
Kembali pagi yang sama terulang lagi Bubu dan Buba merengek tidak ingin sekolah dengan alasan jika mereka ingin menemani anak laki-laki itu agar tidak bosan di rumah dan tentu saja itu hanya alasan mereka berdua agar bisa lebih banyak bermain, Namun setelah di berikan pengertian Bubu dan Buba mau bersekolah dengan syarat anak laki-laki itu dan Aylen harus ikut menjemput mereka pulang sekolah nanti dan Ayrin menyetujui itu.
Setelah si kembar berangkat sekolah bersama Rey yang juga akan ke kantor sebentar karena ada urusan penting Ayrin membawa anak laki-laki itu ke taman belakang yang terdapat banyak permainan disana, Dengan menggendong Aylen tangan sebelah Ayrin menuntun anak laki-laki itu.
Ayrin mendudukan anak laki-laki itu di gazebo yang terdapat di taman, Ayrin lalu menidurkan Aylen di stroller yang tadi di bawakan Bibi Sam, Setelah menidurkan Aylen Ayrin membawa anak laki-laki itu mendekat padanya.
"Kau nyaman tinggal disini sayang?" Tanya Ayrin membuka pembicaraan.
Anak laki-laki itu menganggukan kepalanya, Ayrin bersyukur anak laki-laki itu tidak merasa takut dekat dengan nya "Kau mau menjawab pertanyaan tante sayang?" Tanya Ayrin lagi, kali ini anak laki-laki itu tidak menganggukan kepalanya, Dan Ayrin mengerti jika anak itu belum siap untuk berbicara.
"Baiklah kau tudak perlu menjawab pertanyaan tante dengan suaramu, tapi bisakah kau menjawab pertanyaan tante dengan gerakan tubuhmu, Seperti menggeleng atau mengangguk" Rayu Ayrin pada anak laki-laki itu yang mendapat anggukan dari anak itu.
Ayrin senang mendapat respon yang baik dari anak laki-laki itu "Kau tau namamu sayang" Ayrin memulai pertanyaan dan anak laki-laki itu mengangguk.
"Apa kau bisa berbicara?" Lagi Ayrin bertanya dan anak laki-laki itu mengangguk, Ayrin tersenyum senang mendapat jawaban dari anak itu, Sedari awal Ayrin sudah menduga jika anak ini tidak bisu, Ayrin menduga anak ini mengalami Traumatik sehingga membuat ia tidak ingin bicara hal itu di picu karena rasa takut.
"Apa kau datang ke taman dengan orangtuamu" Pertanyaan ke tiga Ayrin dan kali ini anak laki-laki itu menggeleng, Ayrin diam seketika mendapat gelengan anak itu, Tidak dengan orangtuanya lalu dia datang dengan siapa apakah tebakan nya semalam benar jika anak ini korban penculikan.
Ayrin memberikan banyak pertanyaan lainnya seperti dimana rumah orangtuanya,Dengan siapa dia datang ke taman apakah dengan saudaranya dan semua itu mendapat jawaban gelengan kepala dari anak itu, Saat Ayrin menanyakan tentang apakah ada orang yang menyakitinya anak laki-laki itu menganggukan kepalanya.
Ayrin langsung memeluk anak laki-laki itu erat, Ayrin tidak tau kehidupan seperti apa yang di rasakan anak sekecil itu sehingga ia merasakan ketakutan sampai membuat ia tidak mau berbicara, Tak terasa air mata Ayrin menetes saat memeluk anak itu, Jika benar anak ini seperti yang Ayrin duga Ayrin berjanji akan menjadikan anak ini milik nya.
__ADS_1
Setelah selesai menanyakan banyak pertanyaan yang membuat Ayrin menangis Ayrin membiarkan anak itu bermain di area permainan dengan di temani beberapa pelayan dan anak buah Rey yang memang di siapkan Rey untuk menjaga rumah.
"Bibi apakah mungkin ada manusia yang tega menelantarkan anak sekecil itu?" Tanya Ayrin pada Bibi Sam yang baru datang dengan membawakan minuman dan cemilan.
