
Brak......Suara tabrakan terdengar nyaring di jalanan yang sedang sepi itu, Aaresh tak dapat menghindari tabrakan itu tubuhnya terpental cukup jauh dari tempat kejadian, Aaresh berguling-guling di jalanan sebelum akhirnya ia tidur terlentang di jalanan.
Aaresh sudah tak sadarkan diri, Darah segar mengalir deras seperti air dari kepalanya yang terluka parah, Mobil Box yang menabrak Aaresh dan mobil yang mengikuti Aaresh pergi saat melihat mobil para pengawal yang di utus Rey datang.
Pengawal Aaresh datang terlambat karena saat mereka keluar dari Club untuk mengawasi Aaresh yang bertemu teman-temannya ban mobil mereka kempes semua mau tidak mau mereka harus menunggu teman mereka yang tidak jauh dari Club itu untuk bertukar mobil.
Para pengawal datang dengan 2 mobil salah satu nya mengikuti mobil yang menabrak Aaresh, Mereka langsung membawa Aaresh ke rumah sakit dengan darah yang terus mengalir tak henti-henti dari kepala Aaresh, Salah satu pengawal menelfon Rey memberi tahu tentang kecelakaan Aaresh.
Prak...Ponsel Rey seketika jatuh saat mendengar kabar dari anak buah nya, "Sayang ada apa?" Tanya Ayrin yang baru memasuki kamar.
"Sayang" Ayrin mengguncang tubuh Rey yang masih syok.
"Aaresh" Kata Rey lirih.
"Aaresh kenapa?" Lagi Ayrin bertanya namun Rey kembali diam.
"SAYANG AARESH KENAPA?" Ayrin berteriak sekencang mungkin menyadarkan Rey.
"A-Aaresh Aaresh kecelakaan" Air mata keluar saat Rey mengatakan itu.
Mendengar itu Ayrin pingsang seketika beruntung Rey tanggap dan berhasil menangkap tubuh Ayrin, Rey terduduk di lantai dengan Ayrin yang pingsan dalam dekapanya, "Sayang bangun, Hei bangun sayang" Rey menepuk-nepuk pipi Ayrin berusaha menyadarkan nya.
Rey keluar dengan menggendong Ayrin ia berlari menuruni tangga dengan berteriak memanggil anak-anak nya, "AARASH ALBIYAN AYLEN" Teriak Rey memanggil anak-anak nya, Anak-anak yang sedang menonton TV di ruang keluarga langsung berlari memlndengar teriakan Rey memanggil mereka.
"MOMMY" Mereka berteriak bersama melihat Ayrin pingsan dalam gendongan Rey.
__ADS_1
"Daddy Mommy kenapa?"
"Aaresh kecelakaan, Kita kerumah sakit sekarang" Rey tak menjawab pertanyaan anak-anak ia langsung memberitahu mereka jika saudara mereka kecelakaan.
"APA" Mereka kaget mendengar jika saudara mereka kecelakaan, Bukan hanya mereka yang kaget Bibi Sam yang ada di antara mereka pun kaget.
Rey berlari keluar rumah di ikuti anak-anak nya, Rey menempatkan Ayrin di kursi belakang dengan di apit Albiyan dan Aylen, Rey membawa mobil melesat di jalanan dengan cepat menuju rumah sakit, Aylen menangis sambil berusaha membangunkan Ayrin.
Tuan Arian dan Nyonya Puspa sangat syok mendengar kabar dari Bi Sam, Tuan Arian segera menyusul ke rumah sakit dengan memapah nyonya Puspa yang hampir tak sadarkan diri mendengar kabar cucu nya kecelakaan.
Beberapa menit kemudian Rey dan anak-anak sampai di rumah sakit, Zayn sudah menunggu Rey di depan dengan beberapa suster yang sudah menyiapkan brankar untuk Ayrin, Saat Zayn mendapat laporan jika Aaresh kecelakaan dari anak buahnya Zayn langsung melesat ke rumah sakit bahkan Zayn sampai lebih dulu dari pada mereka yang membawa Aaresh sebab jarak rumah sakit dari rumah nya tidak terlalu jauh.
Rey meletakkan Ayrin di atas brankar kemudian suster mendorong Ayrin membawanya ke UGD, Aaresh sudah di bawa ke ruang operasi Rey dan yang lain menyusul keruang oprasi.
Rey memukul pengawal yang ia tugaskan mengawasi Aaresh, "Kenapa kalian bisa lalai menjaga Aaresh" Rey mencengkram kerah Bastian ketua pengawal yang mengawasi Aaresh.
