GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
episode 40


__ADS_3

Banyak nya pekerjaan yang menumpuk membuat Rey tetap bekerja walau di hari libur, Rey tidak bisa menemani Ayrin jalan-jalan karena harus menyelesaikan berkas-berkas penting, Sedang fokus memeriksa berkas peting ponsel Rey bergetar, Satu pesan masuk ke ponselnya membuka ponselnya Rey terkejut dengan foto yang di kirimkan anak buahnya yang ia utus untuk menjaga Ayrin dimanapun ia berada, Seorang laki-laki yang Rey ketahui adalah mantan suami Ayrin sedang memegang tangan Ayrin. Seketika wajahnya berubah tegang.


Meninggalkan pekerjaannya Rey berlari keluar kantor menuju ke tempat Ayrin berada, Zayn yang mengetahui ada yang tidak beres dengan tuannya, Juga ikut berlari di belakang tuannya, Rey menolak saat Zayn memintanya untuk duduk di kursi penumpang, Membawa mobil dengan kecepatan tinggi Rey ingin segera sampai di Pusat Perbelanjaan tempat Ayrin berada sekarang, Hanya butuh waktu lima belas menit Rey sampai di tempat Tujuannya.


Turun dari mobil Rey berlari mencari Ayrin, Saat menemukan keberadaan Ayrin matanya melihat tangan Ayrin masih di pegang lelaki itu, Seketika tubuhnya di penuhi emosi dan hawa panas, Berjalan mendekati Ayrin Rey berteriak.


"APA YANG KALIAN LAKUKAN" Berteriak dengan mata yang di penuhi kemarahan.


"Rey.." Kaget Ayrin karena tiba-tiba Rey datang.


Melepaskan pegangan tangan Dava pada Ayrin, Rey membawa Ayrin berada di belakang tubuhnya, Menggenggam kuat tangan Ayrin yang bekas di pegang Dava tadi.


"Rey ini tidak seperti yang kamu fikirkan, Aku tidak sengaja bertemu dengan nya" Ucap Ayrin di belakang Rey dengan menahan sakit di tangannya.


"Anda siapa? Jangan ikut campur dengan urusan saya" Ucap Dava yang belum mengetahui siapa orang di depannya itu.


"Berani sekali tangan kotormu menyentuh wanitaku" Ucap Rey Arogan.


"Siapa yang kau maksut wanitamu? Dia adalah mantan istriku yang sebentar lagi akan menjadi istriku kembali" Ucap Dava dengan keberanian yang tinggi.


Rey yang mendengar ucapan Dava jika Ayrin akan kembali menjadi istrinya semakin murka, Tangannya sudah terangkat ke atas ingin mencekik leher Dava namun Suara Ayrin menghentikannya.


"Rey jangan" Ucap Ayrin cepat seraya menarik tangan Rey.

__ADS_1


"Jangan membelanya di depanku, Atau kau akan menanggung akibatnya" Ucap Rey tanpa melihat ke arah Ayrin.


Ayrin tak bermaksut untuk membela Dava, ia hanya mengkhawatirkan Rey, ia takut jika Rey menyakiti Dava disini itu akan menghancurkan nama Rey dan nama keluarga Victori.


"Tuan anda tidak perlu mengotori tangan anda untuk menyelesaikan hal ini, Serahakan semuanya kepada saya Tuan" Suara Zayn membuat Rey mengurungkan niatnya untuk melukai Dava.


"Lebih baik Tuan membawa Nona pergi dari sini" Ucap Zayn lagi.


Rey menyetujui ucapan Zayn, Membawa Ayrin pergi dari tempat itu namun langkahnya terhenti saat tangan Ayrin kembali di tarik oleh Dava.


"Ayrin kau mau kemana ? Kau harus ikut denganku" Dava menarik kuat tangan Ayrin hingga pegangan tangan Rey terlepas dan Ayrin tertarik ke arah Dava.


Melihat hal itu Rey semakin murka dan tanpa aba-aba Rey menendang dada Dava hingga ia terpental kebelakang, Menghajar Dava dengan membabi buta, ia sudah tak mendengarkan teriakan Ayrin dan Zayn yang memintanya untuk berhenti.


"Rey Cukup.."


"Rey...." Ayrin mendekati Rey yang menatap nya tajam.


"Kau urus dia Zayn" Menarik tangan Ayrin Rey membawa Ayrin meninggalkan tempat itu.


"Rey sakit" Ucap Ayrin dengan menahan air matanya.


Tak mendengar ucapan Ayrin, Rey terus menarik tangan Ayrin hingga sampai di dalam mobil. Rey melajukan mobilnya meninggalkan parkiran, Hening tak ada pembicaraan di antara mereka berdua hingga suara isakan yang keluar dari mulut Ayrin membuat Rey menghentikan mobilnya.

__ADS_1


"Apa kau menangisinya karena aku menghajarnya" Tanya Rey setelah meminggirkan mobilnya.


menggelengkan kepalanya Ayrin menjawab pertanyaan Reynan.


"Kenapa kau menangis? Bukankah seharusnya kau senang bisa bertemu dengan mantan suamimu" Tanya Rey lagi, Ayrin kembali menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Rey.


"A..aku takut, Kamu kenapa-kenapa" Ucap Ayrin dengan menahan isakan nya.


Menyadari kesalahan yang telah ia lakukan Rey menarik tubuh Ayrin membawanya kedalam pelukannya. "Maafkan Aku, Maaf"


Ayrin mengeratkan pelukannya di tubuh Rey. "Aku tidak sengaja bertemu dengannya, Aku tidak pernah memintanya untuk menemuiku, Aku tidak memintanya untuk kembali padaku, Aku mengkhawatirkanmu bukan membelanya" Kata Ayrin di sela-sela tangisannya.


"ssttt jangan menangis lagi, Aku tau kamu tidak akan melakukan itu, maafkan aku ini semua salahku, Aku terlalu emosi dan cemburu saat dia memegang tanganmu" Berkata sambil mengelus rambut Ayrin.


"Aku sudah berusaha melepaskan tanganku, tapi dia semakin kuat menggenggam tanganku"


Melepaskan pelukannya Rey melihat tangan Ayrin yang tadi di genggangnya kuat, Tangan Ayrin memar karena di genggam kuat olehnya dan juga Dava tadi.


"Apa ini sakit" Mengelus tangan Ayrin yang memar.


"sangat sakit" jawab Ayrin.


"Kita kedokter sekarang" Ucap Rey panik.

__ADS_1


Mendengar jawaban Ayrin Rey berubah panik, Rey akan sangat panik jika sesuatu terjadi dengan Ayrin apalagi sampai ia terluka, Ayrin menyesali ucapan yang baru saja ia ucapkan, Seharusnya ia berbohong saja agar Rey tak sepanik ini, Rey kembali melajukan mobilnya menuju rumah sakit milik Keluarganya.


Salam hangat dari Author😊 Semoga malam mu menyenangkan 😇


__ADS_2