
[Test Arc - #1]
...----------------...
Keesokan harinya, adalah hari dimana mereka akan mulai melakukan tes. Tes yang pertama adalah tes IQ.
Saat hari masih pagi, mereka berempat sudah stand by di suatu ruangan yang didesain mirip seperti ruangan kelas. Ada empat tempat duduk untuk siswa, dan satu tempat duduk untuk guru yang letaknya berada di bagian paling depan.
Kelasnya cukup luas, sederhana, namun modern. Di ruangan itu, terdapat layar yang sangat lebar, untuk menggantikan fungsi dari papan tulis. Tak hanya itu, meja belajar siswa juga sudah dilengkapi dengan layar juga. Bahkan lebih dari dua per tiga bagian dari meja adalah layar. Dan bagian pinggirannya terdapat tombol yang bentuknya seperti keyboard.
"Baiklah, kita akan memulai tes hari ini. Tes yang pertama adalah tes IQ. Untuk menjadi anggota dari 'Elemental Organization of Asia', kalian harus cerdas. Maka sebelum berlatih, kita terlebih dahulu harus melihat potensi, kelebihan dan kekurangan kalian. Apakah kalian sudah siap?" tanya Kapten Akira sebelum memulai tes untuk para juniornya.
"SIAP!" seru mereka berempat dengan kompak.
"Untuk memulai tesnya, kalian tinggal tekan tombol yang bertuliskan 'ctrl', 'i', dan kemudian 'q' secara bersamaan. Setelah itu, kalian langsung mengerjakan. Kuberi waktu tiga puluh menit ya." jelas Kapten Akira.
Mereka berempat mulai melakukan apa yang diminta untuk segera melakukan tes IQ. Mereka mengerjakan dengan santai, namun bersungguh-sungguh.
"Waktunya menunjukkan kehebatanku." batin Kim Dae-Vin sambil menyeringai, ketika ia melihat soal pertama tes IQ. Setelah melihat soal kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya, ternyata tidak terlalu sulit. Ada tiga puluh lima soal yang harus mereka selesaikan.
Berbeda dengan Kim Dae-Vin, Araya terlihat agak bingung setelah melihat soal-soal tes tersebut. Beberapa kali dia mengetukkan jarinya di meja saat dia berpikir.
...----------------...
Tiga puluh menit kemudian …
"Waktunya sudah habis. Mari kita lihat hasilnya." ucap Kapten Akira setelah melihat timer yang tadi dia setel selama tiga puluh menit. Timer tersebut berbunyi 'nit, nit, nit,' seperti dering di ponsel.
Mereka berempat sudah selesai mengerjakan. Kapten Akira menunjukkan hasil tes IQ mereka melalui layar utama yang berada di dinding paling depan.
Hasil tes IQ :
Kim Dae-Vin \= 153
Hanny Aretha \= 142
Zaaryan \= 136
Araya Putri \= 124
Rata-rata \= 138,75
"Kerja bagus untuk Dae-Vin dan Hanny. IQ kalian sudah melebihi batas minimal yang seharusnya." kata Kapten Akira setelah melihat hasil lengkap tes IQ.
"Batas minimal?" tanya mereka kecuali Kim Dae-Vin. Hal ini memang belum dijelaskan, jadi, masih banyak yang bingung.
__ADS_1
"Iya, batas minimal. Untuk menjadi anggota dari 'Elemental Organization of Asia', setidaknya kalian harus mempunyai IQ minimal 140. Araya dan Zaaryan, itu sudah bagus. IQ kalian sudah di atas rata-rata IQ manusia. Tapi, perlu ditingkatkan lagi ya." ujar Kapten Akira sebelum dia berjalan keluar dari ruangan sambil membawa sebuah tablet. Mungkin dia akan memberikan data-data itu kepada Profesor.
"Baiklah, aku akan pergi dulu. Kalian tetap di sini untuk mengikuti tes selanjutnya." lanjut Kapten Akira sambil sekilas menoleh ke belakang, kemudian dia berjalan ke luar dari ruangan itu setelah para juniornya itu mengangguk tanda mengerti.
Setelah itu, keadaan di ruangan tersebut menjadi sunyi. Tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara sepatah katapun. Bahkan saking sunyinya, suara napas mereka sampai terdengar.
Lima menit kemudian …
"Good morning team!" sapa Kak Aria dengan ceria ketika memasuki ruangan.
"Good morning!" jawab mereka berempat, tidak terlalu kompak. Ada yang semangat, ada yang lesu. Padahal semua sudah sarapan. Mungkin suasana hati yang mempengaruhi.
"Kalian kenapa? Sudah sarapan semua 'kan?" tanya Kak Aria ketika sampai di meja terdepan, dan setelah mendengar jawaban dari para juniornya. Ia sedikit mengernyit setelah menyadari seperti ada hal yang tidak beres.
"Sudah," jawab mereka berempat kompak.
"Baguslah kalau sudah. Ehem! Sebelum dimulai tesnya, Profesor memintaku untuk memberi tahu kalian, bahwa akan ada dua tes tambahan. Yaitu tes kedewasaan dan tes bakat. Kalian tunggu saja ya. Mungkin besok tes itu akan dilaksanakan."
"Tes kedewasaan? Apakah tes itu bisa untuk menentukan usia mental seseorang?" Araya bergumam pada dirinya sendiri. Dia baru tahu kalau ada tes seperti ini. Sebelumnya, tes yang seperti ini biasanya hanya untuk konten media sosial saja, kamera filter lebih tepatnya.
