Elemental Gen-Z

Elemental Gen-Z
Chapter 13


__ADS_3

[Test Arc - #10]


...----------------...


Dae-Vin baru saja ke luar dari ruangan Araya, dan hendak kembali ke ruangannya. Saat dalam perjalanan menuju ruangannya, tiba-tiba..


"Kim Dae-Vin," panggil seseorang dengan nada datar. Laki-laki itu menyandarkan tubuhnya pada dinding lorong itu sambil melipat lengannya di depan dada.


"Hyun-Jae Hyung (Kak Hyun-Jae), ada apa?" tanya Dae-Vin. Dia menghentikan langkahnya setelah Hyun-Jae memanggilnya.


"Aku perlu penjelasan," balas Hyun-Jae masih dengan nada datar nya itu.


"Penjelasan.. apa?" tanya Dae-Vin belum mengerti maksudnya.


"Oh.. iya-iya aku sudah tau. Jadi begini.." tiba-tiba, Dae-Vin jadi mengerti maksud dari Hyun-Jae. Kemudian dia mulai menjelaskan apa yang terjadi.


Singkat cerita, Dae-Vin telah selesai menceritakan kejadian tadi pada Lee Hyun-Jae. Dia menceritakannya tanpa ada yang ditambah maupun dikurangi sedikit pun.


"Jadi begitu? Aku kira ada masalah,"


...----------------...


Di kamar Araya, setelah Dae-Vin pergi, Araya lanjut membaca rangkuman yang diberikan oleh Dae-Vin tadi.


"Kenapa tidak dari tadi? Membuang waktu saja, tapi.. terima kasih." batin Araya sambil membalikkan lembaran kertas itu. Dia membaca semuanya. Lengkap, tapi ringkas, serta sangat mudah diingat dan dipahami.


Di lembar yang terakhir, terdapat kalimat yang tidak ada hubungannya dengan materi pelajaran. Kalimat itu berisi, "Kalau kau besok bisa memahami materi ini, dan besok kau bisa lulus tes dengan nilai 80, berarti IQ mu sudah di atas 140."


"Aku bisa memahaminya, tapi.. aku belum tau bagaimana hasil tes besok. Tunggu saja, aku akan berusaha sebaik mungkin!" gumam Araya sambil tersenyum tipis setelah membaca kalimat itu. Tunggu, dia tersenyum hanya dengan membaca kalimat yang di tulis oleh Dae-Vin?


...----------------...


Sekarang sudah jam setengah satu dini hari. Lampu kamar Araya masih menyala terang, tapi dia tertidur saat masih hafalan dan mengingat-ingat kembali materi itu, supaya nanti hasilnya bisa memuaskan.


Araya mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan pencahayaan.


"Hah? Aku ketiduran," ucapnya setelah terbangun dari tidurnya. Ada sebab dia terbangun. Selain ada rangsangan cahaya, dia juga merasa lapar.


"Jam berapa sekarang? Aku lapar.." Araya melihat jam digital yang terpasang di dinding kamarnya. Ternyata masih jam setengah satu malam.


"Pasti semua orang sudah tidur. Hmm, baiklah aku akan ke kantin saja."


Setelah itu, Araya meregangkan tubuhnya setelah beranjak dari tempat tidurnya. Kemudian, mulai melangkahkan kakinya keluar dari kamar dan berjalan perlahan menuju kantin, melewati lorong yang dilengkapi dengan lampu sensor. Jadi, jika ada yang lewat, lampu akan menyala dan mati secara otomatis.


Tidak lama kemudian, Araya sudah sampai di depan ruangan kantin. Pintu terbuka secara otomatis, menampilkan bagian dalam ruangan yang gelap dan sunyi. Araya pun memberanikan diri untuk masuk.


Araya menuju ke salah satu meja makan yang terdapat di tengah-tengah ruangan. Di atas meja, tidak ada apa-apa. Hanya ada kotak tisu saja. Tiba-tiba, lampu menyala, Araya menyesuaikan penglihatannya karena perubahan pencahayaan yang tiba-tiba.


"Apa yang kau lakukan di sini, Araya?" tanya orang yang baru datang itu.

__ADS_1


"Kak Hyun-Jae?" kata Araya setelah melihat Lee Hyun-Jae yang sudah berada di sana juga. Ternyata, dia yang menyalakan lampu. Kemudian, Hyun-Jae berjalan ke arah Araya.


"Kau belum tidur?" tanyanya.


"Tadi sudah, aku lapar, Kak. Apa yang sedang Kak Hyun-Jae lakukan?" tanya Araya setelah Hyun-Jae duduk tepat di depannya.


"Malam ini tugasku untuk berjaga. Jadi, aku akan mengecek sekeliling markas ini." jawab Hyun-Jae. Hari ini, memang jadwalnya. Anggota senior di wajibkan untuk berjaga setiap malam secara bergantian. Atau istilahnya adalah 'ronda malam'. Setelah itu, Hyun-Jae berjalan ke arah dapur yang tempatnya masih satu ruangan dengan kantin.


"Araya, kau mau kubuatkan makanan?" tanyanya sambil berjalan ke arah kulkas, dan kemudian membukanya untuk menemukan beberapa bahan makanan yang akan dipakai.


"Tidak apa-apa, aku akan membuatnya sendiri Kak." Araya mencoba menolak karena merasa tidak enak. Tapi..


"Aku tidak keberatan kok. Sekalian aku juga agak lapar sekarang. Jangan khawatir, ini tidak akan lama,"


...----------------...


