Dosen & Rektor

Dosen & Rektor
Hari Special Kak Ical


__ADS_3

Butik collections. Disinilah Anisa dan Farhan sekarang.


"Mbak Anisa ya? Mari kedalam". Sapa petugas butik menghampiri Anisa dan Farhan yang baru sampai.


"Oh, iyaa mbak". Jawab Anisa. Mereka memasuki butik.


Anisa mengamati beberapa gaun yang ada di dalam butik dengan kagum. Sesekali ia berhenti mengamati beberapa gaun dengan dekat.


"Bagus yaa, sepertinya cocok untuk kamu". Ujar Farhan.


"Ah, bisa aja". Jawab Anisa.


"Silahkan dicoba mas, mbak. Ini dress code keluarga yang dipilih Mas Faisal dan Mbak Aisyah". Ujar Mbak Nana pegawai butik.


"Emm, Umi sama Abi sudah kesini ya mbak?". Tanya Anisa.


"Sudah mbak, bareng sama Mas Faisal dan keluarganya mbak Aisyah. Oh iya, bareng sama temannya Bapak juga". Jawab Mbak Nana.


"Temannya Abi?". Anisa bingung.


"Iyaa mbak, kalau gak salaaah, namanya, Pak Afif, lupa deh kalau istrinya siapa". Jawab Mbak Nana lagi.


Anisa dan Farhan saling tatap. Kenapa Ayah sama Bunda juga pakai baju keluarga? Farhan juga.


"Ini mbak". Ujar Mbak Nana menyerahkan dress pada Anisa.


"Dan ini, untuk masnya". Sambungnya.


"Oh iya mbak, Mas? Aku coba duluan yaa". Ujar Anisa.


"Iyaa, kamu duluan aja". Jawab Farhan.


Beberapa lama kemudian, keluarlah Anisa.


"Mbak, boleh minta tolong lagi?". Ujar Anisa.


Farhan yang melihatnya pun tak dapat mengedipkan mata. "Kapan sih kamu pakai baju tu jadi jelek. Perasaan, cantik terus". Batin Farhan.


"Boleh mbak, mari". Jawab Mbak Nana mengikuti Anisa kedalam ruang ganti. Setelah beberapa saat, keluarlah ia dengan pakaian yang sebelumnya dipakai.


Kini giliran Farhan yang mencoba jas nya. Anisa menunggu Farhan sambil berkonsultasi mengenai dressnya.


Hari Bahagia


Pagi ini. Pagi yang telah ditunggu-tunggu oleh dua mempelai. Setelah beberapa hari jenuh berada dikamar dan tak memegang gawai sama sekali, akhirnya kini Faisal telah siap ketempat acara sakralnya.


Terlihat Anisa tengah menggoda kakaknya yang terlihat gugup selama perjalanan. Momen yang amat sangat spesial.


Sesampainya di hotel tempat acara, Anisa pergi ke tempat rias sang kakak iparnya. Aisyah sempat berpesan kepada sang adik untuk menemaninya.


"Mbak Aisy?". Panggil Anisa dengan melongokkan kepalanya kedalam kamar.


"Dek? Sini". Jawab Aisyah.


Ternyata Aisyah sendirian dikamar itu. Ia berada didepan cermin. Anisa terkagum-kagum melihat kecantikan Aisyah.


"Masyaallaah, subhanallaah... Mbak Aisy cantik bangeeet". Puji Anisa memeluk Aisyah.


"Diluar gimana?". Tanya Aisyah.


"Dudududuh, udah gak sabar mau ketemu sang imam". Ledek Anisa.


"Hee, beneran... Mbak gugup". Jawab Aisyah.


"Tenang, bentar lagi dimulai. Nanti ibu kesini jemput calon manten". Jawab Anisa.


"Emangnya gugup banget ya Mbak? Kok sampe gemeter gitu sih". Ujar Anisa.


