
Pagi telah datang Ayrin kembali di sibukan dengan rutinitas pagi nya yang sudah lama tidak ia lakukan, Yaitu menyiapkan keperluan anak-anak dan suami, Selesai dengan urusan dapur Ayrin naik ke lantai tiga untuk membangunkan anak-anak, Setelah anak-anak bangun Ayrin ke kamar nya untuk membangunkan suami tercinta nya.
"Sayang bangun" Ayrin mengelus-elus pipi Rey dengan lembut dan tak lupa memberikan ciuman sayang di kening Rey.
Perlahan-lahan Rey membuka matanya, Bibirnya menapilkan senyum bahagia dikala pertama membuka mata Ayrin yang ia lihat, "Lekas bangun, Tidak inginkah Tuan mandi bersama" Goda Ayrin dengan menaik turunkan alisnya dan seketika saja Rey langsung bangun dan berdiri kemudian menarik Ayrin ke kamar mandi.
Mereka menyelesaikan acara mendi bersama mereka hanya dalam waktu tiga puluh menit karena mereka berdua benar-benar hanya mandi tidak melakukan yang lain mengingat anak-anak akan segera turun.
Ayrin memasangkan dasi di tubuh Rey, Tangan Rey sibuk menggoda Ayrin yang membuat Ayrin sedikit kesulitan memasangkan dasi sebab tangan Rey yang tidak bisa diam, "Sayang stop"
"Kenapa? Apa kau ingin sayang?" Goda Rey menaik turunkan alisnya membalas godaan Ayrin pagi tadi.
"Tentu saja aku ingin" Jawab Ayrin sengaja menantang Rey.
Rey melirik Jam di tangan nya sebentar, "Masih ada waktu 1 jam sebelum aku bekerja, Kita bisa melakukan nya sekarang sayang?" Ucap Rey dengan tangan yang sudah bergriliya kemana-kemana.
"Boleh saja sayang, tapi jangan salahkan aku jika malam ini kau tidur di kamar anak-anak" Jawab Ayrin dengan senyum mengejek yang membuat Rey seketika lemas.
Ayrin tertawa melihat wajah lemas suaminya, Ia menarik tangan Rey untuk keluar kamar, Mereka menuruni tangga untuk ke lantai satu, Di ruang makan sudah ada anak-anak yang menunggu mereka.
"Morning Dad" Suara anak-anak bersamaan.
Rey menciumi satu persatu anak nya kemudian ia duduk di kursinya, Mereka sarapan bersama dengan tenang setelah selesai sarapan Ayrin mengatakan sesuatu yang semalam lupa ia katakan kepada anak-anak.
"Mommy tidak mengizinkan kalian membawa motor lagi, Kalian bisa membawa mobil sendiri atau di antar supir ke sekolah" Ucap Ayrin yang membuat anak-anak protes kecuali Aylen karena memang ia tidak membawa motor ke sekolah jadi tidak masalah untuk nya
"Mom" Rengek anak-anak kecuali Aylen yang masih santai menonton boy band asal korea kesukaan nya di ponsel.
"Itu keputusan Mommy dan kalian harus mengikutinya, Mommy tidak ingin kejadian waktu itu terulang lagi, Apa kalian paham?" Ucap Ayrin menjelaskan alasan ia melarang anak-anak membawa motor lagi.
__ADS_1
Aarash dan Albiyan mengangguki ucapan Ayrin namun tidak dengan Aaresh yang pada dasar nya memang keras kepala, Motor adalah bagian dari hidup nya ia merasa lebih keren ketika menaiki motor.
"Mom please" Rayu Aaresh dengan mengatupkan kedua tangan nya.
"Tidak Aaresh" Kekeh Ayrin, Rey yang melihat perdebatan anak dan istrinya hanya menggelengkan kepalanya.
"Mom" Rayu Aaresh lagi yang kini sudah memeluk Ayrin.
"Tidak sayang ini demi kebaikan kalian" Ayrin tetap kekeh dengan ucapan nya ia begitu takut hal seperti kemarin terjadi lagi kepada anak-anak nya.
"Dad" Aaresh beralih kepada Rey berharap Rey mau membantunya.
