Elemental Gen-Z

Elemental Gen-Z
Chapter 77


__ADS_3

[Headquarters Arc - #3]


...----------------...


Sekarang ini, Araya sedang berada di perpustakaan. Berdiri di depan rak buku yang tinggi dan penuh dengan buku-buku yang berjejer. Tinggi badannya memang tak seberapa jika dibandingkan dengan anggota lainnya. Beberapa kali Araya harus menaiki tangga untuk mencari buku yang dia rasa menarik.


"Hmm.. Buku-buku banyak sekali.. Sampai-sampai aku bingung mau baca yang mana." gumam Araya sambil mengamati deretan buku di barisan ketiga dari atas.


"Yang itu sepertinya bagus, Park-Hana." ucap Shiroi ketika lampu pada alat transformasi miliknya berkedip saat ia bicara.


"Yang mana?"


"Itu, judulnya 'The Biography of Elemental' di barisan kedua dari atas."


Araya mengangguk mendengar apa yang Shiroi bilang. Yah, seperti yang ia inginkan, ia ingin mengetahui biografi setiap anggota. Tapi, hanya sudut pandang umumnya saja yang dijelaskan.


Araya mencoba meraihnya, bahkan ia juga melompat kecil untuk bisa mengambil buku itu. Tapi tetap saja, ia tidak sampai.


"Kenapa tidak pakai tangga saja?" tanya seseorang dari arah belakangnya. Sontak, Araya menolehkan kepalanya ke belakang dan menatap orang yang bicara.


"Kak Lucas?" tanyanya setelah menyadari kalau di ruangan ini ia tidak sendirian. Sejenak ia melupakan pertanyaan Lucas barusan.


Kemudian, laki-laki bertubuh jangkung itu berjalan mendekati Araya, dan kemudian mengambil buku yang ingin Araya baca.


Tanpa bicara sepatah katapun, dia menyodorkan buku itu pada Araya.


"Terima kasih, Kak." Araya berterima kasih setelah menerima buku itu. Lucas tidak menjawab apapun, ia hanya membawa satu buku dan kemudian duduk di salah satu kursi yang tak jauh dari sana.


Masih di tempat itu, Araya mulai membuka-buka buku tersebut. Dengan seksama, ia membaca satu per satu biografi anggota Elemental, dari generasi pertama sampai generasi sekarang.


"Yang mana? Elemental Asia generasi ketujuh.." dalam hati, Araya berucap ketika pandangannya masih mengamati bagian daftar isi. Ia memang sempat membaca beberapa, namun belum menemukan apa yang ingin ia temukan, yakni biografi ayahnya.


"Nah ini, ada di halaman 77." setelah menemukan keterangan itu, Araya langsung membolak-balik halaman buku itu, hingga ia akhirnya menemukan yang dia cari.

__ADS_1


"Jadi, ini ayahku? Namanya Arga Adhyasta. Tidak ada nama samaran?" Araya mengernyit setelah sekilas membaca biografi ayahnya di buku itu. Ada fotonya, foto yang diambil sekitar dua belas tahun yang lalu. Memang benar, hanya ada nama asli yang tertera di situ.


"Kan nama samaran baru-baru ini, Araya." ujar Shiroi mengingatkan, Araya hanya mengangguk pelan. Memang benar yang Shiroi katakan, Araya hanya lupa saja.


"Tanggal lahir, 10 Februari 1978. Berarti sekarang sudah 43 tahun." kata Araya dalam hati sambil membaca. Sekilas, ia tidak ingat kalau di ruangan itu ada orang lain.


Araya pun melanjutkan kegiatan membacanya. Yang tadinya terkesan santai, kini dia mengubah ekspresinya. Terutama setelah ia membaca bagian yang memberi tau kalau Arga dinyatakan kalah dalam misi terakhirnya saat mencoba mengalahkan Darkzero.


Araya menggigit bibir bawahnya, tangan kirinya terkepal, sedangkan tangan kanannya masih memegang buku.


"Berdasarkan saksi dari rekan-rekannya, ada kemudian kalau ayah masih hidup. Hanya saja, aku tidak tau sekarang ayah ada di mana." pikir Araya sambil berpikir kalau suatu saat nanti, ia akan kembali bertemu ayahnya secara langsung. Tentu awalnya ia hanya berkhayal, ia juga masih belum mulai dilatih dalam anggota primer ini. Latihan yang pastinya beberapa kali lipat lebih berat dari latihan di markas.


"Hey tenanglah," ujar Shiroi setelah merasakan ada aura aneh yang ke luar dari dalam diri Araya.


Araya menghela nafas panjang, "aku tidak akan diam saja." Ucapnya sambil sedikit menjauhkan buku itu dari wajahnya.


"Kamu belum membaca lanjutannya."


Setelah mendengar yang Shiroi katakan, Araya langsung membalik halaman buku itu, tepat pada halaman tujuh puluh delapan. Di situ, ia menemukan sesuatu. Seperti surat yang menempel pada kertas buku itu, hanya saja ditulis tangan oleh seseorang.


