
Tepat di hari Wardah pulang, Anisa juga pulang. Tapi Wardah tak mau menginap karena lusa juga harus ke Jogja menjemput Mama dan Papa Eza. Sekaligus bertemu dengan Kakak perempuan Eza.
Kamar si kembar memang sudah disiapkan. Dua Baby sitter juga sudah disiapkan oleh Bunda. Padahal Anisa sudah menolak, tak ada respon. Siapa yang berani membantah Bunda lagi. Akhirnya dua baby sitter itu hanya membantu keperluan yang lain.
Anisa tak mau anaknya lebih dekat dengan Baby Sitter, ia ingin melihat dengan seksama setiap perkembangan sang buah hati.
"Iya sayang, mereka hanya membantu mengurus pakaian dan kebersihan tempat si kembar. Bunda janji," ujar Bunda akhirnya. Tak tega melihat wajah sedih Anisa.
Boks baby si kembar dipindahkan di kamar Bia dan Abinya. Agar lebih mudah memantau mereka tentunya. Awalnya Anisa berniat menidurkan si kembar di antaranya dan Misua, tapi ditolak mentah-mentah oleh Farhan.
"Tiga hari Mas tidur nggak meluk kamu Yank, masak kamu tega sih nolak Mas lagi malam ini," gerutunya.
"Iya-iya, Kembar bobok di boks," jawab Anisa sembari mengecup lembut bibir Farhan.
Bayangan Farhan, malam ini bisa tidur dengan nyenyak tanpa diamati para keluarga besar seperti di rumah sakit. Tapi nyatanya tidak juga. Kini malah si kembar yang mengusiknya. Anisa memang belum berani memandikan si kembar sendiri, tapi tentu saja ia bisa mengurus masalah perpopokan.
Dengan telaten Anisa bangun menggantikan popok Si Kembar jika tak nyaman. Ia juga menimang-nimang hingga kembali tertidur. Farhan sudah mengantuk berat awalnya. Tapi melihat sang istri kerepotan, ia tak tega meninggalkannya untuk tidur.
"Sini biar Mas yang gendong Adek," ujar Farhan mengambil alih si bungsu.
"Istirahat Yank, kamu pasti capek banget," lirih Farhan menggiring Anisa agar berbaring.
Farhan memilih duduk di kursi goyang ketika capek berdiri mondar-mandir menggendong Ipin. Sebenarnya anak kicik di pelukannya sudah tidur, tapi ia terbangun saat Farhan meletakkan di boks. Sepertinya anak itu mengerjai Abinya agar tak bisa memeluk Bia dengan sayang.
🐻🐻🐻
Hari ini adalah hari pertama full Anisa dan Farhan mengurus si kembar di rumah. Tidak hanya berdua, tapi dengan bantuan para ibu-ibu senior lainnya. Bahkan Mbah Uti juga ikut andil. Anisa memang belum cukup terampil dalam mengurus si kembar, tak heran jika para ibu sejati itu membatunya.
Bukan hanya perihal belum terampil, tapi Anisa juga harus istirahat terlebih dahulu. Bunda Farhan memang sangat memanjakannya, sampai-sampai Umi mengelus dada sendiri. Ia sebagai ibu kandungnya malah tak memanjakannya seperti itu.
__ADS_1
"Ndak papa, sambil belajar dulu," ujar Mbah Uti mendukung Bunda.
Jadilah Anisa hanya mengamati bagaimana Mbah Uti memandikan si kembar sekaligus belajar. Selama di rumah sakit memang para perawat yang memandikannya. Ketika sampai di rumah barulah ia belajar.
Pagi menjelang siang, kini para tetua tampak kompak pergi mempersiapkan untuk aqiqah si kembar. Tinggallah Mbah Kakung yang memilih kembali ke rumah Abi dan Umi untuk mengunjungi cucu yang satunya. Nanti siang kembali ke mansion katanya.
Farhan memilih untuk mengurus Universitas dari rumah sembari menemani sang istri menjaga si kembar. Biarlah urusan kampus dibagi dengan Ayah juga.
