
Sebuah cerita yang akan menceritakan tentang kelanjutan kehidupan Rey Ayrin dan Anak-Anak hingga mereka dewasa.
PROLOG
Rey dan Ayrin begitu bahagia menjalani kehidupan mereka, Kebahagian semakin bertambah setelah kehadiran Aylen dalam hidup mereka, Walau harus kehilangan rahim setelah melahirkan Aylen Ayrin tak pernah menyesal sekalipun ia tidak akan pernah bisa memiliki anak lagi, Bagi Ayrin semua ini sudah lebih dari cukup, Memiliki Suami yang begitu menyayangi dan mencintainya serta memiliki anak-anak yang sehat dan lucu Ayrin sungguh sangat bahagia dan berterimakasih kepada Tuhan atas nikamat dan kebagiaan yang di terimanya.
Pagi ini matahari masiih malu-malu untuk menunjukan wajahnya namun Ayrin sudah berkutat dengan kesibukannya mengurus suami serta ketiga anaknya, Usia Aylen sekarang sudah menginjak dua bulan yang mana ia sudah bisa melihat samar-samar, Bubu dan Buba tak pernah bosan untuk bermain dengan adik kecilnya.
Ayrin memutuskan untuk mengurus ketiga anak nya tanpa bantuan Nany, Ayrin ingin ketiga anak nya akan selalu dekat dengan nya.
"Bubu Buba ayo mandi dulu ini sudah siang kalian harus sekolah bukan" Rayu Ayrin pada kedua anak kembarnya yang sedari tadi tidak ingin pergi dari sisi adik kecilnya.
"Mom bolehkan kami tidak sekolah, Kami ingin bermain dengan adik kecil?" Tanya Bubu si sulung mencoba keberuntungan pagi ini.
"Kemarilah Mommy ingin berbicara sebentar dengan Bubu dan Buba" Pinta Ayrin mengulurkan kedua tangannya.
Bubu dan Buba bergeser mendekati Ayrin kemudian mereka berdua duduk di pangkuan Ayrin, Kedua tangan Ayrin berada di belakang tubuh Bubu dan Buba menahan tubuh mereka agar tidak jatuh.
"Coba katakan pada Mommy alasan kalian tidak ingin ke sekolah" Tanya Ayrin lembut.
"Apa Mommy tidak akan marah jika kami mengatakannya?" Jawab si Sulung sembari menatap Ayrin.
Dengan senyuman Ayrin menjawab "Dengar sayang Mommy tidak akan marah dengan kalian, Mommy hanya ingin dengar alasan kalian saja, Jadi apakah kalian mau mengatakannya?"
__ADS_1
"Kami ingin selalu dekat dengan adik Aylen Mom" Jawab Bubu yang turut di angguki oleh Buba.
"Dengarkan Mommy sayang, Adik Aylen tidak akan kemana-mana, Jika kalian ingin dekat dengan adik bukankah kalian bisa bermain ketika kalian sudah pulang sekolah hemm"
"Sayang ada saat nya kita bermain ada saatnya kita beristirahat dan ada saatnya juga kita bersekolah, Jika saatnya kita bermain maka kita akan bermain jika saatnya istirahat kita akan istirahat lalu jika saatnya kita bersekolah kita harus.....?" Jeda Ayrin menatap kedua anaknya.
"Bersekolah Mom.." Jawab Bubu dan Buba bersama.
"Benar sayang, Di luaran sana banyak anak-anak yang kurang mampu untuk bersekolah padahal mereka sangat ingin bersekolah" Jeda Ayrin lagi sembari tangan nya meraih ponsel yang ada di sebelahnya.
Ayrin mengotak atik ponselnya sampai ia menemukan gambar lalu ia tunjukan kepada kedua anak nya."Lihat ini sayang" Menunjukan gambar.
"Siapa mereka Mom?" Tanya Bubu dan Buba.
"Apa mereka juga bersekolah Mom?" Tanya Bubu yang masih serius menatap gambar.
"Tidak sayang"
"Kenapa Mom"
"Karena mereka tidak seberuntung kita sayang,"
"Kami tidak mengerti mom" Jawab Buba dengan rasa penasarannya.
__ADS_1
"Mereka adalah anak-anak yang ingin bersekolah namun karena keterbatasan ekonomi mereka tidak bisa bersekolah, Karena tidak semua orang seberuntung kita sayang" Jelas Ayrin selembut mungkin agar anak-anak nya dapat menyerap apa yang ia katakan.
"Apakah kami bisa menolong mereka semua Mom"
"Tentu sayang kalian bisa menolong mereka"
"Bagaimana cara kami menolong mereka Mom?" Mereka begitu excited untuk menolong terlihat dengan raut wajah mereka.
"Dengan cara kalian bersekolah, Jika kalian rajin sekolah dan belajar dengan rajin maka ketika kalian sudah besar nanti kalian dapat membantu mereka, Bukan hanya mereka saja yang ada di gambar yang dapat kalian bantu tapi masih banyak orang yang bisa kalian bantu" Ucap Ayrin panjang dengan hati-hati dan lebut agar anak nya tetap bisa menyerap apa yang ia katakan.
Ayrin hanya ingin menanamkan kepedulian terhadap sekitar kepada anak-anak sejak dini agar ketika mereka dewasa mereka sudah terbiasa.
"Kami ingin sekolah Mom agar kami bisa membantu mereka semua" Jawab Bubu dan Buba bersamaan setelah itu mereka berdiri dari pangkuan Ayrin dan kembali kesisi Aylen.
Tanpa Ayrin sadari seseorang sedari tadi memperhatikan Ayrin, Seseorang itu adalah Rey Daddynya si kembar dan Aylen, Rey berjalan mendekati istri dan anak-anak nya, Rey mencium kepala Ayrin "Aku bangga kepadamu Sayang, Kau adalah ibu yang hebat mereka akan sangat bangga memiliki ibu sepertimu"
"Terimakasih sayang, Mereka juga akan sangat bangga memiliki ayah sepertimu" Jawab Ayrin memeluk pinggang Rey.
"Oke son sekarang kalian harus mandi Daddy akan membantu kalian" Ucap Rey menghampiri anak nya lalu menggendong keduanya sekaligus dan membawa mereka ke kamar mereka.
Setelah kepergian Rey dan si kembar Ayrin mengendong Aylen kepangkuannya "Kau dengar sayang kakak-kakak mu begitu sangat menyayangimu sampai mereka tidak ingin bersekolah agar bisa selalu dekat dengan mu, Kelak suatu hari nanti mereka yang akan menjagamu menggantikan kami ketika Mommy dan Daddy sudah tidak ada lagi" Bisik Ayrin lembut.
Dalam hati Ayrin berdoa Tuhan aku tidak tau masih pantas atau tidak aku meminta sesuatu dari mu sedangakan engkau telah memberiku banyak kebahagiaan yang tanpa ku sangka-sangka,namun jika boleh aku meminta aku hanya ingin meminta beri aku dan suamiku umur panjang agar kami bisa merawat anak-anak kami sampai mereka menemukan pasangan nya kelak agar ketika kau memanggil kami untuk kembali kepadamu mereka tak akan merasa kesepian.
__ADS_1