GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
Happiness 40


__ADS_3

Aarash membawa Azkia datang ke rumah, Selama perjalanan Azkia merasa khawatir dan takut, Keringat dingin membasahi tangannya, Aarash melirik ke arah Azkia yang meremas tangannya dengan senyum samar kemudian meraih tangan Azkia untuk ia genggam.


"Jangan khawatir" Ucap Aarash membawa tangan Azkia untuk ia cium.


"Mommy kecewa ya sama aku?" Tanya Azkia menatap Aarash.


Aarash tidak menjawab pertanyaan Azkia, Aarash menarik nafasnya panjang yang di artikan sebagai jawaban oleh Azkia, Azkia langsung menundukan kepalanya, Jika benar Ayrin kecewa padanya dan membatalkan pernikahan berarti ini adalah hari terakhir ia bertemu dengan Aarash karena Azkia sudah memutuskan akan pergi dari kota ini untuk melupakan Aarash.


Sampai di Rumah Aarash Azkia semakin takut, Jantung nya berdetak kencang tangannya dingin, Aarash membawa Azkia turun dan masuk kedalam rumah, Ayrin menyambut hangat kedatangan Azkia, Ayrin langsung memeluk sayang saat bertemu dengan Azkia.


"Mom-Mommy" Beo Azkia lirih, Ia tak tau kenapa Ayrin memeluknya seperti ini, Bukan kah Ayrin kecewa padanya.


Ayrin melepas pelukannya dan membawa Azkia duduk di sofa ruang keluarga dimana sudah ada Rey yang duduk dengan Tap di tangan nya,"Apa kabar Nak?" Tanya Rey dari sebrang sofa yang Azkia dan Ayrin duduki.


"Azkia baik Dad" Jawab Azkia lirih.


"Syukurlah, Kau dan Aarash harus menjaga kesehatan kalian agar acara kalian berjalan lancar sesuai keinginan kalian" Ucap Rey, Azkia di buat bingung dengan ucapan Rey, Acara acara apa yang Rey maksut bukankah Azkia di panggil untuk memberitahu jika pernikahan nya dengan Aarash di batalkan, Atau mereka.


"Mom" Azkia menatap Ayrin seolah bertanya apakah ini benar.


"Ya sayang pernikahan kalian tidak akan batal, Aarash sudah menceritakan semuanya sama Mommy, Daddy dan Mommy tidak keberatan dengan kondisimu" Air mata Azkia langsung menetes mendengar ucapan Ayrin.


"Mommy tau ini bukan keinginanmu tapi kehendak Tuhan, Dalam pernikahan yang terpenting adalah dengan siapa kamu akan menua bukan tentang perihal anak, Ada atau tidak ada nya anak dalam pernikahan kalian jika kalian saling menyayangi dan mengasihi itu sudah cukup, Bahagia dalam pernikahan bukan hanya karena hadirnya seorang anak tapi bagaimana kalian bisa saling membahagiakan pasangan kalian masing-masing, Mommy harap kamu tidak berkecil hati menerima takdir Tuhan, Yakinlah pertolongan Tuhan akan datang di waktu yang tepat" Nasehat Ayrin untuk Azkia, Azkia menangis haru mendengar nasehat Ayrin, Azkia tidak menyangka jika ia bisa di terima di keluarga Aarash yang terpandang walau ia memiliki kekurangan.


Ayrin membawa Azkia dalam pelukannya mengusap punggung nya sayang, Azkia semakin menangis dalam pelukan Ayrin, "Ssstt jangan menangis sayang nanti cantiknya hilang loh" Canda Ayrin yang membuat Azkia Aarash dan Rey tersenyum.


Azkia melepas pelukan Ayrin, "Terimakasih Mommy sudah mau menerima Azkia yang memiliki kekurangan ini"


"Tidak sayang jangan berkata seperti itu,"


"Mommy harap kalian akan selalu bahagia nak dan beri tahu Mommy jika suatu saat Aarash menyakitimu apalagi sampai menghianatimu karena kekuranganmu, Karena jika sampai itu terjadi Mommy sendiri yang akan membawa mu pergi dari kehidupan Aarash dan akan Mommy pastikan Aarash tidak akan pernah bisa menemukanmu dimanapun kamu berada" Pesan Ayrin, Ia bersungguh-sungguh dengan ucapannya,


Ayrin tau bagaiman sakitnya di sakiti dan di khianati maka dari itu Ayrin tidak akan memberi ampun untuk Aarash jika ia sampai menyakiti Azkia walaupun Aarash anak kandungnya sendiri.


