GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
Happiness 14


__ADS_3

Siang telah berganti malam seharian Rey menghabiskan waktu di ruang kerja, Ayrin sendiri sibuk mengurus ke empat anak nya, Ayrin tau seseuatu telah terjadi kepada suaminya maka dari itu ia tidak ingin mengganggunya makan siang pun Ayrin meminta Bibi Sam untuk mengantarkannya ke ruang kerja Rey.


Malam semakin larut Rey meninggalkan ruang kerjanya berjalan menuju kamar utama, Membuka pintu pelan takut membangunkan anak dan istrinya yang Rey fikir sudah tidur, Namun saat sudah membuka pintu hanya Aylen yang tidur sedangkan Ayrin tidak tidur.


Ayrin sengaja menunggu Rey masuk kekamar karena ia ingin menanyakan apa yang sebenarnya terjadi dengan nya, Rey berjalan mendekati Ayrin dan tanpa di sangka ia langsung memeluk Ayrin erat menghirup wangi mawar yang menjadi candu nya dalam-dalam.


"Maafkan aku" Ucap Rey dalam pelukan Ayrin.


"Ada apa sayang? Seharian ini kau tampak aneh? Apa terjadi sesuatu?" Tanya Ayrin sembari tangannya mengelus punggung Rey.


"Sungguh aku tidak berniat melakukan itu, Tapi ntah mengapa hatiku menghianatiku" Bukan menjawab pertanyaan Ayrin Rey malah mengatakan hal yang Ayrin tidak tau maksudnya.


"Aku tidak mengerti" Ayrin menurunkan tangannya yang tadi mengelus punggung Rey.


"Maaf maafkan aku" Hanya kata itu yang terus Rey ucapkan dalam pelukan Ayrin, Ntah mengapa Rey tidak mengatakan apa yang sebenarnya terjadi, Mengatakan jika ia bertemu dengan masalalunya.


Ayrin menarik nafas dalam dan menghembuskan nya pelan, Yang bisa Ayrin lakukan hanya terus memeluk Rey memberikan kenyamanan untuknya, Ayrin bukan tidak tau Rey menyembunyikam sesuatu dan Ayrin bukan tak bisa mencari tau, Ia hanya ingin Rey sendiri yang mengatakan nya dari mulutnya.


Setelah memikirkannya semalaman akhirnya Rey memutuskan untuk menemui Vania tapi tidak sekarang, Rey meminta Zayn menghubungi Vania untuk mengatakan jika ia akan menemui Vania lusa di tempat yang Vania katakan kemarin.


Hal itu membuat Zayn tersulut emosi hingga ia melupakan rasa hormatnya kepada Rey, Zayn memukul Rey tepat di pipinya cukup keras namun Rey tak membalasnya "Kau tidak pantas bersama Ayrin" Ucap Zayn mencengkram kerah kemeja Rey.

__ADS_1


"Lakukan saja apa yang aku perintahkan, Kau harus ingat aku adalah Tuan mu dan semua perintahku harus kau lakukan" Rey melepaskan cengkraman Zayn di kerahnya.


Zayn diam tidak membalas ucapan Rey karena memang itu semua benar ia hanyalah bawahan Rey yang apapun Rey perintahkan harus ia lakukan.


"Baik saya akan melakukan semua yang anda perintahkan Tuan, Tapi ingat jika anda menyakiti hati Nona Ayrin dan anak-anak nya saya akan membawa istri dan anak-anak pergi ke tempat dimana anda tidak bisa menemukannya?" Zayn serius mengatakan hal itu, Ia tidak rela jika Ayrin harus tersakiti karena kebodohan Tuannya.


Setelah mengatakan itu Zayn pergi untuk melakukan tugasnya, Zayn mendatangi Apartemen Vania dimana ia tinggal sekarang, Zayn bisa tau dimana Vania tinggal karena dulu ia sering mengantarkan Rey ke Apartemen Vania.


"Zayn" Ucap Vania sedikit kaget melihat Zayn berdiri di depan Apartemen nya.


"Ada apa kau menemuiku, Ayo masuk dulu" Vania berbica ramah mengajak Zayn untuk masuk kedalam Apartemennya, Yang mana hal itu membuat Zayn merasa jijik dengan Vania.


"Kita tidak sedekat iti sampai anda meminta masuk ke dalam" Zayn menolak ajakan Vania dengan ucapan pedasnya.


"A...Apa yang kau ucapkan?" Dengan gagap Vania menjawab ucapan Zayn.


"Apa anda fikir saya tidak tau alasan anda meninggalkan Tuan Rey dahulu, Anda terlalu licik Nona" Dengan wajah sinisnya Zayn menghujani Vania dengan kata-kata pedasnya.


