GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
9. Borderline personality disorder


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul 9 malam, Naya terbangun dari tidur panjangnya yang menyakitkan.


Ia berusaha berdiri dengan area intimnya yang terus mengeluarkan darah.


Jika ditanya dimana guru BK? Maka jawabannya adalah tidak ada, ia meninggalkan Naya begitu saja setelah nafsunya sudah terpenuhi.


Naya memeluk tubuhnya sambil terus meringis saat ia berjalan, ia berjalan tertatih menyusuri sekolahan yang sudah gelap gulita.


Setelah berhasil keluar dari sekolahan itu Naya melihat segerombolan para laki laki yang sedang berpesta alkohol.


Dengan menahan takut Naya melalui jalan itu, karena tak ada jalan lain lagi menuju arah rumahnya selain jalan itu.


Seorang laki laki yang memiliki tato dilengan menatap Naya dengan lapar, apalagi tampilan Naya yang sedikit terbuka.


"hay baby" sapa laki mendekati Naya, ia mengelilingi badan Naya.


"minggir" ucap Naya berusaha melewati laki laki didepannya, namun terus dihadang.


"hey,,, mau kemana buru buru hah!" laki laki itu menahan bahu Naya, membuat gadis itu spontan mundur.


"jangan berani menyentuhku" bentak Naya.


"jangan menyentuh, tapi tampilanmu lebih berantakan dari seorang ******" sahutnya tepat didepan wajah Naya.


Plakkk


Dengan hati yang marah tanpa sadar Naya menampar laki laki itu dengan kuat hingga tertoreh kesamping.


"JANGAN MENGHINA KU, BRENGSEK" teriak Naya terasa amat kacau yang sedari tadi pagi terus mendengarkan cacian orang orang.


Plakkk


Kini bukan Naya yang menampar melainkan laki laki itu.


"DAN LO ******....JANGAN PERNAH NAMPAR GUE, ANJING" teriaknya tak kalah nyaring, membuat Naya semakin geram.


"PERGI... AKU MAU PULANG" berusaha menggeser tubuh laki laki itu, namun tak bisa.


"gak... Gue gak bakalan lepasin lo gitu aja, ada bayar yang harus lo terima karena udah berani nampar gue" ia mendekati Naya, membuaf gadis itu refleks memundurkan langkah kakinya.


"lepasin aku atau aku bakalan teriak" Ancam Naya.


"teriak aja kalo lo bisa, disini hanya ada gue sama temen temen gue *****" ia tertawa dengan keras melihat wajah ketakutan Naya.


"pergiiiiiii......"


"ambil obat dan minumannya" perintah laki laki itu pada temannya.


Dengan cepat ia mencekoki Naya dengan 5 butir obat dan minuman yang kadar alkoholnya sangat tinggi.


Membuat gadis itu seketika tumbang kembali tak sadarkan diri.

__ADS_1


"You will be a delicious meal, baby" ucapnya sambil menjilat bibirnya sendiri dengan tatapan lapar.


Dijam ini, detik ini dan hari ini menjadi keburukan yang paling buruk yang terjadi pada Naya.


Ia menjadi mangsa bergilir oleh sekumpulan manusia manusia bejat, yang amat haus akan nafsu tanpa memikirkan nasib gadis yang mereka rusak secara bersama.


Secara fisik, mental tak ada yang tersisa, hanya rasa malu dan penghinaan yang akan Naya terima sepanjang hidupnya.


Saat kelemahannya menjadi santapan buas para laki laki tak bermoral.


"semoga kematian lekas menghampiriku" batin Naya.


...***...


Naya berjalan dipinggiran jembatan dengan darah yang sudah mengerti diarea intimnya serta wajahnya yang sudah babak belur.


Pendarahan yang begitu hebat membuat Naya memaksakan dirinya terus berjalan menuju rumahnya.


"s...sa-sakit..." rintih Naya.


Tiba sebuah mobil menepi mendekatinya, membuat Naya seketika menghindar dan meringkuk menutup telinga dan matanya.


"tuhan, jangan lagi" batin Naya.


Sampai sentuhan lembut dan dingin menyapa pipinya "sayang..." panggilnya dengan lembut.


Ia lah Ezza yang kaget saat menemukan keberadaan Naya, karena dari pagi ia mencari gadis itu dengan gelisah.


