GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
episode 54


__ADS_3

Garden Party yang Rey buat untuk acara Resepsi penikahannya benar-bener sangat mewah, Ayrin benar-benar takjub dengan semua desain yang menghiasi seluruh ruangan baik di dalam ballroom hotel maupun di taman Hotel, Ayrin tidak menyangka jika Rey akan membuat pesta semewah ini.


Lagi-lagi Ayrin di buat terkesima dengan dekorasi di setiap lorong-lorong yang ia lewati, Bunga-bunga cantik menghiasi seluruh atap lorong yang Ayrin lewati Wangi yang di keluarkan dari bunga itu membuat siapa saja yang melewati itu akan merasa senang.


Rey membuat dua nuansa yang berbeda di acara pernikahannya, Jika di dalam ballroom hotel tadi Rey mengusung tema dengan warna pink, Di Taman Hotel Rey mengusung tema Hijau dan Putih. Rey sengaja membuat dua tema yang berbeda karena Rey ingin membuat Ayrin tidak akan pernah melupakan Momen ini dan tentunya ini semua adalah warna kesukaan Ayrin.


Rey dan Ayrin di sambut gembira oleh semua para tamu undangan, Semua tamu undangan silih berganti memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai, Banyak tamu undangan yang Rey dan keluarga undang untuk ikut mengahadiri acara yang membahagiakan ini, Acara ini juga di lakukan dengan penjagaan ketat tidak ada yang boleh masuk jika mereka tidak memiliki kartu undangan, Zayn menyuruh semua anak buah untuk melakukan penjagaan ketat, Zayn tidak ingin terjadi masalah sekecil apapun di hari bahagia Tuannya.


"Selamat ya Ayrin, Semoga bahagia selalu" Sella memeluk tubuh temannya itu, Dalam hati Sella ia berdoa semoga Rey yang terakhir untuk Ayrin.


"Terimakasih Sella"


"Kakak Selamat menempuh hidup baru ya" Ucap Dewa yang sudah bersiap untuk memeluk Ayrin namun tangan Rey menahan dada Dewa.


"Kau tidak di izinkan untuk memeluk istriku" Mata Rey menatap tajam Dewa.


"Ishh Menyebalkan, Dasar Pose.....,, Aduh kak sakit ka kenapa kakak mencubitku" Dewa berteriak kesakitan saat sang kakak mencubit pinggangnya. Semua para tamu undangan menatap ke arah suara teriakan Dewa.


"Jangan berteriak-teriak, Semua orang memandang kita" Sella memberi tahu adiknya agar melihat sekeliling.


"Kakak yang membuatku berteriak, kenapa kaka mencubitku?"


"Sudah aku katakan jaga ucapanmu di delan Tuan Rey"


"Aku kan hanya.."


"Sudah lah kau ikut aku kesana" Menarik paksa tangan Dewa, Sella membawa dewa ke tempat lain ia benar-benar di buat malu dengan kelakuan adiknya, Namun Sebelum benar-benar pergi Sella berpamitan kepada Ayrin.


"Rin aku kesana dulu ya, Sekali lagi selamat untukmu"


"Ya terimakasih banyak Sella, Nikmatilah pestanya dan jangan memarahi Dewa lagi, kasihan dia"


"Ka Ayrin kau memang yang terbaik" Suara Dewa dari belakang tubuh Sella.

__ADS_1


"Ya ya aku tidak janji" beralih ke arah Rey "Permisi Tuan" Sella menunduk Hormat.


"Hmm" Jawab Rey singkat Setelah itu Sella dan Dewa pergi dari hadapan Rey dan Ayrin.


Rey membawa Ayrin untuk duduk di kursi yang telah di sediakan untuk mereka berdua.


"Sayang apa kau lelah" Tanya Rey yang sedang merapihkan rambut Ayrin yang tertiup angin.


"Tidak...Hanya saja kaki ku sedikit pegal karena terlalu lama menggunakan sepatu ini" Ayrin menggerak-gerakan kakinya yang sakit Sepontan saja Rey langsung berlutut si bawah Ayrin untuk melepas sepatu Ayrin.


Rey memijat pelan kaki Ayrin hingga Ayrin merasa baikan, Semua tamu undangan melihat apa yang di lakukan Rey, Banyak dari mereka yang tidak menyangka jika Reynan Victori pengusaha yang terkenal dengan kekejamannya mau berlutut di bawah kaki Istrinya, Mami Puspa tersenyum bangga melihat putranya begitu memperdulikan istrinya.


Waktu terus berjalan Siang berganti Malam, Acara Resepsi Rey dan Ayrin sudah selesai, Rey menggendong tubuh Ayrin tanpa aba-aba dan hal itu membuat Ayrin memekik kaget dan refleks mengalungkan tangannya di leher Rey.


"Rey...Apa yang kau lakukan, Turunkan Aku, Banyak orang yang melihat kita" Ayrin berbisik pelan di kuping Rey.


"Biarkan saja aku tidak perduli" Rey terus saja menggendong Ayrin tanpa memperdulikan rengekan istrinya.


Rey menghampiri Mami dan Papi nya yang masih mengobrol dengan para kolega Papinya.


