
Bagi anak sekolah jam kosong adalah hal yang sangat membahagiakan, Mereka bisa bebas ribut tanpa ada yang memarahi seperti duduk mengelompok bersama teman-teman, Seperti yang sedang di lakukan anak-anak kelas X11 IPS 1 yang sedang berkumpul di pojokan tepatnya di bangku Aaresh.
Aaresh Aarash Albiyan Lutfy David dan Ilzan adalah sekumpulan pelajar yang terkenal di sekolahan mereka, Mereka terkenal bukan karena kenakalan mereka namun sebaliknya mereka terkenal karna kebaikan mereka dalam membantu sesama teman.
Mereka bersahat sudah cukup lama dari saat mereka masuk SMP, Mereka adalah anak-anak yang terlahir dari keluarga berada kecuali David namun mereka tak pernah memilih-milih teman, Awalnya David sempat mider bersahabat dengan Aarash dan yang lainnya karena keadaan sosial mereka yang berbeda namun saat Aares dan yang lainnya datang ke rumah nya dan ikut makan di rumah dengan lauk yang seadanya barulah David tidak minder berteman dengan mereka.
Bahkan mereka semua banyak membantu David saat ia membutuhkan bantuan seperti saat ia tidak bisa membayar iuran sekolah Aarash dan yang lainnya mengumpulkan uang jajan mereka untuk membantu David, Semua itu berkat didikan orangtua mereka masing-masing, Percayalah jika orangtua berhasil mendidik anak-anak untuk bersikap baik di dalam rumah maka ketika di luar rumah sikap itu sudah tertanam dalam diri mereka dan merwka akan bersikap seeprti saat mereka di dalam rumah.
"Pulang sekolah jadi gak kita ke tempat Bunda" Tanya Ilzan, Yang mereka maksud Bunda adalah ibu pengurus panti asuhan yang sering mereka datangi.
"Kalo aku mah oke oke aja" David menjawab dengan memetik gitar yang Lutfy bawa.
"Aku lupa belum izin Mommy" Ucap Aaras yang mana membuat mereka berlima melirik Aaras tak percaya, Masalahnya Aaras lah yang kemarin mengajak mereka untuk mengunjungi panti.
"Rash Al kalian udah izin Mommy belum" Tanya Aarash kepada kedua saudaranya.
"Belum lah aku kira kamu udah minta izin sama Mommy" Albiyan menjawab sembari menulis sesuatu di bukunya.
"Bentar aku telfon Mommy dulu" Setelah mengatakan itu Aaresh menghubungi Ayrin,
"Hallo sayang ada apa?" Tanya Ayrin di sebrang telfon.
"Mom kami mau minta izin pulang sekolah nanti kami mau ke panti asuhan Kasih Sayang" Aarash harap-harap cemas saat mengatakan tujuannya, Ia merasa tidak enak dengan teman-temannya jika Mommy nya tidk mengizinkan mereka pergi.
"Sama siapa saja kalian kesananya"
"Anak-anak NV Mom" NV adalah nama dari geng mereka.
"Yasudah kalian hati-hati ya, Ingat jangan ngebut-ngebut bawa motornya"
"Baik ibundan Ratu" Ucap Aaresh mencandai Mommynya saat izin sudah ia kantongi setelah itu sambungan telfon terputus.
"Sorry ya aku bener-bener lupa minta izin" Ucap Aarash penuh sesal.
__ADS_1
"Iya....Toh udah dapet izin kan sama Mommy kalian" Lutfy menepuk pundak Aarash pelan, Setelah jam sekolah usai mereka ber enam bersama-sama menuju panti Kasih Sayang.
•
•
•
•
Di kantor Ayrin tengah menyiapkan bekal yang ia bawa untuk Rey, Ayrin menyusun semuanya di atas meja tak lupa Ayrin juga membawakan untuk Zayn.
"Ayo kalian makan dulu, Tutup dulu pekerjaan kalian" Perintah Ayrin yang langsung di turuti mereka berdua.
Mereka makan dengan tenang dengan di selipkan obrolan tentang pekerjaan, Selesai makan Rey kembali dengan pekerjaan nya dan Zayn kembali ke ruangannya, Jam sudah menunjukan pukul 14:30 dimana pada jam itu Aylen sudah keluar dari sekolahan.
"Sayang aku pulang dulu ya" Pamit Ayrin sembari membereskan barang-barangnya.
"Tidak bisakah kau disini saja menemani aku bekerja" Pinta Rey pada Ayrin yang sudah duduk di pangkuannya.
Pasalnya Aylen akan selalu marah jika saat ia pulang sekolah tidak menemukan Mommy nya di rumah apalagi jika Mommy nya berada di kantor dengan Daddy nya Pernah sekali Rey membawa Ayrin seharian ke kantor untuk menemani nya bekerja dan hal itu membuat sang putri marah besar dan mengakibatkan Rey harus tidur di kamar sang putri sebagai hukuman.
Jika mengingat hal itu Rey bergidik ngeri membayangkan ia tidur berjauhan dengan Ayrin, "Ahh putrimu itu sungguh luarbiasa menyiksa Daddy nya" Dengan lemas Rey berucap lirih.
"Baklah sayang sudah cukup bermanjanya sekarang biarkan aku pulang dulu hemm" Ayrin mengelus tangan Rey yang memeluk perutnya.
