GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
episode 45


__ADS_3

"Pergilah.....pergi carilah kebahagiaanmu" Ucap Ayrin dengan senyum tulus di bibirnya, Mau sebesar apapun cinta nya kepada Rey, ia tak boleh egois jika Rey memilih pergi.


Rey mulai melangkahkan kakinya, Ayrin fikir Rey akan benar-benar pergi namun tanpa ia sangka Rey memeluk tubuhnya erat seakan tak mau melepaskannya.


"Rey..." Ayrin bingung mengartikan pelukan Rey saat ini. Apakah ini pelukan selamat tinggal.


"Kenapa kau tidak menceritakan semuanya kepadaku sedari awal?" Tanya Rey masih memeluk Ayrin.


"Maaf" Hanya kata maaf yang bisa Ayrin ucapkan untuk sekarang ini.


"Apa kau fikir aku akan meninggalkanmu setelah mengetahui semua ini?, Kenapa kau bisa berfikiran seperti itu?, Apa kau tak merasakan cinta tulusku untukmu?, Aku tidak menginginkan lebih dari mu, Cukup hanya dirimu saja aku tidak menginkan yang lainnya" Ucap Rey tulus pada Ayrin.


Ayrin menangis bahagia di pelukan Rey, Air matanya mengalir deras membasahi Jas yang Rey pakai namun kali ini Air matanya bukan lagi Air mata kesedihan, Melainkan Air mata kebahagiaan, Ya Ayrin sangat bahagia Rey tidak mempermasalahkan kekurangannya, Tapi masih ada satu hal yang Ayrin fikirkan dan hal itu membuat Ayrin melepaskan pelukan Rey, Menatap dalam-dalam mata Rey ia ragu untuk mengucapkannya.


"Kau tidak perlu khawatir dengan keluargaku, Mereka tidak akan menolakmu" Rey tau apa yang sedang di fikirkan Ayrin saat ini, Maka dari itu Rey meyakinkan Ayrin bahwa keluarganya tidak akan menolaknya.


"Apa Mami dan Papi tidak akan kecewa kepadaku?, Karena kelak aku tidak akan bisa melahirkan keturunan mereka" Tanya Ayrin yang masih sedikit ragu dengan Ucapan Rey.


"Aku yakin Mami dan Papi tidak akan kecewa kepadamu, Karena aku sendiripun memiliki kekurangan"


Mengernyitkan dahinya Ayrin bingung dengan ucapa Rey, Apa maksudnya dia juga memiliki kekurangan. "Apa maksudmu Rey?, Kekurangan apa yang kau maksud?"


Rey belum yakin apakah ia harus menceritakannya sekarang atau tidak, setelah memikirkannya akhirnya Rey memutuskan untuk tidak menceritakannya sekarang.

__ADS_1


"Lain kali aku akan menceritakannya padamu, Ayo kita pergi" Mengulurkan tangannya Rey menunggu Ayrin menyambut tangannya.


"Baiklah jika kau belum mau memberitahuku sekarang, tidak apa lain kali saja" Jawab Ayrin dengan tangan yang sudah di genggam Rey. Rey mengusap rambut Ayrin sekilas sebelum ia menarik pelan tangan Ayrin membawanya keluar dari Restoran itu.


Mereka keluar Restoran bergandengan tangan dengan rona bahagia di wajah keduanya, Kesedihan dan ketakutan yang tadi sempat datang kini berganti menjadi kebahagiaan yang amat membahagiakan, Ketakutan Ayrin akan di tinggalkan Rey hilang bersamaan dengan datangnya kebahagiaan untuknya.


Hari ini Rey benar-benar membuat banyak kejutan untuk Ayrin, Setelah tadi melamarnya kini Rey membawa Ayrin ke sebuah Pulau Pribadi yang amat sangat cantik, Sebuah Pulau dengan Pantai yang Bersih dan Pasir yang Putih sungguh membuat siapa saja yang melihatnya langsung jatuh cinta dengan Pulau itu, Apalagi dengan pohon-pohon kelapa yang menjulang tinggi mengelilingi pantai menambah kecantikan Pulau itu.


"Rey Pulau ini indah sekali" Senyum bahagia tak lepas dari wajah Ayrin yang memandang Lautan di depannyanya itu.


"Kau menyukainya Sayang" Tanya Rey yang berdiri di samping Ayrin.


"Ya Aku menyukainya Rey"


"Tentu saja tidak ada siapapun disini, Karena ini adalah pulau pribadi milikku" Jawab Rey yang membuat Ayrin terdiam dengan bibir sedikit terbuka.


"Tutup mulutmu Ay,, Atau kau akan masuk angin jika kau terus membuka mulutmu seperti itu" Ucap Rey lagi dengan gerakan tangan menaikan dagu Ayrin agar mulutnya tertutup.


"Kau serius Rey Pulau ini milikmu" Tanya Ayrin yang masih tidak percaya dengan ucapan Rey. Wajar saja bukan jika Rey memiliki Pulau Pribadi, Pengusaha Sukses sepertinya tentu saja mampu jika hanya membeli sebuah Pulau.


"Tentu saja,,, Pulau ini akan menjadi hadiah pernikahan kita"


Membalikan badannya Ayrin menatap mata Rey mencari kebohongan dari matanya, Namun yang ia temukan adalah sorot mata akan ketulusan, Ayrin menghamburkan diri dalam pelukan Rey, Memeluknya erat seakan mengatakan terimakasih sudah membuatku bahagia.

__ADS_1


"Kau bahagia Ay"


"Ya aku sangat bahagia, Terimakasih...Terimakasih sudah memberiku sebuah kebahagian"


"Aku akan terus memberimu kebahagiaan, Apa pun akan aka lakukan asalkan kau bahagia denganku Ay"


"Terimakasih" Tangannya semakin erat memeluk Rey begitupun sebaliknya.


"Malam ini kita akan bermalam di sini, Kau mau Ay?"


Melepaskan pelukan dari tubuh Rey, Ayrin menjawab dengan senyuman pertanyaan Rey, "Ya aku akan ikut dimanapun kamu berada" Setelah itu mereka diam dan saling menatap.


" I love you"


" I love you more sayang"


Kata yang selama ini Rey tunggu-tunggu keluar dari mulut Ayrin akhirnya hari ini ia dapatkan, Sungguh Rey sangat bahagia hari ini.


Dengan di saksikan Sunset petang itu Rey bergandengan tangan menikmati keindahan senja hari itu, Meluapkan kebahagian yang mereka rasakan hari ini, Menambah kebahagiaan yang mereka ciptakan, Rey begitu bahagia hari ini ia tak perlu lagi merasa takut jika Ayrin akan pergi darinya karena mulai hari ini Ayrin akan selamanya menjadi miliknya walau belum resmi, Rey berjanji akan membuat hubungan mereka secepatnya menjadi Resmi, Begitupun dengan Ayrin, Sungguh ia merasa bahagia telah menemukan seseorang yang tulus mencintainya, Ayrin berharap semoga kebahagiann ini akan bertahan lama, Petang itu mereka benar-benar merasakan apa yang nama nya kehangatan cinta, Mereka berdoa kepada Tuhan semoga kebahagiaan ini tidak akan pergi untuk selamanya.


...Semua orang berhak untuk bahagia termasuk Rey dan Ayrin, Semoga saja kebahagiaan mereka tidak di hancurkan oleh Author😂...


...JANAGAN LUPA DUKUNGANNYA YA TERIMAKASIH😇...

__ADS_1


__ADS_2