"Oh ayolah Mom Aarash sudah berjanji bukan, Aarash tidak akan meninggalkan Azkia apapun keadaan nya" Ucap Aarash meyakinkan Ayrin lagi.


Rey menepuk pundak Aarash pelan yang duduk di sampingnya ,"Dan Daddy juga akan langsung mencoret nama Aarash dalam daftar keluarga jika Aarash menyakitimu"


"Kalian tenang saja Aarash tidak akan menyakiti Azkia, Bahkan jika bukan Azkia yang menjadi istri Aarash, Aarash tidak akan menikah" Dengan lantang dan yakin Aarash mengucapkan kata itu.


Azkia tersenyum mendengar ucapan Aarash, Azkia merasa bersyukur di cintai Aarash sedalam ini bahkan setelah Aarash mengetahui kekurangan nya, Tidak tau apa yang di lihat Aarash dalam diri Azkia sampai-sampai ia begitu mencintainya.


Selesai dengan pembahasan tentang Azkia mereka melanjutkan obrolan mereka dengan membahas acara yang akan mereka buat untuk pernikahan Aarash dan Azkia.


"Mommy Aaresh pulang" Suara Aaresh terdengar ke seluruh ruangan yang baru kembali dari Rumah Sakit bersama Albiyan.


"Mommy disini sayang" Mendengar suara wanita yang ia cintai Aaresh langsung menghampiri Ayrin.


"Eh ada mba Ayang" Beo Aaresh saat melihat ada Azkia juga, Aaresh menyalami tangan Ayrin dan mencium pipi Ayrin begitu pun dengan Albiyan, Setelah itu Aarash dan Albiyan juga menyalami Azkia Aarash dan Rey.


"Tumben kak Aaresh sama kak Alby pulang barengan" Tanya Ayrin merasa heran karena tidak biasanya mereka pulang bersamaan.


"Iya tadi Aaresh minta jemput Alby soalnya mobil Aaresh di bawa pak Yahya kebengkel" Jawab Aaresh, Rey dan Ayrin hanya menganggukan kepalanya mengerti.

__ADS_1


"Kak... Alby sudah memilihkan beberapa tempat untuk foto prewedding kaka sama mba ayang, Kalo kaka kurang cocok sama tempatnya nanti Alby cariin lagi tempatnya" Albiyan meyerahkan beberapa foto yang sudah ia cetak kepada Aarash.


Aarash dan Azkia melihat foto-foto yang di berikan Alby, Mereka menyetujui semua tempat itu dan menyerahkan semuanya kepada Albiyan, Setelah itu mereka makan siang bersama sebelum Azkia pulang.


Sore hari Aylen pulang kerumah dengan tampang lesu karena seharian ini ia dan teman-teman nya mengikuti acara amal yang di adakan kampusnya, Aylen langsung menidurkan dirinya di sofa, Aaresh yang melihat Aylen sudah pulang mencoba mendekatinya karena Aylen masih marah dengan Aaresh sejak kemarin gara-gara Aaresh merusakan barang koleksinya.


"Princess sudah pulang" Tanya Aaresh, Aylen diam ia terlalu lelah untuk meladeni kaka nya yang satu ini.


"Princess masih marah sama kaka" Tanya Aaresh lagi namun Aylen masih tetap diam.


"Kaka minta maaf deh udah ngerusakin koleksi kesayangan princess, Kaka udah pesenin itu lightstick nya buat gantiin yang kaka rusakin kemarin, Princess jangan marah lagi ya" Rayu Aaresh sambil mengelus kepala Aylen sayang.


"Beneran kak" Aylen langsung bangun dan duduk di sofa.


Aaresh menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan Aylen, Aylen langsung memeluk Aaresh ia merasa senang karena Aaresh mengganti lightstick kesukaannya dengan yang baru.





Hari demi hari berlalu dengan cepat hari ini adalah hari pernikahan Aarash dengan Azkia, Rey membawa Azkia berjalan di Altar menggantikan Ayah Azkia yang sudah meninggal mengantarkan nya pada Aarash yang sudah menunggunya, Azkia adalah anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan dulunya sebelum ia lulus SMA, kehidupan Azkia tidak jauh berbeda dengan kehidupan Ayrin dulu maka dari itu Ayrin begitu menyayangi Azkia.


"Jaga baik-baik putri Daddy dan jangan pernah engkau sakiti" Pesan Rey setelah menyerahkan Azkia kepada Aarash.


"Pasti Dad" Jawab Aarash menggenggam tangan Azkia.


