
Rey berjalan perlahan mendekati Ayrin agar tidak menimbulkan suara yang akan membuat anak-anak terbangun, Rey menyentuh pundak Ayrin yang juga ikut tertidur dengan memeluk Albiyan.
"Sayang bangunlah" Suara Rey membangunkan Ayrin dan mengambil Albiyan dari pelukan Ayrin menimangnya agar Albiyan kembali tidur karena ia sempat terbangun saat Rey mengambilnya dari pelukan Ayrin.
"Kau sudah pulang, Jam berapa ini?" Tanya Ayrin yang belum sepenuhnya sadar.
"Masih jam sebelas sayang" Jawab Rey yang masih berdiri menggendong Albiyan.
Ayrin mengangguk paham, Rey berjalan ke sisi kasur untuk menidurkan Albiyan yang sudah kembali nyenyak kemudian ia mengambil guling meletakan di samping tubuh Albiyan agar iya tidak jatuh.
"Sayang Polisi akan datang setelah jam makan siang,Apa kau sudah memberitahu anak itu un...."
"Albiyan namanya Albiyan" Ayrin memotong ucapan Rey.
"Albiyan..." Bingung Rey, Setaunya sampai pagi tadi anak itu belum mau membuka suaranya jadi Ayrin tau dari mana nama anak itu atau mungkinkah anak itu sudah mau berbicara dengan Ayrin sehingga Ayrin tau namanya fikir Rey.
"Iya Albiyan aku yang memberikannya nama" Ayrin menjawab kebingungan Rey.
"Bagaimana bisa" Tanya Rey masih tak percaya.
"Aku memberinya nama Albiyan agar kita bisa lebih dekat dengannya dan dia setuju" Jawab Ayrin dengan jelas.
"Sayang kau tau bukan jika anak ini memiliki nama yang sebenarnya, Jadi kenapa kau menamainya lagi?" Bukan Rey tak setuju dengan Ayrin yang memberi nama pada anak itu tapi bukankah anak itu pasti sudah memiliki nama.
__ADS_1
"Sayang ini hanya nama sementara agar kita tidak memanggilnya anak itu anak itu terus, Lagi pula ini akan membuat kita dekat dengan nya dan perlahan Albiyan mau berbicara dengan kita" Ayrin menjelaskan secara terperinci alasannya menamai anak itu.
"Dia bisa berbicara sayang dia tidak..." Rey menjeda ucapannya ragu-ragu ingin mengatakan nya.
"Bisu maksudmu" Jawab Ayrin melanjutkan ucapan Rey "Tidak sayang Albiyan tidak bisu dia bisa berbicara aku sudah bertanya dengannya dan dia menjawab pertanyaan ku dengan anggukan" Jeda Ayrin.
"Aku rasa Albiyan merasakan Trauma sehingga Albiyan tidak mau bicara dan pemicunya adalah rasa takut" Sambung Ayrin, Rey diam sebentar mencerna ucapan Ayrin, Jika benar begitu berati Albiyan harus cepat di obati agar tidak berakibat fatal.
Tok...tok..tok "Permisi Tuan Nyonya di bawah ada Tuan Besar Dan Nyonya Besar" Suara Bibi Sam memberitahukan jika Kakek dan Nenek anak-anak datang.
"Ya Bibi tolong bilang ke Mami kami akan turun sebentar lagi" Jawab Rey setelah itu pergi meninggalkan kamar Utama.
Papi Arian dan Mami Puspa sudah mendengar kabar dari Zayn jika anak dan menantunya membawa anak yang mereka temui di taman ke rumah, Saat mendapat kabar itu semalam Mami Puspa ingin langsung ke rumah anak dan menantunya namun Papi Arian melarang karna malam sudah larut merekapun pasti sudah tidur dan barulah siang ini Kakek dan Nenek anak-anak datang.
"Ayo kita kebawah kita bahas masalah ini dengan Papi Mami" Ajak Rey pada Ayrin, Rey menggendong Albiyan Ayrin menggendong Aylen mereka sama turun ke lantai satu.
"Mami Papi" Ucap Ayrin dan Rey bersamaan saat sudah sampai di lantai satu.
