Elemental Gen-Z

Elemental Gen-Z
Chapter 51


__ADS_3

[Araya's Origin Arc - #3]


...----------------...


"Bertahanlah! Bertahanlah sebentar lagi!" kata Arga dalam hati menyemangati dirinya. Keringat sudah mengucur deras dari tubuhnya. Rasa sakit berpusat di mana-mana. Jika armornya dilepas, maka akan terlihat banyak luka lebam di tangan dan kakinya.


"Hah, lelah ya? Kalau lelah, kenapa tidak menyerah saja?" tanyanya sambil menancapkan pedangnya di tanah, kemudian menggemertakkan buku-buku jarinya.


"Jangan harap! Hal itu tidak akan pernah terjadi!"


"Ooh baiklah. Percuma saja bicara denganmu. Semua anggota Elemental itu keras kepala." sambil mencabut pedangnya, dia kembali berucap seraya menodongkan pedangnya pada Arga.


"Xixixixi bersiaplah menghadapi ajalmu.." ucapnya lirih sambil mengeluarkan aura hitam pekat dari bilah pedangnya. Aura itu memang tak dapat dicegah. Perlahan tapi pasti, daerah itu menjadi gelap gulita.


"Hee? Ini di mana?" dalam hati, dia bertanya sambil melihat sekelilingnya. Hanya ada cahaya yang sangat redup yang membuat benda di sekelilingnya dapat terlihat meskipun tidak jelas.


JDUAKH!


Serangan tiba-tiba itu membuat tubuhnya terlempar dan terhempas sejauh tiga meter. Dia segera berdiri kembali, memejamkan mata untuk fokus dalam menggunakan inderanya yang lain.


SYUU! TAP!


Merasakan pergerakan udara, Arga mengetahui ada serangan yang ditujukan padanya. Sontak, dia mengarahkan siku kanannya ke belakang dan mengenai objek tersebut.


"Oh, lumayan juga.."


Suara itu bergema dan dapat berpindah-pindah di tempat itu. Tentu hal itu mampu melemahkan indera pendengaran, suara yang sama berpindah-pindah, membuatnya sulit dalam mengetahui sumbernya.


Selang beberapa detik saat tidak ada serangan, tetapi Arga merasakan musuhnya yang bergerak sangat cepat di sekitarnya. Seperti ada banyak, yang aslinya hanya ada satu di sana.


BUGH!


Serangan barusan mengenai tepat di punggungnya, menyebabkan dia terdorong ke depan. Ketika dia berbalik, tidak terlihat apa-apa.


Arga segera memunculkan pedangnya. Menggenggamnya erat dan bersiap untuk menyerang balik dengan cepat.

__ADS_1


Tring! Trang!


Terlambat, gerakannya tak cukup cepat. Dia malah terkena dua serangan sekaligus, di bahu dan belakang lutut.


"Ah, armor ini kenapa melemah?" batinnya setelah mereka armornya yang tidak cukup kuat seperti sebelumnya. Bahkan rasanya lebih lemah daripada armor Elemental tahap kedua.


CTAK!


"Akh! Panas! Kenapa tiba-tiba panas sekali? Eh tanahnya?!"


Gelombang panas yang menyerang tiba-tiba itu membuat fitur pendingin pada armornya aktif dengan sendirinya. Melalui layar hologram berukuran kecil, terlihat suhu di daerah itu meningkat secara drastis. Suhu di sini sudah melebihi titik didih.


"Aktifkan armor mode Beta!"


Arga segera mengganti mode armornya supaya lebih kuat. Jika pada mode Alpha, serangan yang dihasilkan didominasi oleh element air, sedangkan pada mode ini menghasilkan serangan yang didominasi element api.


Menyadari ada hal yang berbeda, Arga menatap tanah tempatnya berpijak. Mulai retak, terlihat uap dan lava yang ke luar dari sela-sela retakan tersebut.


Sejauh mata memandang, dataran itu juga terjadi hal yang sama. Tentu saja ini sebenarnya hanyalah ilusi yang digunakan oleh Darkness Swordman dalam menipu musuhnya. Maka dari itu, belum ada dari mereka yang bisa mengubah dunia ilusi tersebut menjadi dunia nyata.


Melompat dari satu daratan ke daratan lainnya, Arga segera mengaktifkan teleportasi guna berpindah tempat dengan cepat. Jika bisa langsung ke dunia nyata, itu akan lebih baik.


"Sial, energiku tak cukup,"


Mendapati ada peringatan energi yang menipis, Arga mengurungkan niatnya.


"Psst! Ke sini!" bisik seseorang dari arah samping kanannya. Sontak, Arga menolehkan kepalanya.