"Jika kau tidak ada urusan lagi silahkan pergi" Usir Vania pada Zyan dan menutup pintu namun Zayn menahan pintu itu.


"Anda menjebak Ronald agar mau bertanggung jawab atas bayi yang anda kandung dulu dengan kekasih anda yang meninggalkan anda saat mengetahui anda hamil, Karena anda mengetahui jika Tuan Rey tidak bisa memiliki anak dan anda juga tidak pernah berhungan intim dengan Tuan Rey maka anda tidak bisa menjebak Tuan Rey maka dari itu anda menjebak Ronald, Benar" Vania semakin menegang mendengar semua ucapan Zyan yang semuanya benar.

__ADS_1


Alasan Vania dulu meninggalakn Rey adalah karena ia sedang mengandung anak dari kekasihnya, Saat menjalin hubungan dengan Rey Vania juga memiliki kekasih yang lain bernama Nando, Vania menganggap Rey hanya ATM berjalannya ia tak benar-benar mencintai Rey, Sampai kejadian Vania hamil anak Nando dan Nando meninggalkannya ntah kemana Vania bingung siapa yang akan bertanggung jawab, Vania tidak mungkin meminta Rey bertanggung jawab karena Vania tahu penyakit Rey dan mereka tidak pernah melakukan hubungan intim.


Sampai pada akhirnya ia bertemu Ronald ide menjebak Ronald muncul di otaknya, Lagi pula Ronald tak kalah kaya dari Rey walau kekayaan Ronald tak ada apa-apa nya dari Rey, Vania tahu Ronald mencintai nya sejak mereka SMA dan Ronald selalu mengejar-ngejar Vania bahkan Rey dan Ronald pernah adu tinju karena Vania, Vania memasukan obat perangsang dosis tinggi pada minuman Ronald melalui pelayan Bar dan semua terjadi sesuai dengan rencana Vania.


Sebulan setelah Vania dan Ronald melakaukan hubungan itu Vania datang kepada Ronald dan mengatakan jika ia hamil anak Ronald, Karena rasa cintanya kepada Vania begitu besar Ronald langsung percaya dengan ucapan Vania, Ronald membawa Vania menemui keluarganya yang berada di Belanda dan berencana melakukan pernikahan disana satu bulan sebelum pernikahan Ronald mengetahui semuanya kebusukan Vania jika bayi yang di kandung Vania bukan anak nya dan vidio penjebakan yang dilakukan Vania dari Nomor yang tidak Ronald kenal.


Vania mendapatkan ganjaran atas apa yang ia lakukan, Keluarga Ronal membuang Vania ke pedalaman sebagai balasan atas apa yang ia lakukan, Kehidupan Vania mengerikan di pedalaman sampai pada akhirnya ia bertemu dengan seorang bandit, Dengan menawarkan tubuhnya ia meminta bandit itu membawanya keluar dari pedalaman itu sampai pada akhirnya ia bisa kembali ke negaranya.


Dan apa yang ia katakan kepada Rey di Cafe kemarin tentu saja sebuah kebohongan agar Rey simpati kepadanya "Hidup tidak seindah yang kau bayangkan Nona, Apa yang sudah anda buang tidak akan menjadi milik anda kembali Nona" Sambung Zayn menyelesaikan ucapannya.


"Kau tidak tau apa-apa tentang hidupku jadi jangan sok tau" Ucap Vania melakukan pembelaan.


"Apa yang tidak saya tau tentang anda Nona, Anda hanya seorang wanita gila harta yang melakukan segala cara untuk mendapatkan harta" Uajar Zayn tepat mengenai ulu hati Vania.


"Pergi" Usir Vania lagi yang tidak tahan dengan semua ucapan Zayn.


"Tanpa anda mintapun saya akan segera pergi, Jika bukan karena Tuan saya yang meminta saya menemui anda saya tidak sudi menginjakkan kaki saya di tempat wanita seperti anda" Mendengar jika Zayn di suruh Rey untuk menemuinya membuat Vania tersenyum ia berfikir Rey sudah terpengaruh ucapan nya sehingga meminta Zayn menemuinya.


"Apa yang Rey katakan" Tanya Vania tak sabaran dan hal itu membuat Zayn mendengus marah.


"Tuan akan menemui anda Lusa si Cafe yang anda sebutkan kemarin" Setelah mengatakan itu Zayn pergi dari apartemen Vania.

__ADS_1


Vania senang bukan main mengetahui jika Rey mau menemui, Vania melupakan ucapan Zayn yang membuat nya sakit hati baginya itu tidak penting, Vania mualai memikirkan skenario apa agar Rey mau kembali kepadanya ia tidak tau jika Rey sudah memiliki anak dan istri.


Yang mau marah-marah di persilahkan😁


__ADS_2