GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
episode 70


__ADS_3

"Ayrin.."


"Mas Bima" Ayrin begitu terkejut melihat Bima ada di depannya, ia ingat terakhir kali ketemu Bima saat ia mengantarkan Arka ke rumah Bima.


"Ayrin kamu bisa ha....hamil" Suaranya hampir saja tercekat, Bima terkejut ternyata Ayrin bisa hamil.


Ayrin sebisa mungkin membuat dirinya biasa saja, Ya walau sudah tidak ada rasa sama sekali dengan Bima namun tetap saja Ayrin merasa deg-deg kan tapi bukan karena masih ada rasa cinta yang tersimpan tapi rasa sakit yang Bima berikan dulu.


"Ya aku bisa hamil mas" Ayrin Berkata dengan menegakakan duduknya sehingga perutnya yang besar semakin terlihat.


Ayrin sengaja menegakkan duduk nya ia seperti memberi tahu Bima bahwa apa yang Bima ucapkan selama ini tidaklah benar nyatanya sekarang ia sedang hamil.


"Ayrin bisa kita bicara sebentar" Pinta Bima dengan raut wajah yang memelas dan mencoba mendekati Ayrin.


Para pengawal yang melihat Bima mendekat pada Nona nya langsung bergerak menahan Bima "Tetap di posisi anda" Salah satu pengawal menahan tubuh Bima.


"Biarkan saja, Aku ingin berbicara dengannya kalian bisa menungguku disana" Tunjuk Ayrin pada tempat duduk yang ada di belakangnya.


"Maaf Nona kami tidak bisa menuruti itu"


"Ya baiklah kalian tetap disini tapi jangan terlalu dekat" Para pengawal langsung mundur beberapa langkah, namun para pelayan tetap di samping Ayrin.


Ayrin rasa ia harus berbicara dengan Bima agar kejadian seperti yang Dava lakukan tempo hari tidak terulang kembali.


"Apa kau sudah menikah lagi Rin?" Pertanyaan bodoh Bima tanyakan pada Ayrin, jelas-jelas Ayrin tengah hamil pastinya ia sudah menikah.


"Ya aku sudah menikah Mas" Jawab Ayrin tenang.


"Berapa bulan usia kandunganmu" Tanya Bima Lagi.


"Sembilan bulan mas tinggal menunggu hari saja"

__ADS_1


"Apa kau bahagia dengan pernikahanmu yang sekarang?" Tanya Bima dengan menatap mata Ayrin.


"Aku sangat bahagia dengan pernikahanku sekarang"


"Apa laki-laki itu sangat mencintaimu?"


"Ya dia sangat mencintaiku begitupun aku, dia adalah laki-laki yang tak pernah mempermasalahkan kekurangan yang aku miliki, dia adalah lelaki yang mau menerimaku apa adanya dan dia juga laki-laki yang membuatku bisa merasakan hal ini" Jawab Ayrin sambil mengelus perut besarnya.


Mendengar jawaban Ayrin yang begitu bahagia menceritakan kebahagiannya membuat Bima menyesali semua yang pernah ia lakukan, Seharus nya dulu ia lebih bisa bersabar lagi bukan malah mencari wanita lain.


"Aku turut senang dengan kebahagianmu yang sekarang dan maaf aku pernah menyakitimu" Ucap Bima lirih.


"Aku sudah memaafkan mas Bima sejak lama, awalnya aku memang tidak bisa memaafkan semua yang mas Bima lakukan padaku karena rasa kecewaku, tapi seiring berjalan nya waktu aku bisa memaafkan mas Bima karena aku menyadari ada hikmah yang bisa aku petik dari apa yang mas Bima lakukan padaku, jika bukan karena mas Bima mungkin aku tidak akan bisa bersama Suamiku yang sekarang" Jawab Ayrin dengan pandangan lurus kedepan.


"Bagaimana kabar Vina dan Arka mas, mas pasti senang harapan mas memiliki anak laki-laki terwujud bahkan wajahnya pun sangat mirip denganmu" Tanya Ayrin dengan senyum mengingat wajah Arka.


"Pernikahanku dengan Vina sudah berantakan dan Arka bukanlah anak kandungku" Jawab Bima dengan wajah datar mengingat kembali apa yang sudah terjadi dengan kehidupannya.


"Ternyata selama ini Vina membohongiku Arka bukanlah darah dagingku Arka anak dari mantan kekasih Vina" Bima menceritakan semua apa yang terjadi dalam kehidupannya ia mengatakan jika hidupnya tak bahagia selepas ia menyakiti Ayrin, Bima juga menceritakan bagaimana Vina merampas semua harta yang ia miliki hingga ia tak punya apa-apa saat ini.


"Bukankah Tuhan memberikan balasan yang setimpal untuku Rin, Tuhan memiripkan wajahku dengan Arka tapi Tuhan membedakan darahku dengannya, Wanita yang ku pikir akan membuatku bahagia hingga aku meninggalkan mu ternyata tak lebih dari seorang iblis, Bukankah ini karma yang pantas aku terima Rin" Ucap Bima meratapi hidupnya.