"Beri aku suntikan semangat dulu" Pinta Rey dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi.
Ayrin sampai rumah berbarengan dengan Aylen yang di antar oleh Dom orang kepercayaan Rey, Rey mempercayakan Aylen kepada Dom karena melihat kasih sayang Dom kepada Aylen sejak kecil bahkan Dom rela menjadi samsak untuk Aylen.
"Mommy" Aylen berlari memeluk Mommy nya yang baru turun dari mobil.
Ayrin menyambut pelukan anak nya dan mencium keningnya, "Bagaimana sekolah hari ini apa menyenagkan" Sudah menjadi kebiasaan Ayrin selalu menanyakan bagaimana hari-hari anak nya di sekolahnya masing-masing.
__ADS_1
"Ya Mom, Aylen mempunhai teman baru dia murid pindahan dari Bali namanya Sabilla" Aylen menceritakan dengan antusias tentang teman baru nya sembari berjalan memasuki rumah namun tak lupa juga ia berpamitan dengan Uncle Dom kesayangan nya.
Di kantor setelah Ayrin pulang Rey kembali berkutat dengan pekerjaan nya, Tak lama setelah itu Zayn masuk bersama seseorang yang seumuran dengan istrinya Ayrin, "Permisi Tuan...Nona Jesselyn datang sebagai perwakilan Permana Group" Permana Group adalah perusahan yang cukup besar yang akan menjalin kerjasama dengan Victory Global.
Jesselyn yang notabene nya adalah sekertaris kepercayaan Tuan Permana di utus untuk mewakilinya menemui pemilik Victoruly Global, Rey mempersilahkan Jesselyn duduk dan meminta Zayn membawa berkas yang harus mereka tandatangi untuk kerjasama mereka.
"Tuan.." Panggil Jesselyn sengaja merubah suaranya, Namun Rey tidak meresponnya.
"Tuan..." Lagi Jesselyn memanggil Rey namun tetap sama Rey tidak menjawab, Jangan kan menjawab melihat ke arahnya pun tidak, Namun Jesselyn tidak putus asa ia bangkit dari duduk nya dan berniat duduk di samping Rey untuk menggoda Rey seperti yang sering ia lakukan kepada pemilik perusahaan saat ia mewakili Tuan Permana agar kerja sama ini berjalan lancar.
Namun kali ini nasip baik tidak memihak kepada Jesselyn, Rey bukan lah orang yang dengan gampangnya di rayu dengan tubuhnya sebagai imbalan kerja sama ini, Saat baru akan melangkahkan kaki nya perkataan Rey mampu membuat ia bergidik ngeri, "Tetap di tempat mu jika kau tidak ingin berakhir di Dirumah Sakit" Rey menatap Jesselyn dengan pandangan mematikan dah hal itu membuat Jesselyn ketakutan setengah mati.
Jeselyn duduk kembali di tempatnya dengan jari-jari yang saling besautan, Keringat dingin membanjiri tubuh Jasselyn saat Rey terus menatapnya dengan tatapan tajam nya.
"Sampaikan kepada Tuan Permana jika perjanjian kerjasama kita batal, Silahkan keluar dari ruangan saya" Ingin sekali rasanya Rey memaki-maki wanita di hadapannya yang sudah berani mencoba merayu nya, Namun ia sadar jika Mami Puspa Ayrin dan Aylen adalah wanita juga, Rey tidak ingin jika apa yang ia lakukan akan berimbas kepada anak dan istrinya.
"Tapi Tuan....."
"Keluar" Ucap Rey penuh penekanan dan tatapan mengerikan, Jesselyn keluar ruangan Rey dengan terburu-buru, Ia tidak menyangka jika misinya kali ini gagal dan ia harus siap menerima amukan dari Tuan Pertama karena gagal bekerja sama dengan perusahaan Victory Global.
Rey bukan tak tau jika Jesselyn berniat merayu nya dari penampilannya yang terbilang sangat terbuka saja Rey sudah bisa menebak apa yang akan terjadi namun Rey masih berfikir positif jika mungkin saja memang seperti itulah gaya berpaikan Jesselyn dan Rey rasa ia tidak berhak mengomentari pakaian orang lain setelah mendengar suara Jesselyn saat memanggilnya seperti mendesah barulah Rey tau jika jesslyn memiliki niat lain.
Zayn masuk membawa berkas yang Rey minta, "Dimana Nona Jesselyn" Tanya Zayn saat baru masuk dan tidak melihat Jesselyn ada di ruangan itu.
"Aku sudah menyuruhnya pergi"
"Kenapa?"
"Apa kau gila membiarkan wanita seperti itu masuk ke ruanganku" Jawab Rey dengan wajah datarnya.
"Apa yang dia lakukan, Apa dia berhasil menggodamu" Ledek Zayn.
"Sampai mati pun tidak akan ada wanita yang berhasil menggodaku kecuali Ayrin, Kau mengerti itu" Dengan penuh keyakinan Rey menegaskan kepada Zayn.
__ADS_1
"Ya ya aku mengerti dasar bucin" Setelah mengatakan itu Zayn pergi meninggalnya Rey, Ia tak sadar jika ia sendiri pun sama bucin nya dengan Rey.
Maaf ya jika menurut kalian ngebosenin ceritanya🙏