GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
happiness 09


__ADS_3

Perjuangan Ayrin dan Rey untuk mendapatkan Albiyan mengharuskan mereka merelakan untuk jarang bertemu, Walau harus bolak-balik Indonesia-Rusia demi kebahagiaan istriny Rey tidak pernah keberatan sama sekali walaupun ia harus merekalan waktu bersama keluarganya.


Rey menyerahkan urusan Kantor kepada Papi Arian dan Ayah Zayn itu juga saran dari mereka berdua agar Rey dan Zayn fokus untuk mencari keberadaan Ibu Albiyan.


Seringkali Bubu dan Buba menanyakan kemana Daddy nya pergi kenapa jarang pulang dan masih banyak pertanyaan lainnya, Namun Ayrin berhasil meyakinkan Bubu dan Buba jika Daddynya sedang ada pekerjaan penting yang menggharuskan Daddy mereka tidak pulang.


Ayrin tau anak-anak nya merindukan sosok Ayah nya namun apalagi Aylen yang terasa gelisah dalam tidurnya karena tidak measakan gendongan Daddy nya, Ayrin terus memberikan pengertian kepada anak-anak, Perkembangan mental Albiyan semakin membaik kini Albiyan sudah kembali lancar berbicara, Setiap hari rumah selalu di isi dengan suara riuh tawa anak-anak, Tak di pungkiri Ayrin juga merindukan Rey namun ia berusaha meyakinkan diri jika perjuangan ini akan berakhir bahagia.


Waktu cepat berlalu tak terasa sudah tiga bulan pencarian Rey dan Zayn belum membuahkan hasil, Luas nya Negara Rusia membuat mereka sulit menemukan dimana Ibu Albiyan tinggal, Seluruh anak buah Zayn sudah menyebar namun belum juga menemukan hasil, Sampai pada akhirnya kabar bahagia datang dari salah satu anak buah Zayn yang menemukan keberadaan Ibu Albiyan.


Tanpa membuang waktu lagi Rey dan Zayn langsung menuju ke sana, Jalan yang berbelok dan menanjak tak membuat Rey enggan menuju kesana, Ia ingin segera mengakhiri pencarian ini dan kembali pulang ke Negara nya dan bertemu anak dan istrinya.


Rey tiba di sebuah desa yang sangat terpencil pantas saja mereka sulit di temukan, Butuh waktu berjam-jam untuk mereka sampai di desa itu, Tanpa menunggu waktu lagi Rey turun di ikuti Zayn dan anak buahnya di belakang nya Rey mengetuk pintu rumah itu dengan tidak sabaran.


"Siapa kalian?" Tanya laki-laki yang kemungkinan besar adalah suami baru Ibu Albiyan.


"Dimana istrimu?" Tanpa menjawab pertanyaan laki-laki itu Rey langsung berbicara ini.


"Hei kenapa kalian mencari istriku, Sebenarnya kalian ini siapa?" Laki-laki itu bertanya dengan marah.


"Panggil istrimu ada sesesuatu yang harus aku bicarakan dengannya mengenai anak yang ia tinggalkan di Indonesia" Ucap Rey lagi yang langsung membuat laki-laki itu diam, Dari raut wajah nya yang seketika berubah Rey tau jika dia tidak menyangka jika Rey akan menemukan kebaradaan mereka.


Tak lama kemudian keluar wanita yang Rey cari selama ini dengan perut yang membuncit, Rey tersenyum jijik melihat wanita di depannya ini, Bagaimana bisa dia membuang anak kandungnya demi hidup bahagia dengan laki-laki pilihannya dan sekarang ia tengah hamil sepertinya dia juga bahagia hidup dengan suami barunya di lihat dari bagaimana perut yang membuncit itu.


"Siapa kalian" Tanya Catherine yang tak lain adalah ibu Albiyan.


"Kau sungguh hidup bahagia setelah meninggalkan anak mu di Indonesia.?" Tanya Rey sarkas, Sungguh Rey muak melihat dua orang di depannya.

__ADS_1


Catherine diam membisu mendengar ucapan Rey, Catherine sungguh tidak menyangka jika orang-orang yang datang ke rumah nya adalah orang yang sama yang waktu itu menemuinya di Italia.


"Itu bukan urusan mu" Catherine dengan marah menjawab pertanyaan Rey.


"Tentu saja itu menjadi urusan ku, karena saat ini anakmu berada dalam pelindunganku" Catherine dan suaminya kaget jika ternyata anak itu berada dalam perlindungan laki-laki di depannya.


Catherine pikir preman-preman itu akan membawa Daniel pergi bersama nya sesuai dengan apa yang para preman itu ucapkan namun ternyata semua itu tidak aesuai dengan apa yang ia inginkan.


"Aku tidka perduli jika Daniel berada dalam perlingdungan ku, Karena anak itu bukan lagi anak ku" Dengan tidak ada rasa bersalah sama sekali Catherine menekan kan jika Daniel bukan lagi anak nya.


"Jadi namanya Daniel" Beo Zayn di belakang Rey.


"Aku tidak ingin membuang waktu ku lebih lama lagi disini, Jika kau tidak lagi menginginkan Daniel aku akan mengadopsinya dan akan ku pastikan selama kau hidup kau tidak akan pernah bertemu dengan nya lagi bahkan aku tidak akan memberitahunya siapa ibu nya sampai kau mati, Kau tidak pantas di sebut sebagai seorang ibu, anak mu akan menderita memiliki ibu sepertimu" Rey berucap penuh emosi kepada Catherine dengan menunjuk perut buncit Catherine dan hal itu membuat Albert suami Catherine tidak terima.