Ayrin terkejut mendengar semua cerita Bima ia tidak menyangka jika rumah tangga Bima dan Vina menjadi seperti itu dan ia lebih tidak menyangka jika ternyata Arka bukanlah anak kandung Bima padahal wajah mereka begitu mirip.


"Aku tidak menyangka jika semua ini terjadi padamu mas, mas bisa mengambil hikmah dari apa yang terjadi dengan mas saat ini"


"Hmm ini semua memang pantas untukku Rin, Sekali lagi maaf pernah menyakitimu" Bima merasa semua yang terjadi dalam hidupnya karena ia tidak benar-benar tulus meminta maaf pada Ayrin maka di kesempatan kali ini ia akan benar-benar tulus meminta maaf, ia tak akan meminta Ayrin untuk kembali padanya karena ia sadar diri ia tak pantas untuk Ayrin dan Ayrin juga sudah bahagia dengan kehidupannya sekarang.


"Aku sudah memaafkanmu mas, aku harap kedepannya jika mas menikah lagi jangan pernah melakukan kesalahan yang sama, punya anak atau tidak jangan menyakiti hati istrimu karena semua itu kehendak Tuhan yang tidak bisa mas ubah" Pesan Ayrin pada Bima.


"Ntah lah aku tidak ingin menikah lagi lebih tepatnya belum, aku hanya ingin fokus dengan perceraianku dengan Vina dan memperbaiki hidupku" Bima tidak pernah berfikir untuk menikah lagi setelah bercerai dengan Vina ia hanya ingin memperbaiki hidupnya agar kelak jika ia memang menikah lagi kesalahan yang dulu tidak terulang kembali.

__ADS_1


"Apapun keputusanmu aku harap itu yang terbaik untukmu Mas"


"Terimakasih Rin, Dimana Suaminu sekarang Rin?" Tanya Bima mengganti topik pembicaraan.


"Suamiku sedang melakukan perjalanan bisnis di Eropa mas"


Bima hanya ber oh ria "Kandungan sepertinya terlihat lebih besar dari pada umumnya orang hamil Rin apa...." Bima mengantung ucapannya ia takut salah tebak.


"Ya mas aku hamil anak kembar" Jawab Ayrin menebak apa yang di fikirkan Bima.


Semakin menyesal saja Bima mendengar Ayrin hamil anak kembar Namun ia tak bisa berbuat apa-apa semua ini terjadi karena kebodohannya.


"Selamat ya Rin atas kehamilanmu, Kudoakan semoga kehidupanmu selalu di penuhi kebahagiannya, dan anak-anak mu selalu di berkati Tuhan" Ucap Bima Tulus.


"Terimakasih mas" Senyum tulus Ayrin.


Setelah itu Bima pergi, ya sebagai manusia kita memang harus saling memaafkan bukankan dari semua hal yang terjadi ada hikmah yang bisa kita ambil, Toh berlama-lama menyimpan dendam tidak baik untuk diri kita sendiri, Tanpa sepengetahuan Ayrin ternyata Rey menyaksikan pertemuan Bima dan istrinya melalui sambungan vidio yang di lakukan salah satu pengawal yang menjaga Ayrin, Rey tidak marah Ayrin bertemu dengan Bima justru ia bangga dengan istrinya karena bisa memaafkan seseorang yang pernah menggoreskan luka di hidupnya, Rey yakin kelak anak-anak nya akan bangga memiliki seorang Mommy yang berhati lembut bak bidadari seperti istrinya itu.


Mami Puspa ternyata sedari tadi juga ada di tempat yang sama dengan Ayrin bahkan Mami puspa juga mendengarkan semua percakapan Ayrin dan Bima, Sama seperti Rey Mami Puspa juga bangga terhadap Menantunya itu yang bisa memaafkan seseorang dari masalalunya yang pernah menyakitinya, Mami Puspa berjalan mendekati Ayrin lalu mencium kepala menantunya.


"Mami bangga sama kamu sayang kamu bisa memaafkan orang-orang yang menyakitimu, Kelak kamu akan jadi ibu yang membanggakan untuk anak-anak mu" Ucap Mami Puspa setelah mencium kepla menantunya.


"Terimakasih Mami" Jawab Ayrin.


"Ayo kita pulang sayang kamu harus istirahat" Ajak Mami Puspa lembut.


"Ayo Mami"


Sejatinya menyimpan dendam hanya akan membuat hidup kita merugi, Kita hanya berfokus pada dendam yang ada dalam hati tanpa melihat kebahagiaan yang ada di depan kita karena kita terlalu sibuk memikirkan cara untuk balas dendam, Maafkan dan serahkan semua pada Tuhan, Yakinlah tanpa kamu mengotori fikiran dan tanganmu untuk balas dendam Tuhan sudah menyiapkan balasan yang setimpal untuk orang-orang yang menyakitimu.


NOTE : Maafkanlah orang-orang yang pernah menyakitimu, bebaskan fikiran dan hatimu dari hal-hal yang akan membuatmu rugi dan serahkan semuanya kepada Tuhan, Fokuslah pada kebahagiaan yang Tuhan beri dan teruslah bersyukur.

__ADS_1


__ADS_2