Elemental Gen-Z

Elemental Gen-Z
Chapter 70


__ADS_3

[Vacation Arc - #3]


...----------------...


"Apa? Kenapa harus aku?" tanya Araya setelah mendengar kalau Hanny yang memintanya untuk menentukan mana yang asli dari kedua Kim Dae-Vin itu.


"Sudahlah, tidak usah menolak." sambil berjalan mendekati Araya, Hanny berucap tidak menerima penolakan. Setelah itu, ia menggenggam tangan kanan Araya supaya gadis itu tidak kabur. Yah, meskipun Araya sama sekali tidak berniat untuk melarikan diri.


"Tapi, bagaimana caraku melakukannya? Dan bagaimana kalau aku sampai salah?" tanya Araya sambil memasang wajah bingung.


Hanny hanya menghela nafas, kemudian berbisik. "Kalau kamu benar-benar menyukainya, kamu pasti bisa membedakan mana yang asli dan yang palsu."


Araya merapatkan bibirnya. Menatap kedua laki-laki berwarna sama itu secara bergantian. Berpikir keras supaya tidak salah dalam membedakan mereka berdua.


"Ngg.. Aku ingin bertanya pada kalian berdua. Kalau salah satu dari kalian bisa menjawabnya dengan benar, maka dialah yang asli." ucap Araya membuat persetujuan. Ide itu dia dapatkan secara tiba-tiba. Kim Dae-Vin yang asli pasti tau banyak tentang Araya dan organisasi mereka.


"Iya, setuju!"


"Baiklah, pertanyaan pertama. Siapa nama Kapten senior kita?" Araya memulai sesi tanya jawab.


"Bagus, ini pertanyaan yang berhubungan dengan organisasi, aku pasti bisa menjawab semuanya." batin Dae-Vin yang asli. Jika tentang hal ini, mungkin Dae-Vin yang palsu tidak akan tau.


"Kapten Akira Ryuzaki!"


Kompak, mereka menjawab dengan benar dan bersamaan. Setelah itu, mereka saling pandang sambil melemparkan tatapan tak suka.


"Sialan, pertanyaan pertama dia juga menjawab dengan benar." kata Dae-Vin dalam hati sambil menatap Dae-Vin palsu yang tersenyum santai.


"Pertanyaan pertama terlalu mudah, baiklah. Pertanyaan kedua." Araya bergumam sambil menatap mereka berdua. Otaknya kembali berpikir untuk membuat pertanyaan yang lebih sulit.


"Pertanyaan kedua. Siapa nama anggota Elemental Eropa generasi kedelapan yang bertemu denganku dan Dae-Vin saat misi pertama setelah menyelamatkan seekor singa?" Araya kembali melontarkan pertanyaan kedua. Berharap kalau Dae-Vin yang asli bisa menjawab dengan benar.


"Jeasson dan Lina." lagi-lagi, mereka menjawab dengan benar dan kompak. Dae-Vin yang asli mengepalkan tangannya. Bagaimana ini bisa terjadi? Ucapan mereka benar-benar kompak.


"Bagaimana ini? Yang seperti ini juga gagal. Pertanyaan ketiga tentang.." sambil memilin jarinya, Araya membatin. Kalau bisa, ia akan membuat pertanyaan tersulit yang hanya ia dan Dae-Vin asli ketahui jawabannya.


"Pertanyaan ketiga. Dengan siapa Hanny pergi ikut lelang element di planet Mars?"


"Dengan Zaaryan."

__ADS_1


"Pertanyaan keempat. Siapa yang menghipnotis Dae-Vin saat menjalankan misi ketiga?"


"Darkviper."


"Ehm, ini tidak bagus. Mereka kompak sekali menjawabnya. Dae-Vin yang palsu sama sekali tidak mau mengalah. Baiklah, ini pertanyaan yang sangat rahasia. Hanya kami berdua yang mengetahuinya." Araya kembali berpikir. Dan pada akhirnya, ia hendak membuat pertanyaan yang mungkin hanya bisa dijawab oleh Dae-Vin yang asli.


"Pertanyaan kelima. Siapa orang yang Kim Dae-Vin sukai di organisasi Elemental?" jujur, Araya malu untuk mengucapkan pertanyaan itu. Tapi, ini demi Dae-Vin yang asli, ia tidak akan membiarkan ego menguasai dirinya.


"Hanny,"


"Araya."


Mereka memang berucap secara bersamaan, namun dengan jawaban yang berbeda. Mereka berkata sambil menunjuk orang yang mereka maksud.


"B-baiklah. Aku sudah tau siapa yang asli." ucap Araya menyimpulkan, sesaat setelah pipinya agak merona. Ia segera melupakan hal itu dan mencoba kembali fokus pada permasalahan.


"Dia yang asli!" Araya menarik tangan kanan Dae-Vin yang memakai jaket ke sisinya. Kemudian membiarkan Dae-Vin yang satunya berdiri sendirian di depan mereka berempat.


