
Hari itu malam terasa lebih dingin nyawa Ayrin seperti hilang untuk sesaat saat melihat Aaresh kejang tiba-tiba, Kaki nya lemas tubuhnya tak bertenaga Air matanya tak henti-henti nya mengalir dalam pelukan Rey.
Untaian doa mereka rapalkan kepada sang pencipta agar berbaik hati menolong anak mereka, Dokter keluar menemui Rey dan Ayrin yang menunggu di depan ruangan Aaresh.
"Bagaimana keadaan anak kami dok?" Rey bertanya dengan perasaan yang teramat takut.
"Silahkah masuk Tuan Nyonya" Tidak menjawab pertanyaan Rey dokter langsung meminta Rey dan Ayrin masuk, Perasaan Rey dan Ayrin semakin takut lantaran dokter meminta mereka masuk, Mungkinkah anak mereka tidak tertolong.
Hingga suara yang teramat mereka nantikan dapat mereka dengar kembali, "M-Mom-my" Suara yang teramat lirih namun mampu membuat Rey dan Ayrin teramat bahagia.
Anak nya kembali, Tuhan mendengarkan doa mereka ntah kebaikan apa yang telah mereka perbuat selama ini hingga Tuhan begitu menyayangi mereka dan mengabulkan doa-doa mereka.
"A-Aaresh anak ku" Ayrin langsung memeluk Aaresh yang sudah sadar walau masih dalam keadaan lemah.
"Ma-af sudah membuat Daddy dan Mommy khawatir" Ucap Aaresh lirih saat Ayrin memeluk nya.
"Suttts tidak apa-apa nak" Rey mencium kening Aaresh setelah mengatakan itu.
"Permisi Tuan Nyonya" Ucap dokter membuat Rey dan Ayrin yang sedari tadi fokus pada Aaresh kini beralih menatap dokter.
"Terimakasih banyak dokter berkatmu anak kami dapat kembali kepada kami" Ayrin Rey membungkuk sebagai rasa terimakasih mereka kepada dokter yang sudah merawat Aaresh.
__ADS_1
"Sama-sma Tuan itu sudah menjadi tugas kami sebagai dokter" Dokter menjeda ucapan nya sebentar "Setelah ini kami akan membawa pasien untuk pemeriksaan lebih lanjut" Setelah mengatakan itu dokter pamit keluar.
Setelah dokter pergi suster mulai melepas alat-alat yang menempel pada tubuh Aaresh, Ayrin merasa lega seolah beban yang menghimpit dada nya selama satu bulan ini sudah terangkat, Selesai melepas alat-alat suster pamit pergi, Ayrin duduk di samping brankar Aaresh tangan nya memegang tangan Aares dan menciuminya tiada henti, Rey menghubungi Tuan Arian memberitahukan jika Aaresh sudah sadar.
Tuan Arian yang mendengar kabar jika cucunya sudah sadar langsung menemui Nyonya Puspa yang sedang menemani anak-anak belajar, Tuan Arian langsung memeluk Nyonya Puspa begitu melihatnya dan mengatakan jika Aaresh sudah sadar, Mereka begitu bahagia mendengar kabar Aaresh sudah sadar hingga mereka meneteskan air mata.
Anak-anak langsung meminta ke Rumah Sakit untuk menemui saudara mereka yang sudah sadar, Tuan Arian langsung membawa mereka semua ke Rumah sakit, Setelah mereka sampai mereka langsung menuju ruangan Aaresh, Begitu mereka masuk mereka langsung memeluk Aaresh yang kini sudah duduk di bantu dengan beberapa bantal yang menyanggah punggung nya.
"Kakak kau kembali" Ucap Albiyan dan Aylen bersamaan yang memeluk Aaresh lebih dulu.
"Aaresh kau kembali" Kini giliran Aarash yang memeluk Aaresh sedikit erat, Hati nya tak terasa perih lagi saat melihat kondisi Aaresh.
Mendengan ucapan Aaresh Aarash langsung melepas pelukan nya dengan wajah sedikit panik, Melihat itu Aaresh tertawa dengan menahan sakit di kepalanya, Aarash yang sadar di kerjai Aaresh mengangkat tangan nya ingin memukulnya namun ia urungkan mengingat adik nya baru sadar akhirnya ia mengacak-acak rambut Aaresh.