"Tenang Tuan" Zayn menarik tangan Rey yang mengcengkeram kerah Bastian.
"Tenang kau bilang, Anak ku sedang sekarat di dalam sana dan kau menyuruhku tenang" Dengan perasaan emosi dan takut Rey menjawab ucapan Zayn.
Rey seprti menggila di depan ruang oprasi ia tak perduli banyak pasang mata yang menatap nya, Tak tahan dengan sikap Rey yang menggila Zayn menarik kerah Rey "Sadarkan dirimu Rey, Kau membuat anak mu yang lain ketakutan dan mengganggu kerja dokter" Ucap Penuh penekanan.
Rey menatap ketiga anak nya yang menangis sambil berpelukan, Rey berjalanan mendekati mereka bertiga dan memeluk nya, "Maafkan Daddy membuat kalian takut" Ucap Rey penuh sesal.
Tuan Arian dan Nyonya Puspa tiba, Mereka berlari ke arah Rey yang sedang memeluk anak-anak nya, "Rey.." Tuan Arian memanggil Rey.
__ADS_1
Rey melepaskan pelukan anak-anak nya dan berlari memeluk Tuan Arian sedangkan anak-anak memeluk Nyonya Puspa, "A-Aareah Pi" Tenggorokan Rey terasa tercekat saat mengucapkan nama anak nya yang sedang sekarat di dalam ruang operasi.
"Papi tau, Kau tidak boleh lemah seperti ini Rey anak dan istrimu membutuhkan mu" Memang benar apa yang di katakan Tuan Arian di saat seperti ini Rey tidak boleh lemah sebab jika Rey lemah bagaimana dengan anak dan istrinya, Rey harus menjadi pelindung untuk anak-anak nya.
"Dimana Ayrin Rey" Nyonya Puspa bertanya sambil memeluk Ayrin yang tak berhenti menangis.
"Ayrin di UGD dia pingsan saat mendengar Aaresh kecelakaan" Jawab Rey.
Nyonya Pusba bersama Aylen pergi ke UGD untuk melihat keadaan Ayrin, Aarash dan Albiyan ikut menunggu di depan Ruang operasi, "Zayn cari dalang dari kecelaan Aaresh, Aku ingin secepatnya orang itu di temukan sampai ke akar-akar nya" Perintah Rey pada Zayn, Kali ini ia bersumpah tidak akan melepaskan orang-orang yang terlibat dalam kasus ini.
Polisi datang bertepatan dengan pintu ruang operasi yang terbuka, Semua mendekat ke arah dokter yang baru keluar, "Bagaimana keadaan anak saya" Tanya Rey langsung yang tak sabar mendengar keadaan anak nya.
"Anak Tuan mengalami pendarahan hebat di kepalanya sekarang anak Tuan dalam keadaan kritis, Kami membutuhkan darah golongan AB- secepatnya jika tidak nyawanya tidak akan tertolong" Ucap Dokter yang mana membuat Rey limbung dan hampir jatuh untung saja ada Zayn di belakang nya.
"Ambil darah saya dok darah kami sama" Tanpa berpikir panjang Aarash maju di depan Rey menawarkan dirinya, Mereka berdua adalah kembar indentik sudah pasti Aarash tak akan membiarkan adiknya pergi.
Dokter membawa Aarash masuk kedalam ruang operasi untuk mengambil darahnya, Di dalam Aarash melihat saudaranya yang tak sadrkan diri dengan luka yang parah seketika hatinya merasakan sakit.
Di ruang UGD Ayrin mulai sadar, Saat kesadarannya kembali penuh Ayrin langsung bangun dan berteriak memanggil nama Aaresh, "Aaresh Aaresh anak ku" Nyonya Puspa dan Aylen berusaha menengkan Ayrin yang histeris.
"Mommy" Aylen memanggil Ayrin yang histeris.
"Sayang tenanglah jangan seperti ini" Ucap Nyonya Puspa yamlng kini di bantu beberapa suster untuk menenangkan Ayrin.
"Aaresh Mi Aaresh anak ku, Ayrin mau ketemu anak Ayrin" Dengan mata sayu dan hati hancur Ayrin menatap Nyonya Puspa.
__ADS_1
Nyonya Puspa menangis sembari menggangguk menjawab ucapan Ayrin, Nyonya Puspa membawa Ayrin dalam pelukan nya setelah Ayrin sedikit tenang Nyonya Puspa membawa Ayrin ke ruang operasi dengan memapah nya, Kaki Ayrin seperti tak bertulang lemas tak berdaya membuat nya sulit untuk berjalan.