
Rey mendatangi ruangan Docter Melly sebelum masuk Rey menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya secara kasar, Rey langsung masuk keruangan Docter Melly tanpa mengetuk pintu terlebih dahu, Di dalam Docter Melly sudah menunggu Rey sedari tadi sambil menganalisa ulang hasil pemeriksaan Ayrin.
"Apa ada masalah yang terjadi dengan anak dan istriku?" Tanya Rey tanpa basa-basi setelah duduk di seberang Docter Melly.
"Ya ada sedikit masalah Tuan" Jawab Docter Melly menyodorkan hasil pemeriksaan Ayrin.
"Katakan saja apa yang sebenarnya terjadi" Rey menunggu apa yang akan di katakan Docter dengan degup jantung yang tak beraturan
"Begini Tuan dari hasil pemeriksaan Nona Ayrin menunjukan hal yang cukup bagus, Masalahnya karena Nona Ayrin memiliki Riwayat kerusakan pada rahim nya membuat Nona Ayrin tidak boleh kelelahan sama sekali, Usahakan selalu membuat mod-nya bagus dan jangan biarkan melakukan kegiatan yang berat-berat atau yang melelahkan, Karena itu akan sangat berpengaruh pada kedua janinnya dan itu bisa berakibat fatal" Docter menjelaskan semua hasil pemeriksaan Ayrin tanpa kurang satu apun, Docter juga memberi tau Rey apa yang harus di lakukan Rey.
"Apa kerusakan pada rahim nya mempengaruhi kehamilannya, Apa itu akan membahayakan untuk istri dan kedua anakku?" Tanya Rey yang masih merasa khawatir.
"Dari hasil pemeriksaan, kurasakan rahim Nona Ayrin memang cukup parah tapi tidak terlalu membahayakan untuk kedua anak anda Tuan tapi tetap harus hati-hati Nona Ayrin tidak di anjurkan untuk banyak bergerak karena usia kehamilannya masih sangat muda"
Akhirnya Rey bisa bernafas dengan lega ketakutannya hilang saat Docter mengatakan jika istri dan kedua calon anaknya baik-baik saja, Tapi kata Docter yang selanjutnya membuat tubuh Rey lemas seketika dan wajahnya pucat.
"Maaf Tuan saya harus mengatakan ini, Anda tidak di perbolehkan melakukan hubungan suami istri selama istri anda mengandung, karena setiap goncangan yang di ciptakan akan membuat janin dalam bahaya, Kerusakan pada rahim Nona Ayrin memang tidak terlalu berbahaya untuk janinnya tapi juga tidak bisa di sepelekan maka dari itu saya menganjurkan agar anda tudak melakukan hubungan suami istri dulu" ucapan Docter Melly hati-hati yang membuat tubuh Rey lemas.
Banyak pertanyaan-pertanyaan yang terus berlarian kesana kesini dalam fikiran Rey terutama tentang juniornya, Rey memikirkan kesejahteraan juniornya, Bagaimana nasip juniornya nanti jika ia tidak diperbolehkan melakukan hubungan suami istri, Jika hanya satu bulan oke Rey bisa tahan tapi ini sembilan bulan Rey harus menahannya.
"Apa tidak bisa di lakukan walau pelan-pelan" Tanya Rey yang masih mencoba mencari keberuntungan.
__ADS_1
"Maaf Tuan sebelum usia kandungan Nona Ayrin berusia 7 bulan atau benar-benar kuat Tuan tetap tidak bisa melakukannya. Setiap bulan nanti saya akan mengecek kondisi kandungan Nona Ayrin jika kondisi semakin membaik Tuan bisa melakukannya tapi jika kondisi tetap sama maaf Tuan tidak bisa melakukan sampai anak-anak Tuan lahir karena ini demi kebaikan anak-anak anda." Docter kembali memberi Rey penjelasan.
Rey semakin lemas mendengar semua ucapan Docter, Tapi demi anak-anak yang ia harap-harapkan ia akan mencoba menahannya, Ya tidak ada yang penting selain keselamatan anak-anak nya, Tapi Rey tetaplah pria dewasa yang membutuhkan kehangatan dari istrinya.
Rey keluar dari ruangan Docter ia berjalan menuju ruangan istrinya dengan lemas, wajah nya masih saja pucat sampai ia memasuki ruangan istrinya, ia berjalan mendekati istrinya dan memeluknya.
"Ada apa sayang" Tanya Ayrin yang sedang di peluk Rey namun Rey tak menjawab.