Rey turun dari Altar berdiri di sisi Ayrin, Rey mencium sayang kening Ayrin, Mereka tidak menyangka dapat mengantarkan anak pertama mereka menikah, Aarash dan Azkia selesai mengucapkan janji suci dan mereka sudah sah menjadi suami istri.


"Tidak sayang kaka tidak pernah buat Mommy kecewa, Justru Mommy bangga sama kaka"


"Sekali lagi terimakasih Mom, Walau Aarash sudah memiliki istri kasih sayang Aarash untuk Mommy tidak akan pernah pudar selamanya" Aarash mencium pipi dan kening Ayrin sayang, Setelah itu ia bergantian memeluk Rey.


"Dad" Aarash memeluk Rey.


"Jadilah suami yang bertanggung jawab nak, Sayangi istrimu seperti kamu menyayangi kami, Jadilah perisai untuk istrimu yang selalu ada di saat istrimu membutuhkan mu" Nasehat Rey untuk Aarash.


"Tentu Dad,,, Aarash janji akan menjadi laki-laki yang bertanggung jawab dan akan menjadi perisai untuk istri Aarash" Jawab Aarash yakin dalam pelukan Rey.


Azkia menangis dalam pelukan Ayrin "Terimakasih Mom" Ucap Azkia tulus dari hatinya.


"Sama-sama sayang, Berbahagialah dengan anak Mommy, Semoga kalian selalu bersama dalam suka maupun duka" Doa Ayrin untuk anak dan menantunya.


Azkia berganti memeluk Rey dan mengucapkan hal yang sama ,Rey juga memberikan doa yang tulus untuk anak menantunya, Acara pesta di gelar begitu mewah dan meriah.


Selang satu tahun pernikahan Azkia dan Aarash, Aaresh menyusul sang kaka untuk menikah, Aaresh telah menemukan gadis yang ia cari-cari selama ini, Tepatnya tiga bulan yang lalu Aaresh bertemu kembali dengan gadis yang ia cintai, Andira Aliesta gadis cantik bertubuh mungil yang mampu membuat Aaresh tidak bisa move on dan tetap setia menunggunya walaupun ia pergi tanpa kata.


Aaresh tanpa sengaja bertemu dengan Andira di sebuah Cafe tempat Andira bekerja, Betapa terkejutnya Aaresh melihat Andira ada di hadapannya, Andira sama terkejutnya saat melihat Aaresh berdiri di hadapannya.


"Andira"


"A-Aaresh"

__ADS_1


Mereka masih sama-sama terkejut dengan pertemuan tidak sengaja ini, Andira yang sadar lebih dahulu mencoba pergi dari hadapan Aaresh namun Aaresh mencegah nya.


"Kau mau lari kemana lagi Andira?" Ucap Aaresh dingin mencengkaram erat tangan Andira.


"A-Aku" Andira meringis menahan sakit merasakan cengkraman tangan Aaresh di tangannya.


"Kau ingin pergi lagi?" Tanya Aaresh lagi dengan tatapan dingin yang membuat Andira takut.


"Tidak Aku..." Aaresh tidak mengizinkan Andira menyelesaikan ucapan nya dan langsung membawa Andira pergi dari cafe itu.


"Aaresh lepas" Pinta Andira namun Aaresh tidak menghiraukannya, Aaresh membawa Andira pergi ke apartemen nya.


Sampai ke apartemen Aaresh melemparkan Andira di atas ranjang dan menindihnya, "Aaresh apa yang kau lakukan menjauh dari ku" Panik Andira mendorong tubuh Aaresh yang semakin dekat dengan nya.


"Kenapa kau pergi dariku? Bahkan kau tidak memberitahuku sama sekali? Apa yang sudah aku lakukan sampai kau pergi meninggalkan ku?" Tanya Aaresh mentaap mata Andira dalam, Andira berhenti mendorong tubuh Aaresh tiba-tiba air mata Andira menetes tanpa di perintah.


"Maaf" Ucap Andira lirih.


"Katakan alasan mu meninggalkan ku?" Aaresh terus memaksa Andira untuk mengatakan alasannya meninggalakan nya, Mau tidak mau Andira menceritakan alasannya meninggalkan Aaresh dulu.


Alasan Andira meninggalkan Aaresh dulu karena Ayah Andira meninggal dan seluruh harta milik keluarga Andira di sita Bank termasuk rumah yang Andira tempati, Andira hancur saat itu apalagi melihat Ibu nya yang sakit-sakittan setelah kepergian sang Ayah belum lagi saudara-saudara dari ayahnya yang tidak mau menerima kehadiran nya dan juga Ibunya, Andira tidak mau merepotkan Aaresh dengan masalahnya maka dari itu Andira memilih meninggalkan Aaresh tanpa sebab dan kabar.


