GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
Happiness 04


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam, Setelah memberi anak-anak susu dan menidurkan mereka Ayrin menemui Rey yang berada di ruang kerja bersama Aylen yang tidur dalam stroller bayi.


Rey yang sedang fokus pada layar laptop di depannya mengalihkan pandangannya saat mendengar pintu terbuka yang menampilnya istri tercintanya.


"Anak-anak sudah tidur sayang?" Tanya Rey saat Ayrin baru melangkahkan kaki nya memasuki ruang kerja Rey.


"Sudah sayang" Jawab Ayrin mendorong stroller Aylen menuju sofa.


Rey mengikuti Ayrin duduk di sofa ia ingin membicarakan sesuatu dengan Ayrin yang berkaitan dengan anak laki-laki itu yang sedari tadi mungkin mengganggu fikiran istrinya.


"Emmm sayang" Cicit Ayrin pelan.


"Katakanlah sayang" Pinta Rey menunggu Ayrin melanjutkan perkataan nya.


"Apa..emm..itu..emm apa ada yang mencari anak itu?" Tanya Ayrin yang terdengar ragu-ragu.


"Hei kenapa bicara mu seperti itu sayang, Bicaralah jangan ragu-ragu"


Sungguh cara bicara Ayrin tidak seperti biasanya dan Rey baru mengetahui hal ini, Mungkin karena hal ini cukup sensitif untuk mereka.


"Baiklah baiklah,aku ingin bertanya apa ada seseorang yang mencari anak itu?" Ucap Ayrin mengulangi pertanyaan nya, Kali ini dengan cukup tenang tanpa ragu-ragu.


Rey menggelengkan kepalanya sebelum menjawab pertanyaan Ayrin "Belum sayang, Sampai sekarang belum ada satu orangpun yang mencari anak itu, Tapi anak buahku melihat beberapa preman memperhatikan mereka tapi tidak berani mendekat jadi aku rasa....." Belum sempat Rey menyelesaikan perkataan nya Ayrin memotongnya.


"Jadi anak itu korban penculikan" Potong Ayrin cepat dengan menampilkan raut bahagia namun ia melupakan sesuatu yang penting.

__ADS_1


Sedari awal Ayrin sudah menduga jika anak laki-laki itu adalah korban penculikan, Empat jam menunggu tidak ada satupun orang datang mencari nya bukankah itu sudah menandakan jika anak itu adalah korban penculikan dan hal itu membuat Ayrin bersemangat untuk suatu hal.


"Bisa jadi seperti itu sayang, Tapi kita harus memastikannya terlebih dulu,Jika dia memang korban penculikan kita harus mencari orangtuanya dan mengembalikannya bukan kah begitu sayang" Jawab Rey yang langsung membuat Ayrin merubah raut wajah bahagianya .


Benar Ayrin melupakan sesuatu jika anak itu korban penculikan mereka memang harus mengembalikan anak itu ke orangtuanya, Terlalu bersemangat memikirkan hal yang sudah ia inginkan membuat ia lupa akan fakta sebenarnya.


"Aku tau kau ingin mengadopsi anak itu bukan?" Tanya Rey yang membuat Ayrin kaget karena Rey mengetahui keinginan nya.


"Bagaimana kau tau itu" Jawab Ayrin serius.


"Aku sudah mengenal dan hidup bersama mu cukup lama sayang, Jadi aku tau apa yang kau inginkan tanpa kau harus memberitahukan ku dulu,Dari raut wajah mu saat meminta mobil berhenti aku tau jika kau menginginkan anak itu" Rey mengatkan semua fakta jika memang benar Ayrin menginginkan anak itu.


"Tapi sayang kita tetap harus mengembalikan anak itu kepada orangtuanya jika memang anak itu korban penculikan" Rey mengelus tangan Ayrin memcoba memberikan pengertian jika mengadopsi anak itu adalah hal yang tidak mungkin untuk saat ini.


"Tapi jika dia bukan korban penculikan bagaimana?" Ayrin mencoba mengatakan kemungkinan-kemungkinan yang ada.


"Bukan begitu maksutku" Jawab Ayrin semakin serius.


"Lalu apa maksutmu?"


"Mungkin saja anak itu di telantarkan orangtuanya" Jawab Ayrin asal.


Ntah lah Ayrin tidak tau kenapa ia sampai berfikiran seperti itu, Rasa ingin memiliki anak itu membuat Ayrin tidak berfikir dengan jernih sebelum mengatakan hal itu.


