
Rey benar-benar membuktikan ucapannya, Kurang dari satu bulan Rey berhasil meyakinkan Ayrin akan ketulusannya, Awalnya Ayrin masih meragukan Rey tapi seiring berjalannya waktu Ayrin sudah mempercayai cinta dan ketulusan Rey.
Hari-hari mereka lalui dengan bahagia, Menanamkan kepercayaan tinggi dalam hubungan mereka, Ayrin masih bekerja sebagai sekretaris Rey namun mereka masih profesional dalam urusan pekerjaan, Semua karyawan kantor sudah mengetahui tentang hubungan CEO dan Sekretarisnya itu, Hingga kabar itu sampai di telingan Tuan dan Nyonya Victori.
Dan disinilah mereka sekarang di Rumah Utama Keluarga Victori, Ayrin meremas kuat tangan Rey saat mereka tiba di depan Rumah Utama, Keringat dingin membasahi tangan Ayrin, Rey tau kekasihnya itu sedang gugup karena akan bertemu orangtuanya, Dengan lembut Rey menenangkan Ayrin.
"Aa..a..aku Takut Rey" Ucap Ayrin terbata.
"Jangan Takut" Ucap Rey mengelus tangan Ayrin.
"Mereka tidak akan memakan mu" Ucap Rey membuat lelucon, Dan capitan di perut ia dapatkan dari Ayrin.
"Ishss Kau ini"
"Tarik nafas mu perlahan lalu keluarkan, Tenanglah ada aku disini kau tidak perlu takut" Rey kembali menenangkan.
"Hmm" Berdehem sambil mengagukan kepalanya Ayrin menjawab ucapan Rey.
"Ayo" Ajak Rey menarik tangan Ayrin memasuki Rumah Utama.
"Rey anak Mami sudah datang" Mami puspa menyambut kedatangan anak semata wayangnya.
Rey memutar bola matanya jengah mendengar Maminya memanggilnya seperti anak Kecil, "Mi jangan perlakukan aku seperti anak kecil"
"Memang nya kenapa ? Kau akan selalu jadi anak kecil di mata Mami sayang" Jawab Mami Puspa yang semakin membuat Rey menekukkan wajahnya.
"Apa ini calon menantu Mami Rey" Tanya Mami Puspa mengalihkan pandangannya pada wanita di samping Rey.
"Selamat siang Nyonya saya Ayrin" Menundukan kepalanya Ayrin memberi salam.
"Selamat siang Sayang, Kau cantik sekali" Mami Puspa menyambut hangat salam Ayrin, Kesan pertama yang Mami puspa dapatkan dari wanita yang di samping putranya adalah lembut dan sopan santun,
"Terimakasih Nyonya"
"Jangan panggil Nyonya, Panggil Mami saja sayang sama seperti Rey"
__ADS_1
"Ayo kita masuk sayang" Ucap Mami Puspa lagi seraya menggandeng tangan Ayrin lembut membawanya masuk dan melupakan Rey.
"Apa aku tidak di ajak masuk" Teriak Rey saat dua wanita yang di cintainya meninggalkannya.
"Kau bisa masuk sindiri sayang" Jawab Mami Puspa dari dalam menjawab teriakan putranya. dengan wajah yang ditekuk Rey memasuki rumahnya.
"Ayo sayang duduk" Ajak Mami Puspa pada Ayrin. Mereka duduk bersebelah di sofa yang sama.
"Kau bekerja di kantor Rey sayang" Tanya Mami Puspa setelah mereka duduk.
"Iya Nyonya"
"Ko Nyonya lagi manggilnya, Panggil Mami Saja ya sayang"
"Ah iya maaf Mami"
Mami Pusapa merasa sangat bahagia, Untuk pertama kalinya Rey membawa wanita ke Rumah Utama, Selama ini Rey tak pernah membawa wanita Kerumah Utama bahkan dengan wanita yang Rey cintai dulu, Ayrin adalah wanita pertama yang Rey bawa.
"Papi ada di mana Mi" Tanya Rey saat sudah sampai di Ruang Keluarga.