Sekitar lima belas menit kemudian, Lee Hyun-Jae sudah berada satu meja lagi dengan Araya. Dia membuatkan dua porsi 'tteokbokki', makanan khas Korea.


"Ini, silahkan dimakan," ucap Hyun-Jae setelah meletakkan piring berisi seporsi tteokbokki di depan Araya.


"I.. iya, terima kasih. Maaf sudah merepotkan."


"Aah, mudah saja kok. Ini sudah instan soalnya. Hehe.."


"Jadi ini tteokbokki? Kelihatannya pedas," kata Araya dalam hati setelah melihat makanan yang berada di depannya. Tapi, dia mau tidak mau harus menghargai apa yang di berikan Lee Hyun-Jae.


Mereka berdua pun makan dengan nikmat, di selingi pembicaraan-pembicaraan ringan.


"Araya, bagaimana belajarmu dengan Dae-Vin tadi?" tanya Hyun-Jae setelah mengunyah dan menelan makanannya.


"Hmm, baik-baik saja kok." jawab Araya. Dia memang tidak terlalu mempermasalahkan hal-hal saat belajar kemarin.


"Kau tidak perlu berbohong,"


"Hah?"


"Dae-Vin sudah menceritakan semuanya padaku ketika aku bertanya padanya."


"Apa? Jadi, sudah tau kejadian beberapa saat yang lalu? Tapi, kalau sudah tau kenapa bertanya padaku?" Araya bertanya dalam hati.


"Terkadang, Dae-Vin suka keterlaluan. Tolong di wajarkan saja ya? Dia mempunyai banyak tekanan."


"Iya tidak apa-apa. Aku sudah memaafkannya kok." jawab Araya sambil mengulas senyum.


"Terima kasih. Dia selalu diminta untuk jadi yang terbaik. Maka dari itu, dia harus selalu bersungguh-sungguh. Jika dia berbuat salah, dia akan sulit sekali untuk melupakannya, dan rasa tidak enaknya itu selalu mengganjal." ucap Hyun-Jae memberi jeda kalimatnya. Sepertinya, dia tau banyak tentang Dae-Vin.


"Sejak masih sekolah dasar, Dae-Vin selalu diminta untuk menjadi yang terbaik. Jika tidak, maka ayahnya akan menyita play station miliknya dan menghapus paksa aplikasi game di gadget-nya. Bagaimana menurutmu?" Hyun-Jae bertanya pada Araya.


"Kasihan sekali, dia jadi agak sulit refreshing." Araya menanggapi.

__ADS_1


"Iya, tapi dia selalu diberi reward setelah berhasil mendapatkan ranking pertama. Mereka membuat kesepakatan, jika Dae-Vin berhasil, maka dia di perbolehkan untuk meminta reward apapun yang dia inginkan, asalkan tidak mempengaruhi belajarnya. Intinya, dia anak yang tidak mau berjuang secara gratis, ingin dihargai." Hyun-Jae memberi tau kesimpulan ya. Setelah itu..


"Tunggu, bagaimana Kak Hyun-Jae bisa tau banyak tentang Kim Dae-Vin?" Araya mengungkapkan rasa penasarannya. Sedari tadi, dia memang ingin bertanya tentang itu.


"Dari kakaknya. Dia punya kakak perempuan, namanya Kim Yuu-Ran."


"Pak Hyun-Jae dekat dengan kakaknya Dae-Vin?"


"Bukan hanya dekat, tapi.. Aku itu calon kakak iparnya Kim Dae-Vin."


"Uhuk! Uhuk! Apa?!" Araya tersedak setelah mendengar apa yang Hyun-Jae katakan. Akibat dari itu, rasa pedas dan panasnya benar-benar terasa di kerongkongan, hidungnya pun menjadi terasa panas.


"Ini, minum.." ucap Hyun-Jae sambil meletakkan sekotak susu rasa coklat dengan isi nya adalah 300 mililiter. FYI, susu itu bisa menghilangkan pedas dengan cepat karena mengandung protein susu (casein).


Araya segera melepas sedotan yang tertempel di bagian belakang kotak, kemudian menusukkannya dan segera meminumnya.


"Terima kasih Kak." ucap Araya setelah merasa lebih baik.


"Iya. Dan.. tolong yangku katakan tadi jangan beri tau siapa pun ya." pinta Hyun-Jae sambil menuangkan minuman ke dalam gelas kecil.


"Baiklah. Itu.. apa Kak?" tanya Araya setelah melihat Hyun-Jae menuangkan cairan ke dalam gelas kecil.


"Soju, anak kecil tidak boleh minum ini."


"Ooh. Hmm, Kak.. aku ingin bertanya."


"Bertanya apa?"


"Tes nanti akan di mulai jam berapa?"


"Jam sepuluh. Ini hanya tes ulang, jadi tidak akan terlalu lama."


"Yes, aku bisa bangun siang dulu."


To be continued..


...****************...


Tteokbokki : makanan Korea berupa tteok dari tepung beras yang dimasak dalam bumbu gochujang yang pedas manis. Tteok yang dipakai berbentuk batang atau silinder.


...----------------...


Author note :


Terima kasih sudah membaca cerita ini. Semoga suka ya!


Di chapter selanjutnya, Araya akan membuktikan kemampuannya. Apakah berhasil? Pantau terus kisahnya Araya.


Jangan lupa like, komen, dan favorit ya. Salam dari Author^^

__ADS_1


__ADS_2