"Mungkin saja nyonya,Tapi yang Bibi tau yang melakukan itu sudah pasti bukan manusia,Sebab jika memang mereka manusia mereka tidak akan mungkin menelantarkan anak mereka" Jawab Bibi Sam yang memang benar adanya, Manusia yang menelantarkan anak nya lebih buruk dari apapun.
"Bisakah aku memilikinya Bi" Ayrin mengajukan pertanyaan yang sangat ingin ia tanyakan saat ini dengan mata menatap fokus anak laki-laki itu yang sedang bermain ayunan.
"Bibi tidak tau nyonya,Tapi percayalah jika memang anak itu di takdirkan menjadi milik nyonya Bibi yakin Tuhan akan memberikan jalan untuk nyonya" Jawaban Bibi Sam membuat senyuman di bibir Ayrin.
Setelah memberikan jawaban yang membuat Ayrin tersenyum Bibi Sam pamit pergi tinggallah Ayrin dan Aylen yang sudah bangun dari tidurnya, Ayrin memanggil pelayan yang sedang bermain dengan anak itu untuk membawanya masuk kerumah karena ia juga akan masuk kedalam untuk menyusui Aylen.
Anak laki-laki itu Ayrin bawa masuk kedalam kamar utama dimana kamar itu adalah kamar Rey dan Ayrin, Ayrin menggendong Aylen dan mulai menyusui Aylen sedangkan anak laki-laki itu Ayrin membiarkannya tiduran di kasur.
"Kau menyukai adik ini sayang" Tanya Ayrin saat anak itu memperhatikan Aylen dan anak itu mengangguk.
"Jika kau menyukainya kau boleh menciumnya sayang" Ucap Ayrin lagi dan anak itu langsung mencium Aylen.
"Sayang bagaimana jika tante memberimu nama agar kami bisa lebih dekat denganmu" Tanya Ayrin saat anak itu bermain dengan Aylen.
Anak itu mengangguk lagi menandakan jika ia setuju "Bagaimana jika tante memberimu nama Albiyan apa kau suka sayang?" Anak itu mengangguk setuju kali ini di sertai senyuman oleh anak itu, Mereka bertiga menghabiskan banyak waktu untuk bermain bersama sehingga membuat hubungan anak itu dan Ayrin semakin dekat.
__ADS_1
•
•
•
•
•
Di tempat lain tepatnya di Kantor Victori Global Rey tengah memimpin rapat bulanan yang di adakan setiap bulannya, Setelah selesai rapat Rey masuk keruangannya di ikuti Zayn di belakangnya.
"Zayn bagaimana dengan laporan anak itu apa kau sudah menghubungi Polisi?" Tanya Rey yang sudah mendudukan dirinya di kursi kebesarannya.
"Saya sudah membuat laporan dan Polisi akan datang ke rumah setelah jam makan siang Tuan" Jawab Zayn berbicara formal karena ini masih jam kantor.
"Ayrin sangat menginginkan anak itu,apa menurutmu itu mungkin" Rey bertanya lagi dari tempat duduk nya.
"Mungkin saja Tuan, Tapi yang pertama harus anda lakukan adalah menyelidiki alasan anak itu berada di taman sendirian" Benar ucapan Zayn Rey harus menyelidikinya terlebih dahulu untuk memastikan sesuatu.
"Dan itu adalah tugasmu Zayn" Ucap Rey yang sudah Zayn tebak sedari awal.
__ADS_1
Selesai dengan urusan kantor Rey kembali ke rumah bersama Zayn, Rey sudah berjanji kepada anak kembarnya untuk membawa Mommy,adik kecil nya dan anak laki-laki itu untuk menjemput mereka pulang sekolah.
Saat membuka pintu kamar utama Rey di buat tersenyum milihat pemandangan dimana Ayrin sedang memeluk anak laki-laki itu yang sudah tidur dalam pelukannya sedangkan Aylen sudah tidur nyenyak di atas kasur, Rey berjanji akan mengabulkan keinginan Ayrin untuk mengadopsi anak itu jika memang anak itu seperti tebakan Ayrin kemarin karena Rey juga merasa curiga karena sampai sekarang belum ada sesorang yang mencari anak itu.