GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
episode 61


__ADS_3

Rey tak kuasa menahan gejolak di hatinya saat Dokter terus menggerakkan Stick di atas perut Ayrin, Air mata mengembang di matanya yang siap tumpah kapan saja jika ia mengedipkan mata, Seluruh tubuhnya gemetar hampir saja ia terjatuh jika saja ia tidak bertumpu pada meja di sampingnya.


Ia masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat di layar dengan mata kepalanya sendiri hingga perkataan Dokter membuat ribuan kembang api meledak di hatinya.


"Selamat Tuan sebentar lagi anda akan menjadi seorang Ayah, Nona Ayrin positif hamil" Kata Dokter masih dengan menggerakkan stick di perut istrinya.


Air mata yang sedari mengembang di matanya tumpah seketika saat Dokter mengatakan jika istrinya hamil dan seketika tubuhnya luruh di lantai saat kakinya tak kuat lagi menahan berat tubuhnya saat mendengar kata yang Dokter ucapkan selanjutnya.


"Dan anda akan memiliki dua bayi sekaligus Tuan" Ucap Dokter yang tadi nya masih fokus dengan Stick di tangannya langsung mengalihkan pandangannya pada Rey yang sudah duduk di lantai.


Rey menangis mendapat keajaiban yang selama ini ia dan istrinya idam-idamkan, keajaiban yang mereka anggap mustahil, keajaiban yang selama ini hanya angan-angan mereka kini mereka mendapatkan keajaiban itu, Apakah ini nyata?.


Dokter dan Suster yang ada disitu ikut menangis melihat keajaiban yang Tuhan berikan kepada dua anak manusia yang selama ini mereka para pekerja medis di Rumah Sakit tau jika dua anak manusia ini tidak bisa memiliki keturuhan, Tapi ternyata Tuhan maha baik Tuhan menunjukan keajaiban nya bahwa apa yang tidak mungkin jika Tuhan sudah berkehendak maka apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.


"Tuan apa anda baik-baik saja" Tanya Dokter Melly yang sudah bisa menengkan dirinya sendiri.


"A..apa ini mimpi?. Apa ini nyata?" Tanya Rey lirih dengan air mata yang masih mengalir di pipinya namun masih bisa di dengar.


"Ya Tuan ini nyata anda tidak sedang bermimpi" Jawab Doclkter yang membuat air mata Rey semakin deras mengalir.


Rey tidak bisa membayangkan betapa bahagianya istrinya mengetahui jika dirinya hamil, Rey yakin istrinya pasti sama tidak percayanya dengan dirinya. Bukan hanya satu anak yang akan mereka dapatkan tapi dua sekaligus.


"Tuan saya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut keadaan Nona Ayrin, Silahkan Tuan menunggu di luar" Ucap Dokter, Perlahan Rey berdiri dengan di bantu perawat laki-laki yang sudah di penggil oleh salah satu perawat atas perintah Dokter Melly.


"Berikan yang terbaik untuk istri dan calon anakku" Ucap Rey sebelum ia pergi.


"Baik Tuan akan saya berikan yang terbaik untuk istri dan calon anak anda" Jawab Dokter mempersilahkan Rey keluar.


Rey berjalan gontai keluar dari Ruang pemeriksaan Ayrin, Di luar berkali-kali Zayn berjalan mondar-mandir menunggu Tuan nya keluar, Zayn takut sesuatu terjadi dengan Nonanya yang akan membuat Tuannya menggila, Zayn berjalan cepat menghampiri Tuannya yang baru saja keluar dari ruang pemeriksaan Nonanya dan masih berdiri di depan pintu.


"Tuan bagaimana keadaan Nona Ayrin? Apa semua baik-baik saja? Kenapa wajah anda seperti itu Tuan? Kenapa anda menangis? Apa terjadi sesuatu dengan Nona Ayrin?" Tanya Zayn berentetan saat Tuannya keluar dari Ruang Pemeriksaan dengan wajah yang sembab seperti habis menangis.


