
Brukkk
Raiva tak sengaja menabrak seorang gadis hingga isi tas nya berantakan.
"maafkan saya tidak sengaja" ucap Raivan ikut membantu membereskan barangnya.
"tidak apa apa" sahut gadis itu dengan lemah lembut.
Raivan terpaku saat menatap wajahnya gadis didepannya.
"N-Naya" lirih Raivan, wajahnya nampak terkejut bukan main.
"apa kita saling mengenal tuan" tanya Naya berpura pura.
"njirrr kok omongan gue jadi gelo banget, mana ngomong sama setan berkedok iblis " T_T batin Naya
"kamu tidak ingat saya" tanya Raivan hati hati.
Naya mengeleng dengan lugu "tidak tuan, saya mengalami amnesia permanen saat mengalami kecelakaan" ucap Naya sungguh sungguh, ia juga memperlihatkan luka dikebingnya.
"keliatan bahwa dia sungguh sungguh tak mengingatku" batin Raivan.
"apa kita saling mengenal?" tanya Naya kembali.
"A-ah ya... Saya tutormu dalam pelajaran private dulu"
"benarkah, dulu saya mempunyai guru setampan anda" tanya Naya berbinar binar.
"mau muntah gue ngomongnya" batin Naya.
Raivan mendehem menghilangkan rasa salah tingkah dirinya.
"mau minum dicaffe bersama saya, sebagai tanda reunian kita" ajak Raivan.
"tentu tuan"
Mereka berjalan dengan santai, tampak sekali obrolan mereka juga sangat asik.
Dicaffe pun mereka menghabiskan waktu sangat lama, sampai akhirnya Naya meminta ikut kerumah Raivan dengan dalih ingin belajar.
***
Sesampai diapartemen Raivan.
Naya langsung duduk bersantai Disebuah bar mini diapartemen itu, dengan Raivan yang sedang menyeduh kopi untuknya.
"apa anda bisa membuat kopi?" tanya Naya.
__ADS_1
"tentu, aku pecinta kopi" sahut Raivan tanpa mengalihkan pandangannya saat menyeduh kopi.
Kopi wangi nan harum pun tersaji "wahhh wangi sekali" Naya menghirup aroma kopinya.
"boleh aku meminta gula"
"tentu" Raivan mengambil gula, melihat Raivan lengan gadis itu langsung memasukkan serbuk pada kopi hitamnya.
Setelah mengambil gula dan mengadu dikopi Naya kembali bersuara "bisa anda cicipi lebih dahulu, aku sangat tak kuat dengan pahitnya kopi"
Tanpa Rasa curiga Raivan menurut saja, ia mencicipi kopi Naya menggunakan sendok.
"rasanya pas" ucap Raivan langsung menyodorkan kopinya, Naya berpura meminumnya namun...
Byurrr
Kopi itu tersiram kebaju Naya "awssss awww.... Panas" pekik Naya menahan perih sambil mengibaskan bajunya.
"heyy... Kenapa bisa sampai tumpah hm?" tanya Raivan ia membersihkan tumpahan kopi dibaju Naya, sebagai seorang pria normal ye kan Raivan langsung bernafsu.
"A-aku akan ambilkan pakaian ganti untuk mu" Raivan langsung meninggalkan Naya, ia tak ingin meninggalkan kesan buruk pada mangsanya.
Saat dikamar Raivan tersenyum miring "tubuhnya tetap menggiurkan seperti dulu" gumam Raivan.
"tapi aku tak boleh gegabah, saat waktunya tiba aku akan merasakannya kembali"
Sedangkan Naya melihat jam tangannya, ia tersenyum puas dalam waktu dua menit Raivan akan kehilangan kesadarannya.
"dua"
"satu"
Brakkk
Terdengar bunyi jatuh ditangga, saat mendengarnya Naya berjalan santai. Ia sudah tau jika itu adalah Raivan.
Tanpa menghiraukan keadaan Raivan, dengan santainya Naya menginjak tubuh pria yang sudah pingsan itu.
"waktunya mencari bukti"
Ia masuk kekamar Raivan, namun tak ada yang aneh dikamar itu.
Ia menggeledah laci, lemari dan tempat lainnya. Sampai suatu buku tebal menarik perhatiannya.
"apaan nih, tebel banget"
Ia membuka buku itu, namun ada yang aneh. Itu hanya berisi data diri banyak gadis dan termasuk putri Daffa.
