
Hari yang cerah membuat Ayrin bersemangat di hari ini sebab hari ini adalah jadwal Ayrin membawa Aylen untuk imunisasi dan memeriksakan tumbuh kembang Aylen, Rey Bubu dan Buba pun tak kalah semangat nya dengan Ayrin untuk melihat tumbuh kembang Aylen.
Rey dan Ayrin sudah sampai di TK Bubu dan Buba, Mereka harus menunggu sebentar karena jam pulang masih sekitar dua puluh menit lagi, Ayrin tak henti-hentinya menciumi Aylen karena ia merasa gemas dengan cara tidur Aylen yang memanyunkan bibirnya.
Rey dan Zayn yang semula sibuk membahas pekerjaan seketika berhenti dan menengok ke arah Ayrin dan Aylen saat mendengar suara Bruuuttf....Bruuuttf cukup keras dan setelah itu bibir Aylen tersenyum merasakan sebuah kelegaan dan hal itu membuat mereka semua tertawa bersamaan.
"Hey princes Daddy apakah itu bentuk protesmu karena sedari tadi Daddy dan Uncle Zayn tidak memperhatikan mu?" Ucap Rey memandang Aylen, Memang sejak mereka sampai di sekolahan Bubu dan Buba Rey dan Zayn langsung sibuk membahas pekerjaan mereka sehingga membuat mereka sedikit melupakan keberadaan Aylen dan Ayrin yang ada di dekat mereka.
"Benar begitukah Sayang?" Tanya Ayrin sembari memindahkan Aylen ke gendongan Rey "Jika benar begitu kau sangat pandai sayang"
"Wah kau ini ya masih bayi sudah bisa protes, Uncle jadi gemas ingin menciumimu terus" Zayn ikut bersuara melihat aksi protes Aylen.
"Jika kau ingin menciumnya kau harus mendapatkan ijin ku terlebih dahulu" Rey menunjukan sifat posesifnya, Zayn dan Ayrin yang mendengar keposesifan Rey hanya memutarkan bola matanya dengan malas.
"Cih dasar tukang posesif" Beo Zayn, ingin rasanya Zayn memukuli Rey karena sifat posesif nya terhadap Aylen namun Zayn sadar diri jika dia tidak akan pernah menang melawan Rey.
"Sudah-sudah kalian ini sudah tua masih saja seperti anak kecil yang merebutkan mainan" Ayrin menyahuti dua laki-laki tua yang masih berdebat itu "Sayang tidurkan Aylen disini aku akan membersihkan Pup Aylen dulu" Perintah Ayrin yang langsung Rey turuti dan menidurkan Aylen di kursi mobil yang sudah Ayrin alasi dengan kain bersih.
Setelah selesai membersihkan Pup Aylen, Zayn dan Rey turun dari mobil karena jam sekolah si kembar telah selesai, Dari jarak yang tidak terlalu jauh dari tempat Rey berdiri dua anak laki-laki berlari ke arah Rey sembari berteriak "Daddy Uncle" Dua anak laki-laki itu tentu saja si kembar Aarash dan Aaresh.
__ADS_1
"Wow wow jangan lari-lari sayang" Kata Rey saat Aaresh berlari semakin kencang menuju arahnya sedangkan Aarash berjalan santai di belakang Aaresh.
Aarash dan Aaresh memang memiliki sifat yang berbeda walaupun mereka kembar namun sikap mereka sungguh berbanding terbalik, Jika Aarash bisa bersikap tenang dalam melakukam suatu hal namun tidak dengan Aaresh ia akan melakukan nya secara terburu-buru namun tetap hati-hati.
"Uncle apakah uncle akan berubah menjadi zombi" Tanya Aarash secara tiba-tiba yang membuat Rey Zayn dan Aaresh kebingungan.
"Lihat kantung mata Uncle sudah seperti Zombi" Beo Aarash melanjutkan perkataannya.
"Iya benar dan semua ini karena Daddy kalian yang tudak membiarkan Uncle beristirahat sedikitpun" Jawab Zayn sedikit mendamalisir perkataan nya.
"****.." Umpat Rey sembari tangannya memukul punggung Zayn cukup keras yang mana membuat Zayn meringis kesakitan, "Kau membuatku terlihat buruk di depan anak-anak ku Zayn?"
