
Rey keluar dari ruangan Dokter dengan hati yang hancur setelah menandatangi surat yang menyatakan jika ia memilih salah satu dari orang yang berarti di hiupnya untuk tetap hidup, Tangannya gemetar mengingat jika tangannya sudah memilih salah satu hidup dari kedua orang yang berarti dalam hidupnya, Fikiran-fikiran Bagaimana cara dia menjalani hidupnya nant,i bagaimana ia menjelaskan nanti pada salah satu yang ia pilih untuk tetap hidup terus berputar di kepalanya bahkan air mata Rey terus mengalir seakan lupa bagaimana caranya untuk berhenti.
Rey berjalan gontai menuju Ruang Operasi, Pandangan matanya kosong bahakan Rey sempat menabrak beberapa orang yang lewat di depannya, Teguran dari orang-orang yang ia tabrak tak di hiraukannya, jiwanya seakan hilang hanya raganya saja yang ada.
Di depan Ruang Operasi Rey duduk menatap lampu hijau yang menyala di atas pintu Ruang Operasi yang menandakan jika Operasi sedang berjalan dengan pandangan mata yang kosong, Fikirannya berkelana kemana-kemana, hingga suara tangis kedua anaknnya menyadarkannya.
"Daddy dimana Mommy" Twins bertanya dengan tangis yang membuat hati Rey seperti tersayat-sayat.
Rey tak menjawab pertanyaan kedua putranya, Rey membawa kedua Putranya dalam pelukannya dan menangis siapapun yang melihat ketiga orang itu menangis akan langsung mengerti maksud akan tangisan yang terdengar pilu itu.
Tanpa bertanya Mami Puspa dan Papi Arian pun tau sesuatu yang menakutkan sedang terjadi pada calon cucu dan menantunya, Mami Puspa menangis dalam pelukan Suaminya, Kenapa ujian itu datang di saat anak nya telah bahagia dengan keluarganya, Mami Puspa berdoa dalam hatinya semoga Tuhan tidak mengambil kebahagiaan anaknya.
Bubu dan Buba sedari tadi tak henti-hentinya menangis hingga mereka kelelahan dan tertidur di panggukuan Daddynya, Mata Rey tak sedikitpun beralih memperhatikan hal lain, Matanya hanya tertuju pada pintu Ruang Operasi yang tak kunjung terbuka, Semua yang ada di luar Ruang Operasi menunggu dengan perasaan tak tenang. Pintu Ruang Operasi terbuka Dokter keluar dari Ruang Operasi di sambut dengan tangisan oleh mereka yang menunggu sedari tadi.
•
•
•
•
Rey berdiri menatap pusara yang ada di depannya dengan menggendong bayi perempuan mungil dalam gendongannya, Disamping Rey berdiri ada Papi Arian dan Mami Puspa dan juga Bubu dan Buba, Bayi perempuan yang ada dalam gendongan Rey begitu sangat cantik, wajahnya sama persis seperti Mommy nya, Setiap kali Rey melihat bayi mungil dalam gendongannya Rey seperti melihat wajah istrinya dan hal itu selalu membuat Rey menangis.
Bukan hanya Rey saja yang akan menangis setiap melihat bayi mungil dalam gendongan Rey yang tengah tertidur pulas bahkan Orangtua Rey dan kedua anak laki-laki nya akan menangis juga, Setiap melihat wajah mungil itu mereka akan kembali teringat pada saat-saat menyakitkan itu yang membuat mereka seperti kehilangan semangat hidup.
Rey selalu ingat dengan kata-kata yang mengatakan jika Tuhan tidak akan memberikan hambanya ujian melebihi kemampuan hambanya, Ya dan Rey mempercayai itu, Semua ujian yang Tuhan berikan untuknya mempu ia lewati walau harus ada yang kehilangan dalam ujiannya.
Rey menaburkan bunga di atas gundukan tanah dengan batu nisan yang bertuliskan nama seseorang yang berati dalam hidup mereka yang sudah mulai mengering di ikuti dengan Orang Tua dan juga anak-anaknya, Rey mencium bayi mungil dalam gendonganya dengan air mata yang sudah kembali mengalir, Air mata Rey tak henti-hentinya mengalir saat melihat wajah mungil anaknya yang begitu mirip seperti istrinya hingga suara yang selalu ia rindukan terdengar di kupingnya.