Bukanya menjawab pertanyaan Zayn Rey langsung memeluk Zayn, Rey kembali tak kuasa menahan tangisannya dan hal ini membuat Zayn semakin khawatir jika terjadi sesuatu dengan Nona nya.

__ADS_1


"Tuan Ap...."


"Aku akan menjadi menjadi Ayah Zayn, sebentar lagi aku akan di panggil Daddy, Ayrin hamil Zayn" Ucap Rey memotong Suara Zayn di tengah tangisannya.


Zayn diam tak merespon ucapan Tuannya ia sama tidak percaya dengan Rey tadi, Zayn berfikir mungkin ia salah dengar dengan ucapan Tuannya tadi, Tapi melihat Tuannya yang memeluknya erat dan menangis seperti itu Zayn bertanya-tanya dalam hatinya.


Apakah ini nyata?


Apakah ini bukan mimpi?


Benarkah ini terjadi?


Pertanyaan-pertanyaan itu terus bermunculan di fikiran Zayn, Jika memang benar ini nyata sungguh Tuhan maha baik, Setelah ini ia akan pergi ke tempat ibadah dan mengucapkan banyak terimakasih pada Tuhan yang telah memberikan kebahagiaan untuk Tuan dan Nonanya yang sudah ia anggap sebagai keluarganya.


"Tuan apakah ini nyata" Tanya Zayn membuka suaranya setelah lama diam.


"Ya Zayn ini nyata, Aku sendiri tidak percaya jika aku akan memiliki anak dan bukan hanya satu tapi dua Zayn, Aku akan memiliki dua anak sekaligus Zayn.." Menggebu-gebu Rey mengatakannya kepada Zayn setelah ia melepaskan pelukannya.


"Selamat Tuan, Selamat sebentar lagi Tuan dan Nona akan menjadi orangtua" Ucap Zayn menepuk punggung Rey.


"Terimaksih Zayn terimakasih" Rey balas menepuk punggung Zayn setelah itu melepaskan pelukan.


"Zayn berikan bonus gaji satu tahun kerja untuk seluruh karyawan Perusahaan, Perusahaan Pusat Perusahaan Cabang dan Perusahaan yang ada Luar Negri, berikan bonus pada karyawan zayn dan berikan sumbangan keseluruh panti asuhan yang ada di seluruh Kota Zayn" Perintah Rey yang terlampau bahagia, Rey ingin berbagi kebahagiaan dengan semua orang.


"Baik Tuan akan saya lakukan perintah Tuan denagn baik" Jawab Zayn mantap ia juga ikut bahagia atas kehamilan Nona nya.


Mami Puspa dan Papi Arian langsung datang ke Rumah Sakit saat Putranya memberitahu jika menantunya di bawa ke Rumah Sakit padahal mereka berdua sedang berada di Luar Kota, Papi Arian mengerahkan seluruh Kuasanya di Negri ini agar bisa segera sampai di Rumah Sakit Pusat karena saat itu landasan penerbangan tidak bisa di gunakan karena terjadi kendala pada saat itu, Namun bukan Tuan Arian jika ia tidak bisa melakukan apa yang ia inginkan.


Satu Jam perjalanan menuju Rumah Sakit Pusat akhirnya Papi Arian dan Mami Puspa Sampai di Rumah Sakit, Mami Puspa berlari menuju ruang UGD dimana Ayrin sedang di periksa, Di luar Ruang UGD Rey dan Zayn masih menunggu Ayrin yang belum selesai melakukan pemeriksaan.


"Rey apa yang terjadi dengan Ayrin?, Apa Ayrin baik-baik saja Rey?" Tanya Mami Puspa dengan nafas yang memburu karena ia sedari tadi berlari.


Rey tidak langsung menjawab Pertanyaan Mami nya, Ia langsung memeluk Mami nya erat menyeruakan kebahagiaannya dan kembali lagi ia menangis dalam pelukan Mami nya.

