
[Test Arc - #6]
...----------------...
Sore ini adalah jadwalnya untuk tes kesehatan. Sekarang jam tiga sore, mereka berempat sudah berada di ruang kesehatan bersama dengan Profesor R. Keempat anggota junior generasi ke sembilan, mereka akan melakukan tesnya satu per satu. Setiap anggota, satu sesi tes adalah tiga puluh menit, dan Araya yang terakhir karena dia adalah anggota keempat.
Singkat cerita, semua anggota telah melakukan tes kesehatan. Saatnya melihat hasil tesnya.
...----------------...
"Baiklah, sekarang tes sudah selesai. Untuk hasilnya, kalian silahkan cek sendiri di komputer kalian masing-masing ya. Sekarang sudah habis waktu bertugasku. Sampai bertemu besok." ucap Profesor R mengakhiri pertemuan. Mereka sedikit kecewa, karena hasil tes tidak langsung diumumkan. Mungkin deskripsinya itu banyak sekali.
Setelah tes selesai, keempat anggota langsung meninggalkan ruangan itu. Termasuk Araya, dia kembali ke ruangannya.
Setelah sampai, dia langsung mencoba untuk mengecek hasil tesnya tadi melalui komputer yang sudah tersedia.
Hasil tes kesehatan fisik dan mental
Araya Putri
- Usia : 13 tahun
- Tinggi badan : 157 cm
- Berat badan : 39,3 kg
- Golongan darah : A
- Durasi tidur : 8,4 jam
- Tekanan darah : 115/80 mmHg
- Tes mata : normal
- Usia mental : 22
__ADS_1
...----------------...
Secara umum, itulah hasil tes kesehatan milik Araya. Hmm, cukup bagus menurutnya, tidak ada yang salah. Sebab tadi benar-benar sudah di cek ulang. Melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, tekanan darah, tes darah. Dia juga ditanya-tanya, tentang durasi tidur, dari jam berapa dia tidur dan bangun pada pukul berapa. Dan dia juga melakukan periksa mata untuk menentukan apakah matanya bermasalah atau tidak. Bukan hanya itu, mereka juga diukur tingkat kedewasaannya, atau ada yang menyebut nya dengan 'Tes usia mental'.
"Usia mentalku adalah dua puluh dua tahun? Wah, selisihnya hampir sepuluh tahun dengan usia asliku." kata Araya dalam hati setelah mengetahui berapa usia mentalnya. Apakah sudah termasuk dewasa?
"Hah, ada catatan." gumam Araya setelah melihat tulisan 'Catatan dan saran' yang letaknya di bawah hasil tes tadi.
"Araya, kesehatanmu sudah cukup baik. Tapi, sebaiknya kamu menambah berat badanmu. Terlalu kurus itu tidak baik. Ya, setidaknya berat badanmu sudah di atas 40 kg. Kamu masih dalam masa pertumbuhan, jadi semua nutrisi masih diperlukan. Makan dengan teratur dan cukup serta diiringi dengan aktivitas fisik yang seimbang bisa menjaga berat badan supaya tetap ideal."
Itulah isi pesan dari Profesor R. Kalau dihitung-hitung, Araya termasuk dalam kategori kurus, indeks massa tubuhnya masih kurang jika dia mempunyai tinggi badan 157 sentimeter.
"Baiklah, aku akan mulai mencoba apa yang Profesor katakan. Menambah porsi makanku dan melakukan aktifitas fisik." ucap Araya pelan, kemudian mematikan perangkat komputer yang barusan dia gunakan.
...----------------...
Di ruangan Dae-Vin, dia juga sedang melihat hasil tesnya. Dia sedikit tidak menyangka, karena...
Hasil tes kesehatan fisik dan mental
Kim Dae-Vin
- Tinggi badan : 168 cm
- Berat badan : 53,2 kg
- Golongan darah : O
- Durasi tidur : 8,1 jam
- Tekanan darah : 124/83 mmHg
- Tes mata : Miopi (-0,25)
- Usia mental : 33
__ADS_1
......................
"Apa? Yang benar saja aku menderita miopi? Sepertinya penglihatanku baik-baik saja. Hmm, mungkin itu terjadi karena aku terlalu lama menggunakan gadget. Coba lihat berapa lama aku menggunakan ponselku setiap hari." batin Dae-Vin tidak menyangka kalau dia menderita miopi alias rabun jauh. Kemudian mengambil ponselnya untuk melihat berapa rata-rata waktu penggunaan layar hariannya.
"Rata-rata penggunaan layar harian dalam satu bulan ini.. 11,26 jam?! Selama itu kah? Hari ini sudah enam jam dua puluh delapan menit? Sepertinya belum lama."
Dae-Vin memang jarang memantau hal seperti itu, saking jarangnya, dia sampai hampir hilang kendali. Sebab dia seorang pecandu gadget. Kemana-mana pasti membawa gadget, setidaknya satu ponsel itu sudah cukup.