"Hey jaga ucapanmu, Jika kau menginginkan anak sialan itu silahkan saja ambil dia, Kami juga tidak sudi dia ada di hidup kami"


"ALBERT....hei hentikan itu" Catherine berteriak berusaha menghentikan tangan Rey yang memukul suaminya.


"Sialan aku akan melaporkan mu ke polisi" Ancam Albert setelah mendapat pukulan dari Rey.


"Aku tidak perduli, laporkan saja aku maka kau akan tau seberapa berkuasanya aku" Ucap Rey penuh penakanan dan hal itu membuat Catherin dan Albert tau jika laki-laki di depan nya bukan lah orang biasa.


Zayn memberikan dokumen-dokumen yang sudah mereka siapkan beberapa bulan yang lalu kepada Catherine, Catherine menatap bingung pada dokumen di tangngan nya.


"Tanda tangani dokumen-dokumen ini maka hubungan anda dengan Albiyan selesai oh maksud saya Daniel" Zayn mewakili Rey yang masih terlihat emosi terilihat dari Genggaman tangan Rey dan juga deru nafas Rey.


Chaterin membaca isi dokeumen-dokumen itu yang berisikan pemindahan wali Daniel disitu juga tertera nominal yang besar sebagai biaya merawat Daniel selama ini, Rey dan Zayn semakin menatap jijik kepada mereka berdua saat melihat Senyum puas yang tergambar dari wajah Catherin dan Albert saat melihat nominal yang tertera.

__ADS_1


Tanpa berpikir lagi Chaterin menandatangi dokumen-dokumen itu dan saat itu juga Albiyan resmi menjadi anak angkat nya, Rey meminta Zyan memberikan cek senilai nominal yang sudah mereka sepakati kemudian meninggalkan rumah Catherine dan Albert.


Namun sebelum pergi Rey memberikan pesan yang berupa ancaman ke pada Catherine dan Albert " Jangan pernah sekalipun kalian mencari dan menunjuk kan wajah kalian di depan anak ku atau kalian akan mendapatkan balasan yang tidak pernah kalian bayangkan selama ini?" Setelah mengatakan itu mereka semua pergi meninggalkan rumah Albert dan Catherin.


Tak ingin membuang waktu lebih lama lagi Rey langsung menghubungi Ayrin begitu mobil mulai berjalan,"Sayang aku berhasil menemukan mereka dan mulai saat ini Albiyan adalah anak kita" Ucap Rey saat Ayrin menjawab panggilannya.


"Benarkah sayang...kau...kau...tidak berbohongkan Albiyan..Albiyan jadi anak kita" Jawab Ayrin tak percaya.


"Benar sayang aku tidak berbohong, Aku sedang dalam perjalanan ke Bandara aku akan menceritakan semuanya saat aku sudah kemballi" Rey meyakinkan Ayrin jika dirinya tidak berbohong.


"Tunggu aku..Aku akan segera kembali" Ucap Rey lagi sebelum mengakhiri panggilannya.


Ayrin terduduk di lantai dan menangis bahagia, Akhirnya Tuhan menjawab doa-doa nya, Ayrin melapalkan banyak terimakasih kepada Tuhan karena sekali lagi Tuhan memberikan kebahagiaan yang tidak ia duga-duga selama ini.


Bubu Buba Albiyan Mami Puspa juga Aylen masuk kedalam kamar Ayrin, Anak-anak yang melihat Ayrin menangis langsung berlari dan memeluk Ayrin mereka ikut menangis karena Ayrin menangis walau mereka tidak tau Ayrin menagis karena apa.


"Sayang ada apa?" Mami Puspa bertanya dengan khawatir takut sesuatu terjadi dengan Rey karena tadi Ayrin pamit pergi untuk menerima telfon dari Rey.


"Semua sudah berakhir Mi, Perjuangan Rey dan Ayrin untuk Albiyan sudah selesai sekarang Albiyan adalah bagian dari keluarga kita" Jawab Ayrin dengan senyum bahagia dengan menciumi ke tiga anak nya yang ada dalam pelukan nya.


"Benarkah sayang....Tuhan begitu baik kepada kalian, Mami akan memberitahukan Papi tentang ini" Mami Puspa ikut bahagia mendengar perjuangan anak menantu mereka yang membuahkan hasil, Setelah mengatakan itu Mami Puspa pergi untuk menghubungi Suaminya dengan masih menggengdong Aylen.


"Mommy dan Daddy berjanji akan memberikan kalian kebahagiaan yang berlimpah sehingga kalian tidak akan pernah merasakan kesepian dan kesedihan" Ayrin berucap lirih kepada ketiga anak-anak nya mengucap janji yang ia yakini akan bisa ia tepati, Namun Ayrin lupa akan takdir Tuhan yang terkadang tidak sesuai dengan keinginan kita.


Note - Kita memang memiliki rencana tapi Tuhan memiliki kehendak, Dan percayalah apa yang di kehendaki Tuhan adalah yang terbaik untuk hidup kita.


Peluk jauh dari aku untuk kalian semua yang sudah mau membacaca cerita ini 💗💗💗

__ADS_1


__ADS_2