik," ujar Wardah.


"Waalaikumussalam cantikku juga," jawab Anisa.


"Sekarang jawab pertanyaan yang tadi!" todong Wardah.


Anisa mengubah mode telepon menjadi mode videocall. Dengan senang hati Wardah menuruti. Tapi kesenangan itu lenyap dikala Anisa memamerkan kemesraannya dengan Farhan. Pasalnya saat ini Farhan tengah tertidur dengan menyembunyikan wajahnya di antara ketiak dan dadanya. Jangan lupakan tangan Farhan yang memeluk erat Anisa.


"Dahlah! Udah sehat ternyata! Tak tutup! Assalamu'alaikum!" ujar Wardah menutup sambungan videocall sepihak.


Sontak Anisa dan Farhan terkikik. Farhan hanya berpura-pura tidur tadi. Hahaha.


Dapat dipastikan Wardah akan menggerutu habis-habisan di tempatnya.


...Bersambung.... ...


Hallo gaess! Assalamu'alaikum. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah ya...


Semoga yang sakit segera disembuhkan, yang sehat selalu sehat, apa yang menjadi hajat kita semoga segera terijabah... Aammiiinnn.

__ADS_1


Lhu-lhu mau minta bantuan kalian nih! Buat topik untuk part selanjutnya doong. Kalau bisa yang konflik-konfik dan greget gitu... Biar Lhu-lhu juga bisa belajar dengan kalian.... Sayang kalian semuaaa.


__ADS_2