"Haha.. Hanya karena dia menyukai kamu, jadi kamu memutuskan untuk memilihnya ya?" tanyanya sambil melipat lengannya di depan dada.


"Hey, kamu salah! Dae-Vin itu menyukai Araya!" ujar Hanny membela. "Dan beraninya kamu mempermainkan aku!" sambungnya.


"Akhirnya kalian sadar, dasar lambat. Jika saja laki-laki sialan itu tidak datang, aku pasti sudah menginvasi organisasi kalian dan mengambil inti element kalian." perlahan namun pasti, tubuh Dae-Vin palsu segera berubah wujud. Yang tadinya berwujud manusia, kini telah menjadi makhluk dengan armor hitam di seluruh tubuhnya. Darkness Swordman.


Dengan segera mereka berempat memasang kuda-kuda dan berjaga-jaga kalau Darkness Swordman itu akan menyerang tiba-tiba.


"Araya, beri laporan pada markas!" kata Dae-Vin sambil sekilas menoleh ke belakang. Araya langsung mengangguk tanpa pikir panjang.


Setelah itu, mereka segera mengaktifkan mode armor. Armor tahap kedua lebih tepatnya.


"Kapten, kami mendapat serangan tiba-tiba! Ada Darkness Swordman yang bisa berubah wujud menjadi manusia!" Araya memberi laporan melalui alat komunikasi. Selagi rekan-rekannya mencoba untuk mencegahnya mendekat, Araya berusaha mengirim laporan ke markas secepatnya.


"Dia Darkillusion. Kalian berhati-hatilah. Dia bisa berubah menjadi apa saja." suara Kapten Akira terdengar dari seberang sana.


"Jadi, bagaimana cara mengalahkannya, Kapten?"


"Sampai sekarang, belum ditemukan cara untuk mengalahkannya. Dia-" entah apa penyebabnya, komunikasi tiba-tiba terputus. Beberapa kali Araya mencoba menghubunginya lagi. Namun nihil, tidak bisa tersambung.


Setelah itu, Araya segera bergabung dengan teman-temannya yang sudah berhadapan dengan Darkillusion.

__ADS_1


"Lho? Di mana dia?" tanya Araya setelah ternyata di sana tidak terdapat apa-apa. Hanya udara tanpa objek hidup.


"Dia bisa transparan. Sulit mengetahui keberadaannya." balas Hanny sambil memandang sekeliling. Mencoba fokus untuk menemukan suatu kejanggalan sekecil apapun.


"Shiroi, kamu bisa membantuku?" sebelumnya, Araya mengaktifkan armornya mode ketiga. Ia bisa berkomunikasi dengan Shiroi untuk mendapatkan bantuan tambahan.


"Tentu saja, Araya." balasnya tak lama kemudian.


"Bagaimana cara menemukan Darkillusion yang bisa berubah wujud?"


"Kita bisa mengetahuinya dengan mendeteksi gelombang dari otaknya."


"Apa sekarang bisa kita lakukan?"


"Sayangnya belum bisa. Yang bisa melakukannya itu Yellow element tahap ketiga, tapi Hanny belum mendapatkannya."


BUAKH!


"Ugh.."


Darkillusion telah mendorong tubuh Dae-Vin hingga terjatuh. Tak berhenti sampai di situ, ia memberikan beberapa serangan untuk menguras tenaganya.


"Hahahaha! Rasakan itu, dasar laki-laki sialan! Aku akan membuatmu menderita!" ucapnya sambil mendaratkan pukulan bertubi-tubi pada Dae-Vin.


Beberapa kali, Dae-Vin terhuyung saat menerima serangan beruntun itu. Belum lagi, tubuhnya sedang tidak fit dan ia juga tidak minum obat pagi ini.


"Menjauh darinya!" Zaaryan berteriak sambil mencoba menyerang Darkillusion dari belakang.


Namun, dalam sekejap mata, makhluk itu menghilang bagaikan ditelan bumi. Keberadaannya sangat tidak kentara, dia seperti tidak pernah datang ke sana.


"Apa yang harus kita lakukan, Shiroi? Kita tidak akan membiarkannya kan?" Araya kembali meminta saran pada sistem AI yang terdapat dalam armornya.


"Tentu saja tidak. Aku sudah punya ide. Lakukan teknik pemberat gravitasi dan segera minta Zaaryan untuk menyerangnya dengan elemen tanah." Shiroi memberi saran yang langsung dibalas anggukan oleh Araya.


"Third Mode! Gravity-"


"Hahahahaha! Hey, aku sudah tau apa yang akan kamu lakukan nak. Aku bisa mengetahui pembicaraan kamu dengan sistem milikmu."


"Gawat!"

__ADS_1


To be continued..


Jangan lupa kasih like dan komen setelah membaca. Btw aku lagi sakit nih, doakan biar aku cepat sembuh ya, terima kasih ^^


__ADS_2