Terlihat ada seseorang berarmor hitam dengan garis-garis putih yang menyala, sedang berdiri di balik bebatuan. Dengan segera Arga menghampirinya. Meskipun dia bukan anggota Elemental, tetapi mereka sudah saling kenal.


"Darkzhi? Kenapa kau ada di sini?" tanya Arga pada seseorang bernama 'Darkzhi'. Yah, dia sebenarnya adalah seseorang yang menjadi bagian dari organisasi Darkness, tetapi dia mempunyai sifat yang baik. Dia sering diincar untuk dibunuh karena mengkhianati organisasi mereka dan malah berteman dengan pihak musuh.


Hal seperti memanglah ada, tetapi persentasenya sangatlah kecil. Jumlah mereka sangat sedikit jika dibandingkan dengan Darkness Swordman yang dominan bersifat jahat.


"Untuk membantumu. Aku tau jalan pintas untuk kembali ke dunia asli. Ini hanya ilusi." bisiknya sambil mengisyaratkan supaya Arga ikut menunduk untuk bersembunyi sejenak di situ.

__ADS_1


"Jadi, bagaimana?" tanya Arga dengan suara yang sengaja dipelankan.


"Gunakan element kegelapan milikku untuk dapat menghancurkan dunia ilusi ini."


"Tunggu, jangan. Jika hal itu dilakukan, kamu bisa semakin mencolok karena warna armormu akan berubah." cegah Arga pada Darkzhi yang mulai mengutak-atik gelang tranformasi miliknya yang terpasang di tangan kirinya.


"Tenanglah, aku akan baik-baik saja. Yang penting kamu akan segera bebas dari tempat terkutuk ini." sembari memasang senyuman, Darkzhi berucap sambil mengambil inti dari dalam benda itu. Bentuknya sebesar kelereng yang berwarna hitam pekat.


"Aku memberikannya pada orang yang tepat. Ini sebenarnya adalah element hasil rampasan para Darkness Swordman lain pada anggota Elemental generasi keempat."


Perlahan warna hitam pada armor Darkzhi mulai memudar dan menjadi transparan. Darkzhi meletakkan element kegelapan itu di atas telapak tangan kanan Arga.


"Gunakanlah, kawan." setelah Darkzhi mengerti perasaan Arga yang sedang meragu, dia mengangguk guna meyakinkan Arga untuk tetap menggunakannya.


"Baiklah, terima kasih kawan." Arga berterima kasih sambil membalas tos kepalan tangan dari Darkzhi. Kemudian segera memasangkan element kegelapan itu pada alat transformasi miliknya. Setelah selesai, dia akan segera pergi dari tempat itu.


"Berhati-hatilah Arga, meskipun element kegelapan menjadi lebih kuat di dimensi ini, tetapi mungkin belum cukup kuat untuk menghadapi Darkzero."


Arga membalikkan setelah mendengar ucapan Darkzhi yang terkesan memberi peringatan. Arga mengangguk sembari berucap, "terima kasih atas peringatanmu, aku berjanji akan membawamu pulang ke dimensi manusia."


Yang Arga katakan bukanlah hal abnormal. Dia serius dalam ucapannya. Darkzhi sebenarnya adalah seorang remaja laki-laki berusia tujuh belas tahun yang diculik dan dipaksa bergabung dalam organisasi Darkness. Setelah element kegelapan dalam dirinya musnah, kembali ke dunia manusia adalah hal yang sangat diinginkan Darkzhi sejak dirinya berubah menjadi Darkness Swordman.


Semenjak bertemu dengan Arga beberapa bulan yang lalu, ketika Darkzhi yang awalnya masih jahat. Pertarungannya dengan Arga membuat hati nuraninya perlahan bisa mengalahkan sifat jahat para Darkness Swordman, membuatnya bisa kembali memiliki sifat normal seperti manusia.


Sejak saat itu, Darkzhi berusaha menjadi baik supaya dibenci oleh semua anggota organisasi Darkness, kemudian dirinya akan dikembalikan ke dunia manusia. Tapi tidak, realita tak seindah ekspektasi.


Kehidupannya di dimensi kegelapan malah semakin sulit. Hidupnya menjadi tidak tenang. Di sana, dia menjadi seperti buronan yang paling dicari.


Akan tetapi, keputusan Darkzhi sudah bulat dan tak akan berubah, ia ingin menjadi baik. Setelah mengetahui hal itu, Arga mengajaknya berteman.


Dia awalnya ragu, tapi perlahan mulai mempercayai Arga setelah dia berjanji akan mengembalikannya menjadi manusia dan bersama-sama pulang ke dunia asalnya.


To be continued..


...----------------...

__ADS_1


Terima kasih buat kalian yang sudah membaca cerita ini. Scene kali ini berpusat pada flashback-nya Arga. Jadi, anggota Elemental yang nggak akan muncul ya^^


__ADS_2