Ayrin yang melihat perdebatan mereka dari dalam mobil hanya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan, Ayrin tak habis fikir dengan sikap mereka yang berubah drastis sejak kehadiran si kembar dan Aylen, Sikap dingin nan kaku setiap kali mereka berdua bertemu sudah hampir tidak pernah Ayrin temukan lagi yang ada mereka akan selalu berdebat mengenai hal-hal yang tidak penting seperti saat ini, Sebelum perdebatan itu semakin panjang dan membuat si kembar kebingungan dengan mereka berdua akhirnya Ayrin memanggil mereka untuk masuk ke mobil dan pergi memerikasakan Aylen.
"Hei apa kalian akan berdebat terus menerus dan membiarkan Bubu dan Buba kepanasan di situ?" Suara Ayrin menyudahi perdebatan mereka "Cepat masuk jika kalian ingin ikut memeriksakan Aylen" Final Ayrin dan langsung di turuti mereka.
"Ini semua salah mu" Tuduh Rey yang masih tidak terima Zayn sengaja ingin membuat Rey terlihat buruk di depan anaknya.
"Astaga apa kau ini manusia kaku yang tidak bisa di ajak bercanda" Jawab Zayn yang sudah malas meladeni Rey, Sedangkan si kembar hanya diam melihat berdebatan Daddy dan Uncle nya itu.
__ADS_1
"Mommy" Teriak si kembar saat sudah berada di dalam mobil.
"Ya sayang, Tunggu dulu sayang kalian harus membersihkan tangan kalian dulu sebelum menyentuh adik Aylen oke" Perintah Ayrin menyodorkan tisu basah untuk membersihkan tangan mereka dengan di bantu Rey.
"Oke mom" Jawab mereka bersamaan, Setelah itu mereka pergi meninggalkan sekolahan si kembar menuju ke Rumah Sakit untuk memeriksakan Aylen.
Rey dan Aylen awalnya tidak ingin mengajak si kembar ke Rumah Sakit dan akan menitipkan mereka kepada Nenek dan Kakek mereka, Namun si kembar merengek tidak ingin di tinggal dan ingin ikut, akhirnya Ayrin mengijinkan si kembar untuk ikut.
Begitupun dengan Zayn, Rey semula juga tidak akan mengajak Zayn memeriksakan Aylen, Namun saat Rey menelfon Zayn menginfokan jika ia tidak akan ke kantor hari ini karena akan memeriksakan Aylen Zayn dengan semangat mengatakan jika dia juga ingin ikut tanpa mendengarkan ocehan Rey yang mengatakan jika Zayn tidak perlu ikut namun Zayn tetap kekeh dan pada akhirnya mereka ikut semua.
Tiga puluh menit kemudian mereka tiba di Rumah Sakit milik keluarga mereka, Mereka semua langsung menuju ruang pemeriksaan karena Dokter sudah menunggu mereka.
"Selamat siang Dokter Meli maaf jika kami sedikit terlambat dari janji kita" Ucap Ayrin saat sudah memasuki ruangan Dokter Meli.
"Tidak apa-apa Nyonya Ayrin" Jawab Dokter Meli, Setelah itu Dokter Meli mulai melakukan pemeriksaan dari menimbang berat badan Aylen dan memeriksa suhu tubuh Aylen hingga serangkaian pemeriksaan selesai.
Mereka semua begitu senang melihat perkembangan Aylen yang semuanya bagus dan sehat, Setelah mendengarkan nasehat-nasehat Dokter untuk perkembangan Aylen mereka pamit untuk pulang, Rey mengambil Aylen dari gendongan Ayrin menggantikan Ayrin yang sedari tadi menggendong Aylen.
Setelah keluar dari Rumah Sakit mereka memutuskan untuk makan siang di luar, Saat di perjalanan menuju Restoran yang akan mereka tuju tidak sengaja Ayrin melihat seorang anak laki-laki sedang menangis tengah duduk di bawah pohon yang ada di taman kota.
__ADS_1
Ayrin berfikir anak siapa itu kenapa di biarkan menagis sendirian di bawah pohon dengan terik matahari yang sangat panas, Tanpa berfikir panjang Ayrin meminta Zayn untu memberhentikan mobil, Jiwa keibuan Ayrin memintanya untuk berhenti dan menghampirinya.