"Baiklah kalau begitu. Kita akan memulai tes kedua. Tes EQ! Kalian tinggal lihat berkas file di aplikasi pada layar meja kalian. Di situ sudah ada empat puluh polling. Nanti di layar utama ini, aku akan tunjukkan ke empat puluh soal tesnya ya. Kalian akan mengerjakannya selama empat puluh menit. Kalau belum selesai, nanti kuberi tambahan waktu." jelas Kak Aria sambil mulai mempersiapkan tablet yang dibawanya, sebelum menyalin soal tes EQ-nya di layar utama.
...----------------...
Empat puluh menit telah berlalu. Mereka masih mengerjakan soal yang ketiga puluh tujuh. Jadi, Kak Aria memberikan tambahan waktu untuk mereka selama tiga menit.
"Hmm, baiklah. Ini, sudah keluar hasil tesnya. Lumayan untuk kalian semua. Pertahankan ya." ucap Aria sambil menunjukkan senyuman ramah. Tapi, keempat junior yang berada di hadapannya memasang ekspresi seperti tidak puas.
"Kalian ini kenapa? Kenapa kalian terlihat tidak puas? Terutama kau, Kim Dae-Vin." tanya Kak Aria sambil melemparkan pandangannya ke arah Dae-Vin.
Sekilas laki-laki yang ditatap Kak Aria sedikit mengalihkan pandangannya sambil mulai berucap, "Tolong tunjukkan hasilnya." ucap Dae-Vin dengan nada datar dan ekspresinya juga sama.
"Baiklah-baiklah … ini dia."
Hasil tes EQ:
Hanny Aretha \= 124
Kim Dae-Vin \= 118
Zaaryan \= 115
Araya Putri \= 110
Rata-rata \= 116.75
__ADS_1
"Apa?! Aku dikalahkan?! Ini tidak bagus…" batin Dae-Vin, dia merasa sedikit kesal karena tidak menjadi yang pertama. Wajar saja, dia terobsesi dengan peringkat pertama. Biasanya, dia selalu menjadi yang pertama dan terbaik di sekolah. Dia selalu mencoba untuk menjadi yang terbaik dalam semua bidang. Tapi, itu wajar saja kalau ada salah satu bidang yang agak buruk bagi Dae-Vin. Semua orang kan punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
"Selamat untuk kalian semua. Rata-rata EQ-nya adalah 116.75. Sudah bagus, tapi belum memenuhi target, sebagai besar dari kalian belum melebihi batas minimal. Dan batas minimalnya adalah 120." ucap Aria menerangkan.
"Jadi, hanya aku yang sudah melebihi target?" tanya Hanny sambil menunjuk dirinya sendiri. Di luar dugaan menurutnya, dia juga tidak menyangka hal ini terjadi. Makanya dia bertanya untuk memastikan.
"Ya, benar sekali."
"Belum memenuhi target dan belum sampai batas minimal. Padahal sedikit lagi!" Dae-Vin menghela nafasnya singkat, kemudian dia memutuskan untuk melakukan persiapan sebelum tes nanti sore. Dia bertekad, untuk seterusnya dia akan menjadi yang pertama dan terbaik di antara ketiga rekannya yang lain.
"Baiklah, aku akan memberikan data-data ini kepada Profesor. Kuharap kalian bisa bersiap untuk tes nanti sore ya." ucap Kak Aria sebelum melangkahkan kakinya menuju pintu ke luar. Tapi sebelum itu …
"Tunggu sebentar!" ucap Araya yang membuat perhatian semua orang di sana tertuju padanya.
"Ada apa Araya?" tanya Aria dengan ramah.
"Eumm, kami harus memanggil Anda dengan panggilan apa? Bu Aria kah?" Araya bertanya.
"Iya, aku juga ingin menanyakan hal itu, kurasa panggilan 'Kak' itu sedikit …" Hanny mendukung pertanyaan Araya, tapi dia tidak melanjutkan kata-katanya.
Alih-alih menjawab, Aria malah tersenyum lebar.
"Apakah pertanyaanku itu terlalu aneh?" batin Araya sambil sedikit mengernyit bingung dan memiringkan kepalanya.
"Hihi … panggil aku Kak Aria. Aku itu belum tua tahu … baru dua puluh tahun. Kalau Akira, kalian memanggilnya Kapten, kalau Lee Hyun-Jae … hmm, aku tidak tau." jawab Kak Aria sambil tertawa kecil. Entah mengapa, dia tidak memberi tau panggilan untuk Hyun-Jae. Kira-kira, dia sendiri memanggilnya apa?
"Emm, baiklah. Maaf soal yang tadi." kata Araya setelah mendengar jawaban dari Aria.
"Tidak apa. Kalau sama aku tuh … Santai aja deh …" balas Kak Aria singkat. Dia sepertinya orang yang lumayan santai dan menyenangkan, tidak mudah terbawa suasana, dan tidak menganggap serius jika sedang bercanda.
To be continued..
...****************...
Note:
IQ : (Intelligence Quotients) adalah kemampuan seseorang untuk menalar, memecahkan masalah, belajar, memahami gagasan, berpikir, dan merencanakan sesuatu.
EQ : (Emotional Quotients) adalah kemampuan seseorang untuk mengenali, mengendalikan, dan menata emosi serta perasaan, baik itu perasaan sendiri maupun orang lain.
...****************...
Author note :
Terima kasih sudah membaca cerita ini.
__ADS_1
Maaf kalo menurut kalian banyak note nya. Itu cuma supaya menambah pengetahuan, dan mengingat-ingat kembali bagi yang pernah mempelajari. Yang nggak setuju, skip aja nggak apa-apa.
Jangan lupa like, komen, favorit dan vote supaya aku makin semangat dan bisa tepat waktu update nya.