GORESAN LUKA

GORESAN LUKA
episode 48


__ADS_3

"Papi.."


"Ayah.."


Ucap Rey dan Zayn bersamaan saat melihat Papi dan Ayah mereka berada di gudang itu juga. Saat mendapat kabar dari anak buahnya jika Ayrin calon menantunya di culik Tuan Arian dan Tuan Abraham langsung melesat ke tempat dimana Ayrin di culik tadi, Tapi sayang mereka tidak menemukan Rey disana, salah satu anak buahnya datang dan memberi tahu jika Rey sudah menemukan keberadaan Ayrin, mengetahui itu Tuan Arian dan Tuan Abraham langsung menuju tempat keberadaan Ayrin dengan di antar oleh anak buahnya tadi.


"Cepat bawa Ayrin ke Rumah Sakit Rey, Biar Papi yang menyelesaikan semua ini" Tuan Arian berucap setelah berada di dekat Rey, Melihat banyaknya luka di wajah dan tubuh calon menantunya amarah Tuan Arian seketika mendidih tangannya mengepal kuat.


"Baik Pi,, Aku akan bawa Ayrin ke Rumah Sakit sekarang" Rey langsung keluar dari gudang itu dan membawa Ayrin ke Rumah Sakit, Dengan cepat anak buahnya melesatkan mobil menuju Rumah Sakit.


Di dalam gudang tempat Ayrin di sekap tadi Fabian sudah terkulai tak berdaya, Wajah nya di penuhi luka akibat pukulan dari Rey dan Papi nya, Fabian diam menerima semua pukulan yang di berikan Tuan Arian mau melawanpun ia sudah tak punya tenaga lagi.


"Berani sekali tangan mu menyakiti menantuku" Tuan Arian menginjak tangan yang di gunakan Fabian untuk memukuli Ayrin.


"Aaaaaaaaa..Ampun Tuan" Teriak Fabian kesakitan.


"Kau akan menerima balasan yang setimpal karena sudah berani menyakiti menantuku" Semakin Kuat menginjak tangan Fabian.


Jerit kesakitan menggema di gudang terbengkalai itu, Tak ada satu orang pun yang dapat mendengar jeritan Fabian, Karena gudang itu berada cukup jauh dari pemukiman warga, Zayn dan Ayahnya hanya melihat kerjadian di depannya tanpa ada niat untuk menolong sebelum mendapat perintah, Karena menurut mereka Fabian pantas mendapatkan semua itu.


Tuan Arian melepaskan injakan kakinya dari tangan Fabian, ia menyuruh anak buahnya untuk membawa Fabian ke Kantor Polisi, ia akan menjebloskan Fabian ke penjara untuk seumur hidup, Tentunya bukan hanya untuk makan dan tidur disana, disana Fabian akan merasakan kesakitan lebih dari ini.


"Zayn pergilah ke Rumah Sakit temani Rey di sana sebelum dia menghancurkan Rumah Sakit itu" Tuan Arian sangat mengeti sifat anaknya, ia akan hilang kendali jika sesutu terjadi kepada orang yang di cintainya, maka dari itu Tuan Arian menyuruh Zayn untuk segera ke Rumah Sakit.


"Pergilah Nak" Tuan Abraham menepuk pundak Anaknya.


"Baik Tuan" Menganggukan kepalanya "Aku pergi dulu Yah" Pamit Zayn pada Ayahnya sebelum ia pergi.

__ADS_1


Setelah Zayn pergi Tuan Arian dan Tuan Abraham juga pergi, Tujuan mereka kali ini adalah kantor Polisi, ia akan memastikan jika Fabian berada di tempat yang sepantasnya untuk dirinya.





Rey sampai di Rumah sakit disana juga sudah ada Mami Puspa yang menunggunya datang, Di jalan tadi Rey seperti orang gila berteriak-teriak membangunkan Ayrin saat tubuh Ayrin menjadi dingin, Rey memaki anak buahnya agar lebih cepat membawa mobil, Air matanya tak henti-hentinya keluar dari matanya.


Rey berlari memasuki Rumah sakit dengan menggendong Ayrin dan di ikuti Mami Puspa di belakangnya "CEPAT TOLONG KEKASIHKU" Bentak Rey pada Dokter Toni yang sudah siap siaga menunggu kedatangan anak pemilik Rumah Sakit.


"Baik Tuan,,,,Cepat bawa ke Ruang UGD" Ucap Dokter Toni pada para suster di sampingnya, Mereka berlari mendorong brankar Ayrin menuju UGD dengan di ikuti Rey di belakangnya.