"Namanya kita bocorkan sekarang atau nanti waktu aqiqah Yank?" tanya Farhan sembari menimang si Kakak.
"Nanti aja waktu aqiqah Mas, biarin aja orang-orang manggilnya Upin Ipin sampai seminggu ke depan, hahaha," jawab Anisa yang baru saja mengganti popok Si Adek.
Anisa memberikan ASI untuk si kecil. Kini mereka tengah berada di ruang keluarga dengan setting ruangan yang berbeda. Di ruangan ini diberi sebuah spring bad untuk tidur si kembar. Bosen jika terus-terusan di kamar. Jadi Anisa membutuhkan suasana lain juga. Setidaknya, selain di kamar, ia juga bisa menjaga si kembar di ruang keluarga atau bahkan di teras taman untuk menikmati bunga-bunga yang bermekaran.
Mau tak mau Ayah menyiapkan tempat santai yang nyaman juga di taman. Tak heran juga jika di tiap tempat itu tersedia perlengkapan bayi. Hahaha.
"Mas, aku mau tidur bentar... Ngantuk, Kakak gendong dulu dung," lirih Anisa.
Niatan hati hendak memejamkan mata sebentar, tapi malah terusik dengan kehadiran Wardah dan Eza.
"Wuiiihhh! Enak bener lu Nis! Mas Farhan disuruh nidurin Si Upin, Elunya leyeh-leyeh," canda Wardah yang tiba-tiba menggelegarkan suaranya. Untung baby twins tidak terkejoed.
"Kerutan di dahinya Mas Farhan aja langsung kelihatan ngasuh anak lima hari,hahaha," sambung Eza.
"Ngawur! Masih ganteng gitu!" jawab Anisa tak terima. Belum ada terpejam tiga menit, langsung di kejudkan dengan Wardah.
Wardah menghampiri Anisa sembari menoel-noel pipi cuby babynya. Pulas sekali anak ini tidur. Eza mengambil alih baby yang digendong Farhan. Baby twins mereka begitu imut untuk dianggurin.
__ADS_1
"Jangan diganggu! Aku nggak bisa tidur nyenyak tiap malem Dah," ujar Anisa.
"Tenang, sampai sore aku di sini, aku bantuin dah," jawab Wardah.
"Ini Si Upin apa Ipin?" tanyanya lagi.
"Itu Kakaknya sama Mas Farhan," jawab Anisa.
Wardah manggut-manggut menanggapi. Melihat raut kelelahan sang sahabat, Wardah berinisiatif memijat lengan Anisa. Kasihan sekali ibu dua anak ini. Keenakan dipijit, Anisa memilih untuk memejamkan matanya.
Farhan berbincang dengan Eza sembari menimang sang anak. Gemas sekali melihat si baby tertidur dengan pulasnya. Pipinya semakin gemoy saja. Tak henti-hentinya Wardah mencium pipi itu.
"Kak, Bunda belum pulang ya?" tanya Husna yang turun dari tangga.
"Lho! Belum balik ke pesantren ta?" tanya Wardah.
"Belum, sama Bunda disuruh habis aqiqahan sama lamarannya Kakak," jawab Husna yang kini duduk di samping Eza.
"Oh iya! Kenapa acaranya nggak digabung sekalian aja?" usul Eza.
"Janganlah Za, lamaran kamu sama Wardah kan masuk siaran, masak aqiqahan kembar juga masuk? Hahaha," jawab Farhan.
"Nggak papa Mas, tenang aja wes, nanti biar saya yang ngatur acaranya," kekeh Eza.
Wardah dan Husna pun hanya menjadi pendengar setia saja. Ia tak ikut-ikut perihal acara lamaran. Biarlah Bunda dan Mama yang menjadi kepercayaannya. Oh iya! Jangan lupakan Caca.
"Caca sama Hito nggak kamu ajak ke sini Dah?" tanya Farhan.
"Tadi setelah meeting kantor mau pergi sama Caca katanya. Paling juga survey tempat lamaran," jawab Wardah.
__ADS_1
...Bersambung...