__ADS_1
"kok berkas putri ayah Daffa ada didalam sini" gumam gadis itu, ia juga menemukan amplop coklat yang isi beberapa tespeck dan foto foto sgadis cantik.
"ni orang kok koleksi beginian sih, apa jangan jangan mereka korba predator jelek ini... Tapi gue juga korbannya juga sih njirr"
Karena lantaran terlalu kesal Naya langsung menendang tubuh Raivan yang tak berdaya.
"bukti ini gue angkut dulu sebelum lo bakalan stres ngadepin karma" ia menepuk amplop besar kewajah Raivan, dan dengan santai meninggalkan tempat itu..
"misi selesai... Urus cctv dan sebagainya agar tu curut gak curiga" Naya mengabarkan pada ketiga sahabatnya.
"siap Queen"
***
Di markas Guaranglz keempat gadis itu duduk melingkar di meja bunda dengan papan tulis yang sudah terpasang foto foto yang akan mereka brantas.
"gue nemuin barang ini doang, tapi sayangnya gue belum nemuin bukti yang lebih kuat" ucap Naya memperlihatkan foto para gadis dan testpack mereka.
"kita gak boleh bergerak gegabah, kita harus main aman agar mereka gak curiga dan kita lebih mudah nemuin bukti yang kongkrit" Friska meliat kedua tangannya didada.
"gue udah nemuin perusahaan yang jadi kerja sampingan tu guru" Davina meletakkan leptopnya di meja, membuat ketiga gadis langsung fokus.
"perusahaan mereka dikenal dengan Nor's Corporation, perusahaan ini dikenal ketat keamanannya. Mereka menjual produk hingga macan negara namun ada usaha yang mereka sembunyi kan secara diam diam dan sampe sekarang belum ada yang tau bahkan belum ada yang bisa masuk tempat itu" lanjut Davina.
"terus gimana cara kita bisa nemuin informasinya" tanya Sasa.
"gue gak tau, karena akses keperusahaan itu gak bisa gue bobol sama sekali... Kayaknya mereka bener bener memperkerat keamanan perusahaannya. Tapi anehnya penjualan mereka semakin tinggi padahal yang mereka jual bukan sesuatu yang bisa menghasilkan Puluhan Juta atau bahkan Milyaran Rupiah" Davina kembali bersuara.
"gue bakalan selidikin perusahaan itu melalui Raivan..." final Naya dengan wajah datarnya.
"lo serius Queen, lo gak takut ketahuan sama tu setan" ucap Sasa merangkul pundak Naya.
"kalo lo mau tau apa kebusukannya, makanya lo harus jadi iblis biar bisa mengendalikan setan atau bahkan membuat dia tertunduk dikaki lo" sahut Naya tersenyum miring.
"oke Queen selama lo cari info lewat Raivan, gue sama yang lain bakalan ngawasin perusahaan itu dari jauh semampu kita" Friska menatap kesemua temannya.
"gue percaya sama lo, lakuin apapun agar bisa masuk keempat itu tanpa dicurigai" sahut Naya.
"lo tenang aja Queen, gue bakalan jadi perisai paling terdepan buat lo. Kalo sampe ada yang berani memberontak" Sasa sungguh menjadi perisai terdepan semua temannya, salah satu gadis yang tahan banting dan kebal terhadap rasa sakit.
"gue sayang sama lo semua Girls" Naya merentangkan tangannya, tanpa agar semua temannya masuk Kedalam pelukan hangat seperti biasa mereka lakukan.
"kita juga sayang sama lo Queen" sahut mereka bertiga berpelukan.
"apapun yang terjadi kita saling melindungi, menguatkan karena Guardian angel adalah pelindung bukan penghancur" ucap Naya.
"semoga misi kita berjalan sesuai rencana, semoga apa yang kita harap selama ini bakalan terkuak semuanya" suara Davina sangat terdengar lirih dengan wajah sendu.
__ADS_1
"Vin...lo jangan sedih, ingat misi kita. Kalo lo sedih semua yang lo mau. gak bakalan lo bisa gapai, maka dari itu lo harus semangat dan nemuin pelaku utamanya" ucap Friska.
Naya sangat bangga pada teman temannya, mereka sangat solid. Dengan membawa misi yang sama sama dan dendam yang berbeda beda hingga tanggal permainan akan menentukan kemenangan mereka.