"Papi mu ada di Ruang kerja dengan Paman Abraham"
"Ya kau pergilah dengan para lelaki biarkan Mami disini dengan calon menantu Mami" Ucap Mami puspa.
Setelah itu Rey pergi keruang kerja Papinya, Di ruang keluarga Mami Puspa bertanya banyak hal kepada Ayrin, Mami Puspa menyukai sikap Ayrin yang apa adanya.
"Dimana Orangtuamu tinggal sayang" Tanya Mami Puspa yang belum mengetahui jika Ayrin sudah tidak mempunyai orangtua.
"Aku sudah tidak punya orangtua Mi,Orangtuaku sudah meninggal saat aku masih kecil" Jawab Ayrin pelan.
"Oh maaf kan Mami sayang, Mami tidak bermaksut membuatmu bersedih, Mami tidak tau jika orangtuamu sudah tidak ada" Ucap Mami Puspa penuh sesal.
"Tidak apa-apa Mi, Ayrin sudah terbiasa dengan pertanyaan seprti ini" Jawab Ayrin dengan senyuman.
"Sekarang kau tinggal dimana sayang"
__ADS_1
"Sekarang Ayrin tinggal di Apartemen Mi, Sebelumnya Ayrin tinggal di panti asuhan sampai Ayrin Lulus SMA"
Mami Puspa membawa Ayrin kedalam pelukannya, mengelus rambut Ayrin lebut menyalurkan kasih sayang, Ayrin merasa Nyaman di pelukan Mami Puspa, Pelukan yang ia rindukan selama ini, Seperti inikah rasanya pelukan seorang ibu, Tiba-tiba saja Ayrin menangis saat merasakan usapan lembut di rambutnya. ia merindukan orangtuanya.
Mendengar tangisan Ayrin, Mami Puspa menenangkan Ayrin, Mami Puspa tahu alasan Ayrin menangis "Jangan menangis sayang, Kau bisa menganggap Mami sebagai orangtuamu" Mami puspa semakin mengeratkan pelukannya.
"Terimakasih Mami" Jawab Ayrin di sela-sela tangisannya.
"Apa yang Mami lakukan? Kenapa Ayrin menangis ? Apa Mami menyakitinya ?" Suara tinggi Rey yang khawatir saat Melihat Ayrin menangis.
"Turunkan Suara mu Rey" Ucap Papi Arian Tegas.
"Mami tidak menyakiti Ayrin Rey" Mami Puspa Tersenyum melihat putra nya begitu khawatir dengan kekasihnya
"Lalu kenapa Ayrin mengangis, Dia tidak akan menangis jika tidak ada sebab nya"
"Rey Mami tidak menyakitiku, Aku hanya terbawa suasana saat Mami memelukku" Ucap Ayrin menghentikan Rey yang akan kembali bersuara.
"Mami senang, Kau benar-benar mencintainya sayang" Ucap Mami Puspa mencairkan Suasana.
"Ayrin sayang ini Papi nya Rey" Mami Puspa mengenalkan Ayrin pada Suaminya yang tak lain adalah Papi Reynan pemilik Perusahaan tempatnya bekerja.
"Selamat siang Tuan" Ayrin menundukan kepalanya memberikan salam.
"Selamat siang" Jawab Papi Arian.
"Dan ini Paman Abraham orangtua Zayn, Kau pasti sudah mengenal Zayn kan" Ucap Mami Puspa Lagi mengenalkan Ayah Zayn.
"Selamat siang Tuan"
"Jangan panggil Tuan Panggi Paman saja sama seperti Rey" Ucap Paman Abraham.
"Baik Paman"
"Karena semua sudah berkumpul ayo kita makan siang bersama" Ajak Mami Puspa pada semua orang yang ada di ruangan itu.
__ADS_1
Siang itu meraka akhiri dengan makan bersama di Rumah Utama, Obrolan-obrolan ringan menemani makan siang hari itu, Ayrin di terima secara terbuka oleh Keluarga Victori, Ayrin berharap kebahagiaan ini tidak berlangsung hanya untuk sementara.
Hai Author hadir lagi, Dukung Author terus ya Terimakasih😊😊