__ADS_1


"Ada apa Rey, apa keadaan Ayrin tidak baik-baik saja?" Tanya Mami Puspa yang semakin khawatir dengan keadaan menantunya.


"iya Rey katakan pada Papi apa yang terjadi dengan Ayrin kenapa kau menangis, Apa sakit Ayrin parah?" Papi Arian ikut menanyakan keadaan menantunya, Papi Arian begitu takut sesuatu terjadi dengan menantunya.


"Ayrin baik-baik saja Mi tidak terjadi sesuatu dengannya, Hanya saja..." Rey menggantung ucapannya yang membuat kedua paruh baya itu semakin khawatir.


"Hanya saja apa Rey katakan pada Papi!!" Desak Papi Arian.


"Sebentar lagi Aku dan Ayrin akan menjadi orangtua Mi, Aku dan Ayrin akan di panggil Mommy dan Daddy dan kalian akan di panggil Nenek dan Kakek" Ucap Rey masih memeluk Mami nya.


Mami Puspa langsung melepaskan pelukannya dan menatap anaknya "Apa maksudmu Rey" Tanya Mami Puspa yang belum mengerti maskut dari anaknya sedangkan Papi Arian tetap diam ia ingin mendengar ucapan Rey selanjutnya.


"Ayrin Hamil Mi, Aku akan memiliki anak Mi, Mami dan Papi akan memiliki cucu bukan hanya satu tapi dua, Ayrin hamil anak kembar Mi" Rey memberi tahu orangtuanya dengan perasaan bahagia yang luar biasa.


Mami Puspa dan Papi Arian masih diam mereka belum merespon apa yang baru saja di ucapkan anaknya hingga Papi Arian yang pertama mengeluarkan suaranya.


"Apa yang kau katakan tadi Rey" Tanya Papi Arian yang masih belum percaya dengan ucapan anaknya.


"Ayrin hamil Pi kalian akan mendapatkan Cucu kalian akan menjadi Nenek dan Kakek" Rey mengulang kembali ucapannya.


Papi Arian langsung memeluk anaknya mengucapkan selamat "Selamat Rey sebentar lagi kau akan menjadi orangtua" Ucap Papi Arian menepuk punggung Rey.


Papi Arian melepaskan pelukannya dari tubuh Rey dan beralih memeluk istrinya yang masih belum merespon ucapan anaknya ia masih belum percaya dengan apa yang terjadi "Sayang kita akan menjadi kakek dan nenek"


Mami Puspa yang sudah bisa merespon ucapan anaknya tadi langsung melepas pelukan suaminya dan mendekat pada anaknya "Apa yang kau katakan tadi Rey, Ayrin Ha..." Mami Puspa tak melanjutkan ucapannya takut jika ia hanya salah dengar.


"Iya Mi Ayrin Hamil Mami tidak salah dengar" Kata Rey dengan Memeluk kembali Mami nya..


Mengetahui jika ia tidak salah dengar Mami Puspa langsung menangis kencang dalam pelukan anaknya, ia tidak menyangka jika apa yang sempat ia duga satu bulan lalu ternyata benar, Papi Arian ikut memeluk anak dan istrinya, Zayn yang sedari tadi tidak bersuara ikut menangis dalam kebahagiaan keluarga Tuannya, Papi Arian mengulurkan tangannya pada Zayn agar ia mendekat dan ikut masuk dalam pelukan karena Papi Arian sudah mengganggap Zayn seperti anaknya sendiri, Di depan Ruang UGD itu mereka berpelukan besama mensyukuri kebahagiaan yang Tuhan berikan.


...Pelajaran untuk kita semua bahwa apa yang tidak mungkin menurut kita sebagai manusia itu adalah hal yang mungkin jika Tuhan sudah berkehendak.....


...Author ikut mewek😭😭...

__ADS_1


__ADS_2