"Kau lihat bukan wajah anak itu, Orangtua mana yang tega menelantarkan anak setampan itu sayang" Jawab Rey cepat yang semakin tidak mengerti dengan Ayrin.

__ADS_1


Memang benar anak laki-laki itu memiliki wajah yang tampan berkulit putih bermata coklat dan bisa di pastikan jika anak itu bukan asli keturunan orang Indonesia.


"Tapi bisa saja kan ana....."


"Tidak sayang, Stop berfikiran jika anak itu adalah anak yang di telantarkan orangtuanya" Ucap Rey memotong ucapan Ayrin.


Rey membawa Ayrin ke dalam pelukannya tangan nya mengelus punggung Ayrin memberikan ketenangan,"Kita tidak bisa menyimpulkan perkataan mu secepat ini sayang, Kita baru bertemu anak itu hari ini jadi kita masih membutuhkan waktu yang panjang untuk mencari tau kebenarannya" Ucap Rey masih dengan memeluk Ayrin.


"Jika anak itu korban penculikan bukan kah orangtuanya saat ini sedang bersedih karena kehilangan anak mereka dan tugas kita adalah mengembalikan anak itu kepada orang tuanya,Kau juga pasti akan merasa sedih kan jika salah satu anak mu di culik" Tanya Rey yang di angguki pelan oleh Ayrin, Tentu jika salah satu anak nya di culik Ayrin akan sedih bahkan bukan hanya sedih mungkin Ayrin bisa seperti orang gila jika hal itu terjadi pada salah satu anak nya.


Ayrin melepaskan diri dari pelukan Rey "Sampai orangtua anak itu di temukan aku mohon biarkan anak itu tinggal di sini ya" Pinta Ayrin dengan mengatupkan kedua tangan nya.


Melihat istri tercinta nya memohon sedemikian rupa Rey memutuskan untuk mengizinkan anak itu tinggal di rumah mereka sampai orangtua anak itu di temukan "Baiklah tapi sebelum itu aku akan membawa anak itu ke kantor polisi untuk membuat laporan"


"Tapi sayang aku rasa membawa dia ke kantor polisi bukan hal baik untuk mental dia, kita tau kan jika anak itu tidak mau berbicara sama sekali, Aku khawatir nantinya dia akan semakin ketakutan jadi biarkan polisi saja yang datang kesini ya" Benar yang di katakan Ayrin jika anak itu di bawa ke kantor polisi akan membuat anak itu semakin ketakutan karena akan semakin banyak orang baru yang akan ia temui dan memaksanya untuk berbicara nantinya dan hal itu bisa menyebab kan trauma pada anak itu.


"Baiklah sayang besok aku akan meminta Zayn untuk mengurus laporan untuk anak itu dan meminta polisi untuk datang kesini" Ucap Rey mengakhiri pembicaraan tentang anak itu dan berhasil mendapatkan hadiah sebuah ciuman dan pelukan dari Ayrin.


"Apakah hanya ini saja hadiah ku" Tanya Rey saat Ayrin selesai menciumnya.


"Lalu mau apa lagi" Jawab Ayrin pura-pura tidak mengerti maksud Rey.


"Aku ingin sesuatu yang membuat kita berkeringat"


"Jika begitu bukankah kita harus pindah ke kamar dulu Tuan" Jawab Ayrin pelan yang terdengar seperti ******* tepat di kuping Rey dan hal itu membuat Rey merinding di buatnya, Sungguh ini kedua kalinya Ayrin melakukan hal ini setelah yang pertama saat dulu Rey mendapatkan hadiah dalam mengurus Bubu dan Buba sehari Full dan hal itu selalu berhasil membuat Rey kehilangan fokus.

__ADS_1


Ayrin berdiri menggendong Aylen lalu membawanya ke kamar namun Rey masih belum beranjak dari sofa, Rey masih belum sadar jika Ayrin sudah berdiri dan keluar.


"Sayang kau akan tetap duduk di situ tidak ingin mengajak ku berolahraga malam?" Suara Ayrin menyadarkan Rey dan langsung membuat Rey tersadar kemudian menyusul Ayrin yang sudah sampai di kamar, Mereka berdua menghabiskan malam dengan cara yang hanya di ketahui oleh mereka dan mereka baru selesai saat Aylen menangis karena merasakan tidak nyaman dalam tidurnya yang di sebabkan oleh kedua orangtuanya.


__ADS_2