GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
episode 47


__ADS_3

Rey memarkirkan sembarangan mobil yang ia kendarai tadi, Rey langsung masuk kedalam Cafe menemui Sella karena Sella lah yang tau persis tentang kejadian tadi. Sebelum menemui Sella Rey terlebih dahulu menemui anak buah yang ia utus untuk menjaga Ayrin, Rey menghajar semua anak buah yang lalai menjaga Ayrin. Mereka hanya diam menerima semua pukulan Rey, Mereka sadar jika memang mereka yang salah karena telah lalai menjaga Nona nya.


"Aku membayarmu mahal untuk menjaga wanitaku, Bukan untuk bersenang-senang, Kenapa kalian lalai menjalankan tugas?" Rey bertanya setelah puas menghajar semua anak buahnya.


"Maaf Tuan kami telah lalai" Jawab salah satu dari mereka.


"Apa maafmu bisa mengembalikan wanitaku hah?"


"Maaf Tuan,, Secepatnya kami akan menemukan Nona"


"Cepat segera temukan Wanitaku" Perintah Rey pada semua anak buahnya yang ada di situ.


"Baik Tuan" Jawab mereka serempak, setelah itu mereka membubarkan diri dan mulai mencari Ayrin.


"Kenapa Ayrin bisa di culik, Sedangkan kau ada di sampingnya" Tanya Rey saat sudah berada di depan Sella. Sekuat tenaga Rey menahan emosinya saat berbica dengan Sella.


"Ma..ma..maaf Tuan Maaf" Hanya kata itu yang keluar dari mulut Sella, Sungguh Sella takut dengan tatapan tajam Rey.


"APA MAAF MU BISA MENGEMBALIKAN AYRIN SEKARANG" Rey sudah tidak bisa lagi menahan emosinya.


"Maaf kan saya Tuan kejadiannya begitu cepat"


Brak...Menggebrak meja kuat Rey meluapkan semua emosinya, Beruntungnya Zayn datang di waktu yang tepat sebelum Rey kembali meluapkan emosinya.


"Tuan tenanglah, saya mohon kontrol emosi Tuan" Zayn berdiri di tengah Rey dan Sella mencoba meredakan amarah Tuan nya agar tidak sampai melukai wanita di belakangnya.


"Bagaimana aku bisa tenang jika sampai sekarang aku tidak tau dimana keberadaan Ayrin"

__ADS_1


"Tuan Sebaiknya kita memeriksa CCTV di Cafe ini"


CCTV..Kenapa tidak terfikirkan olehnya sejak tadi, ke khawatirannya pada Ayrin membuat fikiran Rey tak bisa bekerja dengan baik, Rey dan Zayn segera masuk ke ruang CCTV di ruangan itu untuk melihat apa yang terjadi, Setelah mengetahui kejadian itu Zayn meminjam laptop milik Cafe itu untuk meretas CCTV di setiap jalan yang ada di kota itu, Butuh waktu yang lumayan lama akhirnya Zayn dapat menemukan kemana Ayrin dibawa pergi, Rey juga melacak keberadaan Ayrin melalui GPS di Ponsel Ayrin, Rey dan Zayn segera menuju tempat dimana keberadaan Ayrin berada, Sebelum pergi Zayn berpesan pada Sella untuk segera pulang dan beristihat karena Sella juga terluka saat seseorang itu mendorongnya ke jalanan.






Seseorang itu membawa Ayrin ke sebuah gudang kosong yang sudah lama tak terpakai yang cukup jauh dari kota, Ayrin terbangun dari pingsannya dengan tangan dan kaki yang terikat di kursi, Pandangannya menyapu seluruh ruangan tempat ia berada, Ruangan gelap yang sangat kotor dan berbau apek seperti ruangan yang sudah lama tak terpakai, Ayrin mengingat-ingat kembali kenapa ia bisa sampai di tempat ini, Setelah mengingat kejadian itu Ayrin berteriak meminta tolong.


"TOLONG" Teriak Ayrin


"TOLONG......" Ayrin berteriak sekuat tenaga.


Brakk...Ayrin terlonjak kaget dari duduknya saat seseorang membanting pintu ruangan itu dan berjalan mendekatinya.


"A..anda siapa" Suara Ayrin sedikit tercekat saat orang itu berada di depannya, Ayrin tidak dapat melihat dengan jelas wajah orang di depannya itu karena minimnya pencahayaan.


"Kau tidak perlu tau siapa aku ******," Orang itu menjawab pertanyaan Ayrin.


"Apa salah ku? kenapa kau menculikku?"


Mencengkram kuat pipi Ayrin orang itu berkata dengan penuh emosi "Kau tidak salah tapi kekasihmulah yang salah"

__ADS_1


Ayrin menggerakkan kepalanya kesana kemari agar orang itu melepaskan cengkraman di pipinya dan hal itu membuahkan hasil "Apa maksudmu?" Tanya Ayrin setelah pipinya tak lagi di cengkram.


"Kekasihmu telah menghilangkan Ayahku dan aku bersumpah akan membalasnya, Akan aku hancurkan hidupnya seperti dia mengahncurkan hidup keluargaku" Dengan berapi-api orang itu mengeluarkan semua emosinya.


