GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
Happiness 33


__ADS_3

Siang hari deman Ayrin sudah menurun namun Rey tak mengizinkan Ayrin melakukan apapun termasuk menyiapkan pakaian anak-anak yang menjadi rutinitasnya setiap hari, Rey menggantikan semua pekerjaan Ayrin dimulai dari menyiapkan pakaian,makanan dan membereskan kamar anak-anak walau tidak serapi yang Ayrin kerjakan.


Rey hanya menyuruh Ayrin untuk istirahat, Selesai menyiapkan pakaian anak-anak dan membereskan kamar anak-anak Rey kembali ke kamar di lihat nya Ayrin sudah bangun dan duduk bersandar di ranjang, Rey mendekati Ayrin dan duduk di samping Ayrin kemudian mengecek suhu tubuh Ayrin dengan tangan nya.


"Sayang aku ingin makan yogurt" Pinta Ayrin tiba-tiba, Ntah mengapa ia ingin sekali memakan yogurt membayangkan nya saja sudah membuat Ayrin menelan air liurnya.


"Tidak boleh kau masih sakit" Tolak Rey tegas, Ia tak akan membiarkan Ayrin memakan yogurt saat Ayrin sedang sakit, Apalagi sedari pagi Ayrin hanya makan roti sedikit saja.


"Kenapa, Aku ingin sekali makan yogurt sayang" Ucap Ayrin dengan wajah sayu nya.


"Tidak sayang,kau masih sakit dan kau juga tidak makan banyak pagi tadi" Kekeh Rey menolak keinginan Ayrin.


"Please aku janji tidak akan makan banyak cukup satu cup saja sayang" Rayu Ayrin memberikan Rey cimuman di pipinya.


"Apa......Satu cup, Yang benar saja sayang" Satu cup yang Ayrin maksut adalah cup besar tentu saja Rey akan menolak nya.


"Sayang" mohon Ayrin.


"Tidak sayang" Rey membawa Ayrin dalam pelukan nya "Jangan sekarang ya nanti kalau kau sudah sembuh kau boleh memakan yogurt sepuasmu hemm" Ucap Rey lembut memberikan Ayrin pengertian, Ayrin mengangguk menyetujui ucapan Rey.


Rey benar-benar menjaga Ayrin dengan sepenuh hati, Rey bahkan tidak menyentuh pekerjaan nya sama sekali padahal banyak berkas-berkas yang harus ia periksa namun Rey meninggalkan semuanya istrinya lebih penting dari apapun.


Tepat pukul 13:00 ponsel Rey berdering nama Dom tertera di layar,"Hallo Dom ada apa?" Tanya Rey saat sambungan Telfon sudah terhubung.


"Hallo Tuan,,,Nona Aylen ingin berbicara dengan Nyonya Tuan" Jawab Dom di sebrang telfon, Rey menyerahkan ponsel kepada Ayrin.


"Hallo sayang ada apa?" Tanya Ayrin setelah menempelkan ponsel di kuping nya.


"Mommy apakah Mommy baik-baik saja" Tanya Aylen begitu khawatir dengan keadaan Mommy nya.

__ADS_1


Ayrin tersenyum sebelum menjawab pertanyaan anaknya., "Ya sayang Mommy baik-baik saja"


"Mommy bolehkan Aylen tidak masuk les hari ini"


"Kenapa sayang" Tanya Ayrin, Sebenrnya Ayrin sudah tau alasan kenapa Aylen tidak ingin les hari ini, Alasan nya pasti karena dirinya, Hanya saja ia ingin mendengarnya langsung dari Aylen.


"Karena Mommy sedang sakit" Benar dugaan Ayrin.


"Baikalah Mommy izinkan tapi bisakah Aylen tetap melakukan les piano, Karena Mommy ingin mendengar Aylen bermain piano" Pada akhirnya Aylen memberikan izin ia tak mau membuat anaknya semakin khawatir dan tidak fokus saat les karena mamikirkan nya namun ia tetap meminta Aylen untuk melakukan les piano lagi pula Aylen akan melakukannya di rumah.


"Tentu Mom" Jawab Aylen dengan riang setelah mendapat izin Mommy nya.


Setelah itu Aylen memberikan ponsel kepada Dom dan ia kembali ke kelas nya, "Jaga Aylen baik-baik Dom jangan sampai Aylen lepas dari pengawasan mu" Pesan Rey sebelum menutup panggilan.


"Baik Tuan" Jawab Dom setelah itu panggilan terputus.