"Sayang tenang lah, Kuatkan dirimu, Ayrin pasti akan baik-baik saja" Ucap Mami Puspa memeluk tubuh Rey.


"A...Ayrin Mi" Suaranya tercekat saat menyebutkan nama wanita yang sedang berjuang antara hidup dan mati di dalam sana.


Zayn tiba setelah Ayrin di masukan ke dalam UGD, ia melihat keadaan Tuan nya begitu hancur dan menangis di pelukan Ibunya, Bertahun-tahun bersama Rey baru kali ini Zayn melihat sisi yang berbeda dari Tuannya, Dulu saat cinta pertama Tuannya pergi meninggalkannya ia tak sehancur ini, Tapi sekarang ia benar-benar hancur, Zayn akui hanya Ayrin yang dapat membuat Tuannya seperti ini


"Bibi" Zayn menganggukan kepalanya saat Mami Puspa menyadari keberadaan Zayn.


"Oh Zayn kau sudah datang?" Tanya Mami puspa masih tetap memeluk Rey.


"Ya Bibi,, Bagaimana kedaan Nona Ayrin Bi?"


"Ayrin masih ada Di dalam" Mami puspa menujuk Ruangan UGD dengan tangannya.

__ADS_1


"Dimana Paman dan Ayah mu Zayn,, Kenapa tidak datang bersamamu"


"Tuan dan Ayah pergi ke Kantor Polisi Bi"


Mami Puspa mengangguk seperti sudah mengerti apa yang di lakukan Suaminya di Kantor Polosi. Sudah Dua Jam Rey Zayn dan Mami Puspa menunggu Ayrin keluar dari UGD namun tak kunjung keluar juga, Rey semakin di Buat khawatir dan ketakutan takut terjadi sesutu terjadi kepada Ayrin.


Setengah jam kemuadian lampu pintu Ruang UGD padam Dan Dokter Toni keluar dari Ruang UGD, Rey segera menghampiri Dokter Toni.


"Bagaimana keadaannya?, Apa ia sudah sadar?, Apa ia baik-baik saja?" Rentetan pertanyaan Rey lontarkan Pada Dokter Toni.


"Tenang Tuan, Nona baik-baik saja sekarang Nona masih belum sadarkan diri" Dokter Toni menjawab semua pertanyaan Rey.


"Tuan ada yang ingin saya bicarakan, Mari ikut keruangan saya Tuan" Dokter Toni berbicara dengan raut wajah yang menggambarkan ada sesuatu yang terjadi. Menganggukan kepala Rey mengikuti Dokter Toni menuju Ruangannya, Rey menyuruh Mami dan Zayn tetap menunggu di depan Ruanga UGD.


"Apa terjadi sesuatu dengan Ayrin?" Tanya Rey saat sudah duduk di Ruangan Dokter Toni.


"Begini Tuan, Saya mendapati luka bekas tentangan di bagian perut Nona dan akibat dari tandangan itu Rahim Nona Ayrin rusak, Hal ini berkemungkin Nona Ayrin tidak dapat mengandung" Penjelasan Dokter Toni membuat Rey semakin melemas, ia menyalahkan diri sendiri karena tidak bisa menjaga Ayrin.


Rey tidak bisa membayangkan bagaimana sedihnya Ayrin saat tau jika sekarang ia benar-benar tidak bisa hamil, jika dulu ia masih memiliki kesempatan walau sedikit tapi sekarang kesempatan itu tidak ada lagi, Namun Rey juga menyadari pada akhirnya nanti mau Ayrin bisa hamil atau tidak pada kenyataannya memang mereka berdua tidak akan bisa memiliki keturunan, Rey semakin bingung dengan semua hal yang terjadi mengapa Tuhan tak membiarkan ia dan Ayrin hidup bahagia.


Keluar dari ruangan Dokter Toni Rey berjalan lesu ke ruang UGD dimana Mami nya dan Zayn masih disana.


"Tuan.." Panggil Zayn Saat matanya melihat Rey.


"Apa yang Dokter Toni katakan Sayang" Tanya Mami Puspa saat melihat kedatangan Rey.


Rey memerosotkan Tubuhnya di lantai "Kenapa Tuhan tak membiarkan aku dan Ayrin hidup dengan tenang Mi?, kenapa Tuhan begitu kejam kepada Kami?" Rey menangis meratapi hidupnya.

__ADS_1


"Jangan berkata seperti itu sayang, Tuhan menyayangimu, Katakan kepada Mami apa yang terjadi kepada Ayrin?" Mami Puspa menenangkan Putranya yang kembali hancur.


...Dilanjut nanti ya, Jangan lupa dukungannya, Terimakasih😊...


__ADS_2