Jantung Ayrin berdetak sangat kuat saat mendengar jika Rey pernah menghilangkan seseorang "Tidak...Rey tidak mungkin membuat ayahmu hilang"


Dengan masih di selimuti emosi orang itu kembali mengcengkram pipi Ayrin dengan lebih kuat hingga kukunya menancap di pipi Ayrin "Kekasihmu adalah seorang pembunuh,PEMBUNUH....aku akan membunuhmu agar dia tau bagaimana rasanya kehilangan orang yang dia sayang"


Fabian Damitri...Anak dari Indrayan Damitri seseorang yang telah hilang tanpa jejak karena Rey menuntut balas, Ayahnya hilang tanpa jejak hingga sampai saat ini belum ada kabar tentangnya, bukan hanya itu saja Perusahaan keluarganya juga hancur, Ibu nya di masukan ke Rumah Sakit Jiwa karena sikisnya terganggu dan adik perempuannya tidak bisa melanjutkan kuliahnya, hidup mereka benar-benar hancur karena Rey, Karena hal itu Fabian ingin balas dendam dengan apa yang sudah Rey lakukan kepada keluarganya.


Sudah berbulan-bulan ia mencari informasi tentang kelemahan Rey dan bagaimana cara menghancurkan seorang Reynan Victori, Tepatnya satu bulan yang lalu akhirnya Fabian mengetahui hal yang menjadi kelemahan Rey, Fabian tau kekasihnya adalah kelemahan Rey. Fabian mulai menyusun rencananya setelah mengetahui kelemahan Rey, Berhari-hari ia mengikuti kekasih Rey hingga ia menemukan waktu yang tepat untuk menculik kekasih Rey. Fabian sudah yakin dengan cara balas dendamnya baginya kehilangan di balas dengan kehilangan, Fabian sudah tidak sabar melihat kehancuran Rey.


"kahilangan di balas dengan kehilangan, Aku tidak sabar melihat Rey menderita saat melihat kekasihnya tidak di temukan d manapun,HAHAHAHA" Fabian Tertawa keras membayangkan rencananya akan berhasil.


Sedangakn Ayrin semakin ketakutan melihat Fabian tertawa keras dengan mata yang nyalang memandang nya, Air matanya tak berhenti mengalir dari matanya, Ayrin berharap Rey cepat menemukannya, Fabian menampar pipi Ayrin berkali-kali hingga pipi Ayrin membiru memar, Sudut bibir nya sudah robek hingga mengeluarkan darah, Bukan hanya pipi saja Fabian juga mencekik leher Ayrin, Ayrin sudah tidak mampu lagi menahan sakit akibat pukulan yang Fabian berikan hingga akhirnya ia kian melemah, ia pasrah jika memang ia harus mati saat ini namun sebulum ia mati ia ingin berdoa kepada Tuhan semoga Tuhan selalu memberikan kebahagian untuk Rey.


Dan di saat harapannya kian hilang Tuhan mengirimkan penyelamat untuk menyelamatkannya, Rey masuk di ikuti Zayn di belakangnya dengan mendobrak pintu hingga pintu itu terlepas dari tempatnya, Fabian terlonjak kaget saat mendengar pintu di dobrak, Ayrin tersenyum tipis sebelum kesadaranya benar-benar hilang. Fabian melepaskan tangannya dari rambut Ayrin ia menatap Rey yang menatapnya bak tatapan elang yang siap memangsa makanannya, Fabian sedikit takut dengan Rey namun tekatnya sudah bulat untuk balas dendam.


Mata Rey menyalang melihat kondisi Ayrin yang sangat mengenaskan, Tanpa menunggu waktu lagi Rey membabi buta menghajar Fabian dengan seluruh tenaga yang ia punya Rey tak membiarkan kesempatan untuk Fabian berbalik menghajarnya. Zayn menarik Rey agar berhenti menghajar Fabian karena Nona nya lebih penting untuk sekarang.


"Tuan,,bukan sekarang saatnya anda menghabisi dia, Nona lebih penting untu sekarang, Nona harus segera di bawa ke Rumah Sakit" Ucap Zayn setelah berhasil menjauhkan tubuh Rey dari Fabian.


Rey langsung tersadar dengan ucapan Zayn, Dengan cepat Rey menghampiri Ayrin dan membuka tali yang mengikat Ayrin, Air matanya jatuh saat melihat kondisi Ayrin yang begitu menyedihkan, Hatinya seperti di tusuk-tusuk pisau saat melihat banyak luka di wajah Ayrin. Menggendong Tubuh Ayrin Rey berjalan keluar dari gudang itu, Namun langkahnya terhenti saat seseorang masuk ke dalam gudang itu.


..."BAGAIMANA PART INI"...


...JANGAN PADA NYERANG AUTHOR YA,ANGGAP SAJA INI UJIAN SEBELUM PERNIKAHAN,AUTHOR JANJI INI YANG TERAKHIR...

__ADS_1


...JANGAN LUPA BERI AUTHOR DUKUNGAN YA TERIMAKASIH😇...


__ADS_2