
Kini Naya dan Ezza berada dipinggir jalan menunggu pesanan yang sejak tadi belum kunjung datang.
Namun sejak tadi Naya terus melamun, tenggelam dalam dunia pikirannya "hey... Are you okey?" tanya Ezza.
"aku semakin curiga sama sesuatu yang disembunyikan Nor's, saat aku menggeledah ruangan Abraham" Naya mengeluarkan dokumen yang berisi data diri banyak gadis termasuk putri Daffa.
Ezza mengambil dokumen itu dan meneliti isinya, benar... Ada yang mencurigakan dari catatan dokumennya.
"isi dokumen ini terlalu aneh, mereka meletakkan harga dan juga kualitas disetiap data diri. Alamat yang mereka kunjungi disetiap data juga berbeda beda.... Bahkan yang anehnya kenapa semuanya tercetak dibawah umur" terang Ezza.
"aku juga berpikir begitu! Dan lebih parahnya putri ayah Daffa juga tercantum sebagai VVIP, apa rahasia yang mereka sembunyikan selama ini?"
"apakah Naya anak dokter Daffa bekerja sama dengan mereka?" terka Ezza, Naya menggeleng pertanda menolak pikiran Ezza.
"tidak! Aku juga dengar ia menelepon seseorang dan mengatakan hal yang aneh. Siapa yang di telepon? Dan kenapa mereka kaget Naya anak ayah Daffa kembali hidup"
"terlalu membingungkan! Aku yakin mereka juga memiliki seseorang yang berkedudukan hingga melindungi mereka" sahut Ezza.
Asik membahas masalah Naya, seorang perempuan menggunakan pakaian formal dan berwibawa sedang memesan makanan.
Pandangan Naya teralihkan dengan senyum mengembang "ka anggi..." panggil Naya.
Anggi... Masih ingatkan pengacara yang melindungi Naya dari jeratan jeruji besi.
"siapa?" tanya Anggi bingung.
"ini aku kak! Naya yang kasusnya kaka pegang" jelas Naya.
"saya gak kenal kamu" jawab Anggi.
"pantes kaka gak kenal, aku operasi ka. Aku mengalami kecelakaan serius makanya oplas" jelas Naya.
"ya tuhan Naya....kaka kangen banget sama kamu dek, kaka juga mampir ke rumah kamu tapi bunda kamu bilang, kamu udah meninggal"
"kaka ke rumah aku?"
"iya..."
"emmm bu-bunda sehat kak"
"kayaknya sehat dek, soalnya pas kaka kesana juga ada laki laki disamping bunda kamu"
"o-oh gtu" wajah Naya yang awalnya ceria berubah menjadi sendu.
"secepat itu bunda nemuin pengganti ayah" batin Naya.
Menyadari perubahan ekspresi gadisnya, Ezza langsung mengusap lembut tangannya.
Naya menatap wajah Ezza, laki laki itu hanya menampilkan senyum tipis dan anggukan kecil.
"kak kita ngobrol disana aja yuk....gak enak nih ngobrol sambil berdiri gini" Naya menuntun tangan Anggi menujuĀ sebuah meja kosong.
"gimana sekolah kamu?" tanya Anggi.
"lancar kak, kalo kakak gimana kerjaannya?"
__ADS_1
"numpuk Nay, mana kaka harus nyelidikin kasus sebuah perusahaan"
"emangnya perusahaannya kenapa kak?"
"mereka melakukan investasi bodong, ditambah dengan sindikat peredar narkotika. Tapi sampe saat ini kaka belum nemuin bukti apapun" keluh Anggi.
" berat banget sih, apa lagi sindikat kayak gitu gak cuma satu dua orang aja. Tapi ratusan atau bahkan bisa ribuan, tapi yang harus kita cari ya kepalanya... Kalo cuma nangkep anak buahnya doang gak bakalan bisa berhentiin kegiatan mereka " jelas Naya.
"oleh karena itu kaka harus diam diam nyelidikin tempat itu, bahkan kaka juga pura pura kerja disana demi nemuin bukti yang kongkrit"
"aku gak bisa bantu kaka, karena aku juga punya urusan yang gak bisa ditinggal. Tapi aku doain semoga kerjaan kaka ceoat kelar ya"
Anggi tersenyum haru mendengar penuturan Naya, gadis yang dulu penakut sekarang sudah tidak ada lagi.
Tatapan tajam, wajah yang imut bercampur anggun, serta penuturan yang berwibawa membuat ia semakin terkesan.
***
Sesampainya diapartemen milik Ezza, wajah Naya tiba tiba berubah menjadi pucat.
