Elemental Gen-Z

Elemental Gen-Z
Chapter 68


__ADS_3

[Vacation Arc - #1]


...----------------...


"Araya akhirnya kau sadar."


Baru saja membuka matanya, suara itu terdengar jelas, mungkin karena sumber suaranya dekat. Setelah matanya benar-benar terbuka, Araya melihat ketiga temannya berdiri di sebelahnya.


"Di mana aku?" tanya Araya dengan suara lirih. Tempat ini berbeda dari tempat sebelumnya. Jika sebelumnya ada di luar ruangan yang terang benderang akibat cahaya matahari, berbeda dengan ruangan ini yang terang akibat cahaya lampu.


"Ada di ruang kesehatan." jawab Hanny.


"Bagaimana dengan misinya?"


"Jangan khawatir misinya selesai dengan baik." Zaaryan menanggapi.


"Ya, misi memang selesai, Tapi kamu jangan mengorbankan dirimu untuk melawannya sendirian." balas Kim Dae-Vin. Mendengar kalimat itu Araya jadi teringat beberapa saat yang lalu. Ketika ia sedang bertukar serangan dengan Darkviper.


"Tunggu, di mana dia sekarang?" Araya seketika mendudukkan dirinya, ekspresinya juga berubah.


"A-aduh tanganku.." saat itu pula dia merasakan sakit yang menjalar dari tangannya yang terluka. Lagi-lagi pulang dari misi dalam keadaan terluka. Tiga kali berturut-turut. Mulai dari misi pertama, misi kedua di planet Mars, dan misi ketika di gurun pasir.


"Jangan banyak bergerak," ucapan Hanny sambil menyandarkan tubuh Araya pada sandaran brankar.


"Kamu kan sudah mengalahkannya, dia sudah mati." Zaaryan menanggapi, "cowok itu juga sudah pulih." Lanjutnya sambil sekilas menuju Dae-Vin dengan jempolnya.


"Oh, syukurlah kalau tidak ada yang terluka." kata Araya sambil menundukkan kepalanya.


Teman-temannya terdiam. Apalagi Dae-Vin yang tak bersuara. Namun dalam hati, ia sangat bersyukur karena Araya telah sadar.


"Lalu bagaimana dengan batu element-nya?" celutuk Araya setelah beberapa detik terdiam. Dan sekarang semua mata tertuju padanya.


"Jangan khawatir, kami sudah berhasil mendapatkannya dan sekarang sedang dalam proses." jawab Hanny sambil memasang senyuman. Araya mengangguk pelan.


"Ah iya, kamu belum tahu ya, kita diberi waktu tiga hari untuk liburan." ucap Hanny dengan topik berbeda yang dibalas raut wajah tertarik dari Araya.


"Benarkah? Besok kita liburan?"


"He'em. Dan kita boleh ke luar besok," jawabnya.


Araya terdiam untuk berpikir, acara liburan itu cukup menarik. Sekalian untuk menghilangkan penat juga dan refreshing. Kira-kira besok mereka akan pergi ke mana?

__ADS_1


...----------------...


Keesokan harinya sekitar jam delapan pagi, Araya berada di ruangan utama bersama dengan ketika rekan satu angkatannya beserta seniornya.


"Hari ini kalian diberi waktu untuk liburan, jadi.. selamat bersenang-senang." ucap Kapten Akira sambil tersenyum tipis.


"Ah iya, Araya kamu belum terlalu pulih jadi sebaiknya kamu jangan terlalu kelelahan." kata Kak Aria sambil menatap Araya dengan ekspresi agak khawatir.


Araya mengangguk, "Baiklah Kak, tenang saja, aku akan menjaga diriku."


"Dan kalian sebaiknya jangan berpencar, takutnya kalau terjadi apa-apa. Jika ada ada serangan dari Darkness Swordman, segera lapor ke markas ya." kata Kapten Akira yang dibalas dengan anggukan dari para juniornya.


"Tapi meskipun hari ini kalian liburan, usahakan kalian sudah pulang sebelum jam 5 sore. Seperti yang kalian tahu malam hari lebih berbahaya."


...----------------...


"Kenapa? Kenapa pandanganku selalu tertuju padanya ya?" Araya membatin sedari tadi pandangannya selalu terarah pada Kim Dae-Vin yang berjalan di depannya dan bersebelahan dengan Hanny.


Hari ini ini pemuda itu sedikit berbeda dari biasanya. Dia sedikit mengubah gaya rambutnya, jika biasanya poninya selalu menutupi dahi, kali ini tidak. Gaya berpakaiannya pun berbeda, biasanya kan dia lebih suka memakai jaket tapi sekarang dia memakai kemeja bermotif kotak-kotak. Tentunya hanya orang peka yang menyadarinya.


"Kenapa Araya?" tanya Zaaryan tiba-tiba, setelah sedari tadi Araya terdiam sambil mengamati laki-laki di depannya itu.


Pertanyaan tersebut berhasil membuatnya tersentak, "eeee.. Tidak apa-apa kok, aku hanya merasa kalau Dae-Vin berbeda dari biasanya."


"Kamu tidak menyadarinya ya? Hari ini Dia terlihat berbeda dari biasanya. Biasanya kan dia sedikit acak-acakan, tapi hari ini dia lebih rapi."