"Sayang" Panggil Ayrin yang sudah berdiri di samping Suaminya yang sedari tadi menangis.
"Mommy sudah datang, dimana bunganya" Tanya si Bubu karena di depan tempat pemakaman tadi Ayrin meminta mereka untu masuk terlebih dahulu sebab ia ingin membeli bunga yang di jual di toko dekat pemakaman itu.
"Bunganya ada pada Paman Zayn sayang" Tunjuk Ayrin pada Zayn yang berjalan menuju tempat mereka.
Ayrin memeluk tubuh Rey yang sedang menggendong bayi mungil dari samping, Ayrin menyenderkan kepalanya pada lengan Suaminya, Rey menciumi pucuk kepala Ayrin yang bersender di lengannya, Ayrin menaburkan bunga dan meletakan bunga yang tadi ia beli di atas pusara seseorang yang berati dalam hidupnya. Seseorang yang memberinya kesempatam untuk melihat tumbuh kembang anak-anak nya dan mendampingi Suaminya.
Ayrin mengucapkan banyak terimaksih pada pusara seseorang yang ada di depanya dengan Air mata yang sudah meluncur sedari tadi.
__ADS_1
"Terimaksih sudah memberiku kesempatan untuk hidup, Terimaksih atas semua kebaikanmu, Berkatmu aku dapat melihat putriku lahir kedunia dan aku dapat membesarkan anak-anak ku bersama suamiku, Terimakasih Reza karenamu aku dapat hidup kembali" Ucap Ayrin Tulus, ia sungguh berterimaksih dengan seseorang yang Tuhan kirimkan di waktu yang tepat untuk menolongnya saat itu.
Rey mengingat kembali kejadian dua bulan lalu yang hampir membuat nyawanya seakan ikut melayang.
flashback dua bulan lalu
Saat Dokter keluar dari Ruang Operasi Dokter mengatakan jika pendarahan yang Ayrin alami semakin parah, Dokter belum bisa menghentikan pendarahan itu dan Dokter juga mengatakan jika mereka belum berhasil mengeluarkan bayi dalam kandungan Ayrin, Akan sangat beresiko jika Dokter mengeluarkan janin dalam keadaan sang ibu yang mengalami pendarah hebat.
Dokter mengatakan jika ia membutuhkan banyak darah untuk Ayrin namun persediaan darah yang ada di bank darah Rumah Sakit tidak ada yang Cocok dengan darah Ayrin karena Ayrin memiliki golongan darah AB- yang terbilang langka, Dokter meminta Rey untuk segera mencarikan pendonor agar Dokter bisa secepatkan mengelurkan janin dan menyelamatkan salah satu nya, Dokter juga mengatakan jika mereka tidak mendapatkan donor darah itu dalam waktu satu jam kemungkinan keduanya tidak akan selamat dan kata-kata itu sukses membuat hati Rey seperti terbelah.
Rey menelfon Zayn memintanya untuk mencarikan orang yang bergolongan darah AB- yang mau mendonorkan darahnya untuk Ayrin, Rey siap memberikan apapun itu asalkan orang itu mau menondonorkan darahnya, Rey juga berusaha menefon seluruh kolega dan rekan bisnisnya namun darah mereka satupun tak ada yang cocok dengan darah istrinya, Rey berlarian menyusuri seluruh Rumah Sakit menanyakan golongan darah seluruh orang yang ada di rumah sakit namun tetap ia tidak menemukan seseorang yang memiliki darah yang sama dengan istrinya.
Zayn memberitahu Rey jika dia juga tidak menemukan seseorang yang bergolongan darah sama dengan Nona nya, Waktu yang di tentukan Dokter sudah semakin habis namun Rey belum juga menemukan seseorang dengan Golongan Darah AB-, Hingga di saat Rey sudah pasrah pada takdir, Tuhan mengirimkan seseorang untuk menolong istrinya di waktu yang tepat.
