GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
Happiness 28


__ADS_3

Tiga puluh menit kemudian mereka semua sampai di rumah, Anak-anak langsung turun dari mobil dan berlari masuk kedalam rumah, Mereka begitu merindukan rumah yang sudah satu bulan lebih tidak mereka tinggali.


Rey dan Ayrin tersenyum melihat tingkah anak-anak, Tak dapat mereka berdua pungkiri mereka juga merindukan rumah mereka, Semua sudah masuk ke dalam rumah dan duduk bersama di ruang keluarga, Aylen membawa Zivia ke kamar nya untuk menunjukan berbagai koleksi EXO miliknya, Sedangkan Marvin anak Zayn yang ke dua di bawa Aaresh ke kamar untuk bermain PS bersama Aarash dan Albiyan juga tentunya.


Para orang tua di bawah mengobrol bersama menceritakan banyak hal, Waktu menjelang sore Zayn dan keluarganya pamit pulang begitupun Tuan Arian dan Nyonya Puspa, Ayrin pergi menuju dapur untuk meminta pelayan menyiapkan bahan-bahan makanan yang akan ia masak untuk makan malam nanti.


Setelah selesai Ayrin pergi kekamar menyusul Rey yang sudah lebih dulu ke kamar, Ayrin membuka pintu pelan dilihatnya Rey sudah tidur terlentang di atas kasur, Dengan perlahan Ayrin berjalan menghampiri ranjang, Ayrin mengusap rambut Rey pelan kemudian memberikan satu kucupan di kening Rey.


"Terimakasih karena sudah menjadi Suami dan juga Daddy terbaik untuk ku dan juga anak-anak" Ucap Ayrin pelan tulus dari hatinya yang paling dalam walaupun Rey tidak dapat mendengar sebab ia terlalu nyenyak tidur, Mungkin karena Rey begitu lelah.


Ayrin meninggalkan Rey yang sedang tidur, Ia berganti baju lalu keluar dari kamar tujuan nya adalah ke kamar anak-anak, Ia ingin memastikan jika anak-anak nya sudah beristirahat.


Sampai di lantai tiga dimana kamar anak-anak berada Ayrin menuju kamar Aaresh, Ayrin mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum ia masuk, Membuka pintu perlahan Ayrin melihat Aaresh sudah tidur nyenyak, Ayrin mendekat dan memberikan ciuman di kening Aaresh, Setelah itu ia pindah ke kamar Albiyan.


Tok...tok...tok...Setelah mengetuk pintu Ayrin masuk, Ia melihat Albiyan yang belum tidur dan tengah fokus mencari sesuatu di Laptop nya "Sayang kenapa tidak istirahat?" Tanya Ayrin yang sudah duduk di kasur Albiyan, Yang mana membuat Albiyan buru-buru menutup Laptop nya.


"Sebentar lagi Mom" Jawab Albiyan sedikit gugup takut Ayrin melihat apa yang Albiyan cari tadi.


"Albiyan ada tugas dari sekolah?" Tebak Ayrin saat tadi melihat Albiyan mengotak atik laptop nya.


"I-iya Mom" Bohong Albiyan karena subenarnya Albiyan tidak mengerjakan tugas melainkan mencari sesuatu yang sedari lama ia cari.

__ADS_1


"Yasudah setelah tugas nya selesai istirahat ya sayang" Pesan Ayrin setelah itu ia mencium kening Albiyan dan keluar dari kamar Albiyan.


Namun langkahnya terhenti saat mendengar ucapan Albiyan, " I'm Sorry Mom" Ucap Albiyan sembari menatap Ayrin, Ia merasa bersalah karena telah berbohong kepada Ayrin.


"Tidak apa-apa sayang" Jawab Ayrin yang ia fikir ucapan maaf Albiyan karena ia tidak menuruti perintahnya saat dirinya meminta anak-anak untuk beristirahat sewaktu di bawah tadi.


Setelah Ayrin pergi Albiyan kembali membuka Laptop nya untuk menlanjutkan pencariannya, Rasa penasaran yang tinggi akan satu hal yang selama ini tidak pernah ia katakan kepada siapun membuat ia terpaksa harus berbohong kepada Ayrin, Walau ia tau ia akan membuat Ayrin kecewa nantinya.


Ayrin sudah kembali ke kamar nya setelah selesai memeriksa anak-anak, Rey masih tidur dengan nyenyak dengan perlahan Ayrin naik ke ranjang dan berbaring di samping Rey, Ia ingin beristirahat sebentar sebelum ia memasak untuk makan malam nanti.