"Ya sayang berhati-hatilah disana, Nikmati masa-masa indahmu, Dan ingat jaga menantu Mami baik-baik" Sebelumnya Mami Puspa sudah tau jika Rey akan langsung membawa Ayrin untuk bulan madu


"Baik Mi" Rey menganggukan kepalanya beralih ke Papi nya" Kami pergi dulu Pi"


"Ya hati-hati lah, Kau sudah mempersiapakan semuanya kan Rey" Tanya Papi Arian memastikan jika Rey sudah menyiapkan semuanya sebelum pergi.


"Sudah Pi,, Zayn sudah menunggu di atas"


"Ya sudah pergilah" Menepuk pundak Rey pelan. sedangkan Ayrin sedari tadi hanya diam dalam gendongan suaminya ia tak tau apa yang sedang di bahas oleh suami dan mertuanya itu.


"Ayrin sayang..." Panggil Mami Puspa.


"Ya Mami" Walau tak tau apa yang di maksud dengan Mami mertuanya Ayrin tetap menjawab pertanyaan Mami mertuanya.

__ADS_1


"Baik-baik disana ya sayang"


"Iya Mami" Setelah itu Rey membawa pergi Ayrin dari acara itu, Rey menaiki lift membawa istrinya ke lantai paling atas, Berkali-kali Ayrin menanyakan kemana mereka akan pergi namun Rey tak mau menjawab Akhirnya Ayrin pasrah mengikuti kemana Rey membawanya pergi.


Sampai di lantai paling atas di sana sudah ada Zayn yang menunggu mereka berdua, Rey menurunkan Ayrin dari gendongannya saat mereka sudah sampai di atas, Ayrin tambah bingung saat melihat ada satu helikopter yang sudah siap terbang di depannya.


"Tuan Semuanya sudah siap" Ucap Zayn saat Rey sudah sampai di tempatnya.


"Hem, Setelah ini bereskan sisanya"


"Baik Tuan" Mengangguk hormat


"Rey kenapa ada helikopter disini, Sebenarnya kita mau kemana" Tanya Ayrin pada Rey.


"Kita akan pergi ke Swiss untuk bulan madu dan Helikopter itu yang akan mengantar kita ke bandara sayang" Jawaban Rey membuat Ayrin tak bisa berkata-kata lagi,


Hari ini Rey sungguh memberikan banyak kejutan untuknya, Setelah tadi membuat pesta yang luar biasa mewah sekarang Rey akan membawanya pergi bulan madu ke Negara yang selama ini ingin ia datangi, Ayrin benar-benar tidak menyangka jika ia akan mendapatkan semua ini dari Rey.


Rey membantu Ayrin untuk menaiki helikopter dan memasangkan sabuk pengaman setelah itu ia memakaikan untuk dirinya sendiri, Helikopter mulai terbang meninggalkan Hotel tempat acara mereka tadi, Beberapa menit kemudian mereka sampai di Bandara, Mereka langsung melanjutkan perjalanan mereka menuju Swiss menggunakan Pesawat Pribadi milik keluarga Victori, Pesawat sudah lepas landas meninggalkan kota itu menuju Negara yang akan mereka datangi, Rey membawa Ayrin untuk istirahat di dalam kamar yang ada di Pesawat itu.


Sebelum beristirahat mereka mengganti pakaian mereka dengan pakaian yang sudah di siapkan untuk mereka, Setelah itu mereka berbaring di atas ranjang dengan saling memeluk.


"Terimakasih sudah memberiku banyak kejutan Rey" Ucap Ayrin dalam pelukan Rey.


"Kau pantas mendapatkan ini sayang, Apapun akan aku lakukan untuk membuat mu bahagia " Jawab Rey dengan merapatkan tubuh nya semakin mendekat pada istrinya, dan hal itu membuat hasrat lelakinya mulai terpancing, Sekuat tenaga Rey menahan ia bisa mengontrol dirinya sendiri, karena ini bukanlah waktu yang tepat untuk melampiaskan hasratnya, Rey tidak mungkin melakukan malam pertamanya di dalam Pesawat ia juga tau pasti Istrinya sangat lelah maka dari itu ia sekuat tenaga berusaha menahannya.


Merasakan sesutu yang aneh Ayrin mendongakan kepalanya menatap Rey yang tengah memejamkan matanya menahan sesuatu , Ayrin tentu tau apa ya terjadi dengan Rey. "Rey..Kau..."


"Tidurlah sayang atau aku masih bisa mengontrol diriku" Ucap Rey dengan membuka matanya.


"Ta...tapi a...apa kau akan baik-baik saja Rey" Tanya Ayrin lagi.


"Ya aku akan baik-baik saja jika kau tak banyak bergerak dan segeralah tidur, Aku tau kau pasti lelah" Ucap Rey mengelus pipi Ayrin dengan sorot mata yang di penuhi gairah.

__ADS_1


Melihat sorot mata Rey yang menahn sesuatu dengan cepat Ayrin memejamkan matanya, ia berusaha agar tak banyak bergerak agar tak semakin menyiksa Suaminya, Beberapa menit kemudian Ayrin benar-benar tertidur pulas, Rey perlahan bangkit dari ranjang saat istrinya sudah tidur, ia berjalan menuju kamar mandi tujuannya hanya untuk membuat semuanya normal kembali, Sebelum memasuki kamar mandi Rey menyelimuti tubuh istrinya telebih dahulu dan mencium kening istrinya. Setelah itu ia benar-benar memasuki kamar mandi.


__ADS_2