"Cucu Nenek " Kini giliran Nyonya Puspa dan Tuan Arian yang memeluk Aaresh, Nyonya Puspa menangis dalam pelukan Aaresh sedangkan Tuan Arian lebih bisa mengendalikan diri.
Malam itu mereka semua begitu bahagia, Beribu-ibu ucapan terimaksih mereka lantunkan kepada Tuhan yang maha Agung yang sudah berbaik hati mengembalikan salah satu keluarga mereka.
Aaresh di bawa suster untuk melakukan pemeriksaan, Beberapa saat kemudian Aaresh telah selesai di periksa dan di kembalikan ke ruangan nya, Dokter mengatakan jika kondisi Aaresh sudah membaik pasca kecelakaan, Luka di kepala nya pun sudah membaik, Dokter menyarankan Aaresh untuk di rawat beberapa waktu lagi untuk terapi mengingat sudah cukup lama tubuh Aaresh tak di gerakan.
Rey dan Ayrin menyetujui apa yang di sarankan dokter, Bahkan Rey dan Ayrin mengatakan akan membawa Aaresh keluar setelah Aaresh benar-benar sudah sembuh total dan bisa menggerakan tubuhnya dengan baik, Walau hal itu mendapat protes dari Aaresh sendiri yang merasa ia sudah sembuh dan ingin di rawat di rumah saja.
__ADS_1
"Mom ayolah Aaresh sudah sembuh kita pulang ya" Rayu Aaresh untuk yang kesekian kalinya semenjak ia sudah sadar dua minggu yang lalu.
"Tidak sayang, Kau akan keluar saat kaki mu sudah tidak sakit lagi dan kau sudah benar-benar bisa berjalan dengan benar" Tolak Ayrin yang kekeh tidak ingin membawa Aaresh pulang sebelum kaki nya normal.
"Dad" Rengek Aaresh kepada Daddy nya berharap ia bisa mendapat pertolongan dari Daddy nya.
"Turuti saja kata Mommy mu son ini demi kebaikan mu" Jawab Rey yang mana membuat Aaresh langsung menjatuhkan dirinya di atas ranjang rumah sakit.
Aaresh merasa dirinya lebih seperti orang kurang kerjaan yang ingin menetap di rumah sakit, Bagaimana ia tidak berfikiran seperti itu bayangkan saja ia sudah tak di infus sejak satu minggu yang lalu dan bahkan ia sudah tidak memakai baju pasien tapi orangtua nya menginginkan nya untuk tetap di Rumah Sakit hanya karena kaki nya yang masih sedikit sakit pasca kecelakaan.
Hari demi hari Aaresh lewati dengan rengekan selama ia di Rumah Sakit namun Rey dan Ayrin mengabaikan nya, Saudara-saudara nya tak henti-hentinya meledek setiap kali mereka datang ke Rumah Sakit, Hingga hari yang Aaresh tunggu-tunggu datang juga, Hari ini Aaresh di izinkan keluar dari Rumah sakit karena kaki nya sudah sembuh total.
Sepanjang koridor rumah sakit Aaresh bersiul gembira, Kakek dan Nenek nya tidak ikut menjemput nya karena harus menemani saudara-saudara nya belajar, Sampai di apartemen Aaresh memeluk satu persatu saudaranya ia mengatakan betapa bahagia nya ia karena sudah keluar dari Rumah sakit.
Satu minggu kemudian mereka kembali ke tanah air, Mereka begitu bahagia dapat menginjak kan kaki mereka kembali di tanah air tercinta, Zayn beserta anak dan istrinya menjemput keluarga Rey di bandara.
Aaresh langsung memeluk Zayn begitu melihat Uncle kesayangan nya, "Uncle aku merindukan mu" Ucap Aaresh dalam pelukan Zayn.
"Uncle juga merindukan boy" Jawab Zayn.
Ayrin memeluk istri Zayn dan menangis, Istri Zayn adalah tempat curhat terbaik untuk nya yang mengetahui segalanya tentang dirinya, Setelah selesai melepas rindu merindu mereka semua kembali ke rumah bersama-sama.
__ADS_1