"Bentar lagi kamu juga bakalan ngrasain". Jawab Aisyah. Anisa mengerucutkan bibirnya dan memutar bola matanya jengah. Tidak dirumah, tidak disini, topiknya pasti mengarah ke Farhan.


"Ndok, ayo turun". Ujar Ibuk (ibunda mbak Aisy).


"Alhamdulillah sudah sah jadi mbak ipar". Ujar Anisa dengan memeluk Aisyah.


"Deek?". Rengek Aisyah pada Anisa.


"Gak papa, ayoo, Anisa temenin". Jawab Anisa menenangkan Aisyah.


.


.


.


.


.


Anisa Pov


Pelan-pelan Aku dan Ibuk menuntun Mbak Aisyah menuruni tangga hingga sampai di kursi samping Faisal. Tak henti-hentinya Faisal bersyukur, memuji kecantikan dan keanggunan mbak Aisyah. Kak Ical membacakan do'a di atas ubun-ubun mbak Aisy, diiringi kecupan pada punggung tangan kak Ical oleh mbak Aisy.


Duuuuh sosweet nyaa...


Enak banget mereka pamer-pamer buku nikah.


__ADS_1


"Nis, diajak Farhan duet tuh". Ujar Vani saudara Akoh.


Kulihat Mas Faridz disebelah Ayah dan Abi. Mana mungkin ngajak duet. Dasar maemunah.


"Ngarang luu". Jawabku.


"Sayang?". Sapa Bunda.


"Eh! Iyaa Bun?". Jawab Anisa kaget.


"Kita duduk dekat Ayah yuk". Ajak Bunda.


Didekat Ayah kan Mas Faridz, duh! Gak enak ini perasaanku. Bunda main gandeng aku pula.


"Kamu duduk sini dulu, nunggu giliran foto". Ujar Bunda. Aku hanya mengangguk setuju.


Eh! Bunda kok kesana siiiiih!


Mau kabur ke Umi ajaah, tapi Umi lagi ngobrol sama besannya. Huhuhuhu... Dadaku gak bisa terkontrol kalau sampingan sama Mas Faridz...


Lhu-lhu Pov


"Tamunya banyak banget ya Nis". Ujar Mas Faridz memulai pembicaraan.


"Iya mas, hehehe". Jawab Anisa.


"Anisa, Farhan, ayo foto. Umi, Abi dan yang lain sudah". Ujar Umi.


"Berdua ajah?". Tanya Anisa.


"Mau sama seluruh tamu?". Tanya Umi balik, dengan geram.


Farhan menarik lengan baju Anisa ke arah Faisal dan Aisyah.


"Eh! Eh! Eh! Kok tarik-tarik sih mas? Molor lho nanti". Gerutu Anisa dengan mengikuti langkah Farhan dengan sedikit berlari kecil.


"Baju mahal kok molor". Jawab Farhan. Farhan menarik sampai didekat pelaminan.


"Cantik banget Mbak Aisy...". Anisa terkagum-kagum melihat Aisyah hendak menaiki pelaminan.



"Kamu ngapain dek?". Tanya Aisyah ketika melewati Anisa.


"Aku terkagum-kagum melihat Mbak Aisy". Jawab Anisa.


"Ah! Kamu mah. Bentar lagi juga kamu yang nyusul". Jawab Aisyah.


"Sebelahnya sudah ada calon imam juga. Udah tarik-tarikan baju pula". Ledek Faisal.


Anisa mengibaskan tangannya hingga terlepas dari Farhan.


"Yaaaa, maap". Jawab Farhan sekenanya.


"Jangan ngerucut gitu ah bibirnya. Jadi pengen nyubit. Gemes tauu". Sambung Farhan dengan mengalihkan pandangannya.


"Ayo foto, katanya mau foto". Ujar Aisyah.


Anisa dan Farhan mengikuti para pengantin itu dan melakukan beberapa pose foto.


"Mas, fotoin Anisa di situ dong". Pinta Anisa.


"Booleeh, wani piro?". Canda Farhan.