"Iya ada apa Rey?, Apa yang Docter katakan? Apa ada sesuatu yang mebahayakan dari hasil pemeriksaan Ayrin?" Tanya Mami Puspa berentetan.
"Tidak ada yang membahayakan, Kalian tidak perlu khawatir" Jawab Rey masih memeluk istrinya yang sedang duduk di ranjang Rumah Sakit.
"Lalu kenapa wajahmu pucat seperti itu" Tanya Papi Arian yang juga memperhatikan putranya sedari tadi.
Ayrin mengelus tangan Rey yang melingkar di perutnya seolah menyuruh Rey untuk bersabar dan memberitahukan jika semua ini demi anak-anak mereka, Rey semakin erat memeluk istrinya tapi tidak sampai menekan perut istrinya.
Hari semakin larut Mami Puspa dan Papi Arian pamit pulang dan akan kembali besok, Sebelum pulang Mami Puspa menanyakan apa yang ingin di makan menantunya besok, Ayrin mengatakan jika ia menginginkan ayam tumis jamur buatan ibu mertuanya, Hanya membayangkannya saja sudah membuat Ayrin ingin segera memakan nya, Setelah mengetahui apa yang di inginkan menantunya Mami Puspa dan Papi Arian langsung pulang.
Rey membantu Ayrin berbaring Rey mengelus perut istrinya yang masih rata dengan sangat lembut, Rey juga menciumi perut istrinya berkali-kali, Ayrin sangat bahagia bisa melihat pemandangan yang sangat indah itu, sampai sekarang ia masih tidak menyangka jika ia akan memiliki anak bahkan ia akan memiliki anak kembar. tangan Ayrin juga menglus kepala Rey yang masih menciumi perutnya.
"Hay anak-anak Daddy apa kalian bisa mendengar suara Daddy" Rey mengajak bicara kedua anak nya.
__ADS_1
"Daddy tau kalian bisa mendengar suara Daddy, Kalian tau kalian adalah anugrah Tuhan paling indah dalam hidup Daddy dan Mommy, Kalian tau kalian adalah keajaiban yang Daddy dan Mommy tunggu-tunggu, Nanti jika kalian sudah lahir kedunia dan kalian sudah besar Daddy akan selalu menceritakan apa saja yang sudah di lalui Mommy kalian sampai kalian ada di dalam perut Mommy, Kalian harus tau jika Daddy akan selalu menyayangi kalian dan Daddy berharap kalian bisa bekerja sama dengan Daddy untuk tidak membuat Mommy kalian kesakitan dan kelelahan, Apa kalian bisa berkerja sama dengan Daddy sayang" Rey berbicara dengan nada yang terdengar sangat lembut dengan kedua anaknya, Ayrin menangis mendengar semua yang di ucapkan Rey pada kedua anaknya.
Rey mencium kedua mata Ayrin yang mengeluarkan air matanya kemudian menggenggam tangan istrinya menempelkannya di pipinya.
"Sayang tidurlah ini sudah larut malam, Ibu hamil tidak boleh tidur terlalu larut" Ucap Rey membenarkan selimut Istrinya.
"Aku ingin tidur di peluk" Rengek Ayrin manja.
"Kalian dengar itu sayang sayang Mommy kalian sangat manja, Mommy kalian tidak bisa tidur jika tidak Daddy peluk" Kata Rey pada kedua anaknya dalam perut istrinya yang memang benar adanya, ya Ayrin memang tidak bisa tidur jika Rey tidak memeluknya.
"Sayang kemarilah aku ingin di peluk" Ayrin kembali merengek manja. dengan mengulurkan kedua tangannya.
"Baiklah tunggu sebentar aku akan ganti baju dulu" Jawab Rey yang langsung masuk kamar mandi berganti pakaian.
Rey berbaring di samping istrinya setelah berganti baju, Rey melingkarkan tangannya di perut iatrinya dengan penuh kehangatan, Rey mengelus perut istrinya sepertinya mulai sekarang mengelus perut istrinya akan menjadi hobi baru Rey, Rey terus mengelus perut Ayrin hingga mereka berdua terlelap melewati malam dengan mimpi yang indah.
...Cie yang kena prank 😂...
...Cie yang udah suuzon sama Author😂...
...Cie yang udah marah-marah sama Author😂...
__ADS_1
Author ga tau gimana tanggepan kalian menyikapi episode kali ini, kalo kalian mikir ceritanya ga nyambung atau terlalu mengada-ngada disini Author tegasin sekali lagi jika ni benar-benar real hanya cerita saja, jadi balik ke penilaian kalian masing-masing,
Sampai jumpa besok lagi ya para pembaca setia ku, Selamat Malam😚