"Apa yang Mommy katakan benar Aaresh, Jadi lebih baik kalian bawa mobil saja" Kali ini Rey tidak akan membantu Aaresh, Apa yang di katakan Ayrin memanglah benar.
Kesal dengan rengekan Aaresh yang tak sudah-sudah Albiyan dan Aarash menarik kerah baju Aaresh dan membawa nya keluar, Namun sebelum itu mereka pamit kepada Rey dan Ayrin dan tak lupa memeberikan ciuman untuk Rey dan Ayrin.
Rey dan Ayrin geleng-geleng kepala melihat kelakuan anak-anak, Aylen tak terganggu sama sekali dengan keributan yang ada di depan nya fokus nya sudah teralihkan semuanya pada ponselnya.
"Ayo Dad" Aylen matikan ponselnya, Aylen pamit kepada Ayrin dan mencium pipi Ayrin begitupun dengan Rey.
Setelah Rey dan anak-anak pergi Ayrin melakukan rutinitas lainnya membersihkan kamar anak-anak dan menyiapkan baju untuk mereka, Ayrin juga meminta pelayan untuk membawa keranjang-keranjang baju kotor anak-anak untuk di cuci.
•
•
•
•
__ADS_1
Di sekolah Aarash Aaresh dan Albiyan di sambut guru-guru dan semua teman-teman mereka, Lutfy David dan Ilzan memeluk mereka bertiga satu persatu menumpahkan rasa rindu mereka.
"Sekolah sepi tanpa kalian" Ilzan mengawali percakapan di antara mereka.
"Hooh aku ga ada patner bikin kehebohan" David berucap dengan cengiran di bibirnya dan mendapat toyoran dari Ilzan dan Lutfy.
"Si ege" Lutfy menjeda ucapan nya sebentar, " Aaresh kamu udah bener-bener sembuh kan" Lutfy melanjutkan ucapannya.
"Udah lah buktinya sekarang aku udah sekolah lagi kan" Jawab Aaresh dengan wajah tengil nya.
"Iya beneran udah sembuh dia, Buktinya wajah tengilnya nya udah muncul lagi" Beo Ilzan yang tepat berada di depan Aaresh.
Mendengar perkataan Ilzan mereka semua tertawa bersama, Mereka bersama-sama menuju kelas di tengah lorong Albiyan harus berpisah dari mereka karena harus ke ruangan osis.
Di kantor Victory Global Rey sedang memimpin rapat bulanan yang rutin di adakan setiap bulan untuk meninjau kemajuan perusahaan, Rapat berlangsung selama dua jam setelah selesai Rey kembali ke ruangan nya dengan Zayn di belakang nya.
"Albiyan ingin menemui Ibu kandung nya, Apa yang harus aku lakukan jika Albiyan memilih kembali kepada Ibu kandung nya Zayn?" Tanya Rey saat sudah duduk di sofa yang ada di ruang kerja nya.
Sejujurnya Rey juga takut jika Albiyan memilih kembali kepada Ibu kandung nya, Bagaimana pun Albiyan berhak memilih ia akan hidup dengan siapa, Namun Rey sudah terlanjur menyayangi Albiyan sama seperti Ayrin yang mengganggap Albiyan adalah bagian dari hidup nya Rey pun sama.
"Itu hak nya jika memang Albiyan ingin kembali kepada Ibu nya Tuan" Jawab Zayn yang memang benar begitu seharusnya.
"Aku menyayanginya sama seperti anak kandung ku Zayn"
"Apa Nyonya sudah tau hal ini Tuan" Tanya Zayn lagi.
"Belum, Aku masih memikirkan cara untuk memberitahu nya agar Ayrin bisa menerimanya"
"Sebaiknya Tuan segera memberitahu nyonya agar nyonya bisa mempersiapkan diri jauh sebelum Albiyan memilih untuk kembali kepada Ibu kandungnya" Benar apa yang di katakan Zayn jika Rey harus segera memberi tahu Ayrin agar merka bisa sama-sama mempersiapkan diri jika suatu saat nanti Albiyan memilih untuk kembali kepada Ibu kandung nya.
__ADS_1
Setelah selesai berbica dengan Tuan nya Zayn kembali ke ruangan nya, Zayn tersenyum membaca pesan dari seseorang yang begitu ia cintai yang mampu meruntuhkan dinding besar yang ada di hatinya dulu.