'Hallah, ni hp nya". Ujar Anisa. Farhan mulai mengambil foto Anisa.



Setelah selesai berfoto, Anisa dan Farhan terlihat tengah mengobrol dengan pengantin baru.


"Kalian duet nyanyi gih". Ujar Kak Faisal.


"Iyaa, setuju bangeeet, suara kalian kan baguus. Cepet! Buruan!". Dukung Aisyah.


"Duuuuh, suara kek kentang gini kok dibilang bagus". Ujar Anisa.


"Helleh. Sok merendah. Kamu waktu mondok aja jadi vokalis terus". Ujar Aisyah.


"Hiiiisshhh, mbak nih. Gak usah buka-buka dong". Ujar Anisa.


"Monggo mbak Anisa, mas Farhan, silahkan menyumbangkan lagu". Ujar MC.


Ternyata Kak Ical sudah berdiri disamping MC dan memintanya untuk memanggil Anisa dan Farhan.


"Kok udah di sana aja sih tu orang". Gerutu Anisa.


"Udaah, sanaa. Malu lhoo, udah banyak orang". Ujar Aisyah.


"Ayuk mas". Ajak Anisa.


Mau tak mau Anisa mengajak Farhan untuk duet sholawat. Farhan dengan senang hati dong duet dengan calon bininya. Wkwkwk.


Mereka berdua sepakat untuk menyumbangkan sholawat "Albi Nadak".


Alunan sholawat merdu nan lembut mereka lantunkan bersama. Para tamu undangan seolah-olah tersihir oleh lantunan mereka.


لِيكْ أنَــا مِلْكِ لِيكْ

__ADS_1


تَــــعَالَى قَرَّبْ ضُمَّنِّي مَـــحْتَاجَــــة لِيــــكْ


لِيكْ وُرُوحِي فِيكْ


يَا حُبَّ عُمْرَي انَا عُمْرِي كُلِّهْ هَأعِيشُه لِيكْ


هَوَاكْ هُوَ الْحَيَاة وِأنْتَ الْلَي أنَا بَعْشَقْ هَوَاهْ


كَانْ قَلْبِي مُنَـــاهْ أَجْمَلْ مَــــلَاكْ يِكُونْ مَعَاهْ


يَــــاهْ قَلْبِي نَدَاكْ


وِاتْمَنَّــاكْ تِبْقَى انْتَ وَيَــايَــــا يَاهْ


بَعَدِ سْنِينْ شُوقُ وَحَنِينِ أَلاَقِيكْ هِنَا مَعَايــــا


يَــاهْ ضُمِّنِي لِيكْ دَاه انْتَ حَبِيبِي حَيَاتِي لِيــــكْ


وُهَاعِيشْ عُمْرِي عَشَانْ عَيْنِيكْ وُعُمْرِي فَدَاكْ


إِيـــهْ أَحْتَاجْ لِإِيــــهْ


لُوْ كُنْتِ جَنْبِي مَعَايَّا دَيْمًا قُولْلي إِيهْ


يَاهْ دَه انَا مِنْ زَمَانْ


مَحْتَاجَة لقَلْبِ يـحَسِّ بِيَّا وَاحَسِّ بِيهْ


هَوَاكْ هُوَ الْحَيَاة وِأنْتَ الْلَي أنَا بَعْشَقْ هَوَاهْ


كَانْ قَلْبِي مُنَـــاهْ أَجْمَلْ مَــــلَاكْ يِكُونْ مَعَاهْ


يَــــاهْ قَلْبِي نَدَاكْ وِاتْمَنَّــاكْ تِبْقَى انْتَ وَيَــايَــــا


يَاهْ بَعَدِ سْنِينْ شُوقُ وَحَنِينِ أَلاَقِيكْ هِنَا مَعَايــــا


يَــاهْ ضُمِّنِي لِيكْ دَاه انْتَ حَبِيبِي حَيَاتِي لِيــــكْ


وُهَاعِيشْ عُمْرِي عَشَانْ عَيْنِيكْ وُعُمْرِي فَدَاكْ


Anisa dan Farhan tampak menikmati lantunan mereka berdua.