Rey meminta Ayrin untuk kembali beristirahat, Rey memeluk Ayrin dan mengusap punggungnya lembut sehingga membuat Ayrin cepat tidur kemudian Rey ikut menyusul Ayrin tidur, Pukul 15:00 Ayrin bangun di rasa tubuh nya sudah lebih baik dari sebelumnya, Ayrin melirik jam yang ada di nakas setelah itu ia bangun dan ke kamar mandi untuk mencuci muka.


"Tidak usah sayang, Biarkan aku saja yang memasak untuk anak-anak" Jawab Rey menarik tangan Ayrin dan membawanya duduk di pangkuannya.


"Aku sudah tidak demam lagi sayang jadi biarkan aku memasak ya?" Ayrin membawa tangan Rey ke dahi nya untuk mengecek suhu tubuhnya.


"Tapi sayang"


"Please" Mohon Ayrin dengan merangkul leher Rey.


"Baiklah tapi ingat jangan terlalu lelah oke" Pada akhirnya Rey menyerah dan memberikan izin untuk Ayrin.


"Terbaik" Setelah mengatakan itu Ayrin mencium pipi Rey dan keluar dari kamar, Ayrin memasak spaghetti salah satu makanan kesukaan anak-anak, Tepat setelah ia selesai masak anak-anak pulang.

__ADS_1


"Momny kami pulang" Teriak anak-anak bersamaan.


"Ya sayang mommy di dapur" Teriak Ayrin dari arah dapur, Anak-anak menghampiri Ayrin di dapur mereka bergantian mencium Ayrin satu persatu, Meninggalkan anak-anak yang sudah duduk di kursi makan Ayrin pergi memanggil Rey untuk makan bersama.


Malam harinya setelah menyelesaikan tugas sekolah anak-anak datang ke kamar Ayrin, Di dalam kamar Rey sedang mencumbu bibir Ayrin yang menjadi candunya, Gedoran pintu yang kian semakin kencang tak membuat Rey menghentikan aktifitasnya.


"Daddy Mommy buka pintunya" Teriak anak-anak dari luar di sertai gedoran pintu, Anak-anak merasa kesal karena Daddy mereka tidak membuka pintu.


"Sayang hentikan" Ayrin mendorong dada Rey pelan.


"Sebentar sayang, Jika anak-anak sudah masuk aku tidak bisa melakukan nya" Ucap Rey setelah itu kembali menyatukan bibir mereka.


Gedoran pintu semakin terdengar kuat akhirnya Rey menyerah dan bangkit dari tubuh Ayrin, Rey mengelap bibir Ayrin dengan jari nya "Sayang bukalah pintu itu sebelum roboh oleh anak-anak, Aku akan ke ruang kerja sebentar kau saja yang menghadapi anak-anak" Rey segera masuk keruang kerja meninggalkan Ayrin sendiri menghadapi anak-anak, Ayrin menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Rey.


Setelah Rey masuk keruang kerja yang terhubung dengan kamar nya Ayrin membuka pintu, Anak-anak langsung masuk saat pintu sudah terbuka.


"Mommy kenapa lama membuka pintu?" Aylen bertanya dengan sedikit kesal.


"Pasti karena Daddy" Tuduh Aaresh tepat sasaran.


"Tentu saja memang siapa lagi" Kini Aarash yang mengatakan itu, Sedangkan Albiyan hanya diam ia masih merasa bersalah sebab Ayrin sakit karena dirinya.


"Daddy dimana Mom" Asresh bertanya setelah duduk di sofa.


"Daddy di ruang kerja sayang, Ada pekerjaan yang harus Daddy kerjakan" Jawab Ayrin yang juga ikut duduk di sofa.


Aarash yang merasa marah karena Daddy nya meninggalkan Mommy nya sendiri yang sedang sakit dan memilih bekerja berniat menghampirinya namun ia urungkan saat mendengar ucapan Mommy nya.


"Tidak apa-apa sayang, Mommy sudah tidak sakit lagi, Daddy sudah menjaga Mommy sedari pagi jadi biarkan Daddy menyelesaikan pekerjaan nya sebentar ya" Ucap Ayrin memberi pengertian kepada Aarash.

__ADS_1


Malam itu mereka tidur bersama di satu ranjang, Untung nya ranjang yang ada di kamar Ayrin cukup untuk mereka semua, Dengan posisi Rey Ayrin Aylen Aaresh Albiyan dan Aaresh, Walau mereka tidur bersama Rey tetap tidak mengizinkan Ayrin jauh dari nya karena Rey tidak akan bisa tidur jika tidak memeluk Ayrin dan anak-anak pun tau hal itu sebab Rey sendiri yang mengatakan nya kepada mereka.


__ADS_2