Baru saja ingin melangkah, Naya sudah terjatuh sambil memegang perutnya.
"hey....are you oke baby" tanya Ezza khawatir.
Naya hanya memejamkan mata sambil terus memegang perutnya "s-sakit" rintih Naya.
Ezza langsung menggendong Naya ala bridal syle, ia langsung membawa Naya kekamarnya.
"kamu tahan ya.... Aku hubungin dokter"
Naya memegang tangan Ezza "ja-jangan..." namun Ezza meletakkan jari telunjuknya di bibir Naya.
"tap-"
"no baby... Tidak ada perdebatan atau penolakan"
"ak-"
"tunggu disini aku akan segera memanggil dokter"
Ezza langsung meninggalkan Naya yang masih mengerang kesakitan.
Ia langsung menghubungi dokter dan David, setelahnya ia kembali kekamar dan menemukan noda darah di tempat tidurnya yang sangat banyak.
"NAYAAAA" pekik Ezza.
Beberapa jam kemudian.....
Dokter perempuan keluar dari kamar Ezza setelah memeriksa keadaan Naya.
"Bagaimana keadaan kekasih saya?" tanya Ezza.
Dokter itu hanya tersenyum simpul "bapak tidak usah khawatir, hal ini sudah biasa terjadi" jelas Dokter.
"BIASA ANDA BILANG HAH! BAGAIMANA BISA BIASA AJA, SAAT BANYAK DARAH TADI" bentak Ezza kepalang emosi mendengar penuturan Dokter.
__ADS_1
"tuan-" panggil David namun tak di gubris oleh Ezza.
"diam.... Apa kamu ingin membela Dokter ini hah!" into asi suaranya pun masih tinggi.
"tidak tuan" sahut David dengan cepat.
"katakan sejujurnya, gadis ku kenapa hah" ia mencengkram kearah Dokter perempuan itu.
Seketika pintu kamar terbuka dengan kasar, wajah Naya berubah seperti macan saat menatap Ezza.
"lepasin cengkraman kamu atau kita putus" Ancam Naya.
"tapi sayang.... Dia uda-"
"lepasin sekarang atau kamu aku hukum" Naya berkaca pinggang.
Ezza melepaskan Dokter itu dengan mulut yang menggerutu.
"aku itu cuma haid, udah aku bilang gak usah panggil dokter" kesal Naya.
"y-ya aku kan gak tau, aku kepalang khawatir baby"
"khawatir kamu itu berlebihan tau gak.... Mana-"
"ASTAGFIRULLAH.... EZZA KAMU APAIN ABANG TUKANG KETOPRAKNYA" teriak Naya, melihat penjual ketoprak sudah comoang camping.
"A-aku ki-kira kamu sakit karena makan makanan dijalan tadi" Ezza menundukkan kepalanya.
"berdiri kamu disana, sambil angkat kedua tangan kamu" titah Naya.
Ezza mengeleng dengan mata yang berkaca kaca "engghak mwuuu" suaranya terdengar seperti anak kecil yang dimarahin ibunya.
"sekarang" perintah Naya tak bisa dibantahkan, Ezza langsung menuruti hukumun sang kekasih.
Tindakan itu membuat David melongo "njirrr.... Itu serius tuan gue, kok jadi lembek kayak kerupuk seblak sih" batin David melihat penomena langka bersama sang Dokter.
"tau kesalahannya kamu apa" tanya Naya, saat melihat Ezza berdiri sambil mengangkat kedua tangannya.
"iy-iyha twuu... Hisk"
"mau tanggung jawab gak?" tanya Naya lagi.
"iya Ezza, bakalan tangghuwng jawab... Hisk" air mata Ezza mulai turun saat diintrograsi oleh Naya.
"bagus.... Hukumannya adalah kamu harus ganti rugi sama abang dagang dan minta maaf sama dokternya.. Ngerti?"
Ezza langsung menganggukan dengan cepat seperti bocah "bangun dan laksanakan"
Ezza bangun dan langsung meminta maaf pada dokter, tak lupa ia mengganti kerugian pada sang pedagang.. Berupa emas 50 karat, mobil, rumah dilingkungan elit serta uang sebesar 200 juta.
"udah" adunya pada Naya setelah melaksanakan perintah Naya.
"Come here" Naya merentangkan kedua tangannya membuat Ezza langsung masuk dalam pelukannya.
"maafin Ezza udah nakal" tangis Ezza memeluk perut Naya.
__ADS_1
"oke... Udah aku maafin. Tapi janji jangan gitu lagi oke"
"janji"