Mami Puspa tersenyum kemudian berdiri ingin menggendong Aylen, Setelah menggendong Aylen Mami Puspa kembali duduk di sebelah Papi Arian dan Ayrin duduk di sebelah Rey.
"Apakah ini anak yang kalian temukan di taman kemarin?" Tanya Papi Arian yang penasaran dengan Albiyan.
"Iya pi ini anak yang kami temukan di taman" Jawab Rey yang mendapat tatapan meminta penjelasan dari Papi Arian.
__ADS_1
"Kami menemukannya sedang menangis sendirian di taman, Kami sudah menunggu empat jam di taman itu tapi tidak ada satu orangpun yang datang mencari anak ini, Kami memutuskan membawa anak ini pulang kerumah karena tidak mungkin kami meninggalkannya disana dan meninggalkannya di kantor Polisi pun itu juga tidak mungkin karena anak ini tidak mau berbicara kepada siapapun dan Ayrin menamainya Albiyan agar kami mudah memanggilnya dan lebih dekat dengannya" Jelas Rey panjang lebar dan secara detail.
Papi Arian menganggukan kepalanya pelan mendengar penjelasan Rey, Sebenarnya Papi Arian sudah tau tentang anak itu dari Zayn kemarin, Papi Arian hanya ingin mendengar penjelasan itu dari mulut anaknya sendiri untuk memastikannya kembali.
"Kau sudah melapor pada Polisi Rey jika kalian menemukan anak ini maksut Papi Albiyan" Tanya Papi Arian masih menatap Rey yang dengan lembut mengelus punggung Albiyan..
"Sudah Pi, Setelah jam makan siang nanti Polisi akan datang kesini, Kami sengaja meminta Polisi untuk datang mengingat kondisi mental Albiyan yang tidak baik" Jelas Rey lagi yang juga di angguki oleh Ayrin.
"Apa Albiyan ini korban penculikan" Tanya Mami Puspa yang sedari tadi diam menyimak mereka dengan Aylen yang ada dalam gendongannya.
"Sepertinya begitu Mi,Sebab sampai sekarang belum ada yang mencari Albiyan." Kali ini Ayrin yang menjawab pertanyaan Mami puspa.
"Kasihan sekali nasibmu nak,kau masih kecil tapi sudah melalui hal yang menyedihkan" Sedih Mami Puspa dengan Albiyan yang harus merasakan semua ini, Ya pada dasar nya memang semua orang akan merasa sedih saat melihat apa yang terjadi dengan Albiyan.
"Apa kalian akan membiarkan Albiyan tetap tinggal disini sampai orangtuanya di temukan?" Lagi Papi Arian melanjutkan pertanyaan nya.
"Benar Pi kami akan meminta Polisi untuk membiarkan Albiyan tetap tinggal disini selama orangtuanya belum di temukan" Jawab Rey yang mengakhiri pertanyaan Papi Arian.
"Bagus..Papi rasa Albiyan juga akan lebih aman jika disini kalau begitu kalian harus menjaganya hati-hati" Pesan Papi Arian yang mendapat anggukan dari Rey dan Ayrin.
"Kami akan menjemput Bubu dan Buba apa Mami dan Papi akan ikut" Tanya Rey sembari melihat jam tangan yang melingkar di tangan kirinya.
"Biar Mami dan Papi yang menjemput Bubu dan Buba kalian di rumah saja kasihan Aylen dan Albiyan" Jawab Papi Arian mengusulkan ide karena tak tega melihat Aylen dan Albiyan yang masih tidur ngenyak.
__ADS_1
"Tidak Pi Kami semua akan ikut karena Rey sudah berjanji dengan Bubu Dan Buba untuk menjemput mereka, Jika Rey berbohong maka Rey akan mendapat hukuman dari mereka" Ucap Rey membayangkan ia akan mendapat hukuman dari anak nya yaitu berbagi tempat tidur dengan ketiga anak nya oh tidak sekarang ada empat mereka semua akan menguasai Ayrin dan hal itu adalah hal yang selalu ingin Rey hindari karena Rey tidak akan bisa tidur jika tidak memeluk Ayrin.
Papi Arian Mami Puspa dan Ayrin hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Rey, Akhirnya mereka semua pergi bersama untuk menjemput Bubu dan Buba, Mereka pergi menggunakan dua mobil karena tidak akan cukup jika hanya satu mobil.