"apa yang terjadi hm" tanyanya sembari menangkap pipi Naya yang terasa amat dingin, kening dan wajah Naya yang terluka ia beli dengan lembut agar tak menyakiti kekasihnya.


"mereka...me-mereka" sehingga terlintas kembali bayangan yang menjijikan itu dipikirkan Naya.


Naya langsung mendorong tubuh Ezza hingga tersungkur, ia menggosok badannya dengan kasar menggunakan kuku kuku sampai kulitnya terluka.


"AKKHHHHH JANGAN... JANGAN MENDEKAT JANGANNNNN" teriak Naya histeris dan mengacak rambutnya frustrasi.


"hey baby, ini aku" mendekati Naya secara pelan pelan.


Namun Naya kembali teringat saat orang orang itu mengikat tangannya dan menjadikan dirinya mainan menjijikan.


Dengan kasar Naya kembali mendorong Ezza "JANGANNNNN....JANGAN MENDEKATTT, JANGAN SAKITIN AKUU....JANGAN PUKUL AKU, AGRHHHHH" jeritnya membuat Ezza kaget dan langsung memeluk Naya.


Naya memberontak, ia memukul serta menggigit bahu Ezza dengan keras hingga berdarah.


"LEPASSSS... LEPASIN AKU, JANGAN SAKITIN AKU....."


"shuuuttt.....baby, tenang ya"


Namun tak ada ketenangan yang Naya dapat, ia terus memberinya dan menggigit lengan Ezza.


"LEPASSSS BRENGSEKKK,,, LEPASSS"

__ADS_1


"baby......sadar ya sayang, kamu aman" lirihnya dengan lembut sambil mencium surai hitam milik Naya.


Merasakan kelembutan itu, Naya mulai melemah dan tak lagi memberontak.


Merasa sudah tenang, Ezza melonggarkan pelukannya. Ia menatap wajah Naya, mencium penuh kelembutan diseluruh wajah gadisnya.


Tak lama Naya ambruk dipelukkan Ezza dengan darah yang semakin banyak mengalir di area pahanya.


Ezza langsung membopong tubuh gadis itu menuju rumah sakit.


...***...


Disebuah ruangan serba putih, dengan dokumen dokumen yang menunjukkan hasil pemeriksaan seorang pasien.


Saat ini dokter paru baya bernama tag " Daffa Emmilio " duduk didepan seorang pemuda yang berparas rupawan.


Dengan setelan jas mewah dan seorang Sekretaris disampingnya.


"Bagaimana?" tanyanya dengan wajah tegas.


"tuan El, keadaan nona benar benar buruk. Kekerasan serta trauma yang dialami nona sangat besar, setelah ini kemungkinan besar nona akan mengalami depresi berat"


Sambil menunjukan hasil diangnosanya "berikan pengobatan terbaik untuk manisku"


"tuan El....ini bunga masalah pengobatan, dalam keadaan nona seperti ini hanya kasih sayang orang orang disekitarnya atau nona akan mengalami Borderline personality disorder"


Brakkkk


El menggebrak meja dengan kuat "apa yang kau katakan, hah!" mencengkram kerah dokter didepannya.


"itulah kebenarannya tuan El, jika terus dibiarkan kondisi kelainan perilaku yang  nona miliki, akan memunculkan karakteristik seperti ketidakstabilan hubungan dengan orang lain disekitarnya, akan sulit mengenal identitas dirinya , dan emosi yang akan selalu membuat ia serasa dihantui atau lebih mengerikannya nona bisa saja mengalami Self Harm"


Cengkraman El berubah melonggar "sebesar itukah dampak yang mereka buat" lirihnya.


Ia kembali duduk dengan tatapan sayu, ia hampir menangis mendengar kondisi gadis yang selama ini selalu ia pantau dari kejauhan.


"tuan..." panggil Devan, kemudian ia membisikan sesuatu pada El.


"Brengsek..." Maki El setelah mendengar berita yang dibawakan oleh Devan kepadanya.


...***...


Diruangan serba putih Naya meringkuk ketakutan, ia menggigit ibu jari ya hingga berdarah.


Ia menatap sekitarnya dengan was was, matanya merah dan sembab.


Sampai Ezza memasuki ruangan itu dengan ekspresi terkejut saat melihat Naya yang berantakan.


"baby" panggilnya dengan lembut sambil mendekati Naya.


"Pergi..." tatapan Naya berubah benci pada Ezza, membuat laki laki itu mematung ditempat.

__ADS_1


__ADS_2