Rey membawa Ayrin dalam pelukan nya saat mencium wangi tubuh Ayrin, Mereka tidur perpelukan hingga petang menjelang, Malam telah datang Ayrin sibuk memulai aktivitasnya yang sudah satu bulan ini ia tidak ia lakukan, Yaitu memasak untuk keluarga nya.


Tepat setelah makanan selesai Rey datang, Rey memeluk tubuh Ayrin dari belakang, "Aku merindukan masakan mu sayang" Ucap Rey dari belakang Ayrin.


Rey naik ke lantai tiga untuk memanggil anak-anak, Rey menuju ke kamar anak perempuan satunya-satu nya terlebih dulu, Setelah mengetuk pintu Rey masuk, "Princes ayo turun sudah saat nya makan malam"


"Oke Dad" Aylen menghampiri Rey dan berjalan bersama.


Mereka berdua masuk ke kamar Aarash yang ternyata ada Aaresh juga di kamar Aarash, Rey meminta Aarash dan Aaresh turun untuk makan malam, Rey meninggalkan ke tiga anak nya di kamar Aarash sedangkan ia menuju kamar Albiyan.


Rey masuk setelah mengetuk pintu namun ia tak melihat keberadaan Albiyan di kamar mungkin Albiyan sedang di kamar mandi fikirnya, Rey berjalan mendekati meja belajar Albiyan dimana disana Laptop Albiyan masih menyala, Rey melihat dengan jelas apa yang sedang anak nya cari itu, Rey sedikit kaget ia tidak menyangka jika selama ini Albiyan mencari tau tentang itu.

__ADS_1


"D-Daddy" Suara Albiyan dari arah kamar mandi yang terdengar gugup.


Rey menatap Albiyan yang berdiri takut-takut di depan pintu walk in closet, "D-Dady aku..."


"Ayo kita turun Mommy dan yang lain sudah menunggu di bawah" Rey memotong ucapan Albiyan dan menutup Laptop Albiyan setelah itu ia menghampiri Albiyan dan membawanya keluar.


Rey dan Albiyan turun bersama, Albiyan merutuki dirinya yang tidak mematikan Laptop saat ia akan ke kamar mandi tadi, "Daddy maaf" Hanya kata itu yang mampu Albiyan ucapkan, Ia tau ia salah seharusnya ia memberitahu Rey sedari awal.


"Tidak apa-apa nak, Setelah makan malam selesai temui Daddy di ruang kerja" Perintah Rey, Rey sudah menduga jika hal ini pasti akan terjadi hanya saja ia tidak menyangka jika secepat ini, ia Bahkan belum menyiapkan jawaban jika Ayrin tau nanti.


"Baik Dad" Mau tidak mau nanti Albiyan harus memberi tahu alasan ia mencari tau hal itu nanti.


Sampai di ruang makan semua makanan sudah siap tersaji, Mereka menempati kursi masing-masing dan mulai makan, Makan malam bersama malam ini terasa nikmat mengingat sudah satu bulan lebih mereka tidak duduk bersama untuk makan malam.


Selesai makan malam Albiyan menemui Rey di ruang kerja nya, Tok..Tok..Tok.. Albiyan mengetuk pintu sebelum masuk, "Dad" Panggil Albiyan, Rey yang semula fokus pada berkas di tangan nya beralih melihat Albiyan.


"Kemarilah" Albiyan mendekat ke meja kerja Rey.


Rey menyerahkan berkas yang ia baca tadi, Albiyan menerimanya dan membacanya, Semua yang ia cari selama ini tertulis rapi dalam berkas yang ia pegang di tangan nya.


"Jika kau ingin mengetahui tentang Ibu kandung mu datanglah kepada Daddy nak, Daddy akan memberitahu semuanya" Ucap Rey, Hal itu membuat Albiyan menatap Rey.

__ADS_1


Ya yang Albiyan cari adalah siapa nama ibu nya dan dimana ibu kandung nya tinggal, Albiyan sudah mulai mencari hal itu sedari lama namun ia tidak pernah mendapat hasil karena memang hal itu tidak ada di internet, bahkan kasus Albiyan yang dulu sempat menghebohkan dunia bisnis karena Rey dan Ayrin mengadopsinya pun sudah tidak ada karena Rey sengaja menghapusnya dari internet agar hal seperti saat ini tidak terjadi karena takut membuat Albiyan mengingat masalalu nya namun apalah daya jika takdir mengharuskan hal ini terjadi.


__ADS_2