"Ooh, ternyata itu alasannya kamu memandanginya sejak tadi. Aku tahu kamu menyukainya." ucap Zaaryan sambil memelankan kalimatnya. Seketika kata-kata itu berhasil membuat wajah Araya merona.


"Jujur saja, aku akan merahasiakan kok." ucapnya lagi, yang dibalas anggukan kecil oleh Araya.


Zaaryan hanya menanggapinya dengan senyuman. Namun dalam hatinya, sebenarnya ia menyimpan rasa kecewa yang dia tutupi dengan tersenyum. Ya, sebenarnya ia juga menyukai Araya. Tapi ia tak berani mengungkapkannya, mengingat kalau Araya itu kemampuannya tak sebanding dengannya. Ia merasa tidak pantas. Namun, ia juga tidak akan semudah itu merelakannya begitu saja.


"Han, berhenti." ucap Dae-Vin tiba-tiba. Mendengar ucapannya barusan, Hanny langsung menghentikan langkahnya dan menatapnya dengan tatapan bertanya.


"Kenapa?"


"Tali sepatumu lepas." jawab Dae-Vin sambil berjongkok di depannya dan mengikatkan tali sepatunya.


"Hey, aku bisa sendiri kok." cegah Hanny sambil ikut menundukkan dirinya. Namun, cegahannya itu malah berakhir bersentuhan tangan dan saling pandang.


"Sudahlah, biar aku." kata Dae-Vin bersikeras sambil tersenyum tipis. Senyuman itu adalah senyuman yang biasanya ia berikan untuk Araya. Tapi, ada apa dengannya hari ini. Apakah ia salah makan hingga mengakibatkan pergeseran otak?

__ADS_1


"Khem!" Zaaryan berdeham untuk menyadarkan mereka. Sontak, Hanny langsung bereaksi, namun tidak dengan Dae-Vin. Dia sama sekali tak bergeming.


"Sudahlah, kamu tidak usah-" ucapan Hanny terpotong setelah secara tiba-tiba Dae-Vin menempelkan jari telunjuknya di bibir Hanny.


Araya membelalakkan matanya melihat itu. Dia jadi mengingat saat di mana Dae-Vin bilang suka padanya. Namun, semuanya berbalik hari ini. Dae-Vin terlihat lebih menyukai Hanny daripada dirinya.


"Ehm, Araya.. Bagaimana kalau kita beli es krim di sana?" sekilas menunjuk ke arah minimarket di seberang jalan, Zaaryan berucap. Sebab ia tau kalau perasaan Araya sedang tidak enak melihat mereka berdua.


"Eh? I-iya, itu ide yang bagus. Ayo ke sana." balas Araya sambil tersenyum, meskipun dalam hati ia merasa cemburu. Tanpa sadar, tangannya menggenggam pergelangan tangan rekan laki-lakinya itu.


"Araya cemburu, ini kesempatanku untuk bisa menghiburnya." kata Zaaryan dalam hati sambil menatap pergelangan tangan kanannya yang digenggam oleh Araya.


Sebenarnya, apa yang terjadi? Kenapa hubungannya bisa kacau begini? Ulah siapa ini?!


...----------------...


"Hachiuu!"


Di markas, terlihat seseorang berjaket biru dongker sedang berjalan melewati lorong. Sesekali ia mengusap hidungnya yang terus mengeluarkan cairan bening menggunakan tisu di tangannya.


"Hachiuu!" orang itu kembali bersih, entah itu sudah yang keberapa dalam hari ini.


Ia berjalan mendekati ruang kesehatan. Setelah sampai, ia segera masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Tuan Kim, ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang petugas medis ketika laki-laki itu masuk ke ruangan kesehatan.


"Saya ingin minta obat pereda flu. Apakah ada?" tanyanya. Ya, dia adalah Kim Dae-Vin. Hah? Yang benar?


"Tentu saja ada, tolong tunggu sebentar. Dan apa Anda ingin cek kesehatan juga?" tanyanya lagi sebelum berbalik dan berjalan ke arah rak persediaan obat.


"Boleh." jawabnya singkat, kemudian ia duduk di kursi yang tidak jauh dari sana, sementara petugas medis tadi mencari peralatannya di meja kerjanya.


Tidak lama kemudian, wanita itu telah kembali dengan sebuah koper kecil di tangannya. Ia segera membukanya, dan kemudian segera mengecek kondisi Kim Dae-Vin. Di antaranya suhu tubuh dan detak jantung yang diperiksa.


"Anda terkena flu, suhu tubuh juga naik. Ini obatnya, diminum tiga kali sesudah makan ya. Jangan lupa perbanyak istirahat." ucapnya sambil menyerahkan sebuah plastik kecil yang di dalamnya terdapat beberapa obat.


"Baiklah, terima kasih banyak. Saya permisi."


Setelah selesai, Dae-Vin pun segera berjalan ke luar dari ruangan kesehatan dan hendak kembali ke ruangannya.


To be continued..

__ADS_1


Halo semuanya, terima kasih sudah baca novel ini ya! Jangan lupa like dan komen** ^^


__ADS_2