"Itu anaknya Abi Ali kan? Sudah besar yaa". Ujar salah satu tamu.


"Iyaa, udah lama sekali sejak mondok gak pernah ketemu". Jawab tamu 2.


"Ini ni, yang aku cari. Menantu idaman banget. Anakku pasti senang". Timpal yang lain.


Kembali ke Anisa dan Farhan yaa....


Setelah menyumbangkan suaranya, Farhan mengajak Anisa ke sisi sebelah pelaminan Faisal. Ternyata disana sudah ada Abi, Umi, Ayah, Bunda, dan kedua pengantin.


Yang lebih mengejutkan! Tertera beground cantik belakang mereka.



Ternyata pernikahan ini sekalian meresmikan pengkhitbahan Anisa dan Farhan. Anisa sama sekali tak mengetahui hal ini. Sebab awalnya beground itu tertutup oleh tirai.


"Mari". Ajak Farhan.


"Ini apa mas?". Tanya Anisa.


"Ayo ikuti saya dulu". Jawab Farhan. Anisa mengikuti Farhan ke arah keluarga mereka. Farhan menghadap Anisa.Merekapun berhadapan. Para tamu tak lepas mengamati.


"Assalamu'alaikum Alya Anisa Azzahra... Hufft, kenapa saya jadi gerogi ini. Ehm! Calon istriku. Itulah gelar satu bulan yang lalu untukmu. Terima kasih telah memberikan kesempatan untuk diri yang begitu rendah ini memiliki gelar calon suami untukmu. Semoga kata calon itu lekas menghilang dan tinggallah satu kata itu selamanya". Farhan berhenti sejenak. Anisa tak kuat membendung air matanya. Bisa-bisanya Farhan melakukan hal ini.


"Hari ini, saya Muhammad Farhan Al-Faridz ingin menunjukkan kepada semua orang jika engkau adalah calon istri saya. Tak akan saya biarkan orang lain mengambilnya. Terima kasih Ya Allaah, telah memberikan calon istri yang luar biasa seperti ini. Kamu tidak berniat untuk mundur dari gelar calon istri saya kan Anisa?". Sambung Farhan.


"Say....sa.sayyaa... Saya". Ujar Anisa terputus.


"Jawab saja nak". Ujar Umi lembut.


"Anisa terharu, Anisa tidak tahu mau ngomong apa. Anisa serahkan semuanya kepada Allah, Anisa tahu, Abi tidak akan memilihkan seseorang yang salah". Ujar Anisa lirih. Abi mendekati Anisa dan memeluknya.


"Abi sangat bahagia nak, Abi tidak akan memilihkan seseorang yang menjerumuskan kamu kepada hal yang buruk". Ujar Abi. Anisa mengangguk.


Kini gantian Bunda yang memeluk Anisa haru. Barulah Bunda menyematkan cincin di jari manis Anisa.


"Terima kasih, terima kasih sayang". Ujar Bunda memeluk Anisa. Para tamu pun bertepuk tangan.


"Yaaah, gagal deh mau ngajuin jadi calon mantu". Ujar salah satu tamu.


"Kurang garcep. Kamu". Jawab temannya.


Cash Farhan.



Bersambung.....


INFO PENTING!


***Para pembaca yang setia, saya lhu-lhu mohon maaf yang sebesar-besarnya sebab beberapa hari ini bahkan hampir seminggu tidak up.


Lhu-lhu sedang ada acara yang mengharuskan untuk tidak memegang alat elektronik. Jadi lhu-lhu tidak bisa up. Lhu-lhu sangat-sangat meminta maaf. 🙏🙏🙏🙏😩😩😩


Maaf jika lhu-lhu mengecewakan kalian beberapa hari ini tanpa kabar.... :"(

__ADS_1


Kalian masih tetap setia dengan lhu-lhu ka? 😘😘😘😘***


__ADS_2