Aaresh langsung memeluk Andira setelah Andira selesai menceritakan alasannya, Aaresh tidak menyangka jika Andira begitu menderita selepas kepergian Ayahnya, Hari itu Aaresh langsung membawa Andira ke rumah Utama untuk bertemu Rey dan Ayrin dan mengatakan jika ia akan menikahi Andira secepatnya, Rey dan Ayrin tentu syok mendengar ucapan Aaresh yang tiba-tiba ingin menikah namun setelah Aaresh menceritakan semuanya dan berhasil meyakinkan Rey dan Ayrin akhirnya Aaresh mendapat restu untuk menikah.


Lagi Rey mengantarkan Andira wanita yang di cintai Aaresh menuju Altar menggantikan Ayah Andira yang sudah tiada," Jaga putri daddy baik-baik dan jangan pernah engkau sakiti" Pesan yang sama yang Rey ucapkan dulu kepada Aarash kini ia ucapkan kepada Aaresh.


"Tentu Dad" Jawab Aaresh yakin menggenggam tangan Andira.


Aaresh dan Andira selesai mengucap janji suci, Mereka resmi menjadi suami istri, Aaresh turun dari Altar menggandeng tangan Andira menghampiri orang tua mereka untuk memohon restu.


"Terimakasih Mom dan maaf karena Aaresh sering membuat Mommy kecewa" Ucap Aaresh memeluk Ayrin.


"Tidak sayang kaka tidak pernah membuat Mommy kecewa, Semoga kalian selalu di limpahi kebahagiaan seumur hidup kalian" Doa Ayrin untuk Aaresh dan Istrinya.


Aaresh bergantian memeluk Rey dan mengucapkan hal yang sama, Rey juga mendoakan untuk kebahagiaan Aaresh dan Andira, Begitupun dengan Ibu Andira ia juga mendoakan hal yang sama, Rey memberikan hadiah tiket honeymoon ke negeri sakura untuk Aaresh dan Andira.


Lima Tahun kemudian


Rey dan Ayrin menatap satu persatu anak-anak nya yang kini tak sendiri lagi mereka sudah memiliki pasangannya masing-masing, Ya kini Aylen dan Albiyan juga sudah berpasangan, Air mata Ayrin menetes mengingat bagaimana perjalanan nya bersama Rey hingga bisa sampai di titik ini, Rey memeluk Ayrin erat dan menciumnya mengucapkan kata-kata cinta dan terimakasih untuk Ayrin.


Anak-anak telah bahagia dengan pasangan nya masing-masing, Dan setiap rumah tangga pasti memiliki ujiannya masing-masing, Jika Aaresh dan Andira langsung di beri kepercayaan di tahun pertama pernikahan mereka untuk memiliki buah hati lain hal nya dengan Aarash dan Azkia yang sampai saat ini belum di beri kepercayaan untuk memiliki buah hati.


Aarash menepati janji nya menerima apapun kekurangan Azkia, Aarash juga menepati janjinya menjadi perisai untuk Azkia yang selalu ada untuk Azkia di saat orang-orang membicarakan kekurangan Azkia.


Aylen kini tengah berbadan dua ia mengandung anak pertamanya setelah dua tahun pernikahan nya, Albiyan selalu menjadi suami siaga dalam menjaga kandungan Aylen yang membutuhkan perhatian extra karena kandungannya yang sedikit lemah.


Tuan Arian dan nyonya Puspa telah pulang kepangkuan sang pencipta tepat setelah satu bulan pernikahan Aylen dan Albiyan, Tuan Arian dan Nyonya Puspa pergi dengan tenang setelah menyaksikan cucu-cucu nya menikah.


"Nenek Kakek" Suara si kembar Lengkara dan Lyly anak kembar Aaresh dan Andira memeluk kakek dan Nenek nya.


THE END


NOTE : Setiap mahluk hidup pasti memiliki ujiannya masing-masing namun percayalah jika Tuhan tidak mungkin memberi hambanya ujian melampaui batas kemampuan hambanya.

__ADS_1


[Jika mampu betahan di masa sulit, Kau akan merasakan hasilnya ]


Selesai sudah cerita perjalan kehidupan Rey Ayrin dan anak-anak untuk mencapai kebahagian mereka, Author ngucapin beribu-ribu terimakasih untuk kalian semua yang sudah mau menbaca cerita Author, Semoga akhir dari cerita ini sama seperti yang kalain inginkan, sekali lagi Author ngucapin Terimakasih sampai bertemu di cerita Author selanjutnya, Saranghae😇


__ADS_2