Di kehidupan sehari-harinya, banyak kegiatan Dae-Vin yang melibatkan gadget. Misalnya belajar online, main game online, membaca artikel, mengirim pesan, scroll sosial media, dan banyak lagi. Apalagi sekarang ponselnya sudah 5G, jadi sinyalnya lebih mudah. Dalam sehari, dia bisa menghabiskan kuota internet lebih dari 1,5 Gigabyte, dan terkadang sampai 2 Gigabyte.
"Oh iya, usia mental 33 tahun? Apakah aku sudah se-dewasa itu? Lebih satu tahun dari dua kali lipat usia asliku. Berasa jadi seperti orang dewasa yang bereinkarnasi ke tubuh seorang remaja." pikir Dae-Vin sambil membayangkan. Dia pernah beberapa kali membaca manga yang bertema tentang reinkarnasi.
"Catatan dan saran. Sebaiknya kamu mengurangi durasi menggunakan gadget supaya kesehatan mata tetap terjaga. Jangan menggunakan gadget sambil berbaring atau berada di tempat yang minim pencahayaan, aktifkan mode gelap dan pelindung mata itu lebih bagus. Gunakan juga batas penggunaan layar supaya tidak terlalu lama menggunakan gadget. Gunakan jarak baca normal saat menggunakan gadget, minimal 20-30 cm. Kamu juga perlu mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung betakaroten dan vitamin A. Dari Profesor R." ucap Dae-Vin membaca catatan dan saran yang diberikan oleh Profesor R.
"Hmm, setelah aku pikir-pikir, aku akan melakukan itu. Itu untuk kebaikanku juga kan? Aku tidak cocok menggunakan kaca mata, jadi aku jangan sampai memperparah kondisi mataku ini." ucap Dae-Vin pelan sambil bertekad untuk mengurangi durasi penggunaan gadgetnya dan mengonsumsi makanan sehat.
"Pesan apa ini?" tanya Dae-Vin pada dirinya sendiri setelah menyadari bahwa dia mendapatkan pesan dari kapten Akira. Pesan itu mengatakan bahwa..
"Dae-Vin, besok lusa akan diadakan tes ulang, terutama bagi yang belum lulus. Karena kau sudah lulus dan hanya satu tes yang belum, jadi maukah kau membantu Araya supaya dia bisa lulus tes IQ? Sebab IQ-nya masih berselisih banyak dengan IQ minimal. Dan juga, tes kecerdasan besok lusa juga akan lebih sulit dengan ditambah materi-materi pelajaran kelas 9. Jadi, tolong ya. Kalau kau mau, kami akan sangat terbantu dan berterimakasih. Kalau kau bisa membuatnya lulus, nanti akan ada reward untukmu."
"Wae? (Kenapa?) Kenapa aku? Aku juga harus meningkatkan EQ-ku supaya bisa lulus. Hah.. yang benar saja. Materi kelas sembilan itu kan banyak, bagaimana caraku mengajarinya dalam satu hari? Pesan ini terlalu mendadak." betapa terkejutnya Dae-Vin setelah selesai membaca pesan dari Kapten Akira. Dae-Vin bingung harus bagaimana. Dia mondar-mandir di tengah-tengah ruangannya.
"Hmm, kalau aku menerima, aku mungkin tidak bisa meningkatkan EQ-ku. Kalau aku menolaknya, mungkin Araya tidak bisa lulus tes. Jadi.. aku harus menolaknya? Tidak-tidak.. aku harus menerimanya. Aku tidak boleh egois karena memikirkan diriku sendiri. Aku juga belum tau kemampuan belajar Araya yang sebenarnya. Lagi pula, EQ ku sudah tidak kurang banyak dengan EQ minimal." pikir Dae-Vin sambil berdiri mematung setelah berjalan mondar-mandir di ruangannya.
"Baiklah, Kapten." balas Dae-Vin setelah memikirkan keputusannya.
Sebenarnya, Araya juga mendapatkan pesan seperti itu. Hanya saja, pesannya berbeda dengan pesan untuk Dae-Vin. Dia hanya diberi tau bahwa besok lusa akan ada tes ulang yang menggunakan materi kelas 9 saat tes kecerdasan. Araya diminta untuk mempelajarinya di ruangan belajar, namun tidak diberi tau bahwa dia akan dibantu oleh Dae-Vin.
...****************...
Miopi : salah satu kelainan pada mata yang menyebabkan penderitanya dapat melihat benda yang berjarak dekat dengan jelas, dan benda yang berjarak jauh tampak buram. Untuk mengatasinya, penderita miopi dapat menggunakan kacamata berlensa negatif (lensa cekung) untuk memfokuskan bayangan supaya jatuh tepat di retina.
...****************...
Author note :
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca cerita ini. Semoga terhibur ya!
Jangan lupa like, komen, favorit supaya author tetap semangat. See you..