"Untuk seseorang, tolong sampaikan pesanku pada putri tercintaku, namanya Araya. Dia masih umur setahun, tapi tolong. Suatu saat nanti, beri ia surat untuk bergabung dengan organisasi. Bukan untuk apa-apa, hanya saja, aku ingin ia tumbuh jadi gadis yang kuat dan tangguh. Sampaikan maksudku ini pada Araya saat ia sudah berumur tiga belas tahun.


Dan ketika Araya sudah resmi menjadi anggota, ketahuilah kalau aku selalu mendukung. Meskipun belum lama aku bertemu dengannya, aku tau kalau kelak ia akan menjadi anak yang baik. Di manapun aku berada saat ini, aku yakin suatu saat nanti Araya pasti akan berhasil menemukan aku dalam keadaan apapun.


Araya sayang, kamu berlatihlah dengan sungguh-sungguh. Ayah yakin kalau kamu pasti bisa menjadi anggota Elemental yang baik, lebih baik daripada ayah. Jangan pernah padam semangatmu ya."


Kedua tangan Araya bergetar setelah membaca tiga paragraf itu. Matanya berkaca-kaca. Bagi sebagian besar anggota, mereka menganggap kalau surat itu hanyalah bualan semata. Namun, dua anggota lain yang satu regu dengan Arga menolak keras tanggapan mereka. Mereka selalu mendukung Arga. Mereka yang sekarang dikenal dengan sebutan Profesor F dan Profesor R.


"Ayah, Araya pasti bisa selamatkan ayah." ucap Araya tanpa suara. Matanya semakin berat, dan pada akhirnya..


DUK!


Buku yang ia pegang tadi terlepas dari pegangannya, terjatuh, dan kemudian tertutup. Araya telah tertidur.

__ADS_1


Suara buku jatuh barusan berhasil menarik perhatian Lucas. Ia menoleh ke belakang dan menatap Araya yang telah tertidur di depan rak buku.


"Dia tidur?" gumamnya sambil mengamati Araya yang tengah tertidur. Memang, banyak yang mengantuk setelah membaca buku, berbeda dengan membaca di gadget.


Kemudian, Lucas berjalan mendekati Araya. Berjalan tanpa mengeluarkan suara. Dia berjongkok tepat di depan Araya, menatapnya lamat-lamat, kemudian menatap buku yang tergeletak di depannya.


Dia mengambilnya, dan membaca judulnya sekilas.


"Jadi, ini yang dia baca." lirihnya sambil mengembalikan buku itu pada tempatnya di rak. Setelah itu, dia kembali duduk tepat di samping Araya.


Diamatinya wajah samping gadis yang sedang terlelap itu. Kemudian, Lucas melepas jaketnya, lalu memakainya pada Araya supaya tidak kedinginan.


Lima belas menit berlalu, dan ia masih di situ. Masih membaca buku yang tadi sambil sesekali memerhatikan Araya.


"Akh! Apa yang aku lakukan? Tidak boleh! Dia adalah anak emas yang digadang-gadang bisa mengalahkan Darkzero! Jangan rusak masa depannya!" batinnya sambil meremas kasar rambutnya yang berwarna biru gelap. Dia juga seorang pengendali elemen air, seperti Kim Dae-Vin. Hanya saja, tingkatan dan kemampuannya lebih tinggi.


Tangan kirinya bergetar, dan kemudian terdengar suara pelan dari alat transformasi yang juga dia kenakan. "Kamu masih mau di sini?" tanyanya pada Lucas.


"Sepertinya iya, aku tidak bisa membiarkannya sendirian di sini." jawabnya dengan suara pelan yang terkesan berat. Tentu alasan ia menelankan suaranya itu adalah supaya tidak menggangu Araya.


"Hati-hati, jangan berbuat aneh-aneh."


"Iya-iya." jawabnya singkat, kemudian memejamkan matanya. Ia juga tertidur di situ, tepat di sebelah Araya.


...----------------...


Di tempat yang berbeda dan waktu yang sama, Ryusei alias Kim Dae-Vin duduk termenung di kursi meja belajarnya. Perasaannya tidak nyaman. Terutama, ia memikirkan keadaan Araya yang aslinya tidak perlu lagi dipikirkan. Toh, Araya bisa menjaga dirinya.


Dengan gusar, ia mencoret-coret selembar kertas HVS kosong yang tergeletak di depannya. Pikirannya sedang kalut saat ini.


"Araya, kuharap kamu baik-baik saja. Aku juga akan menjaga diriku dari mereka." gumamnya sambil melihat apa yang berhasil ia gambar dengan emosi yang bercampur aduk.


Mereka yang dimaksud Dae-Vin adalah para anggota perempuan yang juga bagian dari regu sekunder. Tiga di antara tujuh anggota adalah perempuan, mereka semua juga menyukai Dae-Vin. Urusan yang cukup rumit.

__ADS_1


**To be continued..


Terima kasih sudah membaca.. Jangan lupa dukungannya ya** ^^


__ADS_2