Siang itu seorang pasien korban kecelakaan mengalami luka yang sangat parah Dokter mengatakan jika kemungkinan pasien tidak akan terselamatkan Orangtua korban menangis histeris namun setelah itu mereka memasrahkan semua kepada Tuhan, Rey yang saat itu ada di dekat Orangtua korban berfikir mungkin sebentar lagi ia akan melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan dua paruh baya di depannya, Rey harus memasrahkan semuanya pada Tuhan jika memang nanti anak dan istrinya tidak selamat ia harus merelakannya.
Ponsel Rey berdering telfon dari Zayn masuk, Rey memohon pada Zayn untuk sekali lagi mencari seseorang yang memiliki golongan darah AB-, Rey belum ingin menyerah samapi waktu habis, Kedua Orangtua yang mendengar percakapan Rey sedang mencari dalan AB- mendekati Rey.
"Permisi...Apa kau sedang mencari pendonor darah AB-" Tanya Orangtua itu.
"Ya saya sedang mencari pendonor darah AB- untuk istriku yang sedang berjuang melahirkan anakku" Jawab Rey dengan wajah sedih.
"Jika kami boleh tau apa yang di alami istrimu hingga membutuhkan darah AB-" Tanya Orangtua itu lagi.
"Jika saya tidak bisa menemukan pendonor itu dalam waktu 10 menit kemungkinan saya akan kehilangan dua-dua nya" Rey mengakhiri ucapannya dengan tangan menutup wajahnya, Rey sudah putus asa, Namun saat Rey sudah benar-benar putus asa pertolongan Tuhan datang dari orangtua korban kecelakaan itu.
"Kau tidak akan kehilangan anak dan istrimu Kami sudah sepakat akan mendonorkan darah anak kami untuk istrimu, Dokter sudah mengatakan jika kemungkinan anak kami tidak akan terselamatkan jadi biarkan anak kami Reza yang menyelamatkan seseorang kebetulan dia memiliki darah yang sama dengan istrimu" Ayah Reza berkata sambil menepuk pundak Rey.
Rey yang mendegar hal itu langsung berdiri dan menatap kedua orangtua Reza "Apa yang anda katakan benar, Anda akan mendonorkan darah anak anda untuk istriku" Rey ragu ia takut jika ia hanya salah dengar atau hanya ilusinya saja.
"Ya kami akan mendonorkan darah anak kami untuk istrimu, Sekarang pergilah temui Dokter yang menangani istrimu untuk bersiap karena kau sudah menemukan pendonornya" Jawab Ayah Reza menyakinkan Rey.
Rey bersujud di depan Ayah dan Ibu Reza mengucapkan banyak terimaksih atas pertolongannya, Ayah dan Ibu Reza yang mendapat perlakuan seperti itu merasa tidak pantas dan langsung membantu Rey berdiri.
"Kau tidak perlu berterimaksih pada kami nak, Berterimakasihlah pada Tuhan, Mungkin ini cara Tuhan menolong istrimu melalui anakku" Ibu Rey menggenggam tangan Rey "Sekarang pergilah temui Dokter yang menangani istrimu dan kami akan menemui Dokter yang menangani Reza" Ibu Reza memberi semangat untuk Rey agar ia tidak sedih lagi.
Ayrin dan bayinya dapat tertolong berkat Reza, Tuhan memberikan pertolongan untuk Ayrin melalui Reza bahkan di waktu yang tepat, Reza pergi meninggalkan dunia untuk menyelamatkan dua nyawa.
flashback off
__ADS_1
Rey membawa Ayrin dalam pekukannya , Ayrin menangis dalam pelukan Rey, Hari sudah sore mereka sumua pergi meninggalkan pemakaman, Ayrin duduk memangku putrinya, Twins duduk di samping kanan dan kirinya, Twins tak mau berjauhan sedikitpun dari Mommy dan adiknya, Twins masih takut jika Mommynya akan meninggalkannya.
Rey dan Zayn yang duduk di kursi depan tersenyum melihat pemandangan indah di belakangnya, dalam hati Zayn ia iri melihat kebahagiann Tuannya ia juga ingin memiliki keluarga seperti Tuannya namun Trauma dari masalalunya membuat ia membuang jauh-jauh fikiran itu.
