
"Kenapa Tuan menciumku sembarangan" Beo Ayrin sambil menyentuh bibirnya setelah sadar dengan apa yang terjadi barusan.
"Aku hanya mencium kekasih ku, Apa tidak boleh ?" Jawab Rey santai.
"Aku bukan kekasihmu" Elak Ayrin.
"Kau lupa!! Sejak hati dimana aku mengakuimu sebagai wanitaku detik itu juga kau adalah kekasihku"
"Aku bukan kekasihmu dan bukan wanitamu" Ucap Ayrin, setelah itu ia berdiri ingin keluar tapi Rey dengan cepat menarik tangannya nya dan mendudukkan nya di pangkuannya.
"Lepaskan Saya Tuan" Berontak Ayrin.
Rey mengapitkan kedua lengannya di badan Ayrin agar Ayrin berhenti berontak "Lihat mataku" Suara Rey sedikit kuat namun tak di hiraukan Ayrin yang masih saja berontak di pangkuannya.
"AY.....LIHAT MATAKU" Mendengar suara Rey yang Tinggi Ayrin berhenti berontak dan menatap mata Rey.
"Apa kau tak melihat bahwa aku benar-benar mencintaimu ?, Apa Yang kurang dariku ?, Kenapa kau selalu menolak ku ?, Apa perhatian yang ku berikan belum membuatmu melihat ketulusan ku ?," Tanya Rey lembut saat Ayrin sudah tak berontak lagi dan menatap nya.
Ayrin dian tak menjawab pertanyaan Rey, Bukan Ayrin tak menyadari jika Rey benar-benar tulus kepadanya, Terbukti dari cara dia memperlakuan dirinya Istimewa di kantor, Mengantarnya pulang pergi ke Kantor, Melindundungi nya saat para karyawan lain menggosipkannya dan masih banyak hal lain lagi yang membuat ia sadar bahwa Rey benar-benar mencintainya.
Namun Ayrin masih enggan membuka hati, Kisah percintaan di masalalu yang selalu gagal membuat ia belum mau membuka hati, ia takut Rey akan seperti Dava dan Bima, Yang akan menduakannya dan meninggalkannya saat mengetahui kekurangan nya.
"Kenapa tidak menjawab pertanyaanku ?, Apa harus dengan cara kasar agar kau mau denganku, Haa ?" Tanya Rey lagi saat Ayrin tak juga menjawab pertanyaannya..
"Masih banyak wanita di luar sana yang menginginkan Tuan, Tapi kenapa harus Saya" Menjawab pertanyaan Rey.
"Aku tidak perduli dengan wanita di luar sana, Yang aku inginkan adalah Kau, Bukan yang lainnya "
__ADS_1
"Katakan padaku apa alasan mu selalu menolakku"
"A..Aku tidak pantas untukmu Tuan, Wanita seperti ku tidak pantas untuk lelaki manapun " Setelah mengatakan itu Ayrin bangun dari pangkuan Rey dan berlari keluar.
Air matanya mengalir deras saat ia sudah sampai di kamar mandi, Hatinya seperti tersayat-sayat saat mengatakan ia tak pantas untuk lelaki manapun, Memang siapa yang mau menerima wanita mandul sepertinya, Kalaupun ada ia hanya untuk sesaat, Saat mereka sudah menemukan apa yang mereka inginkan dari wanita lain, ia akan kembali di tinggalkan.
Di ruangan Rey masih memikirkan ucapan Ayrin, "Aku tidak pantas untuk Tuan, Wanita sepertiku tidak pantas untuk lelaki manapun" Kata-kata itu memenuhi isi kepalanya, Apa maksdudnya dari ucaoannya itu.
Rey mengambil ponselnya dan menghubungi Zayn.
"Ya Tuan" Jawab Zayn setelah menjawab telfon Tuan nya.
"Cari tau semua tentang Ayrin Zayn, Aku tidak ingin ada yang terlewat sedikitpun, Waktumu dua jam Zayn!!" Ucap Rey datar pada Zayn di sebrang telfon.
"Baik Tuan" Patuh Zayn.
"Lakukan apa yang seharus nya kau lakukan Zayn"
"Baik Tuan"
Rey meletakkan ponselnya di atas meja setelah selesai menghubungi Zayn, Rey masih bertanya-tanya kenapa Ayrin berkata seperti itu, Apa itu berkaitan dengan masa lalu nya atau ada hal yang lainnya. Rey kembali ke meja kerjanya dengan banyaknya pertanyaan di kepalanya.
Di tempat lain namun masin di gedung yang sama tepatnya di Gudang belakang Victori Global seorang wanita dengan tangan di ikat kebelakang tengah ketakutan, Pasalnya orang terpenting ke dua di Perusahaan tempatnya bekerja kini berdiri di depannya dengan tampang bengisnya, Hawa dingin menyelimuti dirinya yang duduk terikat di kursi.
Tadi saat Vivy akan makan siang, Tiba-tiba ia di tarik paksa oleh dua orang yang ia ketahui adalah anak buah Rey, Vivy sempat berontak dan menanyakan alasan nya di bawa paksa tapi tak mendapatkan jawaban, Vivy di bawa ke gudang belakang Perusahaan, Dua anak buah Rey mengikat tangan Vivy kebelakang. Tak berapa lama sesorang masuk, Suara derap langkah kaki seseorang itu membuat Vivy tegang, Saat mengetahui siapa seseorang itu ketakutan menyerang dirinya.
"Apa yang sudah tangan kotormu lakukan kepada Nona kami" Tanya Zayn dengan aura bengis.
__ADS_1
"A..A..Apa Masksut mu Tu...Tuan, A..Aku tidak mengerti" Vivy menjawab dengan bibir bergetar ketakutan.
"Kau berpura-pura bodoh" diam sebentar "Apa kau lupa tangan kotormu itu sudah menyakiti nona Ayrin"
"Deg..".Jantung Vivy berdetak sangat kuat, "A..aku t...tidak melakukan apapun Tuan" Bohong Vivy.
"Apa kau kira aku bodoh, Hah, Wanita sepertimu tidak pantas berada di perusahaan ini dan di hidup ini" Ucapan Zayn membuat Vivy semakin ketakutan.
"Saya mohon Tuan maaf kan saya" Mohon Vivy.
"Cihh, Apa kau fikir dengan menyakiti dan mengancam nona Ayrin Tuan Rey mau denganmu, Apa kau tidak punya kaca di rumah" Ucap tajam Zayn pada Vivy.
"Tolong maafkan saya Tuan, Saya mohon" Mohon Vivy tapi tak di hiraukan Zayn.
"Kalian berdua lakukan apa yang sudah aku perintahkan" Ucap nya pada kedua anak buahnya tanpa melihat mereka berdua, Kemudian Zan berlalu dari gudang itu.
"Tuan....."
"Tuan"
"Tuan lepaskan saya" Teriak Vivy saat Zayn pergi.
"Apa yang akan kalian lakukan, Jangan mendekat" Ucap Vivy saat anak buah Rey mulai mendekat.
Tanpa menjawab ucapan wanita di depannya, Salah satu dari mereka membekap hidung Vivy dengan sapu tangan yang sudah di beri obat tidur, Setelah itu mereka membawanya pergi Dan melakukan tugas yang hanya di ketahui oleh mereka.
Hai hai Author Up lagi nih, Jangan lupa dukung Author ya, Gumawo🙏🙏
__ADS_1