Sampai di Rumah Ayrin tak bosen-bosennya terus menciumi putri kecilnya, Putri kecil yang ia beri nama AYLEEN JASMINE VICTORY yang Artinya Perempuan Hadiah dari Tuhan yang berhati lembut dan akan bermanfaat untuk sesama, Putri yang ia lahirkan bertaruh nyawa bahkan yang mengharuskan rahimnya di angkat karena kerusakan yang parah yang artinya ia tidak akan bisa memiliki anak lagi, Ayrin tak menyesali sedikitpun saat mengetahui rahimnya di angkat baginya asal anaknya selamat bahkan jika nyawanya yang harus ia relakan ia tidak akan menyesal.
Rey memeluk Ayrin dari belakang dan mencium pipinya "Apa kau akan terus menggendong putri kita sampai pagi hmm" Tanya Rey yang melihat wajah sang putri dalam gendongan sang istri.
"Husstt kecilkan suaramu sayang dia baru saja tidur" Ucap Ayrin.
"Aku merindukanmu" Rey memeluk Ayrin erat.
"Aku selalu ada bersamamu setiap waktu, Tapi kenapa kau selalu merindukanku" Ayrin tak mengerti alasan mengapa Rey selalu merindukannya padahal ia selalu bersamanya.
"Ntahlah setelah kejadian itu aku benar-benar takut kehilanganmu, Aku takut aku tidak dapat mengucapkan kata Aku merindukanmu lagi" Rey memberitahu alasannya selalu meridukan istrinya.
"Aku tidak akan meninggalkanmu aku akan selalu bersamamu membesarkan anak-anak kita" Ayrin mengelus tangan Rey yang melingkar di perutnya.
"Janji"
"Ya janji"
"I Love You"
"I Love You More"
Rey memiringkan kepalanya untuk meraih bibir istrinya dan Saat bibirnya sudah dekat dengan bibir istrinya pintu terbuka dengan sangat kuat pelakunya ada Bubu dan Buba lansung saja Rey terlonjak kaget dan melepaskan pelukannya.
"Mommy kami ingin tidur disini bersama Mommy Daddy dan Adik Ayleen" Bubu dan Buba menerobos masuk kamar sang Mommy mengganggu sang Daddy yang akan beemesraan dengan Mommynya.
"Baiklah sayang malam ini kita akan tidur bersama-sama" Jawab Ayrin yang di tanggapi Twins dengan tawa bahagia.
Rey mendekati Ayrin dan memeluknya, Mereka berdua tersenyum melihat pemandangan di depannya, Terimaksih Tuhan atas kebahagiaan yang kau berikan, Semoga kami bisa membesarkan anak-anak kami dengan bimbinganmu, Dan semoga saja kebahagiaan ini tidak akan pernah hilang dalam keluarga kami.
THE END.
Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini Jika Tuhan sudah berkehendak apa yang tidak mungkin akan menjadi mungkin, Kesedihan tidak selamanya akan menjadi kesedihan, Derita juga sama tidak akan selamanya menjadi derita, Iklaskan apapun yang sudah pergi relakan apapun yang sudah hilang, karena Tuhan akan gantikan dengan sesuatu yang terbaik untukmu,
Untuk kamu yang sedang berjuang mendapatkan kan dua garis merah Tetaplah semangat Jangan Menyerah ingat Tuhan selalu bersama kita Tuhan akan memberikan sesuatu yang kita inginkan di waktu yang tepat, di waktu kita benar-benar siap untuk mendapatkannya.
__ADS_1
Author mau ngucapin Terima kasih untuk para pembaca yang sudah membaca cerita ini. Author membuat cerita ini terinspirasi dari kisah Author sendiri yang sampai sekarang belum memiliki anak, Author sendiri sedang berjuang untuk mendapatkan garis merah, Mari kita sama-sama saling mendoakan agar apa yang kita inginkan dapat dikabulkan Tuhan.
Sampai jumpa lagi di cerita